Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT BERBANTUAN MEDIA ABACUS UNTUK MATERI ARITMATIKA HITUNG PADA SISWA TUNANETRA andriyani andriyani; karim karim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6337

Abstract

Abstrak: Sekolah luar biasa memiliki tujuan dan muatan kurikulum yang tidak jauh berbeda dari sekolah umum, termasuk sekolah untuk tunanetra yang memiliki keter­batasan visual. Keterbatasan yang dimiliki oleh tunanetra mempengaruhi pembela­jaran bagi mereka, terutama untuk mata pelajaran yang memiliki objek kajian abstrak seperti matematika. Operasi hitung penjumlahan merupakan materi aritmatika dasar yang masih berpotensi besar banyak dilakukan kesalahan oleh siswa tunanetra, khususnya operasi penjumlahan bilangan puluhan yang harus dijumlahkan sesuai dengan nilai tempatnya. Berdasarkan karakteristik siswa tunanetra yang memiliki keterbatasan dan kesalahan, guru perlu memiliki gagasan terkait kemungkinan lintasan belajar siswa untuk memperbaiki kesalahan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran melalui pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, perlu diketahui lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung. Penelitian ini termasuk design research yang mengacu pada tahapan-tahapan Plomp yaitu preliminary design, teaching experiment, dan retrospective analysis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung melalui model Missouri Mathematics Project (MMP) berbantuan media abacus. Hasil dari penelitian ini adalah lintasan belajar siswa dalam materi aritmatika hitung, yaitu penjmlahan melalui model MMP yang dapat diperoleh dari hypothetical learning trajectory (HLT). Lintasan pembelajaran diperoleh dengan merevisi HLT, hasil uji coba dan diskusi dengan guru mata pelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa 62,50% siswa mencapai lebih dari kriteria ketuntasan belajar minimal  (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Kata kunci: Missouri Mathematics Project, abacus, aritmatika hitung, tunanetra Abstract: Special need schools have curriculum goals and contents that do not much different from general schools, including schools for the blind who have visual limitation. The limitation possessed by blinds influences learning for them, especially subject that have abstract objects such as mathematics. Addition is one of the basic arithmetic materials in which the blind students still do many mistakes in doing it, i.e. the number operation of tens that must be sum according to their place values. Based on the characteristic of blind students who have limitations and mistake, the teacher needs to have an idea of the possible students' learning trajectory to help improve students' mistakes and achieve learning goals through the chosen of appropriate learning models and media. Therefore, it is needed to know the blind students' learning trajectory in arithmetics counting material. This research includes design research in which refers to the stages of Plomp namely preliminary design, teaching experiment, and retrospective analysis. The purpose of this study was to describe the process and produce blind students' learning trajectory in arithmetics counting material through the Missouri Mathematics Project (MMP) model assisted by abacus media. The results of this study are students' learning trajectory in arithmetic counting material, especially addition through MMP model that can be obtained from a hypothetical learning trajectory (HLT). Learning trajectory is obtained by revising HLT as the results of trial and discussions with subject teachers. The test results show that 62.50% of students reaching more than the minimal learning completeness criteria established by the school. Keywords: Missouri Mathematics Project, abacus, arithmetic counting, blinds
PENGARUH MODEL DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Laila Rahmatin Ramadhana; Karim Karim; Rizki Amalia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5685

Abstract

Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh model Double Loop Pro­blem Solving (DLPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII. Quasi eksperiment adalah metode yang digunakan. Populasi penelitian ini yakni siswa kelas VII SMPN 31 Banjarmasin. Adapun sampel yang diambil meng­gunakan teknik purposive sampling dimana didapatkan kelas VII F yang akan dija­dikan kelas eksperimen meggunakan model DLPS serta kelas VII E dijadikan kelas kontrol menggunakn model pembelajaran langsung. Dokumentasi dan tes adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data. Uji-t adalah teknik yang digunakan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII SMP yang dibelajarkan menggunakan model  DLPS ber­ada pada kualifikasi cukup, sedangkan pada kelas yang dibelajarkan dengan meng­gunakan model pembelajaran langsung berada pada kualifikasi ku­rang, artinya ter­dapat pengaruh yang signifikan model DLPS terhadap kemampuan pemecahan ma­sa­lah matematis siswa kelas VII SMP. Kata kunci: model Double Loop Problem Solving (DLPS), pemecahan masalah matematis
Bimbingan Pembuatan Soal Berorientasi HOTS Bagi Guru Peserta MGMP Matematika SMP Kabupaten Banjar Karim Karim; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.527 KB) | DOI: 10.20527/btjpm.v1i2.1795

