Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Nduwa Ndewa, Alice Aprilia Susanti; Arvianti, Eri Yusnita; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili commodities is widely used as raw material for the domestic processing industry (medicines, food and cosmetics). Consumption of chili commodities is increasing in line with the increasing number of population and the increasing variety of types and food menu that utilize this product. Fulfillment of national cayenne consumption needs of the increasing can be supported by increased production of cayenne pepper. The ability of chili production is influenced by the development of land area and productivity level of chili in certain area. Chili farming activities generally have a risk that is often faced by farmers harvest failure, lack of selling certainty, fluctuating prices, low probability of business margin, and weak market access. Farmer of chili farming conducted by the farmers in the research location has the purpose to improve the welfare of the family, but in improving the income and welfare of farmers, often faced with the problems of knowledge of farmers who are still relatively low, limited capital, small land and lack of farmers skills that will eventually effect on farmer acceptance. The research was conducted in Ngantru Village, Ngantang District, Malang Regency using sample of 50 peasants in this village. The system conducted in this village is feasible to be developed. The results showed that the R / C value of 1.40 (> 1), BEP farmer's acceptance is smaller than the acceptance received by farmers is Rp.13.270.336,00, the amount of chiliproduction is greater than BEP of chili production (5,860 kg> 2,413 Kg), and the price received by farmers is larger than BEP price (Rp.5,500.00> Rp.3,917.00). Cabai rawit komoditas pertanian banyak digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan dalam negeri (obat-obatan, makanan dan kosmetik). Kebutuhan konsumsi komoditas cabai rawit ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan semakin bervariasinya jenis serta menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Pemenuhan kebutuhan konsumsi cabai rawit nasional yang semakin meningkat dapat ditunjang oleh peningkatan produksi cabai rawit. Kemampuan produksi cabai rawit dipengaruhi oleh perkembangan luas lahan dan tingkat produktivitas cabai rawit pada daerah tertentu. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat produktivitas cabai rawit tertinggi. Kegiatan usahatani cabai rawit pada umumnya memiliki resiko yang sering dihadapi oleh petani antara lain resiko gagal panen, tidak adanya kepastian jual, harga yang berfluktuasi, kemungkinan rendahnya margin usaha, dan lemahnya akses pasar. Usahatani cabai rawit yang dilakukan petani memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun demikian dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, sering dihadapkan pada permasalahan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya ketrampilan petani yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penerimaan petani. Penelitian dilakukan di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan menggunakan sampel sebanyak 50 orang petani cabai rawit di desa ini. Cabai rawit yang dilakukan layak untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C sebesar 1,40 (>1), BEP penerimaan petani lebih kecil yaitu Rp 13.270.336,00, jumlah produksi cabai rawit lebih besar dari BEP produksi cabai rawit (5.860 kg > 2.413 Kg), dan harga yang diterima oleh petani lebih besar dari BEP harga (Rp 5.500,00 > Rp 3.917,00).
FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI DESA NGIJO, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Ciet, Markus; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional, namun dewasa ini keberlanjutan sektor pertanian dihadapkan pada ancaman serius yakni konversi lahan pertanian yang terjadi secara masif hingga mencapai 100 ribu hektar pertahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016.Tujuan penelitian ini menganalisis faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan alih fungsi lahan dengan jumlah sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus, sedangkan analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa usia petani, tingkat pendapatan, jumlah tangungan anggota keluarga,luas lahan yang dimiliki dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan, dengan nilai koefisien determinasi R2= 0,874 atau 87,4%. Variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan sebesar 87,4%, sedangkan sisanya (12,6%) dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap alih fungsi lahan yaitu tingkat pendidikan dengan koefisien regresi 0,265 pada taraf signifikan 0,016 < ? 0,05.Disarankan kepada petani untuk mempertimbangkan kembali sebelum mengambil keputusan untuk alih fungsi lahan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan.
