Articles
THE PELATIHAN 12 BALANCE EXERCISE LEBIH MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS DARIPADA BALANCE STRATEGY EXERCISE PADA LANSIA DI BANJAR BUMI SHANTI, DESA DAUH PURI KELOD, KECAMATAN DENPASAR BARAT
Made Hendra Satria Nugraha;
Nila Wahyuni;
I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.016 KB)
|
DOI: 10.24843/MIFI.2016.v04.i01.p01
Keseimbangan dinamis adalah pemeliharaan kesetimbangan tubuh ketika dalam posisi bergerak. Gangguan keseimbangan merupakan masalah umum pada lansia. Masalah yang akan timbul pada gangguan keseimbangan yaitu peningkatan risiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pelatihan 12 balance exercise lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis daripada balance strategy exercise. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan Pre and Post Test Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 28 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberikan pelatihan balance strategy exercise dan kelompok perlakuan yang diberikan pelatihan 12 balance exercise. Masing-masing kelompok terdiri dari 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur keseimbangan dinamis lansia menggunakan skor Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan setelah pelatihan pada setiap kelompok. Uji normalitas data diuji dengan menggunakan Saphiro-Wilk Test dan uji homogenitas dengan Levene’s Test. Hasil uji paired sample t-test didapatkan perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,002 dan menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan dinamis pada kelompok kontrol sebesar 1,143, begitupula pada kelompok perlakuan didapatkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,000 dan menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan dinamis pada kelompok perlakuan sebesar 3,000. Uji beda selisih dengan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana p=0,000 dengan persentase sebesar 2,58% pada kelompok kontrol dan 6,78% pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan 12 balance exercise lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis daripada balance strategy exercise pada lansia.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DAN FLEKSIBILITAS TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI PADA ATLET TAEKWONDO DI DENPASAR
Ferdi Alkindi;
Made Hendra Satria Nugraha;
Ni Komang Ayu Juni Antari;
I Made Winarsa Ruma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p06
Taekwondo merupakan salah satu jenis beladiri yang diminati masyarakat mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa. Salah satu tendangan yang sering digunakan serta efektif untuk menyerang lawan dalam suatu pertandingan adalah tendangan dollyo chagi. Keseimbangan dan fleksibilitas berperan penting untuk menciptakan tendangan yang optimal dan tepat sasaran. Untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan fleksibilitas terhadap kemampuan tendangan dollyo chagi pada atlet taekwondo di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan 4 hari pada 4 dojang di Denpasar. Teknik pengambilan subjek yang dipakai adalah cluster random sampling, dengan total subjek sebanyak 64 orang berusia 12-16 tahun. Berdasarkan uji analisis non parametrik spearman rho didapatkan hubungan yang lemah dan signifikan antara keseimbangan dengan kemampuan tendangan dollyo chagi dengan nilai p=0,034 (p<0,05), dan didapatkan juga hubungan yang sedang dan signifikan antara fleksibilitas dengan kemampuan tendangan dollyo chagi dengan nilai p=0,008 (p<0,05). Uji analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan keseimbangan dan fleksibilitas dengan kemampuan tendangan dollyo chagi dan didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) dan nilai korelasi (R) sebesar 0,469. Kata kunci: tendangan dollyo chagi, keseimbangan, fleksibilitas.
