Claim Missing Document
Check
Articles

Germination of Expired Spinach (Amaranthus hybridus L.) Seeds with Various Coconut Water (Cocos nucifera L.) Concentrations Nur Malinda; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo; Dwi Gusmalawati
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 3 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 3 July 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i3.10300

Abstract

Spinach (Amaranthus hybridus L.) productivity in Indonesia declined from 170,688 tons in 2023 to 168,400 tons in 2024, a decrease partly attributed to the use of expired seeds with reduced physiological viability. Coconut water (Cocos nucifera L.), which contains auxin and cytokinin, has potential as a natural priming agent to restore the germination capacity of expired seeds, yet its effect at different concentrations on expired spinach seeds using the top-of-paper method has not been established. This study aimed to determine the effect of various coconut water concentrations on the germination of expired spinach seeds. A Completely Randomized Design (CRD) with five treatmentsK0 (control/distilled water), K1 (25%), K2 (50%), K3 (75%), and K4 (100% coconut water)was applied, each replicated five times, and data were analyzed using ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Coconut water soaking significantly increased germination percentage and germination ability, and significantly reduced abnormal sprouts and dead seeds (p < 0.05). The highest germination percentage (96.8%) and germination ability (92%) were both recorded at 75% coconut water concentration (K3), statistically comparable to 50% (K2) and 100% (K4). The control treatment (K0) produced the highest abnormal sprouts (8.8%) and dead seeds (15.2%), while the 25% concentration (K1) gave the fastest average germination time (2.04 days). These findings indicate that soaking in 50–75% coconut water for 6 hours is an effective, low-cost priming method for restoring the viability of expired spinach seeds and offers a practical recommendation for small-scale seed quality improvement.
Pengenalan Budidaya Anggrek Bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Rasau Jaya Tiga Kubu Raya Rafdinal Rafdinal; Dwi Gusmalawati; Riza Linda; Surya Abi Alfariz; Lira Herlinda; Venia Nur
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8329

Abstract

Beberapa anggrek di Kalimantan Barat merupakan tumbuhan endemik, bahkan ada yang dilindungi. Akan tetapi, keberadaan anggrek ini mulai terancam punah. Budidaya anggrek merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestariananya. Anak usia sekolah dasar (SD) memiliki keingintahuan yang tinggi. Belajar sambil bermain merupakan cara yang efektif dalam pengenalan budidaya anggrek Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan budidaya anggrek kepada anak usia SD. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi, persiapan (Penjadwalan, persiapan alat dan bahan), pelaksanaan (penyampaian materi, demostrasi, praktik menanam dan menyilangkan anggrek) dan evaluasi (pengisian Pre-test dan Post-test). Kegiatan PKM ini diikuti oleh peserta sebanyak 10 orang. Kegiatan ini mampu meningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya anggrek pada peserta. Pengetahuan tentang budidaya anggrek hampir semuanya meningkat mencapai 100%. Tingkat keterampilan peserta dalam menanam dan menyilangkan anggrek meningkat, masing-masing mencapai 80% dan 60%. Berdasarkan kritik dan saran dari hasil pengisian kuesioner, peserta menyatakan bahwa kegiatan ini menyenangkan dan sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan keterampilan budidaya anggrek mencapai 80%.
Pelatihan Pembibitan Mangrove dalam Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pesisir Desa Sengkubang Mempawah Hilir Mempawah Rafdinal Rafdinal; Kustiati Kustiati; Junardi Junardi; Diah Wulandari Rousdy; Riyandi Riyandi; Dwi Gusmalawati
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9386

Abstract

Potensi alami mangrove di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah sangat tinggi. Aspek pembibitan merupakan aspek yang sangat penting dalam persemaian mangrove. Kualitas bibit yang diproduksi sangat menentukan kualitas tanaman selanjutnya. Akan tetapi, pengetahuan tentang pembibitan mangrove masyarakat di Desa Sengkubang masih terbatas. Oleh karena itu, tujuan pelaksanaan PKM ini yaitu menambah pengetahuan tentang pembibitan mangrove di Desa Sengkubang. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan (Survei likasi, penjadwalan, persiapan alat dan bahan), pelaksanaan (penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, pendampingan), evaluasi (wawancara dan pengisian kuesioner). Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 25 peserta. Kegiatan pemberdayaan ini dinilai memberikan respon yang sangat memuaskan. Pengetahuan peserta tentang pembibitan dan penanaman mangrove mencapai 86,18 %. Perserta berharap dari hasil kegiatan ini dapat meningkatkan keberhasilan hidup mangrove sehingga dapat menambah luas ekosistem mangrove, menstabilkan garis pantai, serta meningkatkan keanekaragaman hayati di Desa Sengkubang Mempawah.
Begonia Inventory Along the Rantau Malam Hiking Trail, TNBBBR, Indonesia Siska Debora; Irwan Lovadi; Dwi Gusmalawati
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12444