PENGARUH DISIPLIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Mabel, Januarius; Asnah, Asnah; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of leadership style on employee productivity is enormous. It is understandable that an employee will not work earnestly and optimally what if he feels uncomfortable and get attention and respect both material and nonmaterial from the leader.What if a leader is able to give motivation to employees, then employees kerya will work will be good karyapun results will be better too. Productivity kerya employees dipenggaruhi by the system and rules that raw and transparent give reward for employees who achievement and show high dedikasih and warning or punishment (punishment) it is educational for employees who do wrong. With fair and transparent rewards and punishments employees will be motivated and healthy in order to demonstrate their performance contribution to their instituations. The data used in this study are: a, Primary data, obtained directly from the source in the field.b, Secondary data derived from the document or archive of this study using statistical analysis techniques, that is by using the analysis of Linear Multiple Linear Rengresi.Model this analysis is quantitative analysis, used to find out the magnitude of the influence between independent variables with dependent variables, either jointly or partially The result of the research indicates that: (1) The variable of work reactivity (X1), direction (x2) and motivation (X3) influence simultaneously to job performance variable (Y) equal to 46% means that these three variables do have big contribution to influence achievement (2) The feasibility test of the model shows that the formulation which states that the work reactivity variables X1, direction (X2), and motivation (X3), m is the factor affecting the performance variable (Y) is feasible Shown by the result of the -F test where the significant value -F is 0,0000, (3) multiple linear regression equation is: Y = 0,371 + 0,482x1 + O, 386x2 + O, O14x3 + e Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan sangat besar .Hal ini dapat dipahami bahwa seorang karyawan tidak akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimal apa bila dia merasa tidak nyaman dan mendapat perhatian dan penghargaan baik material maupun nonmaterial dari pimpinan .Apa bila seorang pemimpin mampu mem berikan motivasi kepada karyawan ,maka karyawan kerya bekerja akan baik dan hasil karyapun akan semakin baik pula.Produktivitas kerya karyawan dipenggaruhi adanya system dan aturan yang baku dan transparan memberikan penghargan (reward)bagi karyawan yang prestasi dan menunjukkan dedikasih tinggi serta peringatan atau hukuman-hukuman(punishment) yang sifatnya mendidik bagi karyawan yang melakukan kesalaha. Dengan adanya penghargaan dan hukuman yang fair dan transparan maka karyawan akan termotifasi dan bersain secara sehat untuk menunjukkan kinerja dan kontribusihnya terhadap instasinya. Data yang digunakan dalam penilitian ini adalah: a,Data primer,yang diperoleh langsung dari sumbernya dilapangan.b,Data sekunder yang berasal dari catatan dokumen atau arsip penelitian ini menggunakan teknik analisis statistic,yaitu dengan mengunakan analisis Rengresi linier Berganda.Model analisis ini merupakan analisis yang bersifat kuantitatif ,yang digunakan untuk mengetahui sejaumana besarnya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat ,baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Hasil penelitian menujukan bahwa :(1)Variabel kreaktifitas kerja (X1),pengarahan (x2) dan motifasi(X3) berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel prestasi kerja (Y)sebesar 46% artinya ketiga variabel tersebut memang memiliki kontribusih besar dalam mempengaruhi prestasi kerja ,(2)hasil uji kelayakan model menujukkan bahwa formulasi yang menyatakan bahwa variabel kereaktifitas kerja(X1),pengarahan(X2),dan motivasi (X3), m erupakan faktor yang berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja (Y) adalah layak Ditunjukkan oleh hasil uji ?F dimana nilai signifikan ?F adalah 0,0000,(3) persamaan regresi linier berganda adalah :Y=0,371+ 0,482x1+ O,386x2+ O,O14x3 +e.
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI DESA NGANTRU, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Umbu Tamu, Marselinus Roberto; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red onion produced in almost all parts of Indonesia. The main producing red onion north Sumatra, West Sumatra, West Java, Central Java, East Java, West Nusa Tenggara, Central Sulawesi and South Sulawesi. The purpose of this study was to analyze the comparative advantages of onion businesses in Ngantru village. This research is a qualitative research with methods of analysis used was the analysis of Domestic Resources Cost (DRC). The population in this study was 60 and 30 samples. The sampling technique used random sampling while the data collection took place in January-June 2016 using questionnaires.Results of statistical analysis showed that onion farming in the village of Ngantru, Ngantang, Malang Regency experienced excellence both private (6,652,221,805) and social advantages (39.1307 billion) calculations.This meant that onion farming was efficient and it could be concluded of having competitive value for the benefit of farmers and have comparative advantages. From two indicators measuring competitiveness: cost ratio of private (private cost ratio or PCR) showed that onion farming was more competitive with PCR
Faktor-Faktor Yang Menghambat Pendidikan Karakter Pada Anak Buruh Tani Di Kabupaten Ponorogo Arvianti, Eri Yusnita; Anggrasari, Herdiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11341

