Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS ENEMAWIRA KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Pangalo, Risye Melinda; Asrifuddin, Afnal; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit menular Tuberkulosis Paru. Penyakit TB Paru dapat menular melalui percikan dahak seorang pasien yang menderita TB BTA (Bakteri Tahan Asam) positif (+). Puskesmas Enemawira merupakan puskesmas yang memiliki jumlah kasus Tuberkulosis paru BTA positif tertinggi dibandingkan dengan 16 puskesmas lain yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jumlah 30 kasus pada tahun 2018. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bertujuan  mengetahui besar risiko riwayat kontak dengan penderita dan kebiasaan merokok dengan kejadian Tuberkulosis Paru BTA positif di wilayah kerja Puskesmas Enemawira. Metode penelitian yang digunakan yaitu Case Control Study dengan menggunakan pendekatan retrospective. Sampel yang diambil adalah pasien yang datang berobat ke Puskesmas Enemawira pada bulan Januari - Juli 2018 yang terbagi menjadi kelompok kasus (pasien TB Paru BTA+) berjumlah 30 orang dan kelompok kontrol (TB Paru BTA-) berjumlah 30 orang. Perhitungan Odds Rasio dan Confidence Interval diterapkan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Tuberkulosis, Riwayat Kontak dengan Penderita, Kebiasaan Merokok. ABSTRACTMycobacterium tuberculosis is a bacterium that can cause infectious diseases of pulmonary tuberculosis. Pulmonary TB can be transmitted through sputum from a patient who has positive (+) BTA (Acid Resistant Bacteria). Enemawira Health Center is the highest health center with the highest number of positive smear pulmonary tuberculosis cases compared to 16 other health centers in the Sangihe Islands District with a total of 30 cases in 2018. Research conducted by researchers aimed to determine the risk of contact history with patients and smoking habits with events AFB positive pulmonary tuberculosis in the work area of Enemawira Health Center. The research method used is the Case Control Study using a retrospective approach. The samples taken were patients who came to the Enemawira Health Center in January - July 2018 which were divided into 30 cases of cases (pulmonary TB patients with AFB +) and 30 people in the control group (pulmonary tuberculosis TB). Calculation of Odds Ratio and Confidence Interval is applied in this study. Keywords: Tuberculosis, Contact with TB patient, Smoking habit.
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Aring, Enjelia S.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting mengalami peningkatan pada tahun 2013 dengan prevalensi sebesar 37,2%. Tiggi badan orang tua menjadi faktor yang berpegaruh terhadap kejadian stunting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah tinggi badan orang tua berhubungan dengan masalah stunting. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observsional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahsa Tenggara, bulan Juli-Oktober tahun 2018. Populasi penelitian ini yaitu semua balita yang berumur 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa dan jumlah sampel 75 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan alat ukur tinggi badan. Uji statistik dengan Fisher’s Exact pada a=0,05. Penelitian ini menunjukkan prevalensi ayah pendek dan ibu pendek sebesar 5,3% dan 30,7% dan stunting pada balita berjumlah 42,7%. hasil uji bivariate didapatkan tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting. Uji statistik menggunakan Fisher’s Exact didapatkan antara tinggi badan ayah, ibu, orang tua dihubungkan dengan kejadian stunting berturut-turut yaitu p value=0,307, p value=0,451, p value=1,000. Tidak ada hubungan antara tinggi badan ayah, tinggi badan ibu dan tinggi badan orang tua dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci : Stunting, Tinggi badan ayah, Tinggi badan ibu, AnakABSTRACTStunting prevalence experienced an increase in 2013 with a prevalence of 37.2%. Parental body disease is a factor that influences the incidence of stunting. This study was conducted to see whether parental height was associated with stunting problems. This type of research is analytic observational research with cross sectional approach. This research was carried out in Tombatu District, Southeast Minahsa District, July-October 2018. The population of this study were all toddlers aged 24-59 months in Tombatu District, Minahasa Regency and a total sample of 75 respondents. The sampling technique was purposive sampling with the research instruments used, namely questionnaires and height measuring instruments. Statistical test with Fisher’s Exact at a = 0.05. This study shows the short prevalence of short fathers and mothers by 5.3% and 30.7% and stunting in infants amounted to 42.7%. The results of the bivariate test showed that there was no correlation between father's height and maternal height with the incidence of stunting. Statistical tests using Fisher's Exact were obtained between father's, mother's, parents' height and were associated with consecutive stunting, p value = 0.307, p value = 0.451, p value = 1,000. There was no correlation between father's height, maternal height and parental height with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Tombatu District, Southeast Minahasa RegencyKeyword : Stunting, Father’s height, Mother’s height, Children