Abstract

Pembelajaran yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skill (HOTS) dapat dirancang guru untuk kegiatan proses pembelajaran atau dalam penyusunan soal evaluasi. Soal yang berorientasi pada HOTS diperlukan agar siswa terbiasa dan terlatih untuk menyelesaikan soal yang tidak hanya bersifat hafalan dan pemahaman, maupun penerapan konsep. Banyak penyuluhan atau pelatihan yang telah diperoleh guru dalam membuat soal matematika. Meskipun demikian, pelatihan yang secara spesifik untuk membuat soal matematika yang berorientasi HOTS sangat kurang bahkan belum pernah mereka ikuti. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan untuk membuat soal matematika yang berorientasi HOTS. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah membimbing guru matematika SMP dalam menyusun soal matematika yang berorientasi HOTS. Kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan MGMP Matematika Kabupaten Banjar. Jumlah peserta yang hadir pada saat kegiatan ada 46 orang. Secara ringkas, tahapan kegiatan meliputi menyiapkan materi sebagai bahan pembimbingan pembuatan soal berorientasi HOTS dan melaksanakan pembimbingan. Kegiatan PKM ini telah menghasilkan 50 buah soal matematika yang berorientasi HOTS. Kategori soal berdasarkan level HOTS, 39 buah (78%) termasuk soal analisis dan 11 buah (22%) termasuk soal evaluasi.The Learning that orienting to the Higher Order Thinking Skills (HOTS) can be designed by the teacher for the learning process activities or in the preparation of evaluation questions. HOTS-oriented problems are needed so that students are accustomed and trained to solve problems that are not only memorizing, understanding, and applying concepts. Teachers have obtained much training in making mathematical problems. However, the training specifically in making HOTS-oriented mathematics problems is lacking. Therefore, the training needs to be held to cause HOTS-oriented mathematics problems. The purpose of community service activities is to guide junior high school mathematics teachers in preparing HOTS-oriented mathematics problems. The activity has been carried out in collaboration with the Mathematics MGMP of the Banjar District. The number of participants who attended the activity was 46 people. In summary, the stages of activities include preparing material as guidance material for making HOTS-oriented problems and implementing mentoring. This community service activity has produced 50 HOTS-oriented mathematics problems. The problem categories are based on the HOTS level; 39 items (78%) included analysis problems, and 11 items (22%) included evaluation problems. 
Membuat Soal Matematika Open Ended dengan Teknik Memodifikasi Soal Tertutup: Konteks Lahan Basah Karim Karim; Chairil Faif Pasani; Andriyani Andriyani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.13417

Abstract

Soal matematika open ended merupakan soal yang menuntut banyak cara penyelesaian atau banyak jawaban benar yang mungkin. Untuk membuat soal matematika open ended, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sehingga soal open ended ini sangat jarang ditemukan pada buku matematika siswa. Padahal, soal matematika open ended sangat diperlukan untuk menumbuhkan berpikir kreatif siswa, khususnya kemampuan fleksibilitas. Untuk membantu siswa dalam memahami soal matematika, maka penggunaan konteks sangat diperlukan. Salah satu konteks yang dapat digunakan adalah lahan basah. Untuk membuat soal open ended, teknik yang paling mudah adalah dengan memodifikasi soal tertutup. Artikel ini akan memberikan petunjuk dalam membuat soal matematika open ended dengan teknik memodifikasi soal tertutup dengan memuat konteks lahan basah. Metode yang digunakan dalam membuat soal open ended ini adalah metode pengembangan dengan model 4D (four D models). Konten soal adalah materi matematika SMA kelas X. Untuk uji keterbacaan, dilibatkan 6 orang siswa kelas X SMA Negeri 5 Banjarmasin. Ada 3 buah soal matematika open ended yang dihasilkan, yaitu soal dengan konteks (1) Berangkat ke sekolah menyeberang Sungai Kuin naik jukung, (2) Keramba ikan di Sungai Martapura, dan (3) Objek wisata Pulau Pinus-Waduk riam Kanan. Kata kunci : soal open ended, lahan basah Abstract: Open-ended math problems are questions that have several solutions or correct answers. It is not a simple task to create open-ended math questions. As a result, open-ended questions are uncommon in students' math textbooks. Open-ended questions, in reality, are required to enhance student's creative thinking, particularly their flexibility abilities. The use of context is required to help children grasp issues. Wetlands are one example of a context that might be employed. The simplest way to generate open-ended questions is to change closed questions. This post will walk you through producing open-ended math problems by changing closed questions with the context of wetlands. This open-ended question was created using a development process using a 4D model (four D models). The questions' substance is coursework for class X SMA. Six students from State High School 5 Banjarmasin’s class X participated in the reading exam. There were three open-ended math problems: (1) go to school across the Kuin River by jukung, (2) Fish cages on the Martapura River, and (3) Attractions in Pulau Pinus-Riam Kanan reservoir. Keywords: Open-ended problems, wetlands
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembelajaran Matematika SMP Halimatus Sa'diah; Karim Karim; Yuni Suryaningsih
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.445 KB) | DOI: 10.20527/jmscedu.v1i2.4097

