Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas V tentang Perubahan Materi melalui Alat Peraga IPA Berbantuan Praktikum Sederhana Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Demena, Widelmina Keterina; Sulistyowati, Retno Wuri; Ayomi, Golden Ringgo SC.
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4236

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas sekolah yang belum memiliki laboratorium IPA khusus sehingga kegiatan praktikum dilakukan secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi Perubahan Materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Teknik penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dengan kriteria pemilihan kelas yang belum pernah mendapatkan pembelajaran berbasis praktikum akibat ketiadaan fasilitas laboratorium. Sampel penelitian adalah 30 peserta didik Kelas V B SD Negeri Abepantai (12 laki-laki dan 18 perempuan). Data dikumpulkan melalui instrumen angket minat belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif yang sangat signifikan, yakni memperoleh rerata sebesar 90% terhadap penerapan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori “Sangat Tinggi” tentang perubahan materi melalui alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Secara keseluruhan, implementasi alat peraga IPA berbantuan praktikum mampu menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah keterbatasan sarana laboratorium serta mengubah proses pembelajaran dari teoretis menjadi lebih konkret dan bermakna.
Hilirisasi Potensi Alam Papua Berbasis Sains: Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Upaya Peningkatan Literasi Pangan Ardian Hangga Kelana; Titia Erika Sarlota Awom; Marice Karubaba; Yulius Deni Kurnianto; Retno Wuri Sulistyowati; Midah Nurhidayah; Widelmina Keterina Demena; August Lewaherilla; Elizabet Kafiar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4532

Abstract

Penelitian terdahulu menekankan pentingnya mengintegrasikan latar sosiokultural serta potensi lokal Papua pada pembelajaran sains agar lebih kontekstual dan bermakna di dalam kelas. Akan tetapi, pembelajaran sains tidak boleh berhenti pada ranah kognitif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam hilirisasi potensi alam Papua berbasis sains sebagai upaya meningkatkan literasi pangan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Universitas Internasional Papua (UIP). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) yang terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan (sosialisasi teoretis), pelaksanaan (praktik pembuatan produk), dan evaluasi. Peningkatan literasi pangan mahasiswa dari kegiatan ini diukur menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik triangulasi data yang bersumber dari observasi dokumentasi, analisis finansial, dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil pengabdian mengindikasikan adanya peningkatan literasi pangan mahasiswa secara signifikan yang mencakup tiga aspek yaitu literasi sains terapan (teknologi pangan), literasi keamanan pangan (food safety), dan literasi ekonomi pangan. Mahasiswa berhasil melakukan hilirisasi potensi agrikultur lokal meliputi pisang kepok, singkong, talas, dan bayam yang diolah menjadi enam varian produk kompetitif (Keripik Pisang Kepok, Keripik Singkong, Stick Singkong, Keripik Bayam, Sempol Tahu, dan Keripik Umbi Talas Saus Pedas) serta mampu membukukan keuntungan finansial dari hasil penjualan.
Komunikasi Lingkungan Interaktif melalui Pelatihan Ecobrick untuk Membangun Generasi Sekolah Peduli Sampah Midah Nurhidayah; Ardian Hangga Kelana; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati Pusmiati; Retno Wuri Sulistyowati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4584

Abstract

Permasalahan sampah plastik global telah merambah wilayah perbatasan negara termasuk di Kampung Skouw, Kota Jayapura. Kurangnya pemahaman tata kelola sampah anorganik di kalangan remaja menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan sekolah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi komunikasi lingkungan interaktif melalui pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick dan membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik SMA Negeri 6 Skouw. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan terstruktur yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi observasi kondisi tata kelola sampah sekolah dan perizinan; (2) tahap pelaksanaan berupa sosialisasi komunikasi lingkungan interaktif serta praktik langsung (hands-on experience) pembuatan ecobrick oleh peserta didik; dan (3) tahap evaluasi menggunakan metode triangulasi yang menggabungkan instrumen angket partisipasi, observasi motorik, serta wawancara mendalam. Hasil analisis data pre-program menunjukkan adanya action-gap, di mana 90% peserta didik belum pernah membuat ecobrick meskipun 89% telah memahami perbedaan jenis sampah secara konseptual. Pasca-pelatihan, program komunikasi lingkungan ini terbukti berhasil memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya tingkat pemahaman peserta didik dan kemudahan adopsi metode ecobrick dengan rata-rata persentase kelayakan mencapai 97,8%. Selain itu, aspek keberlanjutan perilaku menunjukkan hasil rata-rata 93,3% peserta didik berkomitmen untuk mengaplikasikan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari serta merasa puas terhadap kegiatan PkM yang telah dilakukan. Hasil wawancara mengonfirmasi kesiapan sekolah untuk mengintegrasikan pelatihan membuat ecobrick ini ke dalam agenda kokurikuler sebagai bagian dari proyek berkelanjutan.
Integration of Augmented Reality (AR) in Learning: An Effort to Promote Elementary Students’ Creative Thinking Skills Komala Komala; Abdul Rachman Tiro; Retno Wuri Sulistyowati; Lutma Ranta Allolinggi; Ady Akbar
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.18896