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu pendidikan yang mengajarkan tentang nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, norma hokum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan pendidikan karakter dan pengaruh pendidikan karakter pada anak dalam keluarga buruh tani terhadap konsistensi di sektor pertanian.. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Mojorejo dan Kelurahan Sukosari Kabupaten Ponorogo mulai  bulan April sampai dengan November 2016. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan orang tua dalam mengajarkan anak bertani adalah modal sebagai upaya mengembangkan usahatani. Selanjutnya, hasil analisa regresi berganda diperoleh persamaan regresi Y = 1,733 + 0.785X1 - 0.208X2 + 0.622X3 + ε. Uji hipotesis secara simultan menjelaskan bahwa kesadaran anak, perasaan anak dan tindakan anak dalam pendidikan karakter oleh orang tua berpengaruh secara nyata terhadap konsistensi anak buruh tani untuk menekuni pertanian. Uji parsial menunjukkan kesadaran anak dan tindakan anak berpengaruh secara signifikan terhadap minat bertani di Kabupaten Ponorogo, sedangkan perasaan berpengaruh tidak signifikan.
Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia Eri Yusnita Arvianti; Masyhuri Masyhuri; Lestari Rahayu Waluyati; Dwijono Hadi Darwanto
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.677 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5429

Abstract

Permasalahan utama mengenai ketenagakerjaan pertanian kita yaitu terjadinya perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yang mengarah pada penuaan petani. Petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, akan tetapi tenaga kerja berusia muda semakin berkurang. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di perdesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidakcocokan antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan perubahan struktural tenaga kerja pertanian dilihat dari fenomena aging farmer dan menurunnya jumlah tenaga kerja usia muda sektor pertanian di Indonesia , menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan struktural tenaga kerja pertanian dan keengganan tenaga kerja usia muda masuk ke sektor pertanian, menjelaskan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung tenaga kerja muda masuk ke sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif. Hasilnya adalah masalah krisis petani muda harus segera ditanggulangi supaya tidak mengancam ketahanan pangan di Indonesia.
Karakteristik Petani Muda Agribisnis dan Faktor-faktor yang Mepengaruhi Alih Fungsi Lahan di Malang Eri Yusnita Arvianti; Salbinus Abin
Agriekonomika Vol 7, No 1: April 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i1.1068

Abstract

Fungsi lahan pertanian di Indonesia sekarang ini harus bersaing dengan pemukiman, bidang industri dan properti. Upaya perlindungan terhadap status lahan sawah kemudian menjadi bagian yang paling urgen. Optimisme perlu dibangun dengan pandangan bahwa dengan membina petani muda agar berjiwa agribisnis (wirausaha) maka pembangunan sektor pertanian akan tetap berlanjut. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui karakteristik petani muda di Malang, mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik alih fungsi lahan di daerah penelitian, mengetahui model komunitas petani muda di Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Curungrejo, Desa Jatirejoyoso, Desa Mangunrejo, dan Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling.  Hasilnya adalah karakteristik petani muda yang paling banyak dimiliki adalah yang bersemangat di bidang agribisnis, kemudian dilanjutkan dengan karakteristik berusahatani sendiri, dan yang menganggap bertani sebagai usaha utama menduduki peringkat ketiga. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap praktik alih fungsi lahan adalah kendala irigasi, resiko usahatani, harga jual lahan dan tingkat pendapatan.
TINGKAT KONSISTENSI PEMUDA TANI TERHADAP TRANSFORMASI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO Eri Yusnita Arvianti; Asnah Asnah; Anung Prasetyo
Agriekonomika Vol 5, No 1: April 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i1.1035