Abstract

Matematika masih menjadi momok yang ditakuti siswa karena dirasa sulit. Siswa membuat kesalahan dalam menyelesaikan masalah karena tidak dapat mengubah soal cerita ke bentuk model matematika khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Berdasarkan hal tersebut diperlukan perangkat pembelajaran yang menarik dan kontekstual salah satunya yaitu dengan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan LKPD materi sistem persamaan linear dua variabel berbasis kearifan lokal yang valid dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development menggunakan model yang dikemukakan oleh Thigarajan, Semmel & Semmel yaitu 4-D. Beberapa tahapan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Define, Design, dan Develop. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada uji validitas yang diperoleh melalui analisis secara kuantitatif dan kualitatif dari lembar validasi pada tahap develop yang dilakukan oleh tiga ahli. Menurut skor yang diberikan oleh ketiga ahli, didapatkan skor rata-rata 84,06%, artinya LKPD termasuk kategori cukup valid dan dapat dipergunakan dalam pembelajaran matematika.   Mathematics is still a scourge that students fear because it is difficult. Students solve problems because they cannot convert storey problems into mathematical models, especially in the Two-Variable Linear Equation System materials. Based on this, interesting and contextual learning tools are needed, one of which is developing Student Worksheets (LKPD) based on South Kalimantan local wisdom. The purpose of this research is to produce LKPD material on a two-variable linear equation system based on local wisdom that is valid in learning mathematics for class VIII SMP/MTs students. This research was conducted using the Research and Development method using the 4-D model proposed by Thiagarajan, Semmel & Semmel. Several stages were carried out in this research, namely Define, Design, and Develop. The data analysis technique used in this study is based on the validity test obtained through quantitative and qualitative analysis of the validation sheet at the development stage conducted by three experts. According to the scores given by the three experts, an average score of 84.06% was obtained, meaning that the LKPD was categorized as valid and could be used in learning mathematics.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) NUMERASI KONTEKS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN UNTUK SISWA SMA Mahpi Aulia; Karim Karim; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15505

Abstract

Kurangnya sumber referensi soal-soal Assessmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi yang membuat siswa SMA kurang terampil menyelesaikan masalah dalam AKM yang dilaksanakan oleh sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kesediaan soal-soal AKM numerasi untuk siswa SMA. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen AKM numerasi konteks kearifan lokal Kalimantan Selatan untuk siswa SMA. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan model Plomp. Subjek uji coba penelitian adalah 35 siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 7 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi ahli, angket respon siswa, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan: (1) instrumen AKM numerasi termasuk valid secara logis karena nilai validitasnya sebesar 3,85 dengan kategori valid, (2) setiap butir soal dalam instrumen AKM numerasi termasuk valid secara empiris karena nilai validitas butir soal dengan tingkat signifikansi 5% antara r-hitung r-tabel atau r-hitung , (3) instrumen AKM numerasi termasuk praktis karena nilai kepraktisannya sebesar 4,03 dengan kategori praktis. Dengan demikian, instrumen AKM numerasi konteks kearifan lokal Kalimantan Selatan yang dikembangkan berkategori valid dan praktis. Kata kunci: AKM, Numerasi, Kearifan Lokal. Abstract: The lack of reference sources of Minimum Competency Assessment (MCA) questions in numeration part makes high school students less skilled in solving problems in the MCA carried out by schools. Therefore, this study aims to produce a numeration instrument of MCA in the context of South Kalimantan local wisdom for Senior High School. This research includes development research using the Plomp model. The subjects of the research trial were 35 students of eleventh grade of SMAN 7 Banjarmasin. Data collection techniques used expert validation instruments, student response questionnaires, and tests. The results showed: (1) the numeration instrument of MCA was logically valid because the validity value was 3.85 with a valid category, (2) each item in the numeration AKM instrument was empirically valid because the value of the validity of the items with a significance level of 5% was between r-calculation > r table or r-calculation > 0.334, (3) The numeration AKM instrument is considered practical because its practicality value is 4.03 in the practical category. Thus, the numeration instrument of MCA in the context of South Kalimantan that have been developed are categorized as valid and practical. Keywords: Minimum Competency Assessment (MCA), Numeration, Local Wisdom.
Improving Understanding in the Development of Teaching Modules in the Independent Curriculum through Training of Mathematics Teacher Karim Karim; Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Asdini Sari; Muhammad Rayhan Ramadhan; Muhammad Alif Anwar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.9161

