Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF EARLY MOBILIZATION EXERCISE ON THE LEVEL OF INDEPENDENCE ON PATIENTS AFTER POST OPERATIVE FRACTURE FEMUR Widiastuti, Agung; Rahmasari, Ikrima; Budiati, Dhiani; Ermawati Ulkhasanah, Muzaroah; Yuli Kartikasari, Annisa
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2023: Proceeding of the 4th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v4i1.3408

Abstract

Background; Patients with postoperative femur fractures will experience limited motion in their knee function, weakness, immobility and disability as a result of limitations in caring for themselves and carrying out daily activities. This study is to determine the effect of early mobilization education on the level of independence in postoperative patients with femur fracture. Research methods; The study used a quasi-experimental design with pre and post control group design, with 36 respondents (18 experimental groups, 18 controls). Data collection using questionnaires and observation. The independent variable is early mobilization education, while the dependent variable is the level of independence. The sampling technique used consecutive sampling. The population in this study were patients with postoperative at Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Data analysis using independent t-test and paired t-test. Research results; There is a significant difference in the level of independence in patients before and after being given early mobilization exercises of intervention group. The results of the independent t-test on the level of independence obtained p value (0.0001) <0.05, there is a significant difference in the level of independence in patients in the control group and intervention group. Conclusion; There is an increase in independence in patients after early mobilization education, and there is a difference in the level of independence in the control group and the intervention group.
MASSAGE EFFLURAGE PENGARUH MASSAGE EFFLURAGE TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK CITRA MEDIKA SRAGEN: PENGARUH MASSAGE EFFLURAGE TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK CITRA MEDIKA SRAGEN Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Rosida, Umi; Prakoso, Adi Buyu
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.248

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a medical term for pain during menstruation. Pain is a sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage that is felt when the damage is actually occurring. A non-pharmacological way to relieve pain is to use a safe massage efflurage technique. This study aims to compare the pain scores of female students who experience dysmenorrhea before and after undergoing therapy. Methods: This study used an experimental methodology and a one group pretest-posttest design with a pre-experimental design. The Numeric Rating Scale (NRS) is the instrument used. For two consecutive days the sample received massage efflurage therapy for 15 minutes. Results: The average pain before the effleuragee massage was moderate, after the effleuragee massage the pain was reduced and became a moderate scale. Conclusion: According to research findings, massage efflurage therapy helps young women at SMK Citra Medika Sragen to reduce pain due to dysmenorrhea.
Edukasi implementasi manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor Susanto, Bela Novita Amaris; Susanto, Nindita Clourisa Amaris; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22474

Abstract

Abstrak Kompres hangat atau hidroterapi bisa menjadi salah satu pengobatan komplementer untuk penurunan nyeri asam urat. Pemanfaatan bahan herbal seperti daun kelor dapat digunakan untuk kompres hangat pada bagian yang terasa nyeri. Daun kelor dipercaya dapat menurunkan nyeri asam urat karena mengandung flavonoid dan pterigospermin. Masyarakat Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri, tidak menyadari jika kadar asam urat tinggi dan baru menyadari ketika sudah terasa nyeri. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor. Dengan adanya pengetahuan tentang penatalaksaan nyeri dengan kompres hangat daun kelor, diharapkan masyarakat yang menderita nyeri akibat asam urat akan semakin paham sehingga dapat bersedia untuk melakukan secara rutin dan mandiri tindakan kompres hangat daun kelor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang ibu-ibu Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik yaitu mengalami peningkatan sebesar 66,6% dan 93% peserta dapat mendemonstrasikan ulang cara kompres hangat daun kelor secara benar. Kompres hangat daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam penatalaksanaan nyeri akibat kadar asam urat tinggi. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pad acara kompres hangat daun kelor, peserta dapat menerapkan pada diri sendiri sehingga nyeri yang dialami dapat berkurang. Kata kunci: asam urat; daun kelor; kompres hangat; nyeri; penyuluhan Abstract Warm compresses or hydrotherapy can be a complementary treatment for reducing gout pain. Utilizing herbal ingredients such as Moringa leaves can be used as a warm compress on the painful area. Moringa leaves are believed to reduce gout pain because they contain flavonoids and pterygospermin. The people of Badran Village, RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency, are not aware that their uric acid levels are high and only realize it when they feel pain. The aim of this activity is to increase people's knowledge and skills regarding pain management in gout sufferers through warm compresses of Moringa leaves. With knowledge about managing pain with warm Moringa leaf compresses, it is hoped that people who suffer from pain due to gout will understand more so that they will be willing to carry out warm Moringa leaf compresses regularly and independently. The activity was held on March 8-9 2024 with 30 participants, women from Badran Village RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, showed an increase in the number of participants in the good knowledge category, namely an increase of 66.6% and 93% of participants were able to demonstrate again how to properly compress Moringa leaves. Warm compresses from Moringa leaves can be used as companion therapy in managing pain due to high uric acid levels. It is hoped that there will be an increase in knowledge at the Moringa leaf warm compress event, participants will be able to apply it to themselves so that the pain they experience can be reduced. Keywords: counseling; gout; moringa leaves; painful; warm compre
Optimalisasi Manajemen Tekanan Darah Melalui Senam Qigong Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Hipertensi Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Widya Francisca; Nur Anita Kurnia Dewi; Brian Adi Kurniawan
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2ypvqj39

