Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KARAKTER KEBHINEKAAN GLOBAL PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 7 GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO Yuli Adhani; Rasid Yunus; Umar Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20390

Abstract

Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah; (1) Terbentuknya karakter kebhinekaan global pada peserta didik yakni kemampuan peserta didik untuk mengenal dan menghargai, membangun komunikasi antar budaya, memiliki rasa refleksi dan tanggung jawab; (2) Terbentuknya karakter peserta didik yang unggul, menghargai proses sebagai peserta didik, mencintai sesama dan menghargai dan menghormati guru, cinta tanah air, nasionalism dan patriotik 3) Dapat mengidentifikasi dan memetakan masalah-masalah global sehingga peserta didik dapat menawarkan solusi sesuai dengan karakteristik masalah yang dihadapi. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian ini adalah dalam bentuk penyuluhan untuk menanamkan karakter kebhinekaan global pada peserta didik di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah : (1) Meningkatnya pemahaman peserta didik SMA Negeri 7 Gorontalo Utara tentang karakter kebhinekaan; (2) Meningkatnya kesadaran peserta didik SMA Negeri 7 Gorontalo Utara tentang pentingnya perilaku terpuji guna keberlangsungan aktivitas hidup di masa yang akan datang demi pembangunan manusia di Kabupaten Gorontalo Utara dan Provinsi Gorontalo. Kesimpulan dari pengabdian ini ialah penguatan karakter kebhinekaan global pada peserta didik di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara sangatlah penting terutama membangun perilaku kebangsaan di tengah masyarakat yang plural baik secara nasional maupun global.
PEMBERDAYAAN NELAYAN BERBASIS LEMBAGA MEDIATOR KONTROL DALAM UPAYA PENCEGAHAN ILLEGAL FISHING Rauf A. Hatu; Rasid Yunus; Nopiana Mozin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4021

Abstract

Meningkatnya eksploitasi hasil perikanan di Indonesia menyebabkan para nelayan maupun perusahaan perikanan dalam melakukan proses eksploitasi sering terjadi persaingan yang tidak saja dilakukan secara legal, namun terkadang juga dilakukan secara tidak legal. Salah satu bentuk tindakan eksploitasi hasil perikanan yang illegal yaitu penggunaan bahan peledak atau yang dikenal dengan istilah “bom ikan. Fenomena penangkapan ikan secara illegal dengan menggunakan bom ini juga terjadi di salah satu wilayah Provinsi Gorontalo, yakni di Kabupaten Boalemo, Yang disayangkan justru adalah pelaku penangkapan ikan secara illegal yang menggunakan bom ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakatnya itu sendiri. Adapun tujuan dari proposal ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Lembaga Mediator Kontrol Dalam Upaya Pencegahan tidak illegal fishing Di Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.Oleh karena itu Lembaga penelitian dan Pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini melaksanakan program pengabdian masyarakat yang dikemas dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif bersama sama dengan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada serta Masyarakat Desa Pentadu Timur Kabupaten Boalemo
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Mohi, Sri Marhayulya; Cuga, Candra; Djafar, Lucyane; Yunus, Rasid
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 1 (2024): Vol.4 No.1 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i1.25467

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) Bahwa dari tiga sekolah jenjang SMP Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan objek penelitian, dua sekolah masing-masing SMP Negeri 1 Batudaa dan SMP Muhammadiyah Batudaa belum mengimplementasikan projek sesuai harapan. Kondisi riel ditemui peneliti dilapangan dilaksanakan melalui kedua sekolah tersebut belum merancang desain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sementara pada tahap implementasi serta tahap evaluasi dan tindak lanjut, belum dilaksanakan sesuai harapan. 2) Kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam perspektif pendidikan karakter di SMP Kecamatan Batudaa seperti: a) Belum semua guru memiliki menguasai IT, b) masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, c) guru belum memiliki kecakapan dan keterampilan dalam menyusun modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan menghubungkannya dengan materi pembelajaran, d) sekolah belum dapat menerapkan digitalisasi pembelajaran karena terbatasnya fasilitas yang dimiliki, e) jumlah peralatan digital yang dimiliki sekolah seperti LCD, Laptop pembelajaran, masih sangat minim, terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi bidang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diajarkan, f) peran serta orang tua peserta didik belum optimal dalam mendorong penguatan pendidikan karakter. 3) Upaya yang dapat dilakukan mengatasi kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam perspektif pendidikan karakter di SMP Kecamatan Batudaa antara lain: melaksanakan workshop, bimtek atau bimlat bagi guru terkait peningkatan kemampuan dibidang IT, memaksimalkan pelaksanaan sosialisasi dan workshop untuk peningkatan pemahaman dan pengetahuan guru tentang konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, mengalokasikan anggaran untuk melengkapi fasilitas terkait digitalisasi sekolah, melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Dinas Pendidikan terkait masalah kekurangan guru dan tenaga kependidikan (GTK), karena kewenangan terkait masalah kepegawaian ada pada pemerintah daerah, melaksanakan sosialisasi kepada orang tua peserta didik dengan berkolaborasi dengan komite sekolah.
Adaptasi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terhadap Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 12 Kota Gorontalo Pohontu, Veti; Adhani, Yuli; Yunus, Rasid
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v5i2.1799