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ADAPTASI LINTAS BUDAYA MODIFIKASI NORTHWICK PARK NECK PAIN QUESTIONNAIRE VERSI INDONESIA PADA MECHANICAL NECK PAIN
Made Hendra Satria Nugraha;
Ni Komang Ayu Juni Antari;
Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.633 KB)
|
DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i03.p01
Mechanical neck pain merupakan tipe nyeri leher yang mencakup kondisi minor strain/sprain pada otot danligamen serta disfungsi facet joint. Dalam melakukan evaluasi, diperlukan alat ukur yang dapat mengevaluasi secaraInternational Classification of Functioning, Disability, and Health (ICF). Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui nilai validitas dan reliabilitas modifikasi northwick park neck pain questionnaire (NPNPQ) pada mechanicalneck pain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik. Populasiterjangkau dalam penelitian ini adalah individu yang terdiagnosa secara klinis mechanical neck pain di praktik mandirifisioterapi di kota Denpasar dan Badung. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 subjek. Penelitian inimengevaluasi nilai content validity, construct validity, dan internal consistency. Berdasarkan hasil uji analisis datadidapatkan nilai item-level CVI dari 3 asesor sebesar 1 dengan average congruency percentage (ACP) sebesar 93%.Sedangkan untuk contruct validity didapatkan nilai (p<0,05) dengan r hitung>r tabel pada semua butir pertanyaankuesioner, maka seluruh pertanyaan valid. Dan nilai internal consistency didapatkan hasil cronbach’s alpha 0,716 ataukesembilan butir pertanyaan adalah reliabel. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapanmodifikasi northwick park neck pain questionnaire versi Indonesia dalam mengukur disabilitas leher pada mechanicalneck pain adalah valid dan reliabel. Kata kunci: validitas, reliabilitas, modifikasi northwick park neck pain questionnaire, mechanical neck pain
LEG SQUAT EXERCISE LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN PELATIHAN LARI 100 METER TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN BULUTANGKIS
Ketut Trisandy;
Ni Wayan Tianing;
Made Hendra Satria Nugraha;
I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 2 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i02.p07
Kekuatan otot adalah kemampuan otot untuk menghasilkan tenaga yang berperan mengatasi sebuah tahanan atau beban dalam menjalankan suatu aktivitas. Kekuatan otot tungkai merupakah salah satu aspek fisik yang harus dimiliki oleh seorang pemain bulutangkis yang berpengaruh terhadap footwork para pemain bulutangkis dan berdampak pada prestasi dan performa permainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah efek pelatihan leg squat exercise lebih baik dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai dibandingkan dengan pelatihan lari 100 meter. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan Pre and Post Test Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 34 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberikan pelatihan lari 100-meter dan kelompok perlakuan yang diberikan pelatihan leg squat exercise. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot tungkai pada kelompok kontrol sebesar 3,23 dan pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan kekuatan otot tungkai sebesar 5,28. Uji paired sample t-test didapatkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) pada kelompok kontrol dan nilai p=0,000 (p<0,05) pada kelompok perlakuan. Uji beda selisih dengan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana p=0,001 (p<0,05). Pelatihan leg squat exercise lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai daripada pelatihan lari 100-meter terhadap pemain bulutangkis. Kata kunci: kekuatan, otot, leg squat exercise, lari 100 meter, bulutangkis.
HUBUNGAN FAKTOR RESIKO ERGONOMI SAAT BEKERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGRAJIN UKIRAN KAYU DI GIANYAR
Aryaning Dwi Antyesti;
Made Hendra Satria Nugraha;
I Putu Adiartha Griadhi;
Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 2 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.844 KB)
|
DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i02.p09
