Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan dan Perawatan Hipertensi Melalui Terapi Foot Refleksiologi (TEFOGI) Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Widiastuti, Agung
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4932

Abstract

Masalah kesehatan Masyarakat khususnya yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular sampai saat ini masih menjadi perhatian bagi pemerintah. Penyakit hipertensi menjadi salah satu kasus yang banyak terjadi di Masyarakat dan dapat menyebabkan komplikasi jika tidak dikontrol dengan baik, juga beresiko terhadap kerusakan organ hingga terjadi kematian. Pentingnya perhatian dan penanganan secara komprehensif pada penderita hipertensi dalam upaya mengontrol tekanan darah meliputi terapi konvensional dan terapi non konvensional. Pengabdian kepada Masyarakat merupakan Langkah preventif dan kuratif melalui penyuluhan yang diberikan kepada Masyarakat kelompok lansia dengan hipertensi di Posyandu Aster I Munyung 2 Kewarasan yang diikuti 53 lansia. Metode pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat meliputi penyuluhan, diskusi dan demonstrasi teknik Foot Reflexology. Hasil pengabdian kepada Masyarakat dibuktikan terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai penatalaksanaan dan pencegahan penyakit hipertensi juga kemampuan dalam melakukan teknik Foot Reflexology pada kategori pengetahuan Tingkat tinggi dari 11.32% menjadi 52%.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA: STUDI LITERATUR: THE ASSOCIATION OF STRESS LEVEL AND DIET WITH DYSPEPSIA INCIDENCE: A LITERATURE REVIEW Palupi, Dwi Lestari Mukti; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Widiastuti, Agung
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i1.140

Abstract

Dispepsia merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi dan dapat berpengaruh negatif pada kualitas hidup seseorang. Faktor yang dapat menyebabkan dispepsia termasuk tingkat stres dan kebiasaan makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi literasi mengenai keterkaitan antara tingkat stres dan pola makan dengan frekuensi dispepsia berdasarkan tiga artikel yang telah dipilih. Metodologi penelitian dalam kajian literatur ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis informasi dari ketiga jurnal yang relevan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan kasus dispepsia fungsional, sementara ketidakaturan dalam pola makan juga menambah kemungkinan terjadinya dispepsia. Dengan demikian, pengelolaan stres serta penerapan pola makan yang seimbang sangat penting dalam mencegah terjadinya dispepsia. ABSTRACTDyspepsia is a common digestive problem that can negatively affect a person's quality of life. Factors that can cause dyspepsia include stress levels and irregular eating habits. This study aims to explore the literature on the relationship between stress levels and diet with dyspepsia frequency based on three selected articles. The research methodology in this literature review used a descriptive approach with information analysis from the three relevant journals. The findings of this study show that high stress levels have a significant association with increased cases of functional dyspepsia, while irregularity in diet also increases the likelihood of dyspepsia. Thus, stress management as well as the adoption of a balanced diet are crucial in preventing dyspepsia.
SENAM QIGONG SEBAGAI IMPLEMENTASI DALAM MEMPERBAIKI TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DESA KWARASAN GROGOL SUKOHARJO Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Risnawati, Hani; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Isnan, Tifana Elinda; Wulan, Agus Lina
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/tx3cpq37

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengelolaan tekanan darah tidak hanya mengandalkan farmakoterapi, namun juga memerlukan pendekatan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis yang mulai banyak dikembangkan adalah latihan fisik seperti senam Qigong yang menggabungkan pernapasan, gerakan tubuh, dan meditasi, sehingga mampu meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam Qigong sebagai implementasi dalam memperbaiki tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test and post-test without control group. Sampel terdiri dari 30 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan selama 12 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit per sesi. Data tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi senam Qigong, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa latihan ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. senam Qigong efektif digunakan sebagai metode implementasi non-farmakologis dalam memperbaiki tekanan darah pada pasien hipertensi. Latihan ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program pengelolaan hipertensi di fasilitas layanan kesehatan maupun komunitas.
Pemanfaatan Kompres Jahe dalam Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Rematik Widiastuti, Agung; Sani, Fakhrudin Nasrul; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Palupi, Dwi Lestari Mukti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6794

Abstract

Rematik merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dikendalikan dengan cara memberikan intervensi yang tepat. Rematik masih menjadi masalah kesehatan bagi lansia. Penderita reumatik mempunyai kualitas hidup yang baik apabila mau mengontrol dan patuh mengatur kesehatannya. Intervensi kompres jahe dianjurkan untuk menangani reumatik. Jahe dikenal memiliki zat yang dapat menghambat pembentukan prostalglandin sebagai mediator nyeri dan memberikan efek hangat yaitu gingerol. Jahe memiliki zat seperti shagol, gingerol dan oleserin. Oleserin mempunyai efek anti peradangan dan mengandung minyak serta air yang susah menguap sehingga dapat dimanfaatkan sebagai enhancer yang bermanfaat untuk meningkatkan permeabilitas oleserin sehingga dapat melewati kulit tanpa mengiritasi bagian kulit atau perifer. Pengabdian ini bertujuan sebagai peningkatan kesehatan khususnya bagi lansia yang menderita reumatik. Diharapkan intensitas nyeri berkurang. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan di Di Posyandu Aster VI Grogol Sukoharjo pada bulan Januari 2025 dengan metode demonstrasi atau praktik kompres jahe. Hasil pada pengabdian ini didapatkan perubahan intensitas nyeri dari skala sedang dan berat menjadi skala ringan setelah dilakukan intervensi kompres jahe. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jahe dapat memberikan efek enhancer sebagai penurunan intensitas nyeri.
PENERAPAN BREAST CARE PADA IBU POST PARTUM TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN MENYUSUI DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Dewi, Febrianti Shinta; Witriyani, Witriyani; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47880

