Claim Missing Document
Check
Articles

STRETCHING EXERCISE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI TAWANGSARI SUKOHARJO Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Agung Widiastuti; Fakhrudin Nasrul Sani; Mustain
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.099 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2063

Abstract

Latar belakang: Masalah Kesehatan pada lansia yang dialami sangat bervariasi.Keterbatasan lansia hingga tidak mampunya melakukan aktivitas fisik membuat lansia merasasakit. Masalah fisik yang sering dialami oleh lansia seperti gout arthritis yang ditandai dengangejala nyeri pada sendi disertai bengkak, peradangan pada area tersebut. Penyebab utama adalahtingginya kadar asam urat dalam darah, jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan komplikasiseperti kelainan bentuk tulang sampai komplikasi pada ginjal dan osteoporosis. Penatalaksanaanyang dapat diberikan untuk penderita Gout arthritis untuk mengurangi nyeri salah satunyaStretching exercise. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekomendasikanpraktik bagi perawat mengenai intervensi yang dapat diterapkan untuk mengontrol danmenurunkan nyeri pada penderita Gout arthritis. Metode: Desain penelitian menggunakan preeksperimental dengan 31 responden lansia dengan Teknik purposive sampling dan dianalisisdengan menggunakan Wilcoxon Matched Test. Hasil: implementasi stretching exercise yangdiberikan kepada responden mengalami penurunan, yang ditunjukkan melalui uji Analisa statisticdengan menggunakan Wilcoxon, dengan tingkat signifikan dengan nilai p value=0,000.Kesimpulan: stretching exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada lansia penderita goutarthritis
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : LITERATUR REVIEW Oktavia Nurcahyani; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Dwi Lestari Mukti Palupi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.569 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2064

Abstract

Latar belakang: Kejadian hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dideritadan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya.Komplikasi morbiditas dan mortalitas memiliki dampak yang besar pada kualitas dankelangsungan hidup pasien. Peningkatan tekanan darah tidak menunjukkan gejala atau dikenaldengan istilah silent killer. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi dannonfarmakologi. Ada alternatif nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderitahipertensi. Brisk walking exercise merupakan salah satu bentuk latihan aerobik, latihan inimerupakan bentuk latihan aktivitas sedang pada pasien hipertensi dengan menggunakan teknikjalan cepat. Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh briskwalking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode:Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan 8 artikel yang diperoleh dari tiga database,yaitu Google Scholar, PubMed dan Scient Direct untuk studi eksperimental yang diterbitkan dari2017 hingga 2022. Hasil: Dari 8 penelitian yang telah dilakukan review menemukan bahwa briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi jika dilakukan denganrutin tiga kali seminggu pada pagi hari, dengan durasi 30-45 menit, setidaknya selama tiga bulan(secara teratur).
SWEDIA MASSAGE SEBAGAIN UPAYA MENURUNKAN NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Sani, Fakhrudin Nasrul; Titisari, Rosida Ajeng; Safitri, Niken Ayu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2879

Abstract

Proses alami yang ditandai dengan adanya penurunan fisik pada lansia dengan timbulnya gejala nyeri akibat reumathoid arthritis. Swedia massage menjadi salah satu teknik massage yang dapat memanipulasi otot dan sendi Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh massage swedia terhadap nyeri penderita reumathoid arthritis. Penelitian ini menggunakan metode one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 28 orang. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat nyeri dengan sebelum dan sesudah dilakukan massage. Massage dilakukan dalam waktu 4 minggu, dalam seminggu 2 kali tindakan dengan total frekuensi 8 tindakan dengan durasi 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan 28 responden mengalami penurunan tingkat nyeri yang dibuktikan uji statistic dengan hasil p 0.001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa massage swedia mempengaruhi penurunana nyeri penderita reumathoid arthritis pada kelompok lansia posyandu binaan kelurahan Serengan Surakarta.
ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP SKALA NYERI LANSIA OSTEOARTHRITIS PANTI WREDA ASIH Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Kristina, Sela Meri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3908

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degenerative yang banyak dijupai sebagai akibat dari kerusakan tulang rawan articular secara progresif dan penurunan cairan synovial yang melumasi persendia yang dimanifestaikan dengan sensai nyeri dan kekakuan pada persendian sehingga dapat mengganngu aktivitas sehari-hari bagi penderita yang mengalaminya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, maka perlu diberikan Isometric Exercise yang dapat meningkatkan kerja otot sekitar sendi lutut sehingga melancarkan aliran darah yang akan meningkatkan metabolism dan meningkatkan hormon endorphin yang dapat menurunkan sensasi nyeri. tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai jurnal terkait pengaruh Isometric Exercise terhadap skala nyeri penderita osteoarthritis. metode penelitian quasi experiment dengan rancangan one grup pretest- posttest design. Populais penelitian ini lansia yang menderita osteoarthritis di Panti Werda Asih Surakarta dengan jumlah sebanyak 27 responden. Instrument untuk menilai skala nyeri pasien menggunakan VAS (Visual Analogeu Scale) dan goniometer untuk mengukur rentang gerak sendi lutut. Hasil penelitian menunjukkan uji paired test p value 0.003 sehingga ada pengaruh Isometric Exercise terhadap perbaikan nyeri.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA KELURAHAN SERENGAN : COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS THROUGH EARLY DETECTION AND CONTROL OF DEGENERATIF DISEASES IN THE ELDERLY SERENGAN SURAKARTA VILLAGE Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Wiwi Kustio Priliana; Dwi lestari Mukti Palupi; Fakhrudin Nasrul Sani; Agung Widyastuti; Annisa Yuli Kartikasari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.155