Abstract

Sebagai salah satu daerah di propinsi Jawa Timur yang menyumbang devisa terbesar di Indonesia melalui pengiriman TKI di luar negeri adalah kabupaten Ponorogo. Fenomena tersebut menyebabkan adanya permasalahan tata keruangan wilayah maupun sosiologi pedesaan .Hal ini memberikan dampak pada pergeseran mata pencaharian dari petani menjadi bukan petani. Salah satu wilayah yang mengalami perubahan menjadi perkotaan adalah di lima desa Kabupaten Ponorogo yaitu Mojorejo, Kemuning, Siwalan, Babadan, Demangan  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsistensi pemuda tani terhadap mata pencahariannya di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui teknik wawancara dengan para pemuda tani yang tersebar di lima desa di Kecamatan kota Ponorogo.Teknik analisis datanya menggunakan purposive sample dengan mengambil 60 sampel. Kemudian mendeskripsikan konsistensi pemuda tani dengan cara skoring. Selanjutnya diklasifikasikan dalam tiga kelas, yaitu kelas tidak konsisten, kurang konsisten, dan konsisten. Di Kabupaten Ponorogo terdapat 38.3% pemuda tani tidak konsisten (23pemudatani).Pemuda yang tidak konsisten di dominasi oleh para pemuda tani yang penguasaan lahannya sempit (1.200m2), pendapatan dari hasil kegiatan pertanian rendah ( Rp. 10.000.000,00 per tahun) dan mengelola lahan yang dimiliki oleh investor. Sementara itu terdapat 25% (15pemuda tani) kurang konsisten yang didominasi oleh para pemuda tani yang memiliki pekerjaan lain di luar pertanian dan bukan penduduk asli. Sedangkan pemuda tani yang konsisten 36,7% (22pemuda tani) yang didominasi oleh para pemuda yang kepemilikan lahannya luas (2.000m2), pendapatan tinggi ( Rp. 15.000.000,00 per tahun) dan merupakan penduduk asli. ABSTRACTAs one of the areas in the province of East Java, which accounts for the largest foreign exchange in Indonesia through sending workers in a foreign country is Ponorogo. The phenomenon led to problems of spatial planning regions and rural sociology. It is an impact on the livelihoods of farmers shifting to non-farmers. One area that has been changed into an urban village is in five Ponorogo is Mojorejo, Myrtle, Siwalan, Babadan, Demangan This study aims to determine the consistency of farm youth to livelihood in Ponorogo. This study used survey method. The data collected was obtained through interviews with youths techniques farmers in five villages in the district town of Ponorogo. Data analysis technique using purposive sample by taking 60 samples. Then describe the consistency of farm youth by means of scoring. Further classified into three classes, namely inconsistent, less consistent, and consistent.  In Ponorogo contained 38.3% farm youth inconsistent (23 young farmer). Youth who do not consistently dominated by the young peasant land tenure narrow (1.200m2), income from agricultural activities is low (Rp. 10,000,000.00 per year) and manage land owned by the investor. Meanwhile there is a 25% (15 young farmer) less consistently dominated by the young farmers have other jobs outside the agricultural and non-indigenous. While young farmer consistent 36.7% (22 young farmers) are dominated by young men who vast land holdings ( 2.000m2), high incomes ( Rp. 15,000,000.00 per year) and the original inhabitants.
Characteristics of Young Horticultural Farmers in Malang Regency Eri Yusnita Arvianti; Masyhuri Masyhuri; Lestari Rahayu Waluyati; Dwidjono Hadi Darwanto
Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2019): DECEMBER 2019
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.46439

Abstract

The horticulture subsector occupies a strategic position in the development of Indonesia's agriculture sector. Farmers have an important role in developing agriculture and promoting the agricultural sector in Indonesia. Therefore this paper aims (1) to find out the distribution of characteristics of young farmers in Malang Regency, (2) to know the managerial capacity and empowerment of young farmers in horticultural agriculture in Malang Regency. This research was conducted in five villages in Malang Regency in 2018. These villages were Codo Village, Dampit Village, Punten Village, Gempol Village, and Ngantru Village. The sample is determined by census with a sample size of 195. The analytical method used is descriptive method. Data obtained using interviews through questionnaires. The results showed that the characteristics of young horticultural farmers in Malang Regency were mostly in their 30s and men. The level of education of young horticultural farmers is still low and on average has 9 years of agricultural experience with low land ownership. An intensive policy is needed for young farmers in terms of land ownership. Most farmers have used cellphones or gadgets to carry out agricultural transactions. Most young horticultural farmers in Malang Regency already have good managerial capacity, but in terms of empowerment is still not optimal. The government and farmer groups need to increase their role in supporting the agriculture of young horticultural farmers to be more developed so that young farmers in Malang Regency do not leave their jobs in the agricultural sector..
ANALISIS PEMASARAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA SP) DI DESA WUAKERONG KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA Petrus Rajamuda Kolly Dasion; Eri Yusnita Arvianti; Ana Arifatus Sa’diyah
BUANA SAINS Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.354 KB) | DOI: 10.33366/bs.v14i1.75