Abstract

Banyak ibu yang melahirkan tidak mengetahui manfaat ASI. Adapun manfaat ASI bagi bayi secara umum antara lain sebagai nutrisi, meningkatkan kecerdasan, meningkatkan jalinan kasih sayang, meningkatkan daya tahan tubuh. Ibu menyusui seringkali mengalami masalah seperti kurangnya produksi ASI, ketidaknyamanan saat menyusui dan bahkan cidera pada puting susu seperti putting masuk kedalam, retak dan nyeri. Salah satu upaya yang dapat diberikan adalah perawatan payudara atau breast care suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa kehamilan dan menyusui untuk memperlancar pengeluaran ASI. Tujuannya untuk mengetahui penerapan breast care pada ibu post partum terhadap ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan dan evaluasi. Hasil intervensi breast care menggunakan kuesioner mendapatkan skor akhir 8 dengan kategori banyak sedangkan pengeluaran ASI setelah dilakukan breast care pada hari pertama Ny. A mengeluarkan 70 ml dan Ny. F menegluarkan 100 ml, pada hari kedua Ny. A mengeluarkan 90 ml dan Ny. F mengeluarkan 150 ml, dan pada hari ketiga Ny. A mengeliarkan 130 ml dan Ny. F menegluarkan 170 ml. Kesimpulannya adalah pemberian breast care terbukti efektif untuk mengatasi masalah ketidakefektifan menyusui di RSUD dr Soediran Mnangun Sumarso Wonogiri. Perbedaan hasil pada kedua klien dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu stres, asupan makanan dan putting yang tidak menonjol.
DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN GAGAL GINJAL: LITERATURE RIVIEW Agung Widiastuti; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Fitria Eka Resti Wijayanti; Paulina de Jesus pereira; Fina Putri Ansari
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.964 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1235

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal menjadi masalah yang sangat besar di dunia, karena sangat membutuhkan biaya perawatan yang mahal. Mendidik pasien gagal ginjal kronik dengan diet rendah garam sangat penting untuk mencapai kontrol blood pressure sambil mempertahankan rejimen pengobatan. Tanpa adanya pembatasan asupan garam, akan mengakibatkan peningkatan cairan sehingga menyebabkan edema. Melihat fenomena tersebut dibutuhkan penanganan salah satunya adalah penerapan diet rendah garam pada pasien gagal ginjal kronik untuk mengurangi resiko sehingga tidak memperburuk keadaan. Metode: Mencari data base sumber pustaka yang relevan dengan menggunakan mesin pencari Ebsco, Pubmed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan menggunakan Kata Kunci: Low Salt Diet AND Dietary Sodium AND Chronic Kidney Disease dari hasil pencarian yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak enam artikel dimana artikel diambil dengan menggunakan analisis PICO dan dipilih yang menggunakan metode penelitian Randomized Controlled Trial (RCT). Hasil: Pemberian diet rendah garam dapat bermanfaat sebagai kontrol tekanan darah dan bisa merubah tingkat eksresi natrium dan kontrol tekanan darah. Jumlah aturan garam dalam sehari maksimal sampai 2000 mg/hari. Kesimpulan: Pemberian diet rendah garam dapat dijadikan intervensi pada pasien gagal ginjal sehingga bisa bermanfaat untuk kontrol tekanan darah dan eksresi natrium urine.Kata Kunci :Diet Rendah Garam, Diet Sodium, Gagal Ginjal Kronis
KOMBINASI SENAM LANSIA DAN AROMATERAPI LEMON BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Fakhrudin Nasrul Sani; Mursudarinah; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Annisa Cindy Nurul Afni; Diva Agustinaningrum; Noor Sari Aditiya
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.23 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1269

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang muncul oleh karena interaksi berbagai faktor. Peningkatan umur dapat menyebabkan beberapa perubahan fisiologis, pada lanjut usia terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Penatalaksanaan hipertensi bertumpu pada pilar pengobatan standar dan merubah gaya hidup yang meliputi mengatur pola makan, mengatur koping stress, mengatur pola aktivitas, menghindari alkohol, dan rokok. Salah satunya terapi non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan senam lansia dan aromaterapi lemon. Tujuan: pengaruh kombinasi senam lansia dan aromaterapi lemon terhadap penurunan tekanan darah pada penyakit hipertensi. Metode: Rancangan dalam penelitian ini quasi experiment dengan menggunakan pre and post test without control grou pdesign. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Analisa data ini menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat kesalahan 0,005. Hasil: Hasil uji wilcoxon signed rank test pre test dan post test tekanan darah sistol didapatkan nilai signifikansi (p-value) 0,000 < 0,05 sehingga keputusan uji Ho ditolak. Kemudian pada diastol pre test dan post test didapatkan nilai signifikansi (p-value) 0,000 < 0,05, sehingga keputusan uji Ho ditolak. Kesimpulan: pemberian kombinasi senam lansia dan aromaterapi lemon dapat menurunkan tekanan darah pada lansia.Kata Kunci : hipertensi, lansia, pemberian kombinasi senam lansia dan aromaterapi lemon.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP PASIEN HIPERTENSI INTRADIALISIS Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Agung Widiastuti; Aisyah Nur Azizah; Diva Fitri Handayani; Dika Pratama
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.176 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1271

