Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Perkembangan Populasi Hama Utama pada Tanaman Padi di Kabupaten Merauke Papua Selatan Sembiring, Jefri; Mendes, Johana; Kusumah, Rangga; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Susanti, Diana Sri
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67859

Abstract

Perkembangan populasi hama padi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu, kelembapan, dan ketersediaan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika populasi hama utama tanaman padi berdasarkan umur tanaman dan musim tanam di Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah dataran rendah di Distrik Merauke, Semangga, Tanah Miring, dan Kurik yang secara geografis berada pada 7°–8° LS dan 140°–141° BT dengan ketinggian 0–10 m dpl. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–September 2023 yang mencakup dua musim tanam. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan observasi lapangan menggunakan desain longitudinal (repeated measures). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan pendekatan cluster sampling pada empat Distrik. Pada setiap Distrik ditetapkan dua kampung, dan pada setiap kampung dipilih lima petak sawah (20 × 20 m) yang menggunakan varietas padi yang sama. Setiap petak dibagi menjadi lima subplot (2 × 2 m) secara diagonal sebagai unit pengamatan, sehingga total unit pengamatan sebanyak 200 subplot pada setiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama berbeda nyata antar musim tanam dan umur tanaman, dengan populasi lebih tinggi pada musim tanam kedua. Hama dominan pada fase vegetatif adalah wereng batang coklat dan penggulung daun (28–42 HST), sedangkan pada fase generatif didominasi oleh penggerek batang dan walang sangit (56–70 HST). Wereng punggung putih Sogatella furcifera menunjukkan peningkatan populasi secara bertahap dari fase awal hingga generatif, dengan populasi tertinggi pada umur 56–70 HST dan lebih tinggi pada musim tanam kedua. Populasi wereng hijau cenderung menurun seiring bertambahnya umur tanaman, sedangkan populasi wereng batang coklat menunjukkan pola fluktuatif. Fase kritis tanaman terjadi pada umur 28–42 HST dan 56–70 HST pada setiap musim tanam.
Co-Authors Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Agung Prayitno Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Apri Irianto Barus, Rizki Al Khairi Belman, Aco Iham Bodem, Martha Estofia David Laiyan David Oscar Simatupang Diana Sri Susanti Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Erwin Erwin Febri Nur Pramudya, Febri Nur Fredy Fredy Fredy Fredy Haisyah, Haisyah Heru Nugroho Hildawati Hildawati, Hildawati Irba Djaja, Irba Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Istanto, Teddy Jalal, Nur Jefri Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Kabisatio AS., Permi Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Maya Sari Rupang Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Melmambessy, Edy H.P Mendes, Johana Moento, Paul Adryani Musdalifah, Nurul Natsir Sandiah Nggego, Dedy Abdianto Nongtit, Nikodemus Nurcholis Nurcholis oktovina gebze Parjono, Parjono Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Purwanto, Aldi Rachmawati Hasid Rahayu, Tri Kustanti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Rupang, Maya Sari Rupang S, Suarni Samosir, Hasianna Darmawati Sanjaya, Muhammad Fahyu Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Sawira, Wiwi Sembiring, Jefri Sembiring Suriani, Wa Ode Suwarjono Suwarjono Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Untari Untari Wida, Wa Ode Asryanti Widiastuti, Maria MD Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus