Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Toward Holistic Assessment in Adult Islamic Religious Education: Integrating Irfani Epistemology and Andragogy Willy Akmansyah Lubis; Fuji Pratami
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.8950

Abstract

Conventional evaluation in adult Islamic Religious Education (PAI) remains predominantly rooted in pedagogical paradigms that prioritize cognitive achievement, thereby overlooking the spiritual and existential development central to adult learning.This conceptual study employs systematic library research, drawing on scholarly sources indexed in Scopus, Google Scholar, and DOAJ. Data were analyzed through qualitative content analysis to translate Irfani epistemological concepts into observable educational indicators.The study proposes a three-stage evaluation framework integrating spiritual-intuitive dimensions with andragogical principles: (1) Tazkiyah, assessing behavioral and affective alignment; (2) Kashf, evaluating reflective depth and existential awareness; and (3) Ta’bir, measuring value internalization through ethical decision-making narratives. The framework introduces non-grading instruments, including self-reflection journals and ethical dilemma portfolios, to shift assessment from rote learning toward indicators of spiritual maturity.This model offers a transformative approach to adult PAI evaluation by emphasizing personal growth, intrinsic motivation, and non-coercive learning environments over formal certification. It aligns assessment practices with the holistic nature of adult religiosity. However, as a conceptual framework, it lacks empirical validation. Future research should focus on instrument development, expert validation, and cross-cultural application to enhance its robustness and practical implementation.
Pengelolaan ZISWAF sebagai sarana pendidikan islam di SMA dan SMK Kecamatan Panyabungan Hamdanil Hamdanil; Fuji Pratami; Willy Akmansyah Lubis; Bagus Pria Alwadipa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38820

