Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Community Based Tourism untuk Meningkatkan Wisatawan dalam Pengembangan Wisata Kota Lama Surabaya Nabila, Balqis; Kendry Widiyanto, M.; Ismail, Hasan
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v7i3.1283

Abstract

Surabaya Old Town has significant potential as a heritage tourism destination that can support local economic growth and cultural preservation. This study analyzes the application of Community-Based Tourism (CBT) in the area, focusing on five dimensions proposed by Suansri (2003) economic, social, cultural, environmental, and political. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and document studies. The results show that despite revitalization efforts, community involvement in tourism development remains limited. Key challenges include insufficient training, inadequate infrastructure, and limited coordination among stakeholders. Nevertheless, more than 50 SMEs and informal job opportunities have emerged, although sustaining this economic growth remains a challenge. This study emphasizes the importance of community capacity building and the establishment of community forums as policy partners. Recommendations include cross-sector collaboration to make Surabaya Old Town an inclusive and sustainable heritage tourism destination.
KEEFEKTIFAN TEKNIK CREATIVE PROBLEM-SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH UNTUK MENCEGAH BULLYING Ismail, Hasan; Handarini, Dany Moenindiyah; Atmoko, Adi
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/54xprc83

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan teknik creative problem-solving sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah. Teknik creative problem-solving merupakan teknik tahap berpikir sebagai berikut memunculkan suatu ide baru, mensintesis ide-ide sekaligus mengimplementasikan ide tersebut. Pengertian ide-ide di sini adalah dalam menyelesaikan masalah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah the time series design. Subjek penelitian adalah siswa SMP yang berjumlah 14 siswa, yang dijaring secara purposive dengan ketentuan memiliki skor pre-test skala keterampilan memecahkan masalah rendah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametric, yakni uji beda Wilcoxon. Eksperimen ini menggunkan perlakuan yaitu creative problem-solving yang berbentuk problem-solving mapping. Bahan perlakuan yang diberikan hasil dan pengembangan yang dilakukan oleh Sukarno (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 siswa yang telah diberi perlakuan mengalami peningkatan keterampilan memecahkan masalah, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode creative problem-solving efektif untuk meningkatkan keterampilan memcahkan masalah siswa.
COST UTILITY ANALYSIS PENGOBATAN HEMODIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAN SWASTA DI KALIMANTAN SELATAN Maulidie Alfiannor Saputera, Mochammad; Ismail, Hasan; Rio Pambudi, Didik; Rahmadina, Aprillia; Muslim, Muhamad
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 2 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i2.629

Abstract

Health care costs have continued to increase over time in patient treatment. Cost-utility analysis, a branch of pharmacoeconomic evaluation, assesses patient utility in relation to incurred costs. Chronic kidney disease (CKD) is among the most prevalent diseases in South Kalimantan; therefore, this study aimed to analyze the cost-utility of CKD patients undergoing hemodialysis. This research employed a cross-sectional design conducted in two hospitals as comparison sites, with a total of 43 participants (16 from a private hospital and 27 from a public hospital). Data were collected prospectively using the validated and reliable EQ-5D-5L questionnaire and Visual Analog Scale (VAS) to assess patient health status, along with observation sheets for cost data. The results showed that the Cost Utility Ratio (CUR) in the private hospital was Rp 78,928.88, while in the public hospital it was Rp 159,868.76, yielding an Incremental Cost Utility Ratio (ICUR) of Rp 8,626.80 per QALY. In conclusion, the private hospital demonstrated better cost-utility compared to the public hospital in providing hemodialysis treatment for CKD patients, as indicated by the ICUR value.
Implementasi Kontrol Motor Berbasis Background Stage Wireless Menambah Nilai Estetis dan Fungsional Putranto, Hari; Ismail, Hasan; Sujito; Muladi; Ramadhan, Moch. Rizal; Satriani, Cahya Tifandi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i2.114