Abstract

Abstrak   Meningkatnya penyakit degeneratif secara signifikan menambah beban masyarakat dan pemerintah, komplikasi yang terjadi seperti kelumpuhan sehingga menyebabkan tidak produktif dan ketergantungan secara penuh juga penanganannya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Penyakit degeneratif dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resiko melalui deteksi dini dalam menurunkan angka kejadian penyakit degeneraif dimasyarakat, maka perlu upaya pemahamam yang sama terhadap peran dan dukungan manajemen penyakit degeneratif. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna melakukan deteksi dini dan tindak lanjut dalam upaya mengurangi faktor resiko meningkatnya penderita penyakit degeneratif. Metode program pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi pemeriksaan Tekanan Darah, pengukuran Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan edukasi perilaku gaya hidup sehat melalui kegiatan posyandu lansia sebanyak 47 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di posyandu Keluarga Cemara Serengan pada 29 Oktober 2022 hingga 25 Januari 2023. Hasil yang diperoleh lansia yang mengalami Tekanan Darah Tinggi 85%, lansia dengan hasil pemeriksan Gula Darah diatas normal 79%, lansia dengan Asam Urat 53%, dan lansia dengan kolesterol tinggi 64%. Kata kunci : deteksi dini, edukasi, degeneratif Abstract   The increase in degeneratif diseases significantly adds to the burden on society and the government, complications that occur such as paralysis that causes unproductive and full dependence also treatment takes a long time and costs a lot. Degeneratif diseases can be prevented by controlling risk factors through early detection in reducing the incidence of degeneratif diseases in the community, so it is necessary to have the same understanding of the role and support for the management of degeneratif diseases. The purpose of implementing community service activities is to carry out early detection and early follow-up of risk factors for increasing sufferers of degeneratif diseases. The program method of implementing community service includes checking blood pressure, measuring blood sugar, cholesterol, gout and education on healthy lifestyle behaviors through elderly posyandu activities held at the Serengan Cypress Family Posyandu from 29 October 2022 to 25 January 2023 Keywords : early detection, education, degeneratif
UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN LANSIA REUMATIK ARTHIRITIS DENGAN TERAPI RENDAM KAKI JAHE (DAMKIHE) DI POSYANDU MENUR X KELURAHAN MAKAM HAJI : EFFORTS TO IMPROVE THE INDEPENDENCE OF ELDERLY ARTHRITIS AND ARTHRITIS WITH GINGER FOOT SOAT THERAPY (DAMKIHE) IN POSYANDU MENUR X KELAHAN MAKAM Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Nur Hikmah; Niken Ayu Safitri; Rosida Ajeng Titisari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.172

Abstract

Abstrak   Reumathoid Arthritis harus mendapatkan penanganan yang serius karena kondisi nyeri pada penderitanya menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanan yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya menurunkan keluhan nyeri yang dirasakan dengan konsumsi obat warung, jika keluhan dirasa berkurang maka konsumsi dihentikan. Pengobatan yang kurang tepat menunjukkan kurang efisiensinya terapi, menyebabkan efek samping yang besar dan biaya yang cenderung mahal. Manajemen Reumathoid Arthritis dengan terapi modalitas sangat diperlukan dalam upaya mengurangi nyeri. Masyarakat belum banyak mengetahui penyakit dan bagaimana penanganan Reumathoid Arthritis, disamping itu terapi Rendam Kaki Jahe juga belum diketahui baik fungsi dan cara pemberian sebagai terapi menurunkan nyeri akibat Reumathoid Arthritis. Pengabdaian Kepada Masyarakat dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan Masyarakat khususnya kelompok lansia mengenai penyakit dan manajemen penyakit juga memandirikan lansia untuk mengatasi nyeri dengan Rendam Kaki Jahe. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di Posyandu Menur X Kelurahan Makam Haji, Sukoharjo. Kata kunci : Reumathoid Arthritis, Nyeri, Rendam Kaki Jahe Abstract  Rheumatoid Arthritis must receive serious treatment because the pain in sufferers causes interference with daily activities. Management carried out by the community in an effort to reduce complaints of pain felt by consuming shop medicines, if complaints are felt to decrease then consumption is stopped. Inappropriate treatment shows a lack of therapeutic efficiency, causes major side effects and tends to be expensive. Management of Rheumatoid Arthritis with therapeutic modalities is very necessary in an effort to reduce pain. The public does not know much about the disease and how to treat Rheumatoid Arthritis, besides that the Ginger Foot Soak therapy is also not known about its function and method of administration as a therapy to reduce pain due to Rheumatoid Arthritis. Community service is carried out with the aim of increasing community knowledge, especially the elderly group, regarding disease and disease management as well as empowering the elderly to overcome pain with ginger foot soaks. Implementation of Community Service activities was carried out at Posyandu Menur X, Makam Haji Village, Sukoharjo.  Keywords : Rheumatoid Arthritis, Pain, Ginger Foot Soak
The Effect of Progressive Muscle Relaxation on the Value of Ankle Brachial Index and Foot Sensitivity in Patients with Diabetes Mellitus Widiastuti, Agung; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2663