Pengrajin ukiran kayu merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai risiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Hal ini dikarenakan postur pengrajin ukiran kayu sewaktu bekerja tidak ergonomis. Postur kerja yang tidak ergonomis ini, apabila dilakukan secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama maka dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin ukiran kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko ergonomi saat bekerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin ukiran kayu di Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross- sectional yang dilakukan pada bulan Maret-April 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Consecutive Sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 96 orang. Variabel dependen yang diukur adalah keluhan muskuloskeletal menggunakan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ). Variabel independen yang diukur adalah faktor risiko ergonomi saat bekerja menggunakan metode Baseline Risk Identification of Ergonomics Factor (BRIEF) Survey. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya hubungan antara faktor risiko ergonomi saat bekerja dengan keluhan muskuloskeletal pada leher (nilai p=0,035), punggung atas (nilai p=0,018), punggung bawah (nilai p=0,016) serta tangan dan pergelangan tangan kanan (nilai p=0,001). Kata Kunci: faktor risiko ergonomi, keluhan muskuloskeletal, pengrajin ukiran kayu, BRIEF survey, CMDQ
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEMAMPUAN MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI, FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS UDAYANA
Ni Luh Nopi Andayani;
Made Hendra Satria Nugraha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.75 KB)
|
DOI: 10.24843/MIFI.2020.v08.i01.p09
Mahasiswa tidak terlepas dari kegiatan belajar dan mengingat. Memori digunakan untuk menyimpan informasi dari proses belajar dan informasi tersebut dapat digunakan kembali di masa yang mendatang. Penelitian terdahulu menjelaskan mengenai manfaat aktivitas fisik dalam hal merangsang neurogenesis, memfasilitasi metabolisme neurotransmitter, serta menjaga dan meningkatkan stimulasi molekuler dan seluler di otak yang mendukung terjadinya plastisitas otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap kemampuan memori jangka pendek mahasiswi program studi fisioterapi, fakultas kedokteran, universitas udayana. Penelitian ini dilaksanakan bulan April – Mei 2019 dengan desain studi cross sectional analytic. Sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel mencapai 61 mahasiswi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna positif antara tingkat aktivitas fisik dengan memori jangka pendek dengan p=0,003 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,375. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan yang cukup, signifikan, dan searah antara aktivitas fisik dengan memori jangka pendek pada mahasiswi program studi fisioterapi FK Unud yaitu semakin tinggi tingkat aktivitas fisik seseorang maka semakin tinggi pula kemampuan memori jangka pendeknya. Kata kunci: aktivitas fisik, memori jangka pendek, mahasiswi
HUBUNGAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING DENGAN KECEPATAN BERJALAN LANJUT USIA DI DENPASAR
Jeninha Ilandia Reis Henriques;
Made Hendra Satria Nugraha;
Luh Made Indah Sri Handari Adiputra;
Indira Vidiari Juhanna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i01.p11
Lanjut usia merupakan suatu kondisi dimana seseorang akan mengaIami perubahan struktur dan fungsi dikarenakan usia yang sudah Ianjut. FIeksibiIitas adalah kemampuan sistem neuromuskuIar dan musculoskeletal daIam mengikuti suatu gerakan yang tepat dari sendi secara keseIuruhan tanpa terjadi pengurangan serta Iingkup gerak sendi yang bebas nyeri. Pada usia 60 tahun ke atas, Ianjut usia mengaIami perununan fungsi pada sistem muskuIoskeIetaI yang menyebabkan penurunan fIeksibiIitas otot, sendi, fungsi kartiIago, berkurangnya kepadatan tuIang serta penurunan kekuatan otot terutama pada kekuatan otot bagian ekstremitas bawah dengan bertambahnya umur. Tujuan peneIitian ini adaIah untuk mengetahui hubugan fIeksibiIitas otot hamstring terhadap kecepatan berjaIan Ianjut usia di Denpasar. PeneIitian ini merupakan peneIitian anaIitik observasionaI dengan pengambiIan data secara cross sectionaI. Peserta peneIitian berjumIah sebanyak 62 orang. FIeksibiIitas diukur dengan sit and reach test, sementara kecepatan berjaIan diukur dengan 4 meters gait speed test. AnaIisis data yang digunakan adaIah uji Sperman rho karena data tidak berdistribusi normaI. Berdasarkan hasiI peneIitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara fIeksibiIitas otot hamstring dengan kecepatan berjaIan (p=0,160) pada Ianjut usia di Denpasar. Kata kunci: fIeksibilitas otot hamstring, kecepatan berjaIan, Ianjut usia
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KETEPATAN MEMANAH RONDE NASIONAL PADA ATLET PANAHAN DI DENPASAR DAN BADUNG
Made Rania Deviyanti;
Made Hendra Satria Nugraha;
I Made Muliarta;
I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 10 No 1 (2022): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p07