Abstract

This study aims to evaluate the readiness of Pancasila and Civic Education (PPKn) teachers in facing changes towards the Merdeka Belajar Curriculum which marks a significant transition from the previous K13 Curriculum. Qualitative methods were used in this study by applying observation, interview, and documentation techniques. Data analysis includes data reduction, narrative presentation, and conclusion drawing. The research findings show that teachers have a good understanding and are able to implement the Merdeka Curriculum in accordance with the provisions set by the government, including in integrating the three themes of the Pancasila Student Project: Democratic life, sustainable lifestyle, and local wisdom. However, the obstacles faced include the lack of facilities and infrastructure at SMP Negeri 12 Gorontalo City, especially related to the construction of a new building which affects the availability of the field.
Peningkatan Karakter Peserta Didik Berbasis Projek Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo Patuti, Sri Mulyani; Adhani, Yuli; Yunus, Rasid
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.46035

Abstract

AbstractThe improvement of student behavior that contradicts the values of Pancasila has become one of the challenges frequently encountered in the field of education. This issue needs to be promptly addressed by the government to safeguard the nation's continuity. The Minister of Education of the Republic of Indonesia has proposed the Pancasila Student Profile Project as an effort to cultivate students who embrace and apply Pancasila values. This research aims to understand the urgency of the Pancasila Student Profile and its implementation in enhancing the character of students at SMPN 12 Gorontalo. The research method employed is qualitative descriptive, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that the urgency of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo lies in its role as a framework for 21st-century character and competencies. The implementation of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo encompasses the development of dimensions related to faith, devotion to the One and Only God, and noble behavior; the dimension of cooperation; the dimension of critical thinking; and the dimension of creativity.--------------AbstrakPeningkatan perilaku peserta didik yang bertentangan dengan nilai Pancasila menjadi salah satu tantangan yang kerap terjadi pada dunia pendidikan. Hal ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah untuk menjaga kelangsungan bangsa. Menteri Pendidikan RI telah mengusulkan Projek Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya untuk menciptakan peserta didik yang menganut dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk memahami urgensi Profil Pelajar Pancasila dan bagaimana implementasinya dalam meningkatkan karakter peserta didik di SMPN 12 Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo adalah sebagai kerangka karakter dan kompetensi abad ke-21. Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo meliputi pengembangan dimensi beriman, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berperilaku mulia; dimensi gotong royong; dimensi berpikir kritis; dan dimensi kreativitas.
Tradisi dan Modernitas: Tantangan Masyarakat Bajo di Torosiaje dalam Pelestarian Budaya Yunus, Rasid; Adhani, Yuli; Pangalila, Theodorus; Cuga, Candra; Noe, Wahyudin
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10619

Abstract

Penelitian ini menyoroti ketahanan masyarakat Bajo di Torosiaje, Gorontalo, dalam dalam upaya menjaga kebudayaan mereka disaat pengaruh modernisasi yang semakin kuat. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian memperlihatkan bagaimana masyarakat Bajo tetap memelihara nilai-nilai kearifan lokal, khususnya tradisi maritim, sistem pernikahan, pengobatan dan nilai gotong-royong  meskipun mereka telah mengadopsi teknologi modern. Teknologi modern diintegrasikan secara selektif tanpa menghilangkan esensi dari kearifan lokal sebagai identitas mereka. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat Bajo mampu melakukan negosiasi dengan perubahan, mempertahankan inti budaya mereka sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Selain itu, temuan ini juga menggarisbawahi peran sentral pendidikan dan kepemimpinan komunitas dalam proses pelestarian budaya. Kepemimpinan lokal berperan dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, serta pendidikan memainkan peran penting dalam menciptakan kesadaran melestarikan kearifan lokal dalam perubahan sosial dan teknologi.Tantangan dari temuan ini adalah tekanan dari dalam masyarakat sendiri yang ingin mendapatkan fasilitas modern yang lebih baik, sehingga dilema antara memenuhi kebutuhan modern dan melestarikan tradisi yang menjadi identitas komunitas.
Realizing multiculturalism and social integration in Banuroja community Noe, Wahyudin; Wardhani, Novia Wahyu; Umar, Sitirahia Hi; Yunus, Rasid
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.37983

