Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Toliu, Siti Nurjanah K.; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pervalensi stunting pada tahun 2017 terdapat 23% dari seluruh anak di dunia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Stunting masih merupakan masalah gizi yang menjadi tantangan bagi Indonesia, terdapat  36,4% anak-anak di indonesia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan ayah, ibu, dan orang tua dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan di Kecamatan Pasan pada bulan Mei sampai Oktober tahun 2018. Populasi pada penelitian ini berjumlah 248, sampel di ambil dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Data tinggi badan balita dan orang tua diperoleh dengan mengukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise ketelitian 0,1 cm. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh pervalensi ayah pendek sebesar 9%, pervalensi ibu pendek sebesar 15%, dan  kejadian stunitng balita 19%. Hasil uji chi square tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting (p value = 0,064), sadangkan untuk tinggi badan ibu terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000), untuk tinggi badan orang tua terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000).  Kata Kunci : orang tua, stunting, anak usia 24-59 bulan ABSTRACTThere are 23% of stunting prevalence from all children across the world that under 5 years old in 2017 that experiencing stunting. Stunting is still a nutritional problem, that is a challenge for Indonesia, there are 36.4% of children in Indonesia under the age of 5 years experiencing stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between height of father, mother, and parents with the incidence of stunting. This study was an analytic observational study with a cross sectional research design, carried out in Pasan Sub-District in May to October 2018. The total population in this study are 248, samples were taken by purposive sampling with a sample of 100 respondents. Data on the toddlers and parents height is obtained by measuring height by using a microtoise accuracy of 0.1 cm. The Data analysis that the researcher used was the chi square test. The results showed that the prevalence of short fathers was 9%, short mother prevalence was 15%, and the incidence of stunting in under-fives was 19%. The results of the chi square test did not have a relationship between father's height and the incidence of stunting (p value = 0.064), while that mother height was associated with the incidence of stunting (p value = 0,000), for parents  height there is a relationship with the incidence of stunting ( value = 0,000). Keyword : parents, stunting, children aged 24-59 months­
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tira, Tita O.K.; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita R.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan sebuah energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupan. Kandungan yang terdapat dalam ASI dapat memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan merupakan makanan ideal bagi bayi. Cakupan pemberian ASI di Kecamatan Pasan terbilang masih rendah yaitu 27,9% untuk pemberian ASI sampai 24 bulan dan 27,7% untuk pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan Status Gizi anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian dilakukan secara cross sectional pada 100 responden pada bulan September sampai Oktober 2018, dilakukan di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara, metode yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, dan digunakan sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Uji statistic dianalisis dengan uji Chi Square dilanjutkan menggunakan uji fisher’s exact, bermakna apabila nilai p value <0,05. Hasil penelitian terdapat 59% responden memberikan ASI eksklusif, 78% memberikan Kolostrum dan 29% mendapatkan ASI 24 bulan. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pemberian Kolostrum dengan Status Gizi berdasarkan BB/TB (p=0,037) dan kemudian tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U,BB/TB, tidak ada hubungan antara pemberian Kolostrum dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U, tidak ada hubungan pemberian ASI 24 bulan dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U,BB/TB.Kata Kunci : Riwayat Pemberian ASI, Status GiziABSTRACTASI contains all the energy and nutrition that babies need for the first months of life. Content that contained in ASI can fulfill nutrition that the baby needed and ideal meal for baby. Scope of giving ASI in Pasan district is still low, about 27.9% for breastfeeding for up to 24 months and 27.7% for exclusive breastfeeding. The purpose of this study is to know the correlation between history of breastfeeding and nutritional status of children aged 24-59 months in Pasan sub-district, Southeast Minahasa regency. The study conducted cross-sectionally to 100 respondent on September until October 2018, it was held in Pasan district, Southeast Minahasa regency, by using purposive sampling methode, using sample that have been fullfill inclusion and exclusion criteria. Statistical test were analyzed by Chi Square test followed by the fisher’s exact test, it considened meaningful if p value was <0.05. Results of the study showed that 59% respondents gave exclusive breastfeeding, 79% gave Colostrum and 29% got ASI for 24 months. The results of bivariate analysis showed that there was a correlation between the giving of colostrum with nutritional status depending on BB / TB (p = 0.036) and there is no correlation between the giving exclusive breastfeeding and nutritional status depending on BB / U, TB / U, BB / TB, there is no correlation between the giving of Colostrum with Nutritional Status based on BB / U, TB / U, there was no correlation between 24 months breastfeeding and nutritional depending on BB / U, TB / U, BB / TB.Keywords: history of breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PELAJAR KELAS VII DAN VIII DI SMP KRISTEN TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Mulalinda, Chendany W.