Claim Missing Document
Check
Articles

Does Religiosity Mediate Gen Z’s Cosmetic Product Purchase Decisions? Yudha, Ana Toni Roby Candra; Haryono, Slamet
Journal of Finance and Islamic Banking Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jfib.v6i1.7768

Abstract

The size of the Gen Z segmentation, which reaches a range of 40 per cent in 2045 and the tendency to consume halal products, and the role of religiosity are interesting studies to be studied. With regard to this, the stimulus-organism-response (SOR) model is needed to see and analyse the credibility of the influncer and the role of religiosity in mediating the decision to purchase cosmetic products. This study was conducted with a quantitative approach of SemPLS method, with 100 respondents, most of whom are gen Z. This study found that the model obtained was valid, but the position of religiosity did not mediate the credibility of endorsers, popularity, and business ethics on purchasing decisions for cosmetic products. This is considered reasonable, considering that consumers use more rationality in deciding their purchases. In addition, the popularity, attractiveness, and credibility of endorsers increase the decision to purchase cosmetic products. Of course, in accordance with the findings, valuable input can be provided, especially in the halal beauty industry to continue to educate with improved marketing strategies and contribute to the theoretical literature of management and marketing science.
MOTIVASI AWARDEE BEASISWA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) YANG BERPERAN DALAM KAMPANYE INOVATIF KEUANGAN SOSIAL ZAKARIYA, NOVIE ANDRIYANI; YUDHA, ANA TONI ROBY CANDRA
Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol 9, No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Prodi Manaj. Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam – UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-masraf.v9i2.1081

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi awardee beasiswa badan amil zakat nasional (BAZNAS) terhadap upaya kampanye inovatif program BAZNAS. Metode yang dipakai adalah studi survey yang ditujukan kepada para awardee, yang didominasi kalangan Milenial dan Gen Z. Responden yang diperoleh sebanyak 124 responden yang dinyatakan valid dan lengkap. Selain itu, studi ini menggunakan SemPLS untuk memvalidasi hipotesis dan mengevaluasi model. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sikap ketertarikan (attitude behavior) para awardee berpengaruh terhadap niat mereka dalam mendukung program filantropi BAZNAS. Secara keseluruhan, temuan dari kelima hipotesis studi  ini menunjukkan bahwa upaya para awardee, baik dalam perilaku sosial, kreativitas, inovasi, maupun peningkatan pendapatan, secara umum mendukung kegiatan kampanye sosial yang diselenggarakan oleh BAZNAS. Sejalan dengan hasil dan analisis, studi ini berimplikasi bahwa perlu terus adanya peningkatan peran para awardee dalam kampanye inovatif BAZNAS agar dapat meningkatkan efektivitas program flantropi melalui inovasi, kreasi, dan perilaku sosial mereka di tengah masyarakat.
When the Sacred Meets the Market: The Commodification of Islamic Housing in Lima Puluh Kota, West Sumatra Putra, Muhammad Deni; Rofiki, Akhmad; Yudha, Ana Toni Roby Candra; Riyadi, Ivan; Fadilla, Siti
Journal of Islamic Law Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Islamic Law
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jil.v6i1.3539