Abstract

The use of Augmented Reality (AR) in learning has shown rapid development. This study aims to analyze the effect of AR integration on students’ creative thinking abilities in the topic of surface area and volume of cubes and rectangular prisms. We applied a quasi-experimental design by utilizing two existing classes, namely an experimental class consisting of 32 students and a control class consisting of 30 students. We used an essay test instrument measuring creative thinking ability that had undergone expert validation using the Q-Cochran test before being used for data collection. Data analysis was conducted using descriptive statistics and an independent samples t-test. The analysis showed a significant difference between the post-test scores of the two groups, with t(60) = 2.31 and p = 0.012 (one-tailed). The effect size calculation produced a Cohen’s d value of 0.60 (moderate effect). These results indicate that students who participated in AR-assisted mathematics learning obtained higher creative thinking scores than students who participated in learning without AR support. This finding indicates that the implementation of AR is able to provide a meaningful effect as well as a positive contribution to the development of students’ creative thinking abilities in solving mathematics problems.
Pelatihan Pembuatan Worksheet AUD Bermuatan Kearifan Lokal Papua Berbantukan Canva di TK Pertiwi XI Hajra Yansa; Wa Ode Siti Hamsinah Day; Diah Harmawati; Retno Wuri Sulistyowati; Asri Cahyaningdian; Aser Parera
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPI April
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/5mjhds58

Abstract

Penggunaan worksheet sebagai media pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dirancang secara kontekstual agar sesuai dengan karakteristik dan lingkungan peserta didik. Namun, hasil observasi di TK Pertiwi XI menunjukkan bahwa sebagian besar worksheet yang digunakan belum mengintegrasikan kearifan lokal Papua. Selain itu, guru membutuhkan kemampuan penggunaan Canva dalam membuat worksheet secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam membuat worksheet AUD bermuatan kearifan lokal Papua berbantukan Canva. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang dipadukan dengan pendampingan praktik. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan worksheet, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 10 guru TK Pertiwi XI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai pentingnya integrasi kearifan lokal Papua dalam pembelajaran serta peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan Canva sebagai media desain pembelajaran. Seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu worksheet yang memuat unsur budaya Papua, seperti pangan lokal, rumah adat, alat musik tradisional, serta fauna endemik Papua. Produk yang dihasilkan memiliki tampilan visual yang lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis budaya lokal sekaligus mendukung penguatan identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal Papua melalui PAUD.
The Influence of Principal Leadership on the Satisfaction with Early Childhood Education Services Quality Citra Aulia Uzliva; Hilmi Qosim Mubah; Ach. Baidowi; Retno Wuri Sulistyowati; Diah Harmawati
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v4i2.689

Abstract

The interactions among teachers, facilities, leadership, and administrative systems influence the quality of educational services. A holistic approach is necessary to understand how morale, cooperation, professional practices, and facility management improve the effectiveness of early childhood education services. This study aims to analyze the effect of school principal leadership on the quality of Early Childhood Education services. The research used a quantitative correlational method with questionnaires administered to 35 respondents. Data were analyzed using SmartPLS through validity, reliability, and t-statistics tests to ensure the instruments' accuracy and the significance of variable relationships. The research findings revealed that school principal leadership (SPL) had a positive and significant impact on service quality (SQ), with an Original Sample of 0.791, a T-statistic of 17.960, and a P-value of 0.000. This indicates that morale, cooperation, active and professional learning, as well as the utilization and maintenance of equipment, play a significant role in creating quality administrative services and optimizing the use of school facilities. In conclusion, SPL significantly influences SQ, suggesting that morale, cooperation, professional learning, leadership, and the use of facilities are crucial in improving administrative service quality and overall school effectiveness.
Collaborative Leadership Strategies to Prevent Crabs in A Barrel Syndrome in Early Childhood Education Institutions Mega Suteki; Retno Wuri Sulistyowati; Diah Harmawati; Wahyudin Wahyudin; Antonius Along
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v4i2.713