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat saat ini bermitra kepada Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Desa yang memiliki luas 2963 hektar ini terletak di sebelah selatan jalur alternatif transportasi dari Malang menuju Blitar. Pemerintah Desa Sambigede, sering mengadakan rapat rutin yang diadakan setiap bulan, bertempat di Pendopo Desa Sambigede. Rapat rutin ini dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat desa. Dalam menyelenggarakan rapat tentunya diperlukan sebuah banner sebagai informasi awal/tujuan diadakannya suatu rapat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu pada kurangnya praktisi pemasangan banner, pemasangan banner tersebut masih menggunakan tali rafia lalu dikaitkan ke paku. Oleh karena itu ,diperlukan adanya inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan urgensi rapat untuk menambah nilai estetika dan fungsional ruang local serba guna berupa stage background berbasis wireless. Wireless adalah jaringan yang menghubungkan telekomunikasi perangkat satu dengan yang lainnya tanpa menggunakan media kabel sebagai media penghantarnya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini melalui Stage Background Berbasis Wireless dan diharapkan dapat menambah nilai estetika dan fungsional ruang local serba guna serta mempermudah dalam pemasangan banner di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian di Desa Sambigede ini meliputi observasi, perancangan, pengujian produk, pelatihan, serah terima produk, dokumentasi dan pelaporan, serta publikasi.
Uncovering the Complexity of Human Personality in the Qur'an: A Theological and Psychological Approach: Menyingkap Kompleksitas Kepribadian Manusia dalam Al-Qur’an: Pendekatan Teologi dan Psikologi Ismail, Hasan; Nurusshobah, Nurusshobah; Taufiq, Muhammad; Khaerurrazikin, Khaerurrazikin
Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/twl.v4i1.5169

Abstract

The study of human personality as presented in the Qur’an is of notable importance, given its rich intersection between theological concepts and psychological insights in shaping personal character. In today’s world, where moral degradation, increased psychological distress, and spiritual emptiness are increasingly prevalent, there exists a visible dissonance between the ideal human nature (fitrah) and the behavioral patterns observable in modern society. This research seeks to delve into how the Qur’an defines the essential qualities and innate potential of human beings, to identify foundational values that support the development of character, and to analyze their relevance in addressing ethical and psychological concerns in the contemporary context. Employing a qualitative methodology, the study is based on library research and thematic analysis of selected Qur’anic verses that highlight notions of human character, devotion, and leadership. The results reveal that the Qur’an characterizes humans as beings naturally equipped with reason, free will, and a moral compass, capable of fulfilling their dual function as devoted servants of God (‘abd) and responsible stewards of the earth (khalifah). Core Qur’anic values such as perseverance, truthfulness, reliance on God (tawakkul), justice, gratitude, and sincerity are shown to be more than ethical principles—they also support psychological strength and mental stability. The harmony between theological doctrines and psychological wisdom in the Qur’an contributes to a holistic model of human personality, fostering spiritual-mental balance and resilience in facing the complexities of contemporary life.
The Relationship Between Distribution of Pharmacy Locations and The Availability of Pharmaceutical Services In Kediri City Ismail, Hasan; Setyawan, Fidi
Open Access Health Scientific Journal Vol. 6 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v6i2.110

Abstract

Background: Pharmaceutical services are a vital component of the healthcare system, with pharmacies serving not only as sources of medication but also as centers for drug-related consultation. Kediri City, one of the major cities in East Java, has a population of approximately 295,230 people and an area of 63.4 km², with 156 pharmacies distributed across its regions. However, the uneven distribution of pharmacies may affect public access to pharmaceutical services. This study aimed to analyze the impact of pharmacy distribution on community access to pharmaceutical services in Kediri City.Methods: A quantitative approach was employed using data from the local Health Office, field observations, and a survey of 102 respondents across three districts.Result: The results reveal that areas with a higher number of strategically located pharmacies enjoy better access to pharmaceutical services, whereas regions with fewer pharmacies experience access barriers, such as longer travel time, limited service availability, and lower patient satisfaction.Conclusion: These findings highlight the importance of regulation and oversight in pharmacy distribution to ensure equitable access to services across all areas. Limitations of the study include a limited number of respondents, simple random sampling without stratification, and constrained observational scope. The study recommends policy development for pharmacy distribution based on regional needs to improve access and quality of pharmaceutical services in Kediri City.
Kecerdasan Emosional Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kota Banjarmasin: Emotional Intelligence of Pharmacists in Pharmaceutical Service Banjarmasin City Purnama, Syahida; Mulyani, Risya; Ismail, Hasan; Muthaharah, Mustika
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2254