Abstract

This study examines the commodification of religion and structural tensions in Islamic housing finance in Lima Puluh Kota, West Sumatra, Indonesia. Despite its rapid growth, Islamic housing frequently encounters a paradox between religious claims and market logic, where Islamic symbols are leveraged as marketing strategies rather than ensuring substantive justice. This article analyzes the factors driving middle-class Muslim preferences for Islamic housing and the power imbalances between developers and consumers in Sharīʿah-compliant transactions. Employing a socio-legal qualitative approach, the research draws on in-depth interviews with 10 stakeholders (developers and buyers) and an analysis of contractual documents and promotional materials from the Perumahan Syariah Residence. Three primary motivations for purchasing emerge: religious adherence (particularly usuryavoidance), economic considerations (flexible payment schemes), and the preference for religiously homogeneous communities. However, the findings reveal critical tensions: while istisnāʿ (manufacture-sale) contracts disproportionately burden developers with financial risks, ijārah muntahiyah bi tamlīk (lease-to-own) arrangements often marginalize consumers’ legal standing. The Islamic label frequently functions as a branding tool rather than a guarantee of justice, reinforcing spatial segregation among middle-class Muslims. This study argues that without business model reformulation and regulatory oversight, Islamic housing risks prioritizing commercial interests over the principles of maqāṣid al-sharīʿah (the objectives of Islamic law). The findings underscore the necessity of standardized contracts and risk mitigation mechanisms to align practice with Islamic values. [Artikel ini mengkaji fenomena komodifikasi agama dan ketegangan struktural dalam pembiayaan perumahan syariah di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Meskipun mengalami pertumbuhan pesat, praktik perumahan syariah kerap terjebak dalam paradoks antara klaim religiositas dan logika pasar, di mana simbol-simbol Islam dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran tanpa disertai dengan implementasi keadilan substantif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong preferensi kelas menengah Muslim terhadap perumahan syariah serta ketimpangan relasi kuasa antara pengembang dan konsumen dalam transaksi berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sosio-legal dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan (pengembang dan pembeli), serta analisis dokumen kontrak dan materi promosi dari Perumahan Syariah Residence di Sumatera Barat. Hasil penelitian mengungkap tiga motif utama pembelian: kepatuhan religius (khususnya penghindaran riba), pertimbangan ekonomi (skema pembayaran yang fleksibel), dan preferensi terhadap lingkungan yang homogen secara agama. Namun, akad syariah yang digunakan dalam transaksi perumahan ini justru menciptakan risiko yang tidak seimbang. Akad istisnāʿ membebani pengembang dengan risiko finansial yang tinggi, sementara akad ijārah muntahiyah bi tamlīk berpotensi meminggirkan posisi hukum konsumen sepanjang masa sewa. Selain itu, label syariah dalam industri ini sering kali berfungsi sebagai alat pemasaran daripada sebagai jaminan keadilan substantif, yang pada akhirnya memperkuat segregasi spasial dalam komunitas Muslim kelas menengah. Studi ini berargumen bahwa tanpa reformulasi model bisnis dan pengawasan regulasi yang lebih ketat, perumahan syariah berisiko mengorbankan prinsip maqāṣid al-sharīʿah demi kepentingan komersial. Oleh karena itu, diperlukan standarisasi kontrak dan mekanisme mitigasi risiko yang lebih efektif guna memastikan keselarasan antara praktik perumahan syariah dengan nilai-nilai Islam.]
Wage sale and purchase practices among agricultural workers in Curup, Bengkulu: A Maqasid of Shariah perspective on economic justice and wealth protection‎ Arifin, Rahman; Syaputra, Ahmad Danu; Triyanto, Andi; Muharir, Muharir; Saifudin, Ahmad; Samawi, Mohammad Wirmon; Yudha, Ana Toni Roby Candra
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol11.iss1.art14

Abstract

IntroductionWage trading, a practice where agricultural workers sell their future wages before receiving them—often at a reduced value—has become prevalent in the farming communities of Curup, Bengkulu. Although rooted in mutual agreement, this system raises critical ethical and legal questions regarding its alignment with Islamic economic principles, especially those outlined in the framework of Maqashid Shariah, which emphasizes justice and the protection of property.ObjectivesThis study aims to analyze the wage sale and purchase system through the lens of Maqashid Shariah, particularly focusing on whether such practices fulfill the objectives of wealth protection and social justice or contribute to economic exploitation and uncertainty among vulnerable workers.MethodUsing a qualitative case study approach, this research collected primary data through interviews with agricultural workers engaged in wage trading in Curup, Rejang Lebong, and Bengkulu. Secondary data were obtained from Islamic jurisprudence literature on Maqashid Shariah. The analysis applies the five core principles of Maqashid Shariah to evaluate the implications of deferred wage payments and wage sales.ResultsFindings indicate that although wage deferral is seen as a cooperative tradition, it often places workers at risk of financial instability, compelling them to sell their wages at unfair prices. This practice undermines the principle of property protection (hifz al-mal) and the protection of life (hifz an-nafs). It also contradicts the ideals of justice and welfare that Maqashid Shariah promotes. The study emphasizes that the presence of mutual consent does not automatically legitimize practices that may harm the economically disadvantaged.ImplicationsThe analysis suggests that reforms are needed to make wage systems more just and compliant with Islamic economic values. These include timely wage payments and the provision of Sharia-based financial alternatives to prevent exploitation. Educating communities about their economic rights within the Maqashid framework can also foster more ethical labor practices.Originality/NoveltyThis study contributes a unique perspective by applying Maqashid Shariah to assess the socio-economic impact of wage trading. It addresses a rarely examined issue in Islamic economic discourse and offers practical recommendations to bridge the gap between traditional practices and Islamic legal objectives.
Implementation of Sharia Marketing to increase Millennial Interest in Financing: Evidence on BSI Dharmawangsa Branch Office Yudha, Ana Toni Roby Candra; Zulfiah, Hilya; Atho'illah, Akh. Yunan
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v4i1.8583