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tumbelaka, Christian; Kapantow, Nova H.; Purba, Rudolf B.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi sebagai indikator yang menentukan apakah anak memiliki status gizi yang baik. Status Sosial ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap pemenuhan gizi, jika pemenuhan gizi keluarga tidak terpenuhi dapat berakibat pada terjadinya penyakit dalam keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Menggunakan jenis penelitian cross sectional study, populasi penelitian ini yaitu anak usian 25-59 bulan dan sampel yaitu 100 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ayah yang berpendidikan tinngi sebesar 80%, ibu yang berpedidikan tinngi 76%. Pekerjaan orang tua, ayah semua memiliki pekerjaan sedangkan ibu yang tidak memiliki pekerjaan sebesar 74% dan keluarga yang berpendapatan rendah sebesar 73%. Status gizi pada balita kurang sebesar 7%, balita pendek 19% dan balita kurus 15%. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa, Pendidikan orang tua memiliki hubungan dengan status gizi berdasarkan berat badan menurut umur sedangkan pada tinggi badan menurut umur dan berat badan menurut tinggi badan tidak terdapat hubungan. Pada pekerjaaan ibu dan pendapatan keluarga tidak terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut tinggi badan.Kata kunci : Sosial Ekonomi Keluarga, Status GiziABSTRACTNutrition status as indicator y ang determine does the child have good nutritional status . Social status economy family very take effect to fulfillment nutrition , if ent e n u han nutrition family not fulfilled could caused on ter anniversary disease in family . Aim research this is for knowing relationship between family socioeconomic status and nutritional status in children aged 24-59 months in Pasan District, Southeast Minahasa Regency . Using the type of cross sectional study, the research method is children aged 25-59 months and samples are 100 samples. The results of this study indicate that a father with a high education of 80%, a mother with a high education of 76%. Parental work, fathers all have jobs while mothers who do not have jobs are 74% and low income families are 73%. Nutritional status in children under five is less by 7%, short toddlers 19% and underweight toddlers 15%. From the results of statistical tests found that, parental education has a relationship with nutritional status based on body weight according to age while at height according to age and weight according to height no relationship. In my work and family income there was no relationship between nutritional status based on anthropometry index of body weight according to age, height according to age , and body weight according to height.Keywords : Family Socio-Economic, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Purba, Elisa A.; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian ASI eksklusif di Provinsi Sulawesi Utara sesuai hasil Riskesdas tahun 2013 untuk pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0 – 6 bulan adalah 38 %, lebih rendah dari rata-rata nasional (42%). Kematian bayi di Indonesia tiap tahun bisa dicegah melalui pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan sejak kelahirannya. Perbaikan gizi spesifik melalui pemberian ASI eksklusif dapat memperbaiki status gizi bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan Status gizi bayi 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian dengan disain cross sectional. Populasi dan sampel adalah bayi yang berusia 6-12 bulan yang berjumlah 68 orang. Data yang dikumpulkan data pemberian ASI eksklusif dan data antropometri untuk mengetahui status gizi.Analisis data bivariate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, yang memberikan ASI eksklusif sebesar 41,2%, dan yang bestatus gizi baik (BB/U) 88,2% dan status gizi kurang sebesar 11,8%. Bayi yang mengalami stunting (pendek)(PB/U) sebesar 22,1%, dan yang gemuk 2,9% (BB/PB). Kesimpulan, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi (BB/U)(p<0,05). Tidak terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif (p>0,05) dengan status gizi bayi (PB/U dan BB/PB).Kata kunci : ASI eksklusif, Status GiziABSTRACTExclusive breastfeeding achievement in North Sulawesi Province according to Riskesdas 2013 for Exclusive Breastfeeding for infants 0 - 6 months was 38%, lower than the national average (42%). Infant deaths in Indonesia each year can be prevented through exclusive breastfeeding for six months since infant was birth. Specific nutritional improvement through exclusive breastfeeding can improve the nutritional status of infants. The purpose of this research was to find out the relationship of exclusive breastfeeding with infant 6-12 months nutrition status and the working area is Puskesmas Tatelu Dimembe Sub-district of North Minahasa Regency. Type of research is cross sectional design. Population and sample are infants aged 6-12 months, amounting to 68 people. The collected data is exclusive breastfeeding data and anthropometric data to determine nutritional status. Analysis of bivariate using data from Chi-Square test. The results of the research who gave exclusive breastfeeding is 41.2%, and the status of good nutrition (BB / U) is 88.2% and the nutritional status is less than 11.8%. Infants who had stunting (short) (PB / U) is 22.1%, and a fat 2.9% (BB / PB). In conclusion, there was a relationship between exclusive breastfeeding and infant nutritional status (BB / U) (p <0.05). There is no association of exclusive breastfeeding (p> 0.05) with infant nutritional status (PB / U and BB / PB).