Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMBENTUKAN KELOMPOK CENTING (CEGAH STUNTING) MELALUI KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA KUALA BHEE KECAMATAN WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT Sri Gustini; Susanti, Susanti; Khairunnisak, Khairunnisak
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah di bidang kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 20183 menunjukkan bahwa kejadian stunting (pendek dan sangat pendek) di Indonesia sebanyak 30,8% (11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek) dan tahun 2019 menjadi sekitar 27%, angka ini mengalami penurunan dari tahun 2013 dimana terdapat 37,2% balita stunting (18% sangat pendek dan 19,2% pendek). Namun angka tersebut masih jauh dari target nasional dan WHO yaitu dibawah 20%. Beberapa desa di Kabupaten Aceh Barat untuk mewujudkan amanat pemerintah tersebut sudah membentuk Rumoh Gizi Gampong. Sehingga penulis berasumsi dalam upaya percepatan penurunan stunting perlunya pembentukan kelompok Centing (Cegah Stunting) Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.Adapun yang terlibat dalam kelompok centing tersebut teridri dari ibu PKK desa Kualabhee, Ahli Gizi puksekas Woyla, Bidan desa serta kader posyandu. Solusi permasalahan yaitu membemtuk kelompok Centing (Cegah stunting). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader dan tenaga Pembentukan Kelompok Centing (Cegah Stunting) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Kuala Bhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat. Metode pengabdian masyakat ini dimulai dari pre test, pendidikan tentang stunting selanjutnya membentuk kelompok Centing, dimana kelompok centing ini akan dibuat surat keputusan (SK) oleh kepala desa dan di akhiri dengan post test. Luaran kegiatan pengabdian pada masyarakat diharapkan adanya artikel yang dapat di submit dalam jurnal Nasional ber-ISSN, adanya leaflet dan Video Kegiatan yang akan di masukkan ke chanel Youtube Sri Gustini @srigustini1974. Hasil kegiatan pengabmas adanya peningkatan pengetahuan kader dan petugas Kesehatan sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan tertinggi nilai post test pengetahuan kader dan petugas Kesehatan adalah baik (80%). Kesimpulan Kegiatan Pengabmas yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 September 2025 pembentukan kelompok "Cegah Stunting" (Centing) harus menekankan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting, terwujudnya kelompok masyarakat yang aktif dalam program, serta rekomendasi untuk keberlanjutan program dan edukasi yang berkelanjutan.
Spatial Utilization Pattern for Sasirangan Craftsmen's House in Sasirangan Village, Banjarmasin Pertiwi, Aula Sekar Arum; Asikin, Damayanti; Wulandari, Lisa Dwi; Khairunnisak, Khairunnisak; Nasution, Rafika Hilmi; Lokantara, I Gede Wyana; Khairuni, Zhilli Izzadati; Yuzni, Siti Zulfa
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 10, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.10.2.76-84

Abstract

The Seberang Masjid region is one of the last places that still looks like Banjar Village, and it has a unique art called sasirangan cloth. The government and the corporate sector changed the name of the region to Kampung Sasirangan in 2010 to make local knowledge more valuable. This development affects the change in the role of homes, which are now used for more than just living in. They are now used for business and manufacturing. The several steps in making sasirangan cloth affect how craftspeople act, which in turn affects how the company house uses space. This study seeks to identify and analyse the spatial utilization patterns in the residences of sasirangan textile craftspeople in Kampung Sasirangan, Banjarmasin. The research methodology employed is a case study utilizing a qualitative approach, incorporating field observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that there are 17 craftsmen's houses on the land, along the riverbanks, and above the river. There are two primary ways that space is used: one building mass and two building masses. Craftsmen do not have a separate place to work; instead, they make the most of the space they already have by changing it to fit the stage of production. Craftsmen who have more complicated production stages use space in a wider range of ways.
Pengaruh Work Life Balance dan Burnout Terhadap Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan Miransyah, Ira Madhani; Khairunnisak, Khairunnisak
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Work Life Balance dan Burnout memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan pelaksana PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 55 responden, pengujian hipotesis dalam penelitiian ini menggunakan model analisis statistik yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R2) dengan menggunakan software 27. Data penelitian berasal dari data primer dan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel bebas yaitu Work Life Balance dan Burnout dengan variabel terikat yaitu Kepuasan Kerja. Variabel work life balance diperoleh nilai thitung yaitu thitung > ttabel (8,752 > 2,006) dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05 artinya, work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan untuk variabel burnout diperoleh nilai thitung -7,177 > 2,006 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Dan uji F diperoleh nilai fhitung > ftabel (54,798 > 3,175), dengan hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel work life balance (X1) dan burnout (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja (Y).
Pengaruh penerapan sistem digitalisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan Khairunnisa, Rizka Rahmadila; Khairunnisak, Khairunnisak; Syahputri, Yuni; Amelia, Wan Rizca; Pribadi, Teddi
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1065

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penerapan sistem digitalisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan pada tahun 2025 yang berjumlah 218 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat presisi tertentu sehingga diperoleh 69 responden. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, penerapan sistem digitalisasi dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Hal ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi digital yang didukung oleh nilai-nilai organisasi yang kuat menjadi pendorong utama produktivitas kerja. Manajemen Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan perlu terus memperkuat infrastruktur digital dan menyelaraskan budaya organisasi dengan perubahan teknologi. Penguatan ini penting agar pegawai dapat beradaptasi dengan sistem baru secara efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas output penelitian dan operasional lembaga. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang relatif kecil (69 responden) dan hanya berfokus pada dua faktor internal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi variabel eksternal seperti gaya kepemimpinan transformasional atau motivasi kerja untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Implikasi – Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dengan memfokuskan pada efektivitas digitalisasi di lembaga penelitian agrikultur pada tahun 2025, di mana transformasi digital menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan industri kelapa sawit global.
Pengaruh work life balance dan employee engagement terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia, Medan Adawiyah, Fitri; Khairunnisak, Khairunnisak; Amelia, Wan Rizca; Royani, Ida; Syahrial, Hery
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1066

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Work-Life Balance dan Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda Pekerja Indonesia Medan. Desain/metodologi/pendekatan – Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan pada tahun 2025 yang berjumlah 312 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 76 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik Work-Life Balance maupun Employee Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini hanya fokus pada dua variabel independen dengan jumlah sampel yang relatif terbatas (76 responden). Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain seperti beban kerja (workload) atau stres kerja, serta memperluas ukuran sampel untuk mendapatkan generalisasi yang lebih luas. Implikasi – Manajemen rumah sakit perlu memperhatikan keseimbangan kehidupan kerja karyawan dan tingkat keterikatan mereka untuk menjaga produktivitas. Kebijakan yang mendukung fleksibilitas kerja serta program pengembangan karyawan yang inklusif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Kebaruan – Penelitian ini memberikan data terbaru (konteks tahun 2025) mengenai dinamika sumber daya manusia di sektor kesehatan pasca-transformasi digital, serta menunjukkan bagaimana faktor psikologis dan lingkungan kerja (keseimbangan hidup) menjadi pilar utama kinerja di institusi medis.