Abstract

The "Crabs in a Barrel Syndrome" (CBS), a behaviour characterised by undermining peers to maintain one’s own position, can hinder collaboration and innovation in Early Childhood Education (ECE) institutions. This study aims to examine how CBS manifests in the workplace culture of ECE teachers and to explore collaborative leadership strategies to mitigate such behaviours. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving 9 participants across three ECE centres in Merauke, Indonesia. Thematic analysis was conducted using Braun and Clarke’s six-step framework. The findings reveal that CBS manifests as fear of dominance, resistance to change, and avoidance of open collaboration. However, interventions such as weekly reflection forums, collective appreciation systems, and participatory leadership proved effective in fostering trust, enhancing team cohesion, and nurturing a more constructive work environment. This study concludes that organisational designs that promote psychological safety and transparent communication are essential in countering harmful competitive cultures. Theoretically, the research contributes to the understanding of micro-organisational dynamics in educational settings, while practically, it offers concrete recommendations for ECE administrators to cultivate inclusive and collaborative workplaces.
GASTOMER MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL PAPUA Retno Wuri Sulistyowati; Adi Sumarsono; Diah Harmawati; Mega Suteki; Ni Luh Putu Nita Yulianti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10186

Abstract

Buti Village, located on Arafura Street, Merauke Regency, South Papua Province, is home to Indigenous Papuans (OAP) from the Marind Tribe whose livelihoods are closely connected to traditional fishing activities. The village is endowed with local fishery resources, particularly gastor fish (Channa striata), which has the potential to be further developed into value-added products to support community-based economic activities. Strengthening the capacity of local communities through skills development and entrepreneurship support is therefore considered an important step in optimizing this local potential. This community service activity was designed to support community empowerment through entrepreneurship training and hands-on assistance in processing gastor fish into marketable products. The activities were carried out through several stages, including mapping local potential, technical training on fish processing, assistance in packaging and branding, and basic marketing guidance. The program resulted in the development of five gastor-based products marketed under the GASTOMER brand, including fish crackers, nuggets, shredded fish (abon), gastor chili sauce, and organic fertilizer derived from fish waste. Beyond product development, the program also contributed to improving practical skills, encouraging community participation in small-scale entrepreneurship, and supporting local economic initiatives based on available resources. Overall, the activity highlights the importance of community-based empowerment programs as a practical approach to strengthening local capacities and supporting sustainable economic development in Buti Village. ABSTRAK Kampung Buti di Jalan Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Marind dengan mata pencaharian utama di sektor perikanan. Kampung ini memiliki potensi sumber daya ikan gastor (Channa striata) yang cukup melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih memerlukan penguatan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, manajemen usaha, dan inovasi produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pengolahan ikan gastor menjadi produk UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, pelatihan produksi, pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta penguatan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan lima produk olahan ikan gastor dengan merek GASTOMER yaitu kerupuk, nugget, abon, sambal ikan gastor, dan pupuk organik berbahan limbah ikan yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat Kampung Buti.
MODEL AGROSCIENCE KIDS LAB SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN IPA DI WILAYAH 3T Retno Wuri Sulistyowati; Mega Suteki; Diah Harmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44583

Abstract

Science learning in 3T areas (underdeveloped, frontier, and outermost regions) continues to face various limitations, particularly in the availability of contextual teaching materials and practice-based learning approaches. This study aims to develop and describe the AgroScience Kids Lab model as an environmental-based innovation in science learning at the elementary school level. The research employed a qualitative approach with a case study design conducted at SD Inpres Tambat, Merauke. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis techniques. The findings reveal that the AgroScience Kids Lab model consists of four main components: (1) thematic educational gardens as living laboratories, (2) contextual science experiment media, (3) a mini seed bank, and (4) an Outdoor Science Corner. This model enhances student engagement, experiential understanding of scientific concepts, and awareness of food security and environmental sustainability. Furthermore, the model demonstrates strong potential as an innovative learning approach that is adaptable to resource-limited conditions in 3T regions.
Assessing the Impact of Sago-Themed Environmental Education on Students' Systems Thinking and Critical Thinking Competencies Abdul Rachman Tiro; Retno Wuri Sulistyowati; Jaharudin Jaharudin; Hafsemi Rapsanjani; Wa Ode Siti Hamsinah Day; Sitti Rahma Yunus
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol. 14 No. 2: APRIL 2026
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v14i2.1384

Abstract

Degradation of sago forest ecosystems in Papua poses a significant threat to regional environmental sustainability and food security. This study aims to evaluate the impact of sago themed environmental education on students’ thinking and critical thinking, which are studied as core dimensions of key competencies for sustainability (KCS). A quasi-experimental method with a one-group pretest-post test design was employed, involving students at Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Data was collected through competency tests validated using the Rasch Model and were analyzed to determine the N-gain scores. It was found that the implementation of sago themed environmental education significantly improved students' sustainability competencies. The results showed a mean N-gain of 0.67, with critical thinking skills achieving the highest improvement at 0.75. Students demonstrated an enhanced ability to analyze complex interconnections within the Sago ecosystem and evaluate revitalization solutions based on scientific data. This study concludes that integrating local wisdom with project-based learning effectively bridges theoretical knowledge and real-world environmental challenges. The program provides a strategic framework for developing the high-level thinking skills necessary to support the achievement of sustainable development goals