Abstract

Bank Syariah Indonesia (BSI provides BSI Griya Simuda financing that has been tailored to the needs and abilities of the millennial generation. Marketing carried out in Islamic financing must be in accordance with the provisions of Islamic sharia. So this research aims to find out the implementation and evaluation of online and offline sharia marketing in increasing millennial interest in financing of BSI Griya Simuda.. Research Methods: This research approach uses a qualitative approach, by analysing data obtained from interviews, observation and documentation. Results:  The results of this research show that in marketing BSI Griya Simuda financing in managerial and operational had carried out online and offline have applied the principles of sharia marketing and the characteristics of sharia marketing, namely theistic (rabbaniyyah), ethical (akhlaqiyyah), realistic (al-waqiyyah) and humanitis (al-insaniyah). Conclusion:Then the results of the evaluation found that the millennial generation's interest in BSI Griya Simuda financing is good, but in marketing there are obstacles and challenges, namely there are still efforts to compare conventional banks with Islamic banks in terms of prices and products. 
Community-Based Islamic Education for Women’s Empowerment in Coastal Areas: The Role of Religious Traditions and Microfinance Wigati, Sri; Afandi, Agus; Fauziah, Nailatin; Yudha, Ana Toni Roby Candra
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i1.7327

Abstract

This study strengthens the economic capabilities education of women in fishing communities, particularly during droughts caused by the west wind season. It leverages local religious traditions and the silaturrahim guardian boarding school students' forums for empowerment. Using a qualitative-phenomenological approach, the research immerses in fisherwomen’s daily lives. The findings include: (1) Community engagement and savings-loan groups help women identify challenges and recognize their potential. (2) The empowerment process fosters collaborative problem-solving, enabling women to act naturally based on their capabilities. (3) Organizational and financial management training improves family economic outcomes. However, the approach's effectiveness is tied to the community’s cultural and religious context, requiring continuous support from empowerment teams and forums. The study’s originality lies in integrating religious traditions with economic initiatives, utilizing silaturrahim forums to empower women in fishing communities. This method not only addresses immediate financial needs but also establishes a sustainable, community-driven model for long-term economic resilience and self-sufficiency. Tujuan penelitian ini untuk memperkuat edukasi kemampuan ekonomi perempuan di komunitas nelayan, terutama selama musim kemarau yang disebabkan oleh musim angin barat. Penelitian ini memanfaatkan tradisi keagamaan lokal dan forum silaturrahim wali santri untuk pemberdayaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis, penelitian ini menyelami kehidupan sehari-hari perempuan nelayan. Temuan-temuannya meliputi: (1) Keterlibatan masyarakat dan kelompok simpan pinjam membantu perempuan mengidentifikasi tantangan dan mengenali potensi mereka. (2) Proses pemberdayaan mendorong pemecahan masalah secara kolaboratif, sehingga memungkinkan perempuan untuk bertindak secara alami berdasarkan kemampuan mereka. (3) Pelatihan manajemen organisasi dan keuangan meningkatkan hasil ekonomi keluarga. Namun, efektivitas pendekatan ini terkait dengan konteks budaya dan agama masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari tim dan forum pemberdayaan. Keaslian penelitian ini terletak pada pengintegrasian tradisi agama dengan inisiatif ekonomi, dengan memanfaatkan forum silaturahmi untuk memberdayakan perempuan dalam komunitas nelayan. Metode ini tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial yang mendesak, tetapi juga membangun model yang berkelanjutan dan digerakkan oleh masyarakat untuk ketahanan dan kemandirian ekonomi jangka panjang.
Profesionalisme Dosen Luar Biasa (DLB) pada Era Milenial di UIN Sunan Ampel Surabaya: Sebuah Studi Analisis Konten Yudha, Ana Toni Roby Candra
Jurnal Manajemen dan Inovasi (MANOVA) Vol. 3 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Management Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/manova.v3i1.247