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALANTAKAN KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Irot, Rodela A.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi pada balita menempati urutan keempat masalah pada balita. Kasus gizi buruk di Sulawesi Utara tahun 2015 sebanyak 39 kasus, terjadi penurunan dibandingkan tahun 2014 sebanyak 47 kasus. Masalah gizi, khususnya stunting menghambat perkembangan dan berdampak negatif yang akan berlangsung dalam kehidupan selanjutnya. Persentase balita pendek di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2%, tahun 2010 sebesar 35,6% dan tahun 2007 sebesar 36,8%. Secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan sebesar 55,7% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Cakupan ASI ekslusif pada Puskesmas Walantakan sebesar 81,13% dan terdapat 1 balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6 ? 12 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Walantakan berjumlah 51, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher's Exact Tests diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks BB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 0,094, tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks PB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 1,000, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak usia 6 ? 12 bulan, nilai value yang diperoleh sebesar 0,021.Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, Status GiziABSTRACTMalnutrition is ranked as fourth problem in infants. Malnutrition in North Sulawesi on 2015 was 39 cases, a decrease compared to 2014 was 47 cases. Nutritional problems, especially stunting inhibit the development and negative impact that will take place in the next life. The percentage of stunted toddlers in Indonesia in 2013 was 37.2%, in 2010 was 35.6% and in 2007 was 36.8%. Nationally, exclusive breastfeeding coverage for infants aged less than 6 months is 55.7%. Exclusive breastfeeding coverage at Walantakan Puskesmas is 81,13% and there was a toddler in low nutrition. This research used analytical-survey with cross-sectional approach. The population is all mothers with children 6-12 months who live in working area of Walantakan health center and using total sampling. The sample of this research is 51 samples. Result of this research based on Fisher's Exact statistical tests that there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months according to index BB/U (?-value=0,094), there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status children 6-12 months according to the index PB/U, (?-value=1,000), there is a relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months, (?-value=0,021).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKSMAS PUSOMAEN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Halik, Nabila; Malonda, Nancy S. H.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan penggunaannya. Status gizi balita diukur berdasarkan umur, berat badan (BB) dan tinggi badan/panjang badan (TB/PB). Faktor ekonomi yang memengaruhi status gizi di awali dari tingkat pendidikan yang berpengaruh terhadap jenis pekerjaan. Kemudian jenis pekerjaan akan berpengaruh pada pendapatan. Pendapatan yang rendah merupakan kendala bagi keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi, baik segi kualitas maupun kuantitasnya bagi seluruh anggota keluarga. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga (Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan) dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan dengan jumlah 424 balita. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 100 sampel. Berdasarkan hasil uji statistik Fisher?s Exact Test diperoleh pendidikan ayah (TB/U p = 1,000 , BB/U p = 0,294, BB/TB p = 0,065), pendidikan ibu (TB/U p = 0.141, BB/U p = 0,230, BB/TB p = 0,646), pekerjaan ibu (TB/U p = 0,181, BB/U p = 0,266, BB/TB p = 0,307), serta pendapatan keluarga (TB/U p = 1,000, BB/U p = 0,409, BB/TB p = 1,000). Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendidikan ayah, pendidikan ibu, dengan status gizi balita berdasarkan indeks (TB/U, BB/U, BB/TB).Kata Kunci: Sosial Ekonomi Keluarga, Status GiziABSTRACTNutritional status is the state of the body which is the end result of the balance between the nutrients that enter the body and its use. Toddler nutrition status is measured by age, body weight (BW) and height/body length (BH/BL). Economic factors that affect nutritional status start from the level of education affecting the type of work. Then the type of work will affect the income. Low income is an obstacle for families to meet the nutritional needs, both in terms of quality and quantity for all family members. The general objective of this study is to find out whether there is a relationship between family socioeconomic factors (education, employment and