Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMBENTUKAN KELOMPOK CENTING (CEGAH STUNTING) MELALUI KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA KUALA BHEE KECAMATAN WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT Sri Gustini; Susanti, Susanti; Khairunnisak, Khairunnisak
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah di bidang kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 20183 menunjukkan bahwa kejadian stunting (pendek dan sangat pendek) di Indonesia sebanyak 30,8% (11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek) dan tahun 2019 menjadi sekitar 27%, angka ini mengalami penurunan dari tahun 2013 dimana terdapat 37,2% balita stunting (18% sangat pendek dan 19,2% pendek). Namun angka tersebut masih jauh dari target nasional dan WHO yaitu dibawah 20%. Beberapa desa di Kabupaten Aceh Barat untuk mewujudkan amanat pemerintah tersebut sudah membentuk Rumoh Gizi Gampong. Sehingga penulis berasumsi dalam upaya percepatan penurunan stunting perlunya pembentukan kelompok Centing (Cegah Stunting) Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.Adapun yang terlibat dalam kelompok centing tersebut teridri dari ibu PKK desa Kualabhee, Ahli Gizi puksekas Woyla, Bidan desa serta kader posyandu. Solusi permasalahan yaitu membemtuk kelompok Centing (Cegah stunting). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader dan tenaga Pembentukan Kelompok Centing (Cegah Stunting) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat. Metode pengabdian masyakat ini dimulai dari pre test, pendidikan tentang stunting selanjutnya membentuk kelompok Centing, dimana kelompok centing ini akan dibuat surat keputusan (SK) oleh kepala desa dan di akhiri dengan post test. Luaran kegiatan pengabdian pada masyarakat diharapkan adanya artikel yang dapat di submit dalam jurnal Nasional ber-ISSN, adanya leaflet dan Video Kegiatan yang akan di masukkan ke chanel Youtube Sri Gustini @srigustini1974. Hasil kegiatan pengabmas adanya peningkatan pengetahuan kader dan petugas Kesehatan sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan tertinggi nilai post test pengetahuan kader dan petugas Kesehatan adalah baik (80%). Kesimpulan Kegiatan Pengabmas yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 September 2025 pembentukan kelompok "Cegah Stunting" (Centing) harus menekankan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting, terwujudnya kelompok masyarakat yang aktif dalam program, serta rekomendasi untuk keberlanjutan program dan edukasi yang berkelanjutan.
Pengaruh Work Life Balance dan Burnout Terhadap Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan Miransyah, Ira Madhani; Khairunnisak, Khairunnisak
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Work Life Balance dan Burnout memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan pelaksana PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 55 responden, pengujian hipotesis dalam penelitiian ini menggunakan model analisis statistik yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R2) dengan menggunakan software 27. Data penelitian berasal dari data primer dan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel bebas yaitu Work Life Balance dan Burnout dengan variabel terikat yaitu Kepuasan Kerja. Variabel work life balance diperoleh nilai thitung yaitu thitung > ttabel (8,752 > 2,006) dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05 artinya, work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan untuk variabel burnout diperoleh nilai thitung -7,177 > 2,006 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Dan uji F diperoleh nilai fhitung > ftabel (54,798 > 3,175), dengan hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel work life balance (X1) dan burnout (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (Y).