Abstract

Dosen luar biasa (DLB) adalah dosen yang ritme kerjanya selalu menyesuaikan jam mengajar. Kinerja DLB tidak kalah penting kontributif dan efektif dengan dosen tetap lainnya dalam melakukan pekerjaannya, tentunya pekerjaan yang berkenaan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Apabila kinerja dalam komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat konsisten dan produktif, maka hal tersebut akan nampak pada sikap profesionalismenya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui profesionalisme DLB dengan menyelidiki unsur pemenuhan unsur-unsur profesionalisme DLB yang mengabdi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dan analisis konten. Sumber dan jenis data menggunakan data primer, sedangkan informan adalah DLB itu sendiri dan metode triangulasi sebagai metode yang perlu dilakukan selain wawancara mendalam guna mendapatkan data yang obyektif, akurat dan transparan. Hasil penelitian ini adalah profesionalisme dapat dilihat setidaknya dari lima kategori, yaitu kepemimpinan institusi, kompensasi finansial dan non finansial, komitmen pada institusi, etos kerja dan hasil kerja. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diperoleh hasil bahwa DLB memiliki penilaian cukup baik terhadap seluruh kategori yang ditanyakan, namun tidak sedikit pula mereka masih berharap atas perbaikan di sejumlah elemen sistem pengajaran seperti sarana, metode evaluasi belajar, pembayaran hak dan apresiasi atas kinerja DLB . Sedangkan saran yang bersesuaian dengan objek hasil studi tersebut adalah lebih banyak diperuntukkan bagi institusi, mengingat melihat kerja dan etos kerja DLB sudah maksimal seperti datang mengajar ontime, memberikan bahan ajar sesuai dokumen kurikulum, dan hal relevan lainnya. Saran untuk institusi lebih mengerucut pada dua hal yaitu perbaiki sarana pengajaran, serta tepatkan waktu saat pemberian hak pada DLB.
Halal Lifestyle Based on Value Creation: Evidence in Valqo Leather Factory Micro Businesses, East Java Hakim, Abdul; Yudha, Ana Toni Roby Candra; Dikuraisyin, Basar; Masrufa, Nur
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2721

Abstract

Nowadays, the potential for halal products continues to grow. This is also followed by the expansion of the halal lifestyle which is not only loved by Muslims but also non-Muslims. The purpose of this study is to examine and determine product development efforts and strategies through the theory of value creation according to the halal lifestyle in business units in Sidoarjo. The research method uses descriptive qualitative. This method involves informants from several parties, including business owners, customers, and the community around the company. In order to obtain the most current data and studies, we supplemented the research by adding Sinta indexed literature published over the last five years. The results showed that the efforts to develop halal fashion accessories were carried out by Valqo Leather Factory as a business unit in Sidoarjo, through value creation strongly supports the development process in fulfilling consumers' halal lifestyle. The value creation that results may influence hiring more staff members, raising product demand, and increasing product selling power. Suggestions that relevane to the results of the research are the need for further product development in the form of sales branch units, selection of raw materials, the aim of which is to expand the market to all circles and even generations with modern, practical and efficient products, while increasing public education and literacy on the halal life style. Saat ini, potensi produk halal terus berkembang. Hal ini juga diikuti dengan meluasnya gaya hidup halal yang tidak hanya digandrungi oleh umat Islam tetapi juga non-Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menentukan upaya dan strategi pengembangan produk melalui teori penciptaan nilai sesuai gaya hidup halal pada unit bisnis di Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Cara ini melibatkan informan dari beberapa pihak, antara lain pemilik usaha, pelanggan, dan masyarakat sekitar perusahaan. Sebagai pelengkap penelitian, kami juga menambahkan literatur terindeks Sinta yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, untuk memperoleh data dan kajian terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan aksesoris produk halal yang dilakukan oleh Pabrik Kulit Valqo sebagai unit bisnis di Sidoarjo, melalui penciptaan nilai sangat mendukung proses pengembangan dalam pemenuhan gaya hidup halal konsumen. Penciptaan nilai yang dimunculkan mampu memberikan dampak  meningkatnya permintaan produk, menambah karyawan baru dan memperluas daya jual produk. Saran yang relevan dengan hasil penelitian adalah perlunya pengembangan produk lebih lanjut berupa unit cabang penjualan, pemilihan bahan baku yang bertujuan untuk memperluas pasar ke semua kalangan bahkan generasi dengan cara yang modern, praktis dan efisien produk, sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat terhadap gaya hidup halal.
The Polowijen Cultural Village Sector of Halal Destinations as A Medium for Regional Economic Resilience Post Covid-19 Pandemic Yudha, Ana Toni Roby Candra; Febriyanti, Novi; Rofiqoh, Isnaini
Ecoplan Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v6i2.673