Abstract

Masalah kesehatan pada Masyarakat yang sering terjadi salah satunya hipertensi dan mempunyai resiko terhadap komplikasi seperti jantung, stroke dan gagal ginjal. Permasalahan yang sering dijumpai yakni rendahnya pengetahuan mengenai manajmen hipertensi baik terapi pengobatan maupun aktivitas fisik terstruktur. Pengabdian kepada Masyarakat melalui edukasi dan demontrasi senam qigong menjadi upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengoptimalkan pengedalian tekanan darah. Metode menggunakan pendidikak kesehatan mengenai hipertensi dan penatalaksanaanya, demonstrasi senam qigong, serta evaluasi tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta disertai dengan penurunana tekanan darah setelah pelaksanaan senam qigong secara rutin. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat terbukti bermanfaat dalam mendukung manajemen tekanan darah, berpotensi menjadi strategu pencegahan komplikasi penyakit hipertensi.
Implementasi Behavioral nudge melalui Stiker Kalender Dinding oleh Kader untuk Meningkatkan Kepatuhan Obat Hipertensi Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Irba Tartila Amtiyaz; Wiwi Kustio Priliana; Bela Novita Amaris Susanto
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4bjfpy47

Abstract

Rendahnya kepatuhan minum obat merupakan hambatan utama pengendalian hipertensi di komunitas. Pendekatan psikologi perilaku melalui behavioral nudge menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan konsistensi perilaku sehat pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kepatuhan minum obat dan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi melalui media stiker kalender dinding oleh kader kesehatan di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Intervensi berupa edukasi kesehatan dan pemanfaatan stiker kalender dinding yang ditempelkan mandiri oleh pasien setiap kali selesai meminum obat, dengan monitoring berkala oleh kader. Penerapan stiker kalender dinding disertai pendampingan aktif kader terbukti secara signifikan meningkatkan kepatuhan minum obat harian pasien dan meminimalkan faktor kelupaan. Peningkatan komitmen terapi ini berkorelasi langsung terhadap penurunan dan stabilitas tekanan darah sistolik serta diastolik pasien secara nyata. Sinergi antara pengingat visual domestik (behavioral nudge) dan akuntabilitas sosial dari kader efektif meningkatkan kepatuhan terapi jangka panjang serta mengoptimalkan kontrol tekanan darah penderita hipertensi di komunitas.
Co-Authors Ady Irawan Ady Irawan Agostinha Morais Assis Belo Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widyastuti Amik Muladi Anggie Pradana Putri Anisa Yuli Kartikasari Annisa Cindy Nurul Afni Annisa Yuli Kartikasari Azizah, Aisyah Nur Bela Novita Amaris Susanto Brian Adi Kurniawan Budiati, Dhiani Devina Ayuningtyas Dewi, Febrianti Shinta Dika Pratama Diva Agustinaningrum Diva Fitri Handayani Dwi Lestari Mukti Palupi Endrat Kartiko Utomo Eric Santosa Fakhrudin Nasrul Sani Fina Putri Ansari Fitria Eka Resti Wijayanti Irba Tartila Amtiyaz Isnan, Tifana Elinda Jasita Salma Dellila Kristina, Sela Meri Lestari, Tita Marni Marni , Marni Marni Marni, Marni Maulina, Nadila Eka Mita Agustina Mufarohah Mufarrohah, Mufarrohah Muhammad Syaiful Anam Mursudarinah Mursudarinah Mursudarinah Mustain Niken Ayu Safitri Niya Nurmawati Noor Sari Aditiya Nur Anita Kurnia Dewi Nur Azma Amin Nur Hikmah Oktavia Nurcahyani Paulina de Jesus pereira Prakoso, Adi Buyu Pratama, Dika Priliana, Wiwi Kustio Rahmasari, Ikrima Riko Bayu Satria Putra Risnawati, Hani Rosida Ajeng Titisari Rosida, Umi Rr. Sri Endang Pujiastuti Rr. Sri Endang Pujiastuti Safitri, Niken Ayu Saputro, Sutiyo Dani Siti Nur Indah Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Sumardino Sumardino Susanto, Bela Novita Amaris Susanto, Nindita Clourisa Amaris Titisari, Rosida Ajeng Tsuluts Taufiq Hidayat Widiastuti, Agung Widya Francisca Witriyani, Witriyani Wiwi Kustio Priliana Wiwi Kustio Priliana Wulan, Agus Lina Yuli Kartikasari, Annisa Yulia Susanti