Abstract

Seaweed in Wuakerong Village, Nagawutung Sub District, Lembata Regency has prospects and business opportunities are adequate to give hope to farmers in improving welfare. The fact that seaweed farming has not yet provided better and maximum results as desired by the farmers. This study aims to evaluation the marketing channels, marketing margins and profit share of marketing agencies. The research is located in Wuakerong Village, Nagawutung Sub District, Lembata Regency which is determined purposively. The number of sample is 30 farmers taken by simple random sampling, 4 middlemen traders and 2 gatherer traders taken by using snowball method. The data collection methods is interview and questionnaire directly to farmers and marketing agencies, literary method or data collecting from institutions related to the research’s aims. The variables observed covered the condition of location, population, level of education, land, production, sale price, purchase price, marketing margin, profit share of marketing agencies, and marketing margins distribution. The research results show that there is two marketing channel in the researched result, as follows: Channel I : farmers middlemen traders gatherer traders PAP Channel II : farmers gatherer traders PAP The magnitude of marketing margins is different between the marketing channels, and so it is with profit share of marketing agency. On channel I, magnitude margin is IDR 3,250 and profit share is 71.11% on farmers, 17.76% on middlemen and 11.09% on gatherer traders. On channel II, the magnitude of marketing margin is IDR 1,250 and profit share is 88.88% on farmers and 11.09% to gatherer traders
Co-Authors Abin, Salbinus Achmad Noerkhaerin Putra ADI, SUKARNO MUKTI Agnes Quartina Pudjiastuti Agustinus Ghunu AHANG, YOHANES SANDRO Alduni, Alponsius Alevalia, Alevalia Alex Chandra Aminuyati Anggrasari, Herdiana Anna Ismawati Annisa Purwatiningsih Anung Prasetyo Anung Prasetyo Arasmanjaya, Arasmanjaya Asnah Asnah Asnah Asnah Asnah Asnah Awang, A.R. Bala, Paulus Aloysius Bela Safira Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa Cahyo Sasmito Cahyo Sasmito Cakti Indra Gunawan Cakti Indra Gunawan Ciet, Markus Costa, Fidel Da Daniel, Jefri Dewiyanti, Kurnia Djohan Budiman Djoko Budi Santoso Dwi Budi Santoso Dwidjono Hadi Darwanto Dwijono Hadi Darwanto Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari Dyanasari, Dyanasari Eka Agustina, Eka Elisia Elisia, Elisia Erwin Ismu Wisnubroto F. Kasijadi F. Kasijadi Farah Mutiara Gempa, Aloysius Rabha Haluwalu, Fredi Tungga Hariantoko, Muhamad Hanafi HPS, Aldon Marungkap I Made Suaryadana Indah Kumala, Sella Candra Indrihastuti, Poppy Indrihastuti, Poppy Irawan Setyabudi Jebatu, Marselinus Warisanto Jemadu, Maria Angelina Yunita Kalumbang, Samuel Karunia Setyowati Karunia Setyowati Suroto Karunia Setyowati Suroto Khairiyakh, Refa'ul Kholil, A. Yusuf Kholil, A. Yusuf Kurnia Dewiyanti Kusnia Rindi A.S Lamapaha, Yohanes Visensius Lestari Rahayu Waluyati Lestari Rahayu Waluyati Lestari, Wulan Puji Lisa, Theodosia Melsanti Luh Dina Ekasari Mabel, Januarius Macaria Theresia Laiyan Mahalli, Mahalli Maraniati Marselinus Warisanto Jebatu Masduki, Said Masduki, Said Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Mubaidi Mubaidi Muljawan, Rikawanto Eko Muljawan, Rikawanto Eko Nduwa Ndewa, Alice Aprilia Susanti Ngara, Martinus Bali Ninin Khoirunnisa’ Novita, Retno Ayu Dewi Novyanti, Avif Vera Nurhananto, Dwi Asnawi Pala, Adelbertus Yosep Pandoyo Pandoyo Pankrasius Purnama Umatron Petrus Rajamuda Kolly Dasion Piona, Patresia Prasetyo, Anung Nugroho Purwaningsih, Roosi Wahju Purwatiningsih, Annisa R. Silehu Ratna Setyo Rahayu Ratna Wati Retno Ayu Dewi Novitawati Retno Ayu Dewi Novitawati Riadi, Listiono Rifai, Muhamad Rikawanto Eko Mulyawan Rikawanto Rikawanto Rofiatin, Umi Sadiyah, Ana Arifatus Said Masduki Said Masduki Salbinus Abin Sandika, Surya Hary Santosa, T. Budi Sinaga, Aldon Marungkap HP Son Suwasono, Son Sri Umi Lestari Suhardi, Alfianus Sumarno Sumarno . Sumarno Sumarno Suntara Suntara Suroto, Karunia Setyowati Suroto, Karunia Setyowati Tajudin Tajudin Tirta Yoga Tourusman Situmeang Tourusman Situmeang Tri Sutrisno Trianawati, Anis Triono Umbu Tamu, Marselinus Roberto Utami, Angelina Yusi Wahidyanti Rahayu Hastutiningtas Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas widiyawati, Nurul William, Tomas Winardo, Selpinus Wiwik Handayani