p-Index From 2021 - 2026
7.446
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan INFERENSI Ta´dib Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Al Ishlah Jurnal Pendidikan Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Paedagogia: Jurnal Pendidikan Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Isema : Islamic Educational Management Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Pendidikan Madrasah Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Mamba'ul 'Ulum Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Sultan Agung TOFEDU: The Future of Education Journal Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Islam Al-lubab : Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Keagamaan Islam Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Al-Kainah: Journal of Islamic Studies Educational Studies and Research Journal Al-Lubab: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam Indonesian Journal of Community Engagement Jurnal Cendekia Ilmiah Profetika: Jurnal Studi Islam Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

SINERGI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS AKHLAK DAN KEBERLANJUTAN DIGITAL: MODEL MANAJEMEN PROAKTIF UNTUK MODERNISASI LEMBAGA PENDIDIKAN TRADISIONAL Nurmawati Nurmawati; Fauzi Muharom
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15300

Abstract

Digital transformation has become a strategic necessity for educational institutions in addressing social shifts, technological advances, and 21st-century educational quality demands. However, for traditional educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), madrasas, and faith-based schools, modernization often creates a dilemma between technological innovation and institutional identity preservation. This article aims to develop a proactive management model integrating moral-based visionary leadership with digital continuity to support the sustainable modernization of traditional educational institutions. The study employs a qualitative conceptual approach through a systematic literature review and document analysis covering Islamic leadership, visionary leadership, digital transformation, and organizational resilience from reputable databases. The study generates the Akhlak-Digital Continuity Model consisting of five core dimensions: (1) ethical vision, (2) strategic foresight, (3) digital capacity building, (4) adaptive governance, and (5) digital continuity assurance. These five dimensions synergize to establish a sustainable moral culture that reinforces organizational resilience and institutional modernization. This article asserts that digital transformation does not require sacrificing traditional religious values; rather, it strengthens institutional identity and effectiveness when steered by Islamic moral-based leadership. ABSTRAK Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tuntutan kualitas pendidikan abad ke-21. Namun, bagi lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren, madrasah, dan sekolah berbasis nilai keagamaan, modernisasi sering kali memunculkan dilema antara inovasi teknologi dan pelestarian identitas kelembagaan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model manajemen proaktif yang mengintegrasikan kepemimpinan visioner berbasis akhlak dengan keberlanjutan digital (digital continuity) guna mendukung modernisasi lembaga pendidikan tradisional secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual (conceptual paper) melalui studi kepustakaan sistematis terhadap literatur kepemimpinan Islam, kepemimpinan visioner, transformasi digital, dan ketahanan organisasi dari pangkalan data bereputasi. Hasil kajian menghasilkan Model Akhlak-Digital Continuity yang terdiri atas lima dimensi utama: (1) visi etis, (2) foresight strategis, (3) penguatan kapasitas digital, (4) tata kelola adaptif, dan (5) jaminan keberlanjutan digital. Kelima dimensi tersebut bersinergi membentuk budaya akhlak berkelanjutan yang memperkokoh ketahanan organisasi (organizational resilience) dan modernisasi institusi. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak harus mengorbankan nilai-nilai tradisi keagamaan, melainkan dapat memperkuat identitas dan efektivitas kelembagaan apabila dipandu oleh kepemimpinan yang berakar pada akhlak mulia.    
PRAKSIS MANAJEMEN PENDIDIKAN MODERN DI PONDOK PESANTREN SYARIFATUL ULUM NGAWI: TRANSFORMASI DIGITAL PESANTREN BERBASIS SALAF Muhammad Ulul Albab; Toto Suharto; Fauzi Muharom
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15292

Abstract

Salaf pesantren face major challenges in adopting modern management systems without eroding traditional Islamic identity amid the pace of digital transformation. This study aims to analyze: (1) the praxis of modern educational management; (2) the forms of institutional digital transformation; and (3) the strategies for maintaining the balance of Salaf traditions at Pondok Pesantren Syarifatul Ulum Katerban Ngawi. This qualitative study using a case study design collected data through observation, in-depth interviews with leaders, administrators, teachers, and students, as well as institutional documentation reviews. Data analysis proceeded through data condensation, data display, and drawing conclusions with source and method triangulation to ensure findings validity. The results indicate that the functions of planning, organizing, actuating, and controlling are systematically implemented through the Pesantren Katerban Mobile application. This innovation integrates academic administration, cashless finance, digital attendance, and real-time parent communication channels. The successful harmonization of tradition and modernity is achieved through curriculum integration between classical books and national content, transformational leadership, and improving educators' digital literacy. This transformation proves that management digitalization strengthens institutional relevance without sacrificing traditional values. ABSTRAK Pesantren salaf menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi sistem manajemen modern tanpa mengikis identitas keislaman tradisional di tengah laju transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) praksis manajemen pendidikan modern; (2) bentuk transformasi digital kelembagaan; serta (3) strategi menjaga keseimbangan tradisi salaf di Pondok Pesantren Syarifatul Ulum Katerban Ngawi. Penelitian kualitatif berdesain studi kasus ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap pimpinan, pengurus, guru, dan santri, serta telaah dokumentasi kelembagaan. Analisis data berlangsung melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber serta metode untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan diterapkan secara terpadu melalui aplikasi Pesantren Katerban Mobile. Inovasi ini mengintegrasikan administrasi akademik, keuangan nirsentuh, presensi digital, dan saluran komunikasi wali santri secara real-time. Keberhasilan harmonisasi tradisi dan modernitas tercapai melalui integrasi kurikulum kitab kuning dengan muatan nasional, kepemimpinan transformasional kiai, dan peningkatan literasi digital pendidik. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi sistem manajemen memperkuat relevansi kelembagaan pesantren salaf tanpa mengorbankan nilai luhur kepesantrenan.