Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The COUNSELING ON THE POSITION OF THE ALPHA GENERATION IN BATU NANGGAR VILLAGE THROUGH PARTICIPATION METHOD ACTION RESEARCH Pratami, Fuji; Willy Akmansyah Lubis; Putri, Arsy; Siregar, Annisa Putri; Yuhanna, Yuhanna; Handayani, Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi alpha berperan sebagai suatu golongan yang memiliki keunggulan yang dapat dengan mudah mengakses kemajuan teknologi kontemporer. Dengan bakat keunggulan yang dimiliki oleh mereka para generasi alpha perlu untuk diberikan edukasi untuk dapat menyadarkan mereka akan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dilakukan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendidik terhadap generasi alpha agar dapat mengetahui kelebihan serta kelemahan yang ada pada dirinya. Sebab generasi alpha jika dibimbing dengan baik dan benar maka besar kemungkinan akan menjadi suatu individu yang akan memegang sistem peradaban di masa depan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah dengan menggunakan metode participation action research (PAR) dengan melibatkan masyarakat Desa Batu Nanggar yang tergolong ke dalam generasi alpha sebagai peserta kegiatan pengabdian. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan yaitu peserta memiliki kesadaran akan dirinya sendiri, dapat mengetahui bakat yang sudah ada dalam dirinya yang dipengaruhi oleh kedudukannya sebagai generasi alpha serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.   Kata Kunci: penyuluhan, generasi alpha, participation action research
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Model Project Based Learning dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI di STAIN Mandailing Natal Khairurrijal, Khairurrijal; Pratami, Fuji; Pohan, Ali Jusri; Lubis, Willy Akmansyah
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa akan buku ajar mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang singkron dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), karena belum adanya buku ajar berbasis project based learning yang dikembangkan untuk mata kuliah pengembangan kurikulum PAI. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan perkuliahan pengembangan kurikulum PAI sebelum dan sesudah ada buku ajar berbasis project based learning , untuk mengetahui validitas dan praktikalitas buku ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Reaserc And Developman (RnD) dengan model ADDIE yang menggunakan 5 tahapan yaitu Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap praktikalitas. Sumber data yang digunakan adalah validitas, praktikalitas, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan, analisis validasi, dan praktikalitas.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses perkuliahan pengembangan kurikulum PAI mahasiswa membutuhkan buku ajar yang singkron dengan RPS. Setelah adanya buku ajar mahasiswa dapat terbantu memahami materi dan dosen terbantu dalam menarik minat belajar mahasiswa untuk belajar mandiri . Hasil validasi RPS Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI tergolong sangat valid dengan persentase 92,22 %. Hasil validasi Buku Ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek tergolong sangat valid dengan persentase 88,85 %. Berdasarkan pengisian angket respon 2 orang dosen adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 87 %. Hasil pengisian angket respon dari 53 orang  mahasasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap kepraktisan produk buku ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek yang digunakan adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 85,17 %. Kata Kunci: Buku Ajar, Project Based Learning, Kurikulum, PAI
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Model Project Based Learning dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI di STAIN Mandailing Natal Khairurrijal, Khairurrijal; Pratami, Fuji; Pohan, Ali Jusri; Lubis, Willy Akmansyah
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa akan buku ajar mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang singkron dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), karena belum adanya buku ajar berbasis project based learning yang dikembangkan untuk mata kuliah pengembangan kurikulum PAI. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan perkuliahan pengembangan kurikulum PAI sebelum dan sesudah ada buku ajar berbasis project based learning , untuk mengetahui validitas dan praktikalitas buku ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Reaserc And Developman (RnD) dengan model ADDIE yang menggunakan 5 tahapan yaitu Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap praktikalitas. Sumber data yang digunakan adalah validitas, praktikalitas, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan, analisis validasi, dan praktikalitas.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses perkuliahan pengembangan kurikulum PAI mahasiswa membutuhkan buku ajar yang singkron dengan RPS. Setelah adanya buku ajar mahasiswa dapat terbantu memahami materi dan dosen terbantu dalam menarik minat belajar mahasiswa untuk belajar mandiri . Hasil validasi RPS Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI tergolong sangat valid dengan persentase 92,22 %. Hasil validasi Buku Ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek tergolong sangat valid dengan persentase 88,85 %. Berdasarkan pengisian angket respon 2 orang dosen adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 87 %. Hasil pengisian angket respon dari 53 orang  mahasasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap kepraktisan produk buku ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek yang digunakan adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 85,17 %. Kata Kunci: Buku Ajar, Project Based Learning, Kurikulum, PAI
EVALUATION OF LEARNING BASED ON THE PROPHETIC VALUES OF HADITH Pratami, Fuji; Pulungan, Nur Hamidah; Permata Sari, Novia
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 17, No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tadib.v17i1.4600