Abstract

Latar belakang: terapi hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang banyak dilakukan dan jumlahnya dari tahun ketahun semakin meningkat. Hemodialisis terbukti efektif sehingga mampu memperpanjang umur pasien. Meskipun terapi hemodialisis aman dan bermanfaat bagi pasien, namun bukan berarti tanpa efek samping, Komplikasi intradialisis salah satunya adalah hipertensi intradialisis. Komplikasi ini menimbulkan masalah yang komleks seperti tekanan darah yang tinggi, mampu mempengaruhi kualitas hidup pasien bahkan menimbulkan kematian. Guna meningkatkan kualitas hidup dan menstabilkan nilai tekanan darah, perawat perlu terlibat dalam penyampaian informasi melalui metode self efficacy. Tujuan:membahas tentang pengaruh self efficacy terhadap pasien hipertensi intradialisis. Metode: Studi literature yang diperoleh dari database yaitu PUBMED, GARUDA, Google Scholar, dan Artikel dari Media Massa. Kesimpulan: Hipertensi intradialisis dipengaruhi oleh karakteristik usia jenis kelamin, IDWG lebih dari normal, lama hemodialisa, jumlah obat atihipertensi yang dikonsumsi. Tingkatan self efficacy tinggi dan self efficacy rendah. Semakin tinggi self efficacy pada diri pasien maka akan meningkatkan kualitas hidup yang baik pada pasien, disamping itu pasien patuh terhadap terapi baik terapi farmakologi dan terapi nonfarmakologiKata Kunci : Self Efficacy, Hipertensi, Intradialisis
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Siti Nur Indah; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Fakhrudin Nasrul Sani; Fina Putri Ansari; Riko Bayu Satria Putra
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.896 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1274

Abstract

Latar belakang: Salah satu gangguan penyakit sendi yang banyak dialami oleh kalangan masyarakat adalah arthitis gout. Arthitis gout terjadi pada sekitar sendi yang membentuk monosodium urate dapat mengakibatkan kerusakan lokal pada persendian sehingga menimbulkan nyeri. Kompres hangat menimbulkan efek vasodilatasi pembuluh darah dan peningkatan aliran sehingga kemungkinan dapat menurunkan nyeri dengan mempercepat penyembuhan. Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh kompres air hangat terhadap penurunana nyeri pada penderita gout artritis. Metode: Metode penelitian ini adalah studi literatur. Studi ini diperoleh dari 3 database yaitu E-resources perpustakaan nasional, Google Scholar, dan Artikel dari Media Massa dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: berdasarkan beberapa artikel penelitian yang telah diterbitkan menggambarkan bahwa kompres hanta terbukti mampu menurunkan nyeri pada pasien gout artritis. Kesimpulan: Dengan dilakukan terapi kompres air hangat respon fisiologi tubuh akan meningkatkan aliran darah keseluruh tubuh terutama pada lokasi nyeri sehingga tingkat nyeri berkurang, disamping itu selain mudah juga tidak memerlukan biaya mahal.Kata Kunci : Kompres hangat, nyeri, gout arthritis
EFEKTIFITAS TERAPI MINDFULNESS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Agung Widiastuti; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Devina Ayuningtyas; Jasita Salma Dellila
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.905 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2060

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi setiap tahunnya mengalami peningkatan, penangananhipertensi selain dengan farmakologi bisa dilakukan dengan non farmakologi salah satunyaadalah dengan terapi mindfulness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapimindfulness terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode:Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design.Pengumpulan data dilakukan di Kelurahan Begajah Sukoharjo. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh lansia dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengantotal sampling. Analisis data menggunakan uji T sampel berpasangan. Nilai P dua sisi <0,05dianggap signifikan secara statistik. Semua data dianalisis menggunakan program SPSS 20.0.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar lansia mengalamihipertensi sedang (54,0%), hasil setelah intervensi kurang dari separuh lansia mengalamihipertensi ringan (47,0%). Ada pengaruh meditasi mindfulness terhadap penurunan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi (p<0,05). Kesimpulan: Analisis ini mengkonfirmasi efekmindfulness untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Berdasarkanhasil penelitian ini disarankan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentangterapi nonfarmakologis yang mudah dilakukan oleh lansia agar dapat mengetahui pencegahandan mengurangi penyakit yang diderita serta memeriksakan penyakit dari pelayanan kesehatanterdekat.