Abstract

In implementing the "Independent Curriculum," one of the materials that need to be prepared by the teacher is the teaching module. However, since this is relatively new, the teachers who are members of the Association of Mathematics Teachers of Senior High School in Banjarmasin need to receive training regarding implementing the "Independent Curriculum" and preparing teaching modules. Therefore, a workshop for preparing mathematics teaching modules for mathematics high school teachers needs to be implemented. The purpose of this service is to increase the understanding of high school mathematics teachers in Banjarmasin regarding the "Independent curriculum" and to develop teachers' ability to compose teaching modules. This Community Service Method is implemented using the PAR (Participatory Action Research) approach. The cycles implemented are to know, to understand, to plan, to act, and to change. The results of the service show an increase in understanding regarding the implementation of the “Independent Curriculum” and the participants' ability to develop teaching modules in the “Independent Curriculum”. This is indicated by an increase in the average percentage of teachers answering pre-test to post-test questions correctly from 71.39% to 83.22% and the collection of teaching modules that have been prepared by the participants after completing the workshop and mentoring by the community service team.
PRAANGGAPAN DALAM PAMFLET SOSIALISASI PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN WAKATOBI Karim, Karim; Maknun, Tadjuddin; Abbas, Asriani
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v7i2.2821

Abstract

The presuppositions in the environmental conservation pamphlet in Wakatobi District are quite diverse. This study aims to explain the use of presupposition in the socialization pamphlet of environmental conservation in Wakatobi District. This research is a qualitative descriptive reseacrh that attempts to study presupposition phenomena with pragmatic approach. Type and data of this research is writing data sourced from pamphlet exixting in Wangi-wangi, Wakatobi District. Data were collected using observation method with recording and record technique. Data that has been obtained, classified and analyzed descriptively with qualitative approach. The result showed that, the use of presupposition in the environmental conservation pamphlet in Wakatobi District consisted of four types, namely existential presuppositions, factive presuppositions, structural presuppositions, and conterfactual presuppositions. The use of these presupposes there are differences in each pamphlet publisher, both goverment, non-govermental organizations, and pamphlet published collectively by goverment and non-govermental organizations. This difference is due to shared knowledge, participants, and the context of the situation. 
DESAIN DAN UJI COBA E-LKPD IPA MENGGUNAKAN LIVEWORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Noormiati, Noormiati; Zaini, Muhammad; Karim, Karim
Journal of Banua Science Education Vol. 3 No. 2: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v3i2.169

Abstract

Media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. LKPD berbasis teknologi yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis yakni dengan menggunakan media LKPD interaktif yang menarik untuk dimanfaatkan. Penelitian ini menggunakan model ADDIE. Tujuannya penelitian ini untuk mendeskripsikan validitas dan kepraktisan E-LKPD menggunakan Liveworksheet yang sudah didesain berdasarkan uji validitas dari validator dan uji kelompok kecil terhadap respon peserta didik. Uji validitas menggunakan instrumen validasi dan uji kepraktisan menggunakan instrumen respon peserta didik. E-LKPD IPA menggunakan Liveworksheet memiliki tampilan yang menarik, memudahkan dalam memahami materi, membuat peserta didik aktif dan komunikatif dalam proses pembelajaran serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis. Hasil validitas diperoleh rata-rata secara keseluruhan sebesar 3,75 dengan kategori valid. Sedangkan hasil kepraktisan diperoleh rata-rata persentase secara keseluruhan sebesar 88% dengan kategori sangat baik.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI KONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MATEMATIKA SMP/MTS KELAS VII Sari, Asdini; Karim, Karim; Khair, Muhammad Sa’duddien; Mahrida, Mahrida; Farapikatan, Diva
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18698

