Claim Missing Document
Check
Articles

Bumi Sebagai Sumber Air dalam Perespektif Sains dan Al-Qur’an: Telaah Surah Al-Mu’minun Ayat 18 pada Tafsir Kemenag Febriana, Virda Amelia; Anisa, Nor; Zahra, Fitria; Mujahid, Ahmad
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 4 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i4.194

Abstract

Artikel Penelitian ini bertujuan mengkaji peran bumi sebagai sumber dan penyimpan air dalam perespektif sains dan Al-Qur’an dengan fokus pada telaah Surah Al-Mu’minun ayat 18 berdasarkan penafsiran Kementerian Agama Republik Indonesia. Ayat ini menunjukkan bahwa air diturunkan dari langit secara terukur dan disimpan dalam bumi sebagai bagian dari sistem kehidupan yang telah ditetapkan oleh Allah secara seimbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersifat interdisipliner. Sumber data terdiri atas tafsir Al-Qur’an klasik dan kontemporer, literatur sains geologi dan hidrologi, serta jurnal ilmiah terkait krisis air dan konservasi lingkungan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan integratif dan komparatif, yaitu menggabungkan pemaknaan ayat Al-Qur’an dengan temuan sains modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bumi memainkan peran aktif dalam sistem hidrologi, di mana air hujan tidak hanya turun, tetapi juga diserap dan disimpan melalui proses geologis seperti infiltrasi dan perkolasi. Bumi menjadi reservoir alami yang menopang keberlangsungan air tanah dan keseimbangan ekosistem. Penafsiran ayat Al-Qur’an dan data ilmiah saling menguatkan bahwa bumi bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sistem penyimpan kehidupan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan tafsir ekologis yang integratif serta pentingnya kesadaran spiritual dan ilmiah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
IDENTIFIKASI DAERAH JELAJAH SIAMANG (Symphalangus syndactylus) DI RHINO CAMP RESORT SUKARAJA ATAS, TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Mujahid, Ahmad; Hilmanto, Rudi; Harianto, Sugeng P.; Akbar, Fawwaz
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.8952

Abstract

TNBBS merupakan aset Nasional yang harus dijaga kelestariannya. Indikator kelestarian hutan tersebut adalah keanekaragaman flora dan fauna baik yang hidup di atas tanah maupun di bawah tanah. Salah satu satwa yang ada di TNBBS adalah Siamang (Symphalangus syndactylus). Alih fungsi lahan dari hutan menjadi kebun banyak dilakukan masyarakat hal ini dikarenakan kurangnya lahan untuk kegiatan pertanian. Kerusakan hutan juga cenderung disertai dengan menurunnya tutupan hutan akibat peralihan fungsi hutan (deforestation), baik untuk pemukiman penduduk maupun untuk perluasan areal pertanian dan Perkebunan. Pola pergerakan Siamang dapat berubah seiring berjalannya waktu tergantung pada ketersediaan sumber pakan, air, perubahan iklim, dan persaingan antar kelompok serta beberapa masalah perubahan habitat. Penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daerah jelajah Siamang di Rhino Camp Sukaraja Atas  TNBBS. Daerah jelajah Siamang dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang ada pada suatu wolayah. Kelompok 1 diketahui memiliki daerah jelajah harian 6564,78 m/hari (Januari), 6830,27 m/hari (Februari), dan 2794,51 m/hari (Maret).
TIGA KEGELAPAN DALAM PENCIPTAAN MANUSIA: ANALISIS TAFSIR QS. AZ-ZUMAR AYAT 6 DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SAINS Aina, Nor; Khalisah, Siti; Nahjah, Siti; Mujahid, Ahmad
Tarbawi Vol 13, No 2 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i2.237

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the interpretation of QS. Az-Zumar verse 6 in the perspective of modern science. This verse explains the stages of human development from nuthfah (semen) to becoming a perfect fetus. The research uses a qualitative analysis method with a thematic interpretation approach and scientific literature study. The results show that the explanation in the Qur'an is in line with the findings of modern science about the development of the human embryo. This finding confirms that the Qur'an, as a holy book, provides an accurate and in-depth picture of the process of human creation, which was only understood by modern science a few centuries later. This research strengthens the belief in the miracles of the Qur'an and emphasizes the importance of integration between religious science and science in understanding natural phenomena and life. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi ayat 6 Surah Az-Zumar dalam perspektif ilmu pengetahuan modern. Ayat ini menjelaskan tahapan perkembangan manusia dari nuthfah (sperma) hingga menjadi janin yang sempurna. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan interpretasi tematik dan studi literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjelasan dalam Al-Qur'an sejalan dengan temuan ilmu pengetahuan modern tentang perkembangan embrio manusia. Temuan ini membuktikan bahwa Al-Qur'an, sebagai kitab suci, memberikan gambaran yang akurat dan mendalam tentang proses penciptaan manusia, yang baru dipahami oleh ilmu pengetahuan modern beberapa abad kemudian. Penelitian ini memperkuat keyakinan akan keajaiban Al-Qur'an dan menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam memahami fenomena alam dan kehidupan.
Spiritualitas Sufistik dan Pencegahan Korupsi: Pendekatan Etika Qur’ani Terhadap Krisis Moral Sosial (Integrasi Etika Ihsan dalam Moralitas Publik) Ayyasy, Muhammad; Norhidayat, Norhidayat; Mujahid, Ahmad
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1662