Abstract

This paper explores the concept of learning evaluation from the perspective of hadith using a thematic approach (mawḍūʿī) to uncover prophetic values that can be integrated into Islamic educational evaluation practices. In this context, learning evaluation is a tool for measuring cognitive achievement and a reflective process to assess the internalisation of spiritual, moral, and social values. The hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him) that demonstrate evaluative practices—such as giving praise, correction, feedback, reflective dialogue, and adjusting teaching strategies—serve as the normative foundation for developing a prophetic-based evaluation paradigm. From this thematic study, three core values are identified as the foundation of the prophetic approach: transcendence (awareness of divinity), humanisation (respect for human dignity), and liberation (freedom from ignorance and injustice). Evaluation in hadith is humanistic and contextual, emphasising personal transformation rather than mere numerical assessment. Thus, this study offers both conceptual and practical contributions in designing an Islamic learning evaluation model that is more holistic, transformative, and relevant to the challenges of contemporary education.
Menumbuhkan Kreativitas dan Keterampilan Peserta Didik melalui Lomba Isra’ Mi’raj di SMK Negeri 1 Panyabungan Asiyah, Siti; Sabila, Anisa; Sahara, Intan; Ramadhani, Tri Indah; Aini, Yusrida; Tamimi, Zulpadli; Pratami, Fuji
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rshqxc81

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengimplikasikan terjadinya eskalasi dalam kemampuan berpikir, ditandai oleh suksesi, diskontinuitas, diferensiasi dan integrasi antara tahap perkembangan. Tujuan dari pelaksanaan kegaitan perlombaan dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan peserta didik serta dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Panyabungan yang terdiri dari 3 cabang perlombaan, yaitu pop solo, syarhil Qur’an dan tilawah. Hasil yang didapatkan yaitu mendapatkan respon yang positif dari peserta didik, pendidik, kepala sekolah serta masyarakat yang berada dilingkungan sekolah denganmenunjukkan keantusiasan dalam sukses event tersebut. Melalui kegiatan tersebut menjadikan peserta didik lebih kreatif serta lebih terlatih untuk mengikuti event perlombaan kedepannya diluar lingkungan SMK Negeri 1 Panyabungan.
Contextualizing Poda Na Lima As An Ethnopedagogical Framework for PAI BP in Indonesian Elementary Schools Fuji Pratami; Willy Akmansyah Lubis; M Yemmardotillah; Nahid Ayad; Rina Juliana
Ta'dib Vol 28 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v28i2.15844

Abstract

Efforts to strengthen character education through local wisdom have become a national priority, yet no empirical studies have developed an operational model for integrating Poda Na Lima into Islamic Education and Character Education (PAI BP) at the elementary level. Consequently, Mandailing cultural wisdom remains underutilized as a pedagogical foundation. This study aims to develop, implement, and evaluate an ethnopedagogical model grounded in Poda Na Lima for PAI BP instruction in elementary schools in Mandailing Natal Regency. Using a qualitative approach with an educational ethnography and multiple case study design, the research involved PAI BP teachers through interviews, participant observation, and document analysis. This approach enabled an in depth understanding of how cultural values are negotiated and internalized in classroom interactions. Findings show that integrating Poda Na Lima values Paias Rohamu, Paias Pamatangmu, Paias Parabitonmu, Paias Bagasmu, and Paias Pakaranganmu can be effectively implemented through structured habituation, spiritual reinforcement, and culturally responsive communication. The model contributes to students’ religious, social, and ecological character development and supports the strengthening of Mandailing cultural identity. However, challenges persist, including the lack of standardized curriculum guidelines and limited teacher competence in ethnopedagogy. This study offers a theoretically grounded ethnopedagogical model that connects local wisdom with Islamic and character education. Practically, it provides an applicable framework that teachers and policymakers can adopt to design more contextualized and culturally relevant PAI BP learning in diverse Indonesian educational settings.
Toward Holistic Assessment in Adult Islamic Religious Education: Integrating Irfani Epistemology and Andragogy Willy Akmansyah Lubis; Fuji Pratami
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.8950