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a global health threat due to many other health risks such as kidney failure, heart disease, stroke and even serious injuries that can cause complications. One of the complications is peripheral neuropathy nerve damage that causes diabetic ulcers so that there is a risk of decreased foot sensitivity and changes in ankle brachial index values in diabetics. Progressive muscle relaxation technique is one of the actions that can affect the hypothalamus to regulate and reduce the activity of the sympathetic nervous system to provide direction by moving the feet slowly and regularly. Objective: to determine the effect of progressive relaxation techniques on the value of ankle brachial index and foot sensitivity in patients with diabetes mellitus. Methods: This study used quasi experiment method with pre test and post test design approach with control group. The population of DM patients was 120 respondents, then the sample was taken using non-probability sampling and based on inclusion and exclusion criteria. Sampling using total sampling with the number of respondents 15 intervention groups and 15 control groups. Analysis using the t-test. Results: The results of the study on the ABI value obtained a p-value of 0.02 in the intervention group and a p-value of 0.414 in the control group while the foot sensitivity value obtained a p-value of 0.01 in the intervention group and 0.07 in the control group. Conclusion: This shows that there is an increase in ABI values and foot sensitivity in patients with diabetes mellitus. The progressive relaxation technique can be used as an intervention to prevent diabetic foot ulcers.
The Effect of Diabetes Mellitus Exercises and Neuromuscular Taping (NMT) on Ankle Brachial Index (ABI) in Type 2 Dm Patients Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Widiastuti, Agung
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2752

Abstract

Diabetes mellitus is caused by metabolic disorders characterized by increased blood glucose levels due to insulin secretion. Complications of peripheral arterial DM cause decreased blood flow to the lower extremities, marked by a decrease in ABI. Non-pharmacological therapy requires diabetes exercises and NMT to prevent injury to the feet due to changes in peripheral blood circulation. Objective: research to determine the effect of diabetic foot exercises and NMT on ABI in Type 2 DM patients. Method: Quantitative design, quasi-experimental method, pre-test post-test control group design, sampling technique using purposive sampling. Observations assessed the ABI score before the diabetes exercise intervention in intervention 1 and intervention 2 NMT, and group 3 control. Results: Data analysis using paired tests on ABI in 3 groups showed that in group I the foot exercise intervention resulted in p. 0.001 means there is a change in results before and after the intervention. Likewise, in group II of the NMT intervention, the result was p 0.001, there was a change in results before and after the intervention. Conclusion: Research proves that diabetes foot exercise and NMT interventions can improve ABI values in Type 2 DM patients.
Pengaruh Swedia Massage terhadap Tekanan Darah dan Nadi pada Penderita Hipertensi Maulina, Nadila Eka; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Mursudarinah, Mursudarinah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3759

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit kronis dengan kasus tertinggi didunia yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah pada arteri, keadaan ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Terapi Swedia Massage merupakan salah satu terapi komplementer yang dipercaya mampu memberikan respon relaksasi, selain itu juga mampu menurunkan tekanan darah dan nadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh swedia massage terhadap tekanan darah dan nadi pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pre-test post-test without control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000(p<0,05), dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian Swedia Massage terhadap penurunan tekanan darah systole dan diastole. Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,003 (p<0,05), dari hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian Swedia Massage terhadap penurunan nadi.
Hubungan Peran Orang Tua dalam Personal Hygiene Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah Mufarrohah, Mufarrohah; Witriyani, Witriyani; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3780

Abstract

Kesehatan gigi atau yang lebih dikenal sebagai kesehatan mulut merupakan bebasnya bagian gigi dan mulut dari rasa sakit ataupun penyakit yang mengakibatkan tidak berfungsi secara normal. Penyakit yang terjadi pada gigi dan mulut banyak diderita oleh manusia salah satunya yaitu penyakit karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Peran Orang Tua dalam Personal Hygiene Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Desa Ngabeyan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua dan anak usia prasekolah dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 55 orang. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang berperan kurang dengan frekuensi 56% dan anak yang mengalami karies gigi dengan frekuensi 69% dimana nilai p=0,044 ; p=0,05. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa ada Hubungan Peran Orang Tua dalam Personal Hygiene Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Desa Ngabeyan. Para orang tua diharapkan dapat lebih memperhatikan dan menjaga personal hygiene gigi dan mulut pada anaknya sehingga angka kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah dapat berkurang.