Abstract

This article seeks to explore the relevance of Sufistic spirituality as a basis for moral ethics in preventing social misconduct, particularly through the integration of the value of ihsan within the realm of public morality. Using a descriptive-qualitative approach based on a textual analysis of the Qur’an and classical Sufism literature, this research finds that ihsan defined as spiritual awareness of God’s presence in every action is the core of Sufistic ethics capable of cultivating inner integrity, honesty, and social responsibility. When the value of ihsan is internalized within individuals and social structures, it serves as a preventive mechanism against corrupt behavior and other moral deviations. The Qur’anic ethical approach, rooted in the principles of tazkiyatun nafs (purification of the soul) and muraqabah (self-monitoring), demonstrates that moral reform requires not only a strong legal system but also profound spiritual cultivation. Thus, Sufistic spirituality offers a transcendental ethical paradigm relevant to the formation of a public morality that is clean, just, and oriented toward Divine consciousness.
Local Wisdom-Based Education in Bali: Exploring Islamic Values in the Ngejot and Megibung Traditions Priyatna, Muhamad; Raharjo, Raharjo; Fihris, Fihris; Suretno, Sujian; Mujahid, Ahmad
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2025): Islam, Local Wisdom, and Social Transformation in Contemporary Muslim Societie
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/albanjari.v24i2.17910

Abstract

Education is the main foundation in building the character and identity of a nation, especially during the challenges of increasingly rapid globalization. This research aims to explore the integration of Islamic values and local wisdom through the Ngejot and Megibung traditions in Bali, which can enrich the educational curriculum and form a harmonious and tolerant student character. The research method used is a qualitative descriptive study with a literature review approach, which includes the analysis of texts and contexts related to the Ngejot and Megibung traditions and the Islamic values contained in them. This research also emphasizes the role of the community in preserving traditions as part of education based on local wisdom. The results of the study show that education based on local wisdom can improve students' understanding of cultural identity and relevant social values. The Ngejot and Megibung traditions not only function as social practices but also as practical educational tools in instilling the values of solidarity, tolerance, and cooperation. The study also identified challenges in integrating local and Islamic values into the educational curriculum, including a lack of understanding among education managers and the community. Therefore, this study recommends the development of a pedagogical integration model that prioritizes the interaction between Islamic values and Balinese Hindu traditions, as well as strategies to overcome existing challenges. These findings are expected to make a new contribution to the development of education that is inclusive and relevant to the local cultural context, as well as a reference for educators and policymakers in designing curricula rooted in local wisdom and Islamic values.
Hujan Deras dan Gempa Bumi: Analisis Tafsir Saintifik QS. Fussilat [41]: 39 Aisah, Siti; Kumala Dewi, Ayu; Mujahid, Ahmad
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.341

Abstract

Fenomena hujan deras dan gempa bumi telah lama menjadi perhatian dalam kajian geologi dan seismologi, terutama dalam  konteks hidroseismisitas, yaitu bagaimana infiltrasi air ke dalam tanah dapat memengaruhi kestabilan kerak bumi. Penelitian ini membahas hubungan antara hujan deras dan gempa bumi dalam perspektif tafsir saintifik terhadap QS. Fussilat [41]: 39 yang menggambarkan perubahan tanah setelah turunnya hujan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik deskriptif-analisis. Data yang digunakan bersumber dari kitab tafsir serta penelitian ilmiah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan deras dapat mempengaruhi kestabilan tanah melalui peningkatan tekanan hidrologis, pergeseran massa tanah, dan pemicu tambahan pelepasan energi seismik terutama di wilayah dengan patahan geologis aktif. Temuan ini sejalan dengan berbagai faktor pemicu pelepasan energi seismik dalam kondisi tertentu. Penelitian ini mengungkap bahwa makna kata ihtazzat dalam QS. Fussilat [41]: 39 tidak hanya memiliki makna tentang menghidupkan kembali tanah yang mati, tetapi juga merujuk pada gerakan atau getaran kuat yang dalam hal ini mengandung penjelasan ilmiah mengenai dinamika geologi yang terjadi akibat curah hujan tinggi.
Interpretasi Ayat-ayat tentang Ihsān dalam Pengembangan Hukum Islam Mujahid, Ahmad; Haeriyyah, Haeriyyah
Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab VOLUME 2 ISSUE 2, DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mh.v2i2.18274

Abstract

Penyebutan al-Qur’an yang berulangkali dan menggunakan berbagai term menunjukkan bahwa kebaikan tersebut memiliki urgensi yang dalam sehingga al-Qur’an menggunakan term yang berbeda untuk menunjukkan makna kebaikan tersebut. Keragaman makna kebaikan yang digunakan oleh al-Qur’an menunjukkan bahwa kebaikan itu mempunyai tingkatan-tingkatan yang harus dicapai oleh seorang mu’min, sehingga bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya serta seluruh makhluk Tuhan yang ada di alam ini