Abstract

Conventional evaluation in adult Islamic Religious Education (PAI) remains predominantly rooted in pedagogical paradigms that prioritize cognitive achievement, thereby overlooking the spiritual and existential development central to adult learning.This conceptual study employs systematic library research, drawing on scholarly sources indexed in Scopus, Google Scholar, and DOAJ. Data were analyzed through qualitative content analysis to translate Irfani epistemological concepts into observable educational indicators.The study proposes a three-stage evaluation framework integrating spiritual-intuitive dimensions with andragogical principles: (1) Tazkiyah, assessing behavioral and affective alignment; (2) Kashf, evaluating reflective depth and existential awareness; and (3) Ta’bir, measuring value internalization through ethical decision-making narratives. The framework introduces non-grading instruments, including self-reflection journals and ethical dilemma portfolios, to shift assessment from rote learning toward indicators of spiritual maturity.This model offers a transformative approach to adult PAI evaluation by emphasizing personal growth, intrinsic motivation, and non-coercive learning environments over formal certification. It aligns assessment practices with the holistic nature of adult religiosity. However, as a conceptual framework, it lacks empirical validation. Future research should focus on instrument development, expert validation, and cross-cultural application to enhance its robustness and practical implementation.
Pengelolaan ZISWAF sebagai sarana pendidikan islam di SMA dan SMK Kecamatan Panyabungan Hamdanil Hamdanil; Fuji Pratami; Willy Akmansyah Lubis; Bagus Pria Alwadipa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38820

Abstract

Abstrak Pemahaman masyarakat, termasuk peserta didik, terhadap pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) masih tergolong rendah karena keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Di sisi lain, muncul stigma negatif yang menyamakan pengumpulan infaq di sekolah dengan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan pengelolaan Ziswaf sebagai sarana pendidikan karakter dan literasi finansial syariah bagi Generasi Z di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat sekolah mitra (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2 Panyabungan) dengan melibatkan pengurus OSIS dan guru. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL) yang mencakup tiga tahapan utama: persiapan (survei dan diskusi masalah), pelayanan (sosialisasi dan pendampingan intensif), dan refleksi (evaluasi ketercapaian tujuan). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pengurus OSIS dalam mengelola dana Ziswaf secara transparan dan akuntabel. Pendampingan yang dilakukan berhasil memberikan legitimasi hukum melalui edukasi distingsi antara pungli dan filantropi Islam, sehingga sekolah yang sebelumnya terkendala stigma (SMKN 1) mulai menginisiasi kembali pengumpulan infaq secara mandiri. Berdasarkan survei kepuasan, ketercapaian tujuan pengabdian berada pada kategori sangat baik dengan persentase 70,8%. Sosialisasi dan pendampingan berbasis teknologi mampu mengubah persepsi siswa terhadap Ziswaf dari sekadar praktik tradisional menjadi identitas sosial yang modern dan transparan. Pengelolaan Ziswaf yang dikelola langsung oleh siswa terbukti efektif sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman dan empati sosial bagi remaja Generasi Z. Kata kunci: ZISWAF; sarana; pendidikan islam. Abstract Public understanding of Zakat, Infaq, Alms, and Waqf (Ziswaf), particularly among students, remains relatively low due to the limited time allocated for Islamic Religious Education in schools. Furthermore, a negative stigma has emerged equating school-based infaq collection with illegal levies (pungli), as observed in SMKN 1 Panyabungan. This study aims to strengthen Ziswaf management as a medium for character education and Sharia financial literacy for Generation Z in the school environment. This community service project was conducted at four partner schools (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, and SMKN 2 Panyabungan), involving student council (OSIS) members and teachers. The method employed was Service Learning (SL), consisting of three main stages: preparation (surveys and problem identification), service (socialization and intensive mentoring), and reflection (evaluation of objective achievement). The results indicate an increase in the independence of student councils in managing Ziswaf funds transparently and accountably. The mentoring process successfully provided legal legitimacy by educating stakeholders on the distinction between illegal levies and Islamic philanthropy. Consequently, schools previously hindered by stigma (SMKN 1) have begun re-initiating independent infaq collection. Based on the satisfaction survey, the achievement of the program's objectives was categorized as "Excellent" with a percentage of 70.8%. Technology-based socialization and mentoring have successfully shifted students' perceptions of Ziswaf from a traditional practice to a modern and transparent social identity. Student-led Ziswaf management is proven effective as a medium for internalizing Islamic values and social empathy among Generation Z adolescents. Keywords: ZISWAF; facilities; islamic education.