Abstract

Begonia is a herbaceous plant that grows in tropical rainforests from lowland and highland areas. Until now, exploration of Begonia in West Kalimantan is mostly done in lowland areas. Data on Begonia spread in highland areas in West Kalimantan are still limited. The study aims to investigate Begonia types, morphological characteristics, and habitats. The hiking track of the Rantau Malam Resort in Bukit Baka Bukit Raya National Park, Sintang Regency, was the site of this study. The cruising method was used for sampling. The results showed that there were five types of Begonia, namely B. lailana Kiew & Geri, B. mariaensis Rimi & Simun, B. paoana Kiew & S. Julia, B. danumensis F.Y Chong and B. bawangensis Houghes. Four of the five Begonia types grow on soil, while one grows on rocks. Begonia mariaensis is a new record for Indonesia.
Composition and Abundance of Habitat Plants Amorphophallus hewittii Alderw. in Mount Roban Forest, Singkawang City Restu Dwi Candra; Irwan Lovadi; Siti Ifadatin; Dwi Gusmalawati
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12567

Abstract

Amorphophallus hewittii is a characteristic species of Southeast Asian tropical forests that depends on its habitat conditions. This study aims to identify the composition of plant species forming the habitat of A. hewittii in Gunung Roban Forest, East Singkawang, and analyze its community structure based on abundance, Importance Value Index (IVI), and species diversity. Data collection was conducted in October 2023 using a purposive sampling method with a stratified plot design. A total of 18 species with 247 individuals were found, dominated by Durio zibethinus (41 individuals), Hevea brasiliensis (39 individuals), and Caryota mitis (23 individuals), with the highest number of individuals in the western part (70 individuals) and the lowest in the northern part (42 individuals). D. zibethinus had the highest IVI at the tree and seedling levels, while Artocarpus altilis was dominant at the sapling level and H. brasiliensis at the pole level. The Shannon-Wiener Diversity Index indicated a moderate level of diversity. The average air temperature in the habitat ranged from 26–29°C, soil temperature from 25–28°C, air humidity from 28–83%, light intensity from 423–660 Cd, and soil pH from 6.0–7.0. The dominance of commercial species reflects human intervention, yet the moderate diversity level suggests that the ecosystem remains relatively stable and productive. 
Co-Authors Agustin, Ayu Tri Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Alek Ibrahim Andri andri Aprilianna Putri Zahara Nafsina Luvita Sari Ari Hepi Ari Hepi Yanti Asmita Asmita Aswandi Aswandi, Aswandi Ayu, Masha Crooijmans, Richard PMA Diah Wulandari Rousdy Diah Wulandari Rousdy Dian Eka Setyaningtyas Didik Wahyudi Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Eva Mayasari Firman Saputra Firman Saputra Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti Hariyono, Dwi Nur Happy Ikha Safitri Indrasari, Dita Irwan Lovadi Irwan Lovadi Irwan Lovadi Irwan Lovadi Irwan Lovadi Jannati Jannati Jeno Jeno Junardi Junardi Kustiati Kustiati Kustiati Kustiati Leondro, Henny Lira Herlinda Lucky Hartanti Maria Ulfah Masha Ayu Masnur Turnip Mega Sari Juane Sofiana Moch. Faizul Huda Muhammad Dzaki Fadhkurrahman Muhammad Fajar Muhammad Halim Natsir Muhammad Yuda Putratama Mukarlina Mukarlina - Mukarlina -, Mukarlina Niluh Kharina Asoka Putri Nur Malinda Nurgiartiningsih, Veronica Margaretha Ani Oke Anandika Lestari Prihandini, Peni Wahyu Rafdinal Rafdinal Rahmawati Rahmawati Restu Dwi Candra Rikhsan Kurniatuhadi, Rikhsan Risko, Risko Riyandi Riyandi Riyandi Riyandi Riza Linda Riza Linda Riza Linda Rodiyati Azrianingsih Sanova, Aulia Seto Sandhi Sari, Aprilianna Putri Zahara Nafsina Luvita Serafinah Indriyani Serafinah Indriyani Serafinah Indriyani Shaddiqah Munawaroh Fauziah Siska Debora Sitaresmi, Pradita Iustitia Siti Ifadatin Siti Ifadatin Siti Khotimah Siti Komairoh Suci Hikmatul Haq Surya Abi Alfariz Sylvia Windy Tri Rima Setyawati Venia Nur Wahdina - Wahdina - Wahdina -, Wahdina Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yuli Arif Tribudi Yuliono, Agus Yunia Efrice Banyo Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfa Zakiah