Abstract

This research aims to determine the potential and opportunities of the area as well as the readiness of the Polowijen Cultural Village sector to become a halal tourism area and provide a strategic evaluation. This research uses a descriptive qualitative approach. Primary data sources and some secondary data as research data sources dominate this research. The data analysis techniques used by researchers in formulating strategies is the strategic environmental analysis and SWOT analysis. The results of the research show that the current readiness of the Polowijen Cultural Village Tourism sector is inadequate for Islamic tourism. The lack of public facilities and supporting facilities for tourists is the most important factor in implementing Sharia tourism. Further research results show that Polowijen Cultural Village tourism is in quadrant III (Turn Around). Suggestions that are relevant to these results are that the Malang village and district governments need to work together by publishing via social media, issuing special regulations from the village, sub-district to central levels regarding investment, and developing educational and literacy aspects about halal tourism. Suggestions that are relevant to these results are that the Malang village and district governments need to work together by publishing via social media, issuing special regulations from the village, sub-district to central levels regarding investment, and developing educational and literacy aspects about halal tourism.
MODEL PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL BERBASIS MAHASISWA PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT Yudha, Ana Toni Roby Candra; Dusturiya, Nyda
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 8 No. 1 (2018): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2018.8.1.1618-1637

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengkaji serta menganalisis mengenai pola kegiatan, mengetahui dan berusaha mengembangkan model kewirausahaan dengan pendekatan sosial. Hal tersebut yang selanjutnya diharapkan mampu dijadikan bahan penambah referensi dalam penyusunan policy yang tentunya yang berkaitan dengan sistem dan model kewirausahaan sosial. Pendekatan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif, dengan strategi studi kasus. Sumber data yang digunakan berasal dari informan, yang berlatar belakang ahli, direksi, dan mahasiswa selaku relawan kegiatan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber dan triangulasi waktu, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan landasan teori yang bersesuaian. Konsep dan praktek kegiatan pengembangan yang dilakukan oleh lembaga pengelola zakat (LPZ) melibatkan banyak stakeholders mulai dari pihak internal lembaga, relawan, dan komunitas yang disebut komunitas Sahabat Muda. Praktik pelatihan kompetensi terbagi menjadi dua tahapan besar yaitu proses before dan after yaitu proses rekrut relawan sebelum dan setelah adanya komunitas sahabat muda. Adapun konsep kompetensi yang dikembangkan terbagi menjadi beberapa fase. Kompetensi utama antara lain fundrising, sahabat peduli, bisnis sosial, dan pelayanan donatur. Kompetensi penunjang antara lain administrasi, keuangan, HRD, dan rumah tangga. Kompetensi yang dikuasai tersebut bersesuaian dengan dimensi social entrepreneurship yaitu sociality, innovation, dan market orientation. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi model rujukan dalam kegiatan pengembangan kewirausahaan sosial, yang dikembangkan tidak hanya pada lembaga nirlaba saja melainkan juga pada lembaga yang lain, yang berbasis pada profitabilitas. Kewirausahaan sosial sangat jelas tampak bahwa motif dan nilai yang diusung adalah non-profit, sehingga lebih mengutamakan nilai-nilai kedermawanan, serta nilai sosial lainnya yang relevan. Penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang memiliki relevansi dalam skup pembahasan social entrepreneur.
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Mu’izz Achmad Room Fitrianto Agus Afandi Ahmad Danu Syaputra, Ahmad Danu Ahmad Saifudin, Ahmad Ainin Nur Mufidah Ajeng Tita Nawangsari Akbar Pratama Kartika Akh. Yunan Atho'illah Al-Kamal, Abdullah Muhammad Alfadia Fitri Aini Alfin Maulana Alvina Mutia Hendarti Amalia Yustika Andaru Rachmaning Dias Prayitno Andhy Permadi, Andhy Andi Triyanto Andriani Samsuri Ani Fatmawati Anisa Fadilah Zustika Arifin, Rahman Arista, Setia Rini Astuti, Setyani Agung Dwi Atho'illah, Akh. Yunan Atho'illah, Akhmad Yunan Atho?illah, Akhmad Yunan Aulia, Fa'iqotur Awwaliah, Habibah Azhar, Masyhuri Debby Nindya Istiandari Dharmawan, Ferry Dikuraisyin, Basar Dk Hjh Saerah Pg Hj Petra Dusturiya, Nyda Eka Mega Pertiwi Erly Erlian Kurniawati Fadilla, Siti Fauziah, Nailatin Febiola Bunga Asprila Febriyanti, Novi Habibah Awwaliah Habibah Awwaliah Habibi, M. Lutfillah Hammis Syafaq Handila Rizka harir, muharir Himami, Fatikul Ida Wijayanti Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Ivan Riyadi, Ivan Izzuddin M. Afif Junjunan, Mochammad Ilyas Kafabih, Abdullah LATIF, SALWA SABRINA Lusiana Dewi M. Lathoif Ghozali M. Lutfillah Habibi Maghfiroh, Aulya Putri Maksum, Maksum Masrufa, Nur Masyhuri Azhar Maziyah Mazza Basya Md Atiqur Rahman Sarker Melis Misnen Ardiansyah, Misnen Mochammad Andre Agustianto Mohamad Yusak Anshori Mohammad Khoiruzi Afiq Mohd Azli, Rafidah binti Muhamad Nafik Hadi Ryandono, Muhamad Nafik Muhammad Hamdan Ali Masduqie Muhammad Rendy Setiawan Muharir, Muharir Mutia Hendarti, Alvina Nasif Sidquee Pauzi Novi Febriyanti Novia Putri Artanti Nurlailah Nurlailah Nurul Huda Nurul Huda Nurul Huda Nurul Izzah Adiningsih Nyda Dusturiya Pauzi, Nasif Sidquee Pertiwi, Eka Mega Petra, Dk Hjh Saerah Pg Hj Pradessari, Alda Putra, Muhammad Deni Rafidah binti Mohd Azli Ratna Indah Lestari Rianto Anugerah Wicaksono Rina Ramadhani Riska Delta Rahayu Riski Delta Ningtyas Rizka Rahmatillah Zidna Rizqa Rahmaddina Rofiki, Akhmad Rofiqoh, Isnaini Rosidhah, Nafi Ngatur Sabella Putriani Salsa Yuli Setiani Samawi, Mohammad Wirmon Saprida, Saprida Saputra, Gery Akbar Sarker, Md Atiqur Rahman Selly Nursafitri Septiani, Arinda Sherawali Sherawali Sherawali Sherawali Sherawali, Sherawali Slamet Haryono Sri Wigati Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sukoco, Anton Syahruddin Syahruddin Syahruddin Syahruddin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Ummi Hanik Vinka Alysia Wahid, Muhammad Ilham Wijayanti, Ida WULANDARI, TIFFANI AYU Yalina, Nita Yayan Firmansah ZAKARIYA, NOVIE ANDRIYANI Zakiyatul Fakhiroh Zulfiah, Hilya