Abstract

Abstrak Pemahaman masyarakat, termasuk peserta didik, terhadap pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) masih tergolong rendah karena keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Di sisi lain, muncul stigma negatif yang menyamakan pengumpulan infaq di sekolah dengan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan pengelolaan Ziswaf sebagai sarana pendidikan karakter dan literasi finansial syariah bagi Generasi Z di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat sekolah mitra (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2 Panyabungan) dengan melibatkan pengurus OSIS dan guru. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL) yang mencakup tiga tahapan utama: persiapan (survei dan diskusi masalah), pelayanan (sosialisasi dan pendampingan intensif), dan refleksi (evaluasi ketercapaian tujuan). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pengurus OSIS dalam mengelola dana Ziswaf secara transparan dan akuntabel. Pendampingan yang dilakukan berhasil memberikan legitimasi hukum melalui edukasi distingsi antara pungli dan filantropi Islam, sehingga sekolah yang sebelumnya terkendala stigma (SMKN 1) mulai menginisiasi kembali pengumpulan infaq secara mandiri. Berdasarkan survei kepuasan, ketercapaian tujuan pengabdian berada pada kategori sangat baik dengan persentase 70,8%. Sosialisasi dan pendampingan berbasis teknologi mampu mengubah persepsi siswa terhadap Ziswaf dari sekadar praktik tradisional menjadi identitas sosial yang modern dan transparan. Pengelolaan Ziswaf yang dikelola langsung oleh siswa terbukti efektif sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman dan empati sosial bagi remaja Generasi Z. Kata kunci: ZISWAF; sarana; pendidikan islam. Abstract Public understanding of Zakat, Infaq, Alms, and Waqf (Ziswaf), particularly among students, remains relatively low due to the limited time allocated for Islamic Religious Education in schools. Furthermore, a negative stigma has emerged equating school-based infaq collection with illegal levies (pungli), as observed in SMKN 1 Panyabungan. This study aims to strengthen Ziswaf management as a medium for character education and Sharia financial literacy for Generation Z in the school environment. This community service project was conducted at four partner schools (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, and SMKN 2 Panyabungan), involving student council (OSIS) members and teachers. The method employed was Service Learning (SL), consisting of three main stages: preparation (surveys and problem identification), service (socialization and intensive mentoring), and reflection (evaluation of objective achievement). The results indicate an increase in the independence of student councils in managing Ziswaf funds transparently and accountably. The mentoring process successfully provided legal legitimacy by educating stakeholders on the distinction between illegal levies and Islamic philanthropy. Consequently, schools previously hindered by stigma (SMKN 1) have begun re-initiating independent infaq collection. Based on the satisfaction survey, the achievement of the program's objectives was categorized as "Excellent" with a percentage of 70.8%. Technology-based socialization and mentoring have successfully shifted students' perceptions of Ziswaf from a traditional practice to a modern and transparent social identity. Student-led Ziswaf management is proven effective as a medium for internalizing Islamic values and social empathy among Generation Z adolescents. Keywords: ZISWAF; facilities; islamic education.
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Model Project Based Learning dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI di STAIN Mandailing Natal Khairurrijal Khairurrijal; Fuji Pratami; Ali Jusri Pohan; Willy Akmansyah Lubis
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa akan buku ajar mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang singkron dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), karena belum adanya buku ajar berbasis project based learning yang dikembangkan untuk mata kuliah pengembangan kurikulum PAI. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan perkuliahan pengembangan kurikulum PAI sebelum dan sesudah ada buku ajar berbasis project based learning , untuk mengetahui validitas dan praktikalitas buku ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Reaserc And Developman (RnD) dengan model ADDIE yang menggunakan 5 tahapan yaitu Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap praktikalitas. Sumber data yang digunakan adalah validitas, praktikalitas, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan, analisis validasi, dan praktikalitas.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses perkuliahan pengembangan kurikulum PAI mahasiswa membutuhkan buku ajar yang singkron dengan RPS. Setelah adanya buku ajar mahasiswa dapat terbantu memahami materi dan dosen terbantu dalam menarik minat belajar mahasiswa untuk belajar mandiri . Hasil validasi RPS Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI tergolong sangat valid dengan persentase 92,22 %. Hasil validasi Buku Ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek tergolong sangat valid dengan persentase 88,85 %. Berdasarkan pengisian angket respon 2 orang dosen adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 87 %. Hasil pengisian angket respon dari 53 orang  mahasasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap kepraktisan produk buku ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek yang digunakan adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 85,17 %. Kata Kunci: Buku Ajar, Project Based Learning, Kurikulum, PAI
Sosialisasi Edukasi Bahaya Narkoba dan Judi Online pada Remaja Fuji Pratami; Wahyu Ichram Nasution; Anhar Alwi; M. Zainuddin Muslim; Kholilah; Putri Azizah Nasution; Nur Maulida; Rosvita; Putri Agustin; Adinda Amalia Azzahra
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba serta judi online bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sangat penting untuk menciptakan generasi yang bebas dari kedua ancaman tersebut. Mengingat siswa SMP berada pada fase perkembangan yang krusial, memberikan pengetahuan yang benar dan komprehensif dapat membantu mereka memahami risiko yang ada dan membentuk sikap yang positif terhadap narkoba dan judi online. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMP N 01 Lembah Melintang, yang menggunakan metode penyuluhan melalui ceramah dan film animasi, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai jenis, dampak, dan cara pencegahan terhadap narkoba dan judi online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, serta menyebarkan informasi yang mereka dapatkan kepada teman-teman sebaya dan keluarga. Dengan demikian, sosialisasi ini tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat langsung, tetapi juga berkontribusi pada upaya pencegahan yang lebih luas di masyarakat, guna membentuk generasi muda yang sehat dan berkarakter kuat untuk menolak pengaruh negatif narkoba dan judi online.
The COUNSELING ON THE POSITION OF THE ALPHA GENERATION IN BATU NANGGAR VILLAGE THROUGH PARTICIPATION METHOD ACTION RESEARCH Fuji Pratami; Willy Akmansyah Lubis; Arsy Putri; Annisa Putri Siregar; Yuhanna Yuhanna; Handayani Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi alpha berperan sebagai suatu golongan yang memiliki keunggulan yang dapat dengan mudah mengakses kemajuan teknologi kontemporer. Dengan bakat keunggulan yang dimiliki oleh mereka para generasi alpha perlu untuk diberikan edukasi untuk dapat menyadarkan mereka akan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dilakukan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendidik terhadap generasi alpha agar dapat mengetahui kelebihan serta kelemahan yang ada pada dirinya. Sebab generasi alpha jika dibimbing dengan baik dan benar maka besar kemungkinan akan menjadi suatu individu yang akan memegang sistem peradaban di masa depan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah dengan menggunakan metode participation action research (PAR) dengan melibatkan masyarakat Desa Batu Nanggar yang tergolong ke dalam generasi alpha sebagai peserta kegiatan pengabdian. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan yaitu peserta memiliki kesadaran akan dirinya sendiri, dapat mengetahui bakat yang sudah ada dalam dirinya yang dipengaruhi oleh kedudukannya sebagai generasi alpha serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.   Kata Kunci: penyuluhan, generasi alpha, participation action research
HADITH-BASED TARGHIB AND TARHIB AS MOTIVATION STRATEGIES IN IMAM AL-MUNDHIRI’S DIDACTIC WORK Nelmi Hayati Nelmi; Nur Hamidah Pulungan; Fuji Pratami; Edriagus Saputra; Muhajirah Binti Jamaluddin
Journal International Inspire Education Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jiiet.v4i3.1056

Abstract

This study explores the concepts of targhib (motivation through promises and hope) and tarhib (motivation through warnings and threats) as reflected in Imam al-Mundhiri’s didactic work Al-Targhib wal-Tarhib, which compiles Prophetic hadiths on encouragement and deterrence. Using a qualitative descriptive approach through library research, this study analyzes selected hadiths thematically to identify their educational and psychological implications. The findings reveal that the targhib–tarhib framework represents a balanced motivational system in Islamic education, combining positive reinforcement with moral awareness and behavioral control. Imam al-Mundhiri’s work demonstrates how the Prophet Muhammad (peace be upon him) utilized emotional and spiritual stimuli to nurture faith, discipline, and ethical conduct among learners. In the perspective of educational psychology, this method aligns with reinforcement and behavior modification theories but extends beyond them by integrating spiritual and moral dimensions. The implementation of targhib–tarhib principles in contemporary learning environments can serve as an effective strategy to enhance students’ intrinsic motivation, character formation, and emotional intelligence, contributing to the development of holistic and value-based education.