income) with nutritional status in children aged 24-59 months in the working area of Pusomaen Pusomaen of Southeast Minahasa Regency. The research design used was observational analytic with cross sectional study design. The population in this study were children aged 24-59 months with the number of 424 children under five. Sampling was done by Purposive Sampling by determining the number of samples using Slovin formula so that the number of samples taken was 100 samples. Based on the results of Fisher's Exact Test statistic obtained by father education (H/A p = 1,000, W/A p = 0,294, W/H p = 0,065), mother education (H/A p = 0,141, W/A p = 0,230, W/H p = 0.646), maternal work (H/A p = 0.181, W/A p = 0.266, W/H p = 0.307), and family income (H/A p = 1,000, W/A p = 0.409, W/H p = 1,000). Conclusion there is no relation between father's job, mother's job, father's education, mother education, with nutritional status of children under the index (H/A, W/A, W/H).Keywords: Socioeconomic Family, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN RATAHAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Celeste, Jessica M.; Kapantow, Nova H.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan syarat mendasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, makanan yang di konsumsi berpengaruh pada status gizinya. Status gizi kurang terjadi apabila tubuh kekurangan zat-zat gizi esensial. Setiap tahun lebih dari sepertiga kematian anak di dunia berkaitan dengan masalah kurang gizi, yang dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga anak rentan terkena penyakit. Jika angka status gizi kurang terus bertambah, maka secara perlahan kekurangan gizi akan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta rendahnya umur harapan hidup. Memberikan ASI sebagai makanan terbaik bagi bayi merupakan langkah awal untuk membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas di masa depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi yaitu anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga didapati 70 sampel. Digunakan kuisioner untuk mengukur riwayat pemberian ASI. Variabel status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan serta microtoise untuk mengukur tinggi badan, kemudian menghitung Z-score. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 15,9% gizi kurang, 18,8% pendek dan 13,0% kurus. Berdasarkan hasil uji chi square didapati nilai p > 0,05 yang berarti daat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci: Riwayat Pemberin ASI, Status GiziABSTRACTNutritional status is a fundamental requirement for the growth and development of children, the food consumed affects the nutritional status. Poor nutritional status occurs when the body lacks essential nutrients. Every year more than one third of child deaths in the world are related to malnutrition, which can weaken the immune system so that children are vulnerable to disease. If the number of nutritional status is not continuously increasing, then slowly malnutrition will have an impact on the high mortality rate of mothers, infants, and toddlers, as well as low life expectancy. Providing ASI as the best food for babies is the first step to building healthy and smart Indonesian people in the future. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between breastfeeding and nutritional status in children aged 24-59 months in Ratahan Timur District, Southeast Minahasa Regency. This research is an analytic observational study with cross sectional design. The population is children aged 24-59 months in Ratahan Timur District with inclusion and exclusion criteria. Sampling was done by purposive sampling so that 70 samples were found. Questionnaires were used to measure the history of breastfeeding. Variable nutritional status was measured using anthropometric measurements with scales to measure weight and microtoise to measure height, then calculate the Z-score. The results of this study were that there were 15.9% malnutrition, 18.8% short and 13.0% thin. Based on the results of the chi square test found p value> 0.05 which means that it was concluded that there was no relationship between the history of breastfeeding with nutritional status based on BB / U index, TB / U and BB / TB in children aged 24-59 months in Ratahan Subdistrict East of Southeast Minahasa Regency.Keywords: Breastfeeding History, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA WORI KECAATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sahara, Sri G.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor sangat terpenting dalam menentukan kualtas sumber daya manusia. Salah satu indikator yang menentukan pertumbuhan anak yaitu dari kulitas status gizi yang begitu  sangat baik. Adalagi faktor yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu pendidikan, pekerjaan dan juga pendapatan . Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara status sosial ekonomi dgn status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu  analitik Cross-Sectional. Populasi adalah seluruh anak dengan usia 24-59 bulan, dengan sampel penelitian ini seluruh jumlh populasi yaitu 95 anak. Penelitian di laksanakan  bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian  menunjukkan status gizi bedasarkan (BB/U) status gizi kurang 11 (11,6 %) dan status gizi baik  84 (88,4%). Indeks status gizi (BB/TB) status gizi kurus sebanyak 15 (15,8%) dan 80 (84,2%) status gizi normal. Indeks status gizi  (TB/U) 19 (18,9)  pendek dan (IMT/U) status gizi kurus sebanyak 18 (18,9%) dan 77 (81,1%) status gizi normal. Karakteristik status sosial ekonomi seperti pendidikan orang tua mendominasi pada tingkat pendidikan rendah. Sebanyak 87,4% ibu  bekerja di dalam rumah atau menjadi Ibu Rumah Tangga. Pendapatan keluarga sebagian termasuk pendapatan rendah 87 (91,6%). Berdasarkan hasil uji chi quare  ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (IMT/U)  (p= 0.001). Pendidikan ibu (IMT/U)  (p= 0,001). Berdasarkan hasil  Fisher Exact test ini tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi (IMT/U) (p= 0.591) & begitu juga tiadak terdapat adanya hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi (IMT/U) (p= 0,345). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan status gizi anak (IMT/U), pekerjaan ibu serta pendapatan keluarga tidak terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U). Disarankan kepada orangtua untuk memperhatikan lebih baik  lagi asupan makanan bagi anak baik dari segi yang  berkualitas maupun kuantitas. Juga bagi orang tua harus rajin pergi ke posyandu mencari informasi dengan mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang masalah gizi pada anak.  Kata Kunci: Sosial Ekonomi Dan Status Gizi  ABSTRACTNutrition is an essential factor in determining the quaity of human resources. One indicator that determines the growth of chiildren is the quality of good nutritional statuss. The factors that can affect the nutritionl status of children are educatioon, employment, and incomee. The purpose oof this study to lok is for a relationship between socioeconomic status nutritional status  children aged 24-59 months in Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency. The design of this researchh is analytic design with a Cross-Sectional approach. The population is all children aged 24-59 monthss, the sample of this study is the total population of 95 children. This research was conducted in May-June 2019. Based on nutritional status a (BB/U) there were 11 (11.6%) underweight and 84 (88.4%) good nutritin. Nutritional status index (BB/TB) contained thin nutritional status of 15 (15.8%) and 80 (84.2%) normal nutrition. Nutritional status index (TB/U) and (IMT/U) there are underweight nutritional status of 18 (18.9%) and 77 (81.1%) status normal nutrition. Characteristics of socioeconomic status such as mother and father education predominate at low levels of education. As many as 87.4% of mothers do not work or become a housewife. Family income is mostlly included in the low incme of 87 (91.6%). Based on the results of the chi-square test, the father 's education (IMT/U) is obtained p-value = 0.001. Maternal education (IMT/ U) p-value = 0.001. Based on Fisher Exact test Work motheer test results (IMT/U) p = 0.591 and family incomee (IMT/ U) p = 0.345. This study concludes that the father education and mother' education have a relationship with the nutritional status of children (IMT / U), and maternal work and family income have no relationship with the nutritional status of children (IMT/ U). It is recommended for parents to pay attention to food intake for children both in terms of quality and quantity. Also for parents to be diligent in going to the Integrated Healthcare Center looking for information by following counseling about nutrition problems in children. Keywords: Socio-Economic and Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Agian, Grasila; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita R.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan golongan penduduk rawan gizi dan kelompok usia yang dianggap sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat karena usia tersebut merupakan pangkal dari status kesehatan masyarakat dimulai. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten MInahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara yang berusia 24-59 bulan dengan jumlah 734. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin dan didapatkan total sampel sebanyak 88 balita. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik fisher’s exact test diperolah hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,330), TB/U (ρ=0,960), BB/TB (ρ=0,805). Tidak terdapat hubungan antara sikap memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,883), TB/U (ρ=0,966), BB/TB (ρ=1000). Tidak terdapat hubungan antara praktek merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=1000), TB/U (ρ=0,297), BB/TB (ρ=0,546). Tidak terdapat hubungan antara praktek memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,946), TB/U (ρ=0,524), BB/TB (ρ=0,523). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada anak balita usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Pola Asuh, Status GiziABSTRACTChildren under five are a group of nutritional prone population and age group considered as a determinant of the degree of public health because that age is the base of public health status begins. The nutritional status of children under five is one indicator that describes the level of community welfare. The purpose of this study is to determine the relationship between parenting with nutritional status of children under five in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa District. The research design used was analytic survey with cross sectional design. The population in this research is toddlers in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa Regency which is 24-59 months with the number of 734. The sample is calculated using slovin formula and the total of 88 samples. The results are based on statistic fisher's exact test result showed that there was no correlation between caring attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,330), TB / U (ρ = 0,960), BB / TB (ρ = 0,805). There was no correlation between feeding attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,883), TB / U (ρ = 0,966), BB / TB (ρ = 1000). There is no correlation between caring practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 1000), TB / U (ρ = 0,297), BB / TB (ρ = 0,546). There was no correlation between feeding practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,946), TB / U (ρ = 0,524), BB / TB (ρ = 0,523). The conclusion of this research is there is no correlation between parenting with nutritional status at 24-59 months child in working area of Puskesmas Kolongan, North Minahasa Regency.Keywords: Parenting, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Waani, Miracle B.; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan. Pola asuh merupakan interaksi antara anak dengan orang tua dalam hal mendidik, membimbing, merawat, memberikan makan, pemeliharaan kesehatan dan mendisiplinkan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru Kec. Mandolang Kab. Minahasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anak berusia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru Kec Mandolang, dan penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel, jadi sampel berjumlah 72 balita. Hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukkan status gizi dengan indikator BB/U gizi baik 75,0%, dan gizi kurang 25,0%. Indikator TB/U tinggi 6,9%, normal 63,9%, pendek 22,2%, dan sangat pendek 6,9%. Indikator BB/TB gemuk 8,3% normal 59,7%, kurus 18,1%, sangat kurus 13,9%. Sedangkan, Pola asuh ibu dalam hal ini praktik pemberian makan anak yang baik berjumlah 48,8% dan kurang baik sebesar 51,4%. Praktik merawat anak yang baik berjumlah 72,2% dan kurang baik berjumlah 27,8%. Berdasarkan hasil uji chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara praktik pemberian makan anak dengan status gizi BB/U, dan TB/U, juga tidak terdapat hubungan antara praktik merawat anak dengan status gizi BB/U dan TB/U, tetapi terdapat hubungan antara praktik praktik pemberian makan anak dengan status gizi BB/TB dan praktik merawat anak dengan status gizi BB/TB pada anak usia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru, Kec Mandolang, Kab Minahasa Kata kunci: Balita, Pola Asuh, Status Gizi. ABSTRACTNutrition is an organisms process of using food that is consumed normally through the process of digestion, absorption, transportation, storage, metabolism, and release of substances that are not used. Parenting is an interaction between children and parents in terms of educating, guiding, caring, providing food, maintaining health and disciplining children. The purpose of this research was to analyze whether there is a relationship between parenting and nutritional status in children aged 24-59 months in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This research uses analytic observational research with cross sectional approach. The population of this research was all children aged 24-59 months in the village of Tateli Weru, Mandolang District, and this study used a total sampling which the entire population was sampled, so the sample was 72 toddlers. The results of statistical tests in this study indicate the nutritional status with indicators of Body Weight/Age good nutrition 75.0%, and malnutrition 25.0%. The indicator of Body Height/Age is high 6.9%, normal 63.9%, short 22.2%, and very short 6.9%. Indicator of Body Weight/Body Height is 8.3% fat, 59.7% normal, 18.1% thin, 13.9% very thin. Meanwhile, the mother's parenting in this case good child feeding practices amounted to 48.8% and less than good at 51.4%. The practice of caring for good children is 72.2% and not good is 27.8%. Based on the results of the chi square test shows there is no relation between the practice of child feeding with nutritional status of Body Weight/Age, and Body Height/Age, also there is no relation between the practice of caring for children with the nutritional status of Body Weight/Age and Body Height/Age, but there is a relationship between practice the practice of feeding children with Body Weight/Body Height nutritional status and the practice of caring for children with Body Weight/Body Height nutritional status in children aged 24-59 months in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency. Keywords: Toddler, Parenting, Nutritional Status
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Jeanette I. Ch. Manoppo Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marlyn G. Kapantow Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ramoh, Andrea Putra Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang