Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN, KEKUATAN, DAN DAYA LEDAK TERHADAP TENDANGAN PADA ATLET TAEKWONDO Ni Koman Gorin Sabatini; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v8i2.1120

Abstract

Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal negeri ginseng atau Korea dan telah popular di dunia sejak tahun 2000 sebagai olimpiade olahraga. Pertandingan taekwondo mengizinkan dua teknik yaitu fist teknik (teknik pukulan) dan foot teknik (teknik menendang). Kekuatan, daya ledak dan kecepatan diperlukan untuk menghasilkan ketepatan tendangan taekwondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kekuatan atau daya ledak otot serta kecepatan tendangan pada atlet taekwondo. Desain penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan pengambilan data sekunder. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kecepatan, meliputi: jenis target, jenis kelamin, latihan dengan target fisik akurasi kontrol, berat badan, jarak eksekusi, tinggi eksekusi, dan pengalaman atlet. Faktor yang mempengaruhi kekuatan, meliputi: akurasi kontrol, kontrol motoric, arthrokinematika, aktivasi otot, berat badan, jarak eksekusi, Nomor Poomsae dan Kyorugi. Faktor yang mempengaruhi daya ledak, meliputi: metode latihan dan latihan dengan target fisik.
REHABILITASI POST NERVE TRANSFER PADA EKSTREMITAS ATAS Made Hendra Satria Nugraha
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 9, No 1: January - June 2021
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jvi.v9i1.244

Abstract

Cedera saraf tepi sebagian besar terjadi pada ekstremitas atas dengan penyebab tersering karena trauma. Pemulihan fungsional yang diharapkan setelah cedera saraf proksimal, bahkan ketika perbaikan saraf yang cepat dan tepat dilakukan, tetap buruk. Alternatif untuk perbaikan saraf tradisional pada cedera proksimal adalah pemulihan fungsi melalui nerve transfer. Penelitian ini merupakan studi literatur/kajian pustaka dengan sumber data sekunder berupa jurnal ilmiah yang diakses melalui journal database, seperti: PubMed Central (PMC) NCBI dan google scholar. Artikel yang didapat kemudian ditabulasi dan dilakukan proses review sehingga menghasilkan rekomendasi mengenai rehabilitasi pasca nerve transfer pada ekstremitas atas. Berdasarkan kajian yang dilakukan maka direkomendasikan tiga tahapan dalam melakukan rehabilitasi pasca nerve transfer pada ekstremitas atas, yaitu: 1. Fase awal: dilakukan prosedur imobilisasi dan edukasi pada pasien terkait prosedur operasi dan tahapan rehabilitasi yang akan dilalui, 2. Fase pertengahan: melakukan pendekatan re-inervasi jalur saraf dan pembelajaran ulang motorik dengan berbagai macam modalitas atau pendekatan, seperti: induction exercise, cross over training, graded motor imagery, electrical stimulation, surface electromyography, serta aquatic therapy, dan 3. Fase akhir: semua pelatihan pada fase pertengahan tetap dijalankan ditambah dengan pendekatan berupa pelatihan kekuatan dan daya tahan otot yang memperhatikan aspek biomekanik.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION TERHADAP MUSCLE ENERGY TECHNIQUE PADA MECHANICAL NECK PAIN: A RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL Made Hendra Satria Nugraha; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Volume 8 No.1 January-Juni 2020
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jvi.v8i1.189

Abstract

Nyeri leher merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi di populasi. Salah satunya adalah mechanical neck pain (MNP). Manifestasi klinis dari MNP meliputi: nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, spasme otot dan juga disertai kelemahan pada otot deep servikal, serta disabilitas leher yang mengganggu fungsi aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas penambahan proprioceptive neuromuscular facilitation (PNF) terhadap muscle energy technique (MET) pada kombinasi ultrasound therapy (UST) dan neck stabilization exercise (NSE). Penelitian ini merupakan randomized control trial dengan pre and post-test control group design. Jumlah peserta penelitian pada kedua kelompok sebesar 24 orang. Pada kelompok kontrol (n=12) diberikan intervensi UST, NSE, dan PNF sedangkan pada kelompok perlakuan (n=12) diberikan intervensi UST, NSE, dan MET. Alat ukur dari penelitian ini meliputi: nyeri gerak yang diukur dengan visual analogue scale, lingkup gerak sendi lateral fleksi servikal yang diukur dengan goniometer, serta disabilitas leher yang diukur dengan northwick park neck pain questionnaire versi Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Kombinasi UST + NSE + MET lebih signifikan menurunkan nyeri pada MNP (p=0,000), (2) Kombinasi UST + NSE + MET lebih signifikan meningkatkan lingkup gerak sendi pada MNP (p=0,000), dan (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan dalam menurunkan disabilitas leher pada MNP (p=0,409).Kata kunci: mechanical neck pain, muscle energy technique, neck stabilization exercise, proprioceptive neuromuscular facilitation, ultrasound therapy
The Addition Of Bilateral Neurodynamics In Ultrasound Therapy And Manual Traction Intervention In Cervical Radiculopathy Made Hendra Satria Nugraha; Gede Parta Kinandana
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 7 Number 1 Year 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v0i0.325

Abstract

Background: Cervical radiculopathy is a condition that characterized by pain and/or sensorimotor deficits caused by compression of one or more cervical nerve roots. The aim of this case series is to serve as a preliminary study to determine the effectiveness of adding bilateral neurodynamics to the intervention of ultrasound therapy and manual traction in cervical radiculopathy. Methods: The research writing method used CARE (CAseREport) guidelines, which consisted of: introduction, patient information, clinical findings, timeline, diagnostic assessment, therapeutic intervention, follow-up and outcome, and discussion. The measuring instrument used in this study was the Visual Analogue Scale (VAS) in assessing tension pain when given neurodynamics and neck disabilities using the Indonesian version of the Neck Disability Index (NDI). The intervention was carried out 12 times (3 times a week for 4 weeks) and a follow-up was done at week 5. Results: The results showed that there was an improvement in the score of neck pain and disability in the 2 patients both at post-test and at follow-up. Conclusion: Based on these findings, it can be concluded that the application of additional bilateral neurodynamics in the intervention of ultrasound therapy and manual traction can help reduce pain and improve neck disability.
The Effectiveness Of Dry Needling Versus Muscle Energy Technique Combined With Ultrasound Therapy In Reducing Disability Due To Tennis Elbow Putu Ayu Sita Saraswati; Sayu Aryantari Putri Thanaya; Made Hendra Satria Nugraha
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 7 Number 2 Year 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v0i0.326

Abstract

Background: The tennis elbow is the most frequently diagnosed condition in the elbow and the most common cause of musculoskeletal pain in the elbow. Pain, limitation of joint motion, decreased muscle strength, and activity limitations as well as obstacles in participating in life are caused by tennis elbow. The aim of this study was to compare the effectiveness of ultrasound therapy and dry needling versus ultrasound therapy and MET in reducing disability due to tennis elbow. Methods: This research was a randomized controlled trial using a pre and post-test control group design. The participants were 24 people who were divided into 2 groups. Group 1 (n = 12) was given the combined interventions of ultrasound therapy and dry needling, while group 2 (n = 12) was given the combined interventions of ultrasound therapy and MET. The interventions were given 12 times.  Disability was measured using the Patient-Rated Tennis Elbow Evaluation Questionnaire (PRTEE). This study was conducted in the physiotherapy private practices in Denpasar and Badung Regency in Bali. Results: The result showed that the disability significantly decreased before and after the intervention in both groups (p<0.05). There was also a significant difference between the two groups. Conclusion: It can be concluded that ultrasound therapy and dry needling are more effective than ultrasound therapy and MET in reducing disability due to tennis elbow. 
PEMERIKSAAN DISABILITAS, SOSIALISASI POSTUR KERJA, PELATIHAN PEREGANGAN AKTIF, SERTA PELAYANAN KESEHATAN FISIOTERAPI DALAM MENANGANI NYERI PUNGGUNG BAWAH Made Hendra Satria Nugraha; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; I Made Niko Winaya; I Putu Gde Surya Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.935

Abstract

Nyeri punggung bawah non-spesifik atau nonradikal merupakan tipe nyeri punggung bawah yang tidak termasuk dalam patologi spesifik yang dikenal dan diketahui. Nyeri punggung bawah non-spesifik membatasi aktivitas sehari-hari dan menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan pekerjaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hilirisasi hasil penelitian sebelumnya yaitu mengenai pemberian modalitas ultrasound therapy, pemasangan kinesio tape, pelatihan peregangan aktif, serta pelayanan kesehatan fisioterapi berupa terapi latihan dalam mengatasi nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 51 peserta. Pada 51 responden terdiri atas 13 responden berjenis kelamin laki – laki dan 38 responden berjenis kelamin perempuan. Tekanan darah rata-rata sistolik/diastolik (125/80 mmHg). Dari 51 responden, sebanyak 12 responden mengeluhkan disabilitas punggung bawah dengan rerata 7,92 (15,84%) atau tergolong ke dalam kategori disabilitas minimal. Acara diakhiri dengan penyerahan matras yang dapat digunakan oleh peserta sebagai sarana dalam melakukan pelatihan peregangan dan stabilitas serta sensory motor training.
COGNITIVE FUNCTION AND LEVEL OF INDEPENDENCE IN DOING ACTIVITIES OF DAILY LIVING IN THE ELDERLY Kadek Agung Ayu Laksmi Dewi; Sayu Aryantari Putri Thanaya; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Made Hendra Satria Nugraha
Sport and Fitness Journal Vol 10 No 3 (2022): Volume 10, No.3, September 2022
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2022.v10.i03.p04

Abstract

The elderly experience structural changes in the function of biological systems in their bodies due to the ageing process they experience. One of the changes that arise in the health aspect as a result of the ageing process is a decline in cognitive function. The decline in cognitive function in the elderly occurs due to gradual changes in the elderly brain, where this can cause the elderly to experience independence in carrying out daily activities. The purpose of this study was to determine the relationship between cognitive function and the level of independence in doing activities of daily living in the elderly in Banjar Ketapian Kelod, Denpasar City. This type of study is an analytic observational study with a cross-sectional design that uses a consecutive sampling technique. The number of subjects obtained in this study was 62 elderly subjects who met the predetermined inclusion and exclusion criteria. Data were collected through interviews using the MoCA-Ina questionnaire to measure cognitive function and interviews using the Barthel index questionnaire to measure daily activities. Spearman rho non-parametric analysis test results from cognitive function with daily activities obtained p value = 0.000 (p <0.05) and correlation coefficient r = 0.648. Based on the results of the study, it can be concluded that the two variables have a strong, meaningful, and directly proportional relationship between cognitive function and the level of independence in doing activities of daily living in the elderly in Banjar Ketapian Kelod, Denpasar City. Keywords: cognitive function; elderly; independence; activities of daily living
Efektivitas Mobilisasi Sendi dan Pelatihan Stabilisasi Lumbopelvis pada Non-Specific Low Back Pain Made Hendra Satria Nugraha; Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 4 (2022): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.70447

Abstract

Latar Belakang: Non-specific low back pain merupakan tipe nyeri muskuloskeletal yang sering dilaporkan. Permasalahan yang biasanya menyertai non-specific low back pain di antaranya adalah keterbatasan gerak sendi lumbopelvis, nyeri, serta disabilitas punggung bawah. Terdapat beberapa penanganan yang dapat diberikan untuk memperbaiki gerak dan fungsi pada non-specific low back pain,yaitu melalui pemberian modalitas elektroterapi, terapi latihan, serta manual terapi.Tujuan: Membandingkan efektivitas penambahan mobilisasi sendi dan pelatihan stabilisasi lumbopelvis (Mostab) pada penanganan standar fisioterapi berupa intervensi ultrasound therapy (UST) dan pelatihan peregangan dalam menurunkan disabilitas punggung bawah.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dan peserta penelitian dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok. Kelompok kontrol (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan, sedangkan kelompok perlakuan (n=12) diberikan UST + pelatihan peregangan + Mostab. Alat ukur evaluasi terapi yang digunakan adalah modified oswestry disability index versi Indonesia (MODI).Hasil: Hasil uji komparasi antar kelompok didapatkan nilai yang signifikan (p=0,000) antarkedua kelompok. Penambahan Mostab pada intervensi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan lebih signifikan daripada kombinasi ultrasound therapy dan pelatihan peregangan saja dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.Kesimpulan: Mostab efektif dalam menurunkan disabilitas pungggung bawah pada non-specific low back pain.
Efektivitas penambahan mobilisasi sendi dan pelatihan stabilisasi pada non-specific neck pain Ni Komang Ayu Juni Antari; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; Ni Made Indri Sagita; Made Hendra Satria Nugraha
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 11 No 1 (2022): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v11i1.657

Abstract

Background: Neck pain is a common complaint that often occurs in the community with a total prevalence of 86%. Non-specific neck pain cause problems such as: range of motion limitation, increased neck disability, and increased in the angle of forward head posture.Objective: The purpose of this study was to determine the effectiveness of adding joint mobilization and stabilization exercise to ultrasound therapy (UST) intervention and stretching exercise in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.Methods: This study is an experimental study with a randomized controlled trial group design. Study participants were randomly divided into two groups. The control group (n=14) was given UST + stretching exercise while the treatment group (n=14) was given UST + stretching exercise + joint mobilization + stabilization exercise. This study measures the effectiveness of therapy in terms of reducing pain as measured by a visual analogue scale, as well as neck disability with the Indonesian version of the Modified Northwick Park neck pain Questionnaire (MNPQ).Results: The results of the comparison test between groups showed that there was a significant difference (p<0.05) in the reduction in pain and disability scores between the control and treatment groups.Conclusion: The addition of joint mobilization and neck stabilization exercises to the intervention of ultrasound therapy and stretching training was more significant than the administration of ultrasound therapy and stretching training alone in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.
KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN BERHUBUNGAN DENGAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA WANITA Ni Putu Sukma Nathania; Made Hendra Satria Nugraha; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Putu Ayu Sita Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p01

Abstract

Pendahuluan: Menua merupakan keadaan alamiah yang disertai dengan penurunan kapabilitas jaringan dalam menjaga struktur dan fungsi normal tubuh. Pada proses menua, salah satu penurunan yang terjadi adalah berkurangnya massa otot skeletal yang berdampak terhadap menurunnya kekuatan otot. Kekuatan otot adalah komponen krusial dari keseimbangan fungsional tubuh. Keseimbangan penting untuk mencegah jatuh dan mempertahankan kemandirian lansia. Kekuatan genggaman tangan merupakan biomarker kesehatan dan dapat menggambarkan kekuatan otot tubuh secara keseluruhan. Kekuatan otot genggam yang rendah dapat menandakan adanya gangguan keseimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kekuatan genggaman tangan berhubungan dengan keseimbangan pada lansia wanita. Metode: Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 orang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out yang telah ditentukan. Prosedur penelitian dilakukan dengan pengukuran kekuatan genggaman tangan menggunakan Handgrip Dynamometer dan keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale. Hasil: Uji analisis non parametrik chi square dengan nilai p<0,05 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara kekuatan genggaman tangan dan keseimbangan. Simpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan genggaman tangan berhubungan dengan keseimbangan pada lansia wanita. Kata Kunci: kekuatan genggaman tangan, keseimbangan, lansia
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Adiniti, Ni Made Wulan Handayani Adiniti Agung Avinda Dewi Agung Wiwiek Indrayani Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Istri Dinda Pradnyaningrum Anggreni, Kadek Novi Antari, Ni Komang Ayu Juni Ari Wibawa Ari Wibawa Aryaning Dwi Antyesti Desak Made Wahyu Ariningsih Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Kadek Agung Ayu Laksmi Dini Rahma Sari Emily Devina Kartawijaya Fayza Angelica Mupti Ferdi Alkindi Gede Maheza Wiratama Gede Parta Kinandana Gede Parta Kinandana Ghanana Zuhadawa Govinda Vittala Hafizh Marin I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi I Gusti Ayu Artini I Made Krisna Dinata I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made Winarsa Ruma I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Mahendra Putra I Putu Mahendra Putra I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ika Pradipta Dewi Indira Vidiari Juhanna Jeninha Ilandia Reis Henriques Juhanna, Indira Vidiari Kadek Agung Ayu Laksmi Dewi Kadek Arya Wiguna Kadek Dwi Pradnya Lestari Kadek Novi Anggreni Kadek Trimayunika Julia Kamayoga, I Dewa Gede Alit Ketut Trisandy l Made Niko Winaya Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Rania Deviyanti Marcia Lolinha das Neves da Costa Muh. Irfan Muhammad Irfan Narta Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa Ni Kadek Ardya Shinta Alverina Ni Kadek Windy Utami Putri Ni Koman Gorin Sabatini Ni Koman Gorin Sabatini Ni Komang Ayu Juni Antar Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Ayu Juni Antari, Ni Komang Ayu Ni Luh Gede Puji Andini Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Anggi Kristiyanti Ni Made Ayu Sari Dewi Ni Made Ferriyani Ni Made Indri Sagita Ni Nengah Vindia Herinasari Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Jesica Salsabilla Maharani Ni Nyoman Mekar Sari Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Wahyuni Ni Putu Silvia Yunia Dewi Ni Putu Sukma Nathania Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nila Wahyuni Pradnyadewi, Putu Premanatara Puriyanti, Ni Made Rika Putra, Tjokorda Gde Budi Widiana Putu Ayu Sita Saraswati Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma R Gusti Haryo Budi Pangestu Ratini, Ni Kadek Rosyida Aprilia Wulandari Sabatini, Ni Koman Gorin Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati, Putu Ayu Sita Sayu Aryantari Putri Thanaya Selvi Sihabuddin Stanisela Agatha Sunantara, Anak Agung Alit Wahyu Susy Purnawati Tirza Nanda Kristanti Vida Nanda Chattalia Vittala, Govinda Wahyuddin, Wahyuddin Wati, Putu Erna Sintya Widiyantari, Komang Ayu Wiratama, Gede Maheza