Pendahuluan: Panahan merupakan suatu keterampilan memakai busur serta panah, olahraga ini anak panah akan dilepaskan melewati jarak untuk menuju pada sasaran tembak. Faktor untuk meningkatkan keakurasian memanah yaitu kekuatan otot lengan. Kekuatan dapat meningkatkan komponen seperti kelincahan, kecepatan serta ketepatan. kekuatan merupakan satu kesatuan dengan olahraga panahan yang tidak dapat dipisahkan dalam meningkatkan prestasi atlet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan dengan ketepatan memanah ronde nasional pada atlet panahan di Denpasar dan Badung.Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasional dengan rancangan cross sectional dan teknik consecutive sampling untuk pengambilan sampel. Penelitian dilaksanakan di Kota Denpasar dan Badung pada Februari – Maret 2021. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 65 subjek yang disesuaikan dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengukur kekuatan otot lengan dengan alat pull and push dynamometer serta ketepatan/keakurasian memanah dengan memanah sebanyak 2 sesi dan diambil nilai reratanya.Hasil: Uji hipotesis pada penelitian ini yaitu Rank Spearman Rho agar dapat menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dengan ketepatan memanah. Berdasarkan uji analisis Rank Spearman Rho didapatakan nilai signifikan p= 0,003 dengan koefiien korelasi r= 0,363.Simpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang lemah dan searah antara kekuatan otot lengan dengan ketepatan memanah ronde nasional pada atlet panahan di Denpasar dan Badung. Kata Kunci: panahan, kekuatan otot lengan, ketepatan memanah
Proprioceptive Neuromuscular Facilitation versus Sensory Motor Training in Non-Specific Low Back Pain
Made Hendra Satria Nugraha;
Ni Komang Ayu Juni Antari;
Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 6 Number 1 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/jkf.v0i0.260
Background: Non-specific low back pain is a type of pain that is located in spine area and does not radiate to the legs. Non-specific low back pain can limit daily activities and cause inability to do work. The aim of this study is to compare the effectiveness of proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) versus sensory motor training (SMT) in the treatment of ultrasound therapy (UST) and kinesio tape (KT) insertion in non-specific low back pain. Methods: This research is an experimental with a randomized pre-test and post-test control group design, in which the study participants were divided into two groups randomly. The control group (n = 10) is given UST+PNF+KT combination, while the treatment group (n = 10) is given UST+SMT+KT combination. Therapeutic evaluation measures include: pain scale with a numeric rating scale, range of motion with a goniometer, and lower back disability with the Indonesian Version of Oswestry Disability Index. The intervention is given 3 times per 1 week for 3 weeks. Results: The results showed improvement in pain, range of motion, and lower back disability in each group (p<0.05). However, there were no significant differences when compared between groups. Conclusion: Based on these results, it can be concluded that the UST+PNF+KT combination has the same good results as the UST+SMT+KT combination in improving pain, range of motion, and lower back disability in non-specific low back pain.
Deep Cervical Muscle Exercise Versus Soft Tissue Mobilization In Non-Specific Neck Pain
Ni Komang Ayu Juni Antari;
Made Hendra Satria Nugraha;
I Made Niko Winaya;
Putu Rama Adhityadharma
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 6 Number 2 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37341/jkf.v0i0.285
Background: Neck pain is a common health problem in the working population. When studied by the International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF), the problems that arise in non-specific neck pain include: neck pain, limited joint motion, and decreased functional ability in carrying out daily activities. The aim of this study was to compare the effectiveness of combination ultrasound therapy (UST) and deep cervical muscle exercise (DCME) versus combination ultrasound therapy (UST) and soft tissue mobilization (STM) on non-specific neck pain. Methods: This research was experimental with a randomized pre-test and post-test control group design, in which the study participants were divided into two groups randomly. The study participants were 20 people who were divided into the control group (n = 10) who were given the combined intervention of UST and DCME while the treatment group (n = 10) were given the combined intervention of UST and STM. Therapeutic evaluation measurement tools include: pain scale in the form of numeric rating scale and neck disability in the form of neck disability index. The research was carried out in the independent physiotherapy practice in Denpasar and Badung. The intervention was given 3 times in 3 weeks. Results: The results showed a decrease in neck pain and disability in each intervention group (p <0.05). However, there were no significant differences when compared between groups. Conclusion: Based on these results, it can be concluded that the combination of UST and DCME has the same results as the combination of UST and STM in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.