Abstract

There have been many studies concerning Banuroja; however, there is always something novelty in creating a role model for village-based character education where the aim is to create a multicultural society into a multicultural community. This study examines community activities related to the national character values that embody multiculturalism and social integration in the Banuroja community. The method was qualitative with an ethnographic approach. Data were obtained from observations, interviews, and documentation carried out during 2019-2020. The validity of the data used triangulation, member checks, prolonged time, and peer debriefing. While the data analysis technique used ethnographic data analysis, namely describing, analyzing, and interpreting. The result shows that the realization of multiculturalism and social integration in the Banuroja community is carried out using three ways of assimilation, tolerance in beliefs/religions, appreciating other ethnic/religious activities by attending, and mutual cooperation. Guidance is also carried out through national and religious activities in the community, advice from parents in the family, and civic education in the schools, exemplary by community leaders, including ethnic, religious, and youth leaders.
Representation of Huyula Local Wisdom Values as Character Strengthening for Elementary School Students Dali, Kasim; Rahmatiah, Rahmatiah; Yunus, Rasid
Journal of Basic Education Research Vol 6 No 2 (2025): May
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jber.v6i2.1826

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze the strengthening of student character through the value of Huyula local wisdom that emphasizes the spirit of gotong royong at elementary school 21 Telaga Biru, Gorontalo. Methodology: The method used was qualitative case study with data collection techniques through interviews, observation, and document analysis, involving teachers, principals, parents, and traditional leaders. Main Findings: The results showed that huyula values are applied in thematic learning, extracurricular activities, and student social interactions, and form attitudes of empathy, tolerance, and responsibility. However, implementation is still constrained by low teacher understanding, exclusivity of student friendships, and minimal participation. Teacher training and strengthening learning methods that encourage active participation and inclusive interactions are needed. Novelty/Originality of this study: The novelty of this study is that it reveals how Huyula's local wisdom values are not only taught as theory, but actually applied in daily life in elementary schools. This research shows that if local cultural values are incorporated into students' learning and activities, then character education can be built more strongly and relevant to the environment where children grow up
Construction of Responsibility Character of Elementary School Students Through Karawo Local Wisdom Values Hasan, Novita; Yunus, Rasid; Ahmad, Muchtar
Journal of Basic Education Research Vol 6 No 2 (2025): May
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jber.v6i2.1829

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze the use of local wisdom as a means of constructing the character of responsibility of elementary school students and the factors that hinder these efforts. Methodology: Using descriptive qualitative methods, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies from various sources such as teachers, principals, parents, Karawo craftsmen, as well as traditional leaders, with purposive sampling techniques and data validity was maintained through triangulation of sources, techniques, and time. Main Findings: The research findings show that Karawo local wisdom is able to construct students' responsibility character through a learning process that emphasizes perseverance, thoroughness, and commitment in completing tasks. These values are integrated in various subjects, so students learn responsibility contextually and thoroughly. Embroidery activities encourage students to be disciplined, thorough, and consistent, while fostering a sense of responsibility for the preservation of local culture that they inherit and are proud of. Novelty/Originality of this study: The novelty of this study lies in the utilization of Karawo as a medium of character education. So far, Karawo has been seen more as an economic source, it has not been maximally utilized in the realm of education, especially for student character building
Penerapan Pendidikan Karakter Dalam kurikulum Merdeka Belajar Di SMA Negeri 1 Biluhu Tuma, Hamzah M.; Yunus, Rasid; Wantu, Asmun
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Biluhu. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan kunci yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi telah diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis proyek. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan dalam membimbing siswa melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya karakter, penggunaan bahasa yang tidak pantas, serta pengaruh negatif dari luar. Untuk mengatasi permasalahan ini, sekolah terus mendorong kebiasaan positif, meningkatkan peran guru, dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua siswa.