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka pada semua tingkat pendidikan menjadi salah satu tantangan baru bagi guru karena kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai kebutuhan peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda untuk setiap siswa dan mengintegrasikan konteks lingkungan sekitar siswa ke dalam proses pembelajaran.  Maka dari itu, diperlukan modul ajar yang dapat mengakomodasi kebutuhan individu siswa dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan modul ajar berdiferensiasi konteks lahan basah untuk matematika SMP/MTs kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengem­bangan 4D. Ada 4 tahapan dari model 4D ini, yaitu: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Subjek uji coba penelitian adalah 32 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 15 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenui kriteria valid, praktis dan efektif. Kata kunci: Modul Ajar, Pembelajaran Berdiferensiasi, Konteks Lahan Basah Abstract:  The implementation of the independent curriculum at all levels of education is one of the new challenges for teachers due to the lack of availability of teaching materials that suitable for students. One solution to overcome this is through different learning approaches for each student and integrating the context of the students' surrounding environment into the learning process. Therefore, a teaching module is needed that can accommodate the individual needs of students by utilizing local wisdom as a learning context. This research aims to produce teaching modules with differentiated wetland context for seventh grade of junior high school mathematics. The research method used is development, namely Research and Development (R&D) with the 4D development model. There are 4 stages of this 4D model, namely: (1) define stage, (2) design stage, (3) develop stage, and (4) disseminate stage. However, this research only reached the develop stage. The research trial subjects were 32 students of seventh grade of SMPN 15 Banjarmasin. Data collection techniques used validation instruments, teacher and learner response questionnaires, and evaluation tests. The research results show that the teaching module meets the criteria of valid, practical, and effective. Keywords: Teaching Module, Differentiate Learning, Wetlands Context
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abbas, Asriani Abdul Hakim Abdul Wahab Sabrina, Azimah Adhi Virama, La Ode Agni Danaryanti Andriyani Andriyani Angga Putra Priatmoko Anjani, Shella Devita Anna Fitriawati Anshariyah, Aulia Apriliana, Desi Aris Susanto Arni Fauzia Rante Arrasyid, Maulana Fatiehurrizqie Asdini Sari Azizah, Irsya Azmil, Mimil Bagas Ardiyantoro Chairil Faif Pasani Dalman, Dalman Darmawansyah, Tely Efendi, Jonaedi Fadlilah, Chusnul Farapikatan, Diva Farisatma, Farisatma Halimatus Sa'diah Hanisu, Hanisu Hayati, Nor Ain Indah Budiarti, Indah Iye, Risman Jana, La Kamaliyah Kamaliyah Kamasiah, Kamasiah Khair, Muhammad Sa'duddien Krisnawati Krisnawati La Rudi Laila Rahmatin Ramadhana Latifa, Annisa Mahpi Aulia Mahrida, Mahrida Maknun, Tadjuddin Maratushshalehah, Maratushshalehah Marlina Marlina Masdiana Masdiana Masdin Masdin Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Muhammad Alif Anwar Muhammad Arsad Muhammad Azhar Muhammad Rayhan Ramadhan Muhammad Zaini Muslim Muslim Noorbaiti, Rahmita Noormiati, Noormiati Nor Haris Saputera, Nor Normaya Normaya, Normaya Nurkarimah, Rahmawati Nursyawal, Reski Oktavia, Ela R. Ati Sukmawati R. Ati Sukmawati, R. Ati Rahmad Adji, Alenda Rahmalia, Desy Ramdanah, Saima Restiana, Erma Rizal Rizal Rizki Amalia Romiyansah Romiyansah Rosyadi, Muhammad Khairin Rezani Rozi Rozi, Rozi Rusyda Amrina, Rusyda Samrin Samrin, Samrin Sanawati, Sanawati Saputra, Muh. Adriansyah Joko Sari, Asdini Sari, Lusiana Saudah, Antung Savira, Aulia Putri Setiawan, Wa Ode Nining Sianipar, Maria Siti Mawaddah Sudiah, Lismawati Sugi Hartono, Sugi Sumiaty Sumiaty Suryaningsih, Yuni Suyidno Suyidno Syifa Fauzia, Syifa Taufiq Hidayanto Taufiq Hidayanto Taufiq Hidayanto Tiya Maulida, Tiya Unton, Ali Rahmat Virama, La Ode Adhi Wa Ode Nining Setiawan Wali, Silvia Agnesi Waly, Silvia Agnesi Wati, Puput Indra WIHARDJO, EDY Yahman Yahman Yanuari, Mohammad Aji Yuni Suryaningsih Yusnan, Muhammad Zulkifli Zulkifli