Abstract

Pharmacists are described as professionals in clinical competence and service orientation towards care. Pharmacists are required to have professionalism to build compliance, satisfaction, and the image of the pharmacist himself. However, professionalism alone is still not enough to build a pharmacist's image without having good emotional intelligence, because a pharmacist with good emotional intelligence can control himself, understand patients' feelings, and build good relationships with patients. To improve service quality and customer satisfaction and build a good image of the pharmacist profession, a strategy is needed not only in professionalism but also in the need to build courtesy or courtesy values, namely emotional intelligence. This study aims to determine pharmacists' emotional intelligence in pharmacies in Banjarmasin city. The research method used was cross-sectional using a questionnaire instrument. In this study, the results of low pharmacist emotional intelligence were 4 people (13.3%,) pharmacists with moderate emotional intelligence were 23 people (76.7%) and pharmacists who had high emotional intelligence were 3 people (10%). The results showed that pharmacists' emotional intelligence was still in the low and medium categories so it still needed to be improved. Keywords:          pharmacist, emotional intelligence, pharmaceutical services   Abstrak Apoteker digambarkan sebagai profesional dalam kompetensi klinis dan orientasi layanan terhadap kepedulian. Apoteker dituntut memiliki profesionalitas untuk membangun kepatuhan, kepuasan, dan citra apoteker itu sendiri. Akan tetapi profesionalitas saja masih belum cukup untuk membangun citra apoteker tanpa memiliki kecerdasan emosional yang baik, karena seorang apoteker dengan kecerdasan emosional yang baik dapat mengendalikan dirinya sendiri, memahami perasaan pasien dan membangun hubungan yang baik kepada pasien. Sebagai upaya peningkatan kualitas layanan dan kepuasan konsumen serta membangun citra yang baik terhadap profesi apoteker diperlukan strategi bukan hanya dalam profesionalitas saja tetapi juga perlunya membangun courtesy atau nilai kesopanan yaitu kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan emosional apoteker yang bekerja di apotek di kota Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan cross-sectional menggunakan instrument berupa kuesioner. Dalam penelitian ini didapatkan hasil kecerdasan emosional apoteker rendah sebanyak 4 orang (13,3%,) apoteker dengan kecerdasan emosional sedang sebanyak 23 orang (76,7%) dan apoteker yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sebanyak 3 orang (10%). Jadi hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional apoteker masih ada dalam kategori rendah dan sedang sehingga masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci:         apoteker, kecerdasan emosional, pelayanan kefarmasian
Pengembangan VCO Rempah Serta Pelatihan Pemasaran Secara Digital Pada Kelompok Tani di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru Sayakti, Putri Indah; Pambudi, Didik Rio; Ismail, Hasan; Ayanti, Bio Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13152

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki banyak manfaat sebagai alternatif pengobatan di masyarakat, salah satunya di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu daerah Kelurahan Cempaka di RT 30 mayoritas Bertani serai dan kunyit walaupun daerahnya meliliki perkebunan terbanyak kedua di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru. Permasalahan yang ada di daerah mitra adalah belum dimanfaatkannya secara optimal hasil panen kelapa yang dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam mengolah potensi tanaman ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menstimulasi pemanfaatan kelapa menjadi produk VCO dengan kombinasi kunyit atau sereh yang ditanam sendiri. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pembinaan langsung pada masyarakat melalui penyuluhan dan praktik pembuatan produk. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 27 November 2023 pada pukul 10.00-12.30 WITA di Rumah Ketua KWT yang dihadiri 20 peserta yang merupakan ibu kelompok wanita tani, ibu ketua KWT dan mahasiswa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi dan aktif terutama pada sesi pelatihan pemasaran secara digital. Pengetahuan dari peserta pun menunjukkan hasil yang meningkat karena materi dapat diterima dengan baik. Kata Kunci: Kelapa, VCO, Kelurahan Cempaka, Pemasaran Digital  ABSTRACT The coconut plant (Cocos nucifera) has many benefits as an alternative treatment in the community, one of which is in Cempaka Village, Banjarbaru City. The majority of women from the Cempaka Village area in RT 30 farm lemongrass and turmeric even though the area has the second largest number of plantations in Cempaka Village, Banjarbaru. The problem in partner areas is that the coconut harvest has not been utilized optimally due to a lack of knowledge in processing the potential of this plant. This activity was carried out to stimulate the use of coconut into VCO products with a combination of self-grown turmeric or lemongrass. This community service is carried out using direct guidance to the community through counseling and product manufacturing practices. This community service was carried out on November 27 2023 at 10.00-12.30 WITA at the KWT Chair's House which was attended by 20 participants who were women from the women's farmer group, the KWT chair and students. This activity ran smoothly with participants' enthusiasm being quite high and active, especially in the digital marketing training session. The participants' knowledge also showed increased results because the material was well received. Keywords: Kelapa, VCO, Cempaka Village, Digital Marketing
EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DALAM RANGKA MENDORONG PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KELURAHAN SUNGAI BESAR, KOTA BANJARBARU Hastuti, Eny; Ismail, Hasan; Rizaldi, Gusti; Norhayati, Norhayati
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1627

Abstract

Indonesia is one of the countries that has experienced a reduction in the incidence of stunting, from 30.8% in 2018 to 21% in 2022 and is targeted at 14% in 2024. Stunting is caused by a lack of nutritional intake in the first 1000 days of life. Based on a preliminary study in Sungai Besar Subdistrict, there is still a fairly high prevalence of babies below the red line which leads to stunting, which occurs at the age of 0 months to 4 years, as many as 17 toddlers. This community service aims to provide information and education regarding stunting and local food that can be used to prevent stunting with the hope of reducing stunting rates in the Sungai Besar subdistrict. Community service activities were carried out on April 30 2024 in the Sungai Besar Village Hall and via Zoom Meeting. Partners in this activity are PKK Sungai Besar cadres, Banjarbaru City. Information and education is provided using powerpoint and leaflet. The average pretest score of the participants was 6.375 while the posttest was 8. Based on the paired t-test, the significance value was 0.002 (<0.05), which shows that there is a significant difference between the pretest and posttest scores regarding understanding stunting and local food that can be used as prevention of stunting. Based on the average pretest and posttest scores, the percentage increase in understanding was 20%. Through this community service, it is hoped that participants can make efforts to prevent and utilize local food so that the reduction in stunting rates can be increased. Based on the results of the service activities carried out, it was concluded that the information and education carried out were able to increase participants' knowledge and understanding regarding stunting and its prevention using local food.
IMPLEMENTASI PROGRAM SDANGGAR KEGIATAN BELAJAR DALAM MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Henriquez, Ferdinand Daniel; Widyanto, Kendry; Ismail, Hasan
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Pendidikan Nonformal pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sikka dalam menekan angka putus sekolah, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle sebagai landasan analisis. Teori Grindle digunakan untuk mengkaji dua komponen utama implementasi kebijakan, yaitu Content of Policy (isi kebijakan) dan Context of Implementation (konteks pelaksanaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi Content of Policy, Program Pendidikan Kesetaraan SKB Sikka telah memiliki tujuan yang jelas, sasaran yang tepat yaitu anak putus sekolah, serta memberikan manfaat nyata berupa peningkatan motivasi, disiplin belajar, dan kemampuan akademik peserta. Program juga menunjukkan fleksibilitas pengambilan keputusan tingkat lembaga serta pelaksana program (tutor dan pamong belajar) yang memiliki komitmen tinggi meskipun jumlahnya terbatas. Sumber daya pendukung tersedia namun belum memadai, terutama sarana pembelajaran dan fasilitas teknologi. Dari sisi Context of Implementation, efektivitas pelaksanaan dipengaruhi oleh komitmen pelaksana, struktur organisasi SKB yang jelas, dan dukungan administratif dari Dinas Pendidikan. Namun, terdapat hambatan signifikan berupa kondisi ekonomi peserta yang rendah, kurangnya dukungan keluarga, tuntutan pekerjaan, serta keterbatasan fasilitas. Meskipun demikian, responsivitas tutor yang tinggi melalui pendekatan personal dan penyesuaian jadwal mampu menjaga keberlangsungan pembelajaran. Secara keseluruhan, analisis menggunakan teori Grindle menunjukkan bahwa implementasi Program SKB Sikka sudah berjalan cukup efektif dalam menurunkan angka putus sekolah, meskipun efektivitas tersebut masih dapat ditingkatkan melalui penguatan sumber daya, peningkatan dukungan keluarga, dan kebijakan pendukung dari pemerintah daerah.
Co-Authors Achluddin Ibnu Rochim Adi Atmoko Ahmad Bayu Dwi Rahman Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Anshori, Mohamad Isa Avita Ayu Permanasari Aya Shofia Mufti Ayanti, Bio Putri Budi Wibowotomo Cindy Karunia Pratama Putri D. Jupriono, D. Eny Hastuti, Eny Erma Surya Yuliana Erwin Komara Mindarta Falah, Moh Zainul Fuad Indra Kusuma Gumelar, Muslikh Ridho Wiyan Rahmat Halisa, Siti N Handarini, Dany Moenindiyah Harfi, Muhammad Hari Putranto Harly, Moch Hartono, Supri Henriquez, Ferdinand Daniel Husairi, Fafaylul Abdillah ibnu rochim, Achluddin Imam Muda Nauri Jihan Jihan Joumil Aidil Saifuddin Kendry Widiyanto, M. Khaerurrazikin, Khaerurrazikin Komara, Erwin Kurnia Sri Dewi Lorenzo, Gina A. Luluk Choirun Nisak Nur M Kendry Widiyanto M. Tommy Hasan Abadi Marji Marji Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Moh Zainul Falah Mohamad Rodhi Faiz Mufti, Aya Shofia Muhamad Muslim Muhammad Taufiq Muladi Mulyani, Risya Mustika Muthaharah, Mustika Nabila, Balqis Nandang Mufti Nasir, Mohd Zakaria B Mohammad Na’sha Presly Caurelysia Norhayati Norhayati, Norhayati Novan Andrianto Nur Aulia, Natasya Nurul Hidayat Nurusshobah, Nurusshobah Pambudi, Didik Rio Partono Partono Purnama, Syahida Putri Indah Sayakti Qurnia Annashrida Rahmadina, Aprillia Ramadhan, Moch. Rizal Ramadhani, Khofifah Andhiatama Razaq, Hilal Nurfadhilah Rini Rahmawati, Rini Rio Pambudi, Didik Rizaldi, Gusti Rizka Mulya Miranti Rr. Poppy Puspitasari Ryan Kurniawan Ryan Kurniawan Satriani, Cahya Tifandi Setyawan, Fidi Sujito Sujito Sukardi Sukardi Sumarli Sumarli Sumarli Sumarli, Sumarli Syaifulloh, Muchammad Nur Syamsul Arifin Ulfa Wulan Agustina Wahid, Ilham Dhya'ul Wahidin, Ahmad Faizal Widiyanto, M. Kendry Widyanto, Kendry Winaryo, Hendi Bekti Yusuf Hariyoko