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan suatu keadaan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan serta kesejahteraan baik individu maupun kelompok. Remaja merupakan kelompok yang rentan gizi, remaja memerlukan makanan yang memadai baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Penelitian ini di lakukan di SMP Kristen Tateli pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross Sectional (Potong lintang) dengan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 70 pelajar. Hasil penelitian ini menunjukkan pelajar dengan status gizi normal sebesar 54,3%, status gizi gemuk sebesar 27,1% dan status gizi obesitas sebesar 18,6%. Tingkat asupan karbohidrat yang paling banyak pada kategori cukup sebesar 64,3%, pada tingkat asupan protein paling banyak pada kategori cukup sebesar 52,9% dan pada tingkat asupan lemak paling banyak  pada kategori cukup yaitu sebesar 61,4%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara asupan zat gizi makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dengan status gizi pelajar kelas VII dan VIII di SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Misnahasa (p=0,000). Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak), Status Gizi, Siswa SMP ABSTRACTNutrition problem was a condition that can cause disruption to the health and well-being of both individuals and groups. Adolescents are a group that was vulnerable to nutrition; adolescents need adequate food both in terms of quantity and quality. This research was conducted at Tateli?s Christian Junior High School from June to August 2019. This study used a Cross Sectional study by using the Spearman Rank test with a 95% confidence level. The numbers of respondents in this study were 70 students. The results of this study indicated that students with normal nutritional status by 54.3%, fat nutritional status by 27.1% and nutritional status for obesity by 18.6%. The highest level of carbohydrate intake in the sufficient category was 64.3%, the highest level of protein intake was in the moderate category of 52.9% and the highest level of fat intake in the sufficient category was 61.4%. Statistical test results show a correlation between the intake of macro nutrients (carbohydrates, protein and fat) with the students nutritional status of grade VII and VIII at Tateli?s Christian Junior High School, Mandolang District, Minahasa Regency (p = 0,000). Keywords: Intake of Macro Nutrition (Carbohydrate, Protein and Fat), Nutritional Status, Students
HUBUNGAN ANTARA USIA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PERTAMA KALI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Mahardhika, Fajri; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok usia dibawah 5 tahun (Balita) merupakan kelompok yang rawan gizi karena mempunyai kebutuhan untuk tumbuh kembang yang relatif tinggi dibandingkan orang dewasa. Sedangkan umur 7 bulan merupakan titik awal timbulnya masalah gizi kurang karena diperkirakan pada usia 6 bulan kandungan zat gizi ASI sudah mulai berkurang, sedangkan pemberian makanan pendamping ASI mulai mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anak usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas kombos kota manado. Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan mengunakan rancangancros-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulai Mei 2017- Juni 2017 di Wilayah Keja Puskesmas Kombos Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 216 bayi yang berusia 6-12 bulan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 bayi yang memenuhikriteria inklusi dan eklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analais data yang digunakan adalah analisis univariat dana analisi bivariat dengan mengunakan uji chi-square. Hasil penelitian menujukan bayi yang diberikan MP-ASI tidak tepat (54,4%) dan diberiakan MP-ASI tepat (45,6%). Penelitian ini terdapat (82,4%) bayi yang memiliki status gizi baik, (12,7%) bayi yang memiliki status gizi kurang dan (2,9%) bayi yang memiliki status gizi lebih. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara usia pemberian makanan pemdamping ASI (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anakKata Kunci: Pemberian Makanan Pendamping Asi, Status Gizi AnakABSTRACTChildren under 5 years old (Balita) is a susceptible group to nutrition because their need for growth is relatively high compared to adults. The age of 7 months is the starting point of the emergence of malnutrition problems because it is estimated that at the age of 6 months the nutritional content of breast milk has begun to decrease, while the complementary feeding of breast milk (weaning food/MP-ASI) begins to suffice. This study was aim to analyze the relationship of the age of first providing weaning food (MP-ASI) to nutritional statues of children age 6-12 months in Kombos Manado city primary health center coverage area. This study used analytical observational method using a cross-sectional design. The study was conducted in May 2017 to June 2017 at Kombos Manado city primary health center coverage area. The population in this study was 216 infants aged from 6 to 12 months. The number of samples in this study was 68 infants who fulfilled inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a questionnaire. Data analysis were carried out in univariate and bivariate analysis by chi-square test. The study showed that infants who are given MP-ASI at age of ≤ 6 months (54.4%) and infants who are given MP-ASI at age > 6 months (45.6%). This study also revealed that infants with good nutritional status (82.4%), infants with poor nutritional status (12.7%) and infants with excessive nutritional status (2.9%). From this study it can be concluded that there was no relationship of age first providing MP-ASI to the nutritional status of infants aged from 6 to 12 months.Keywords : Complementary Feeding, Nutrional Status Of The Child
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pangalila, Yesenia Veronika; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar, tahun 2013 prevalensi stunting (PB/U) pada anak balita di Indonesia sebesar 36,4%. Data hasil PSG tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, presentase balita stunting di Sulawesi Utara sebesar 21,2%, nilai presentase ini masuk dalam kategori masalah ringan stunting. Untuk Kabupaten Minahasa presentase balita stunting (PB/U) sebesar 24%. Data tahun 2017 yang diperoleh dari Puskesmas Koya, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas ini hanya 19,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya dengan jumlah sampel 90 anak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan ρ = 0,05. Hasil analisis univariat jumlah anak yang berstatus gizi pendek sebesar 23,3% dan anak yang menerima ASI eksklusif sebesar 33,3%. Hasil analisis data hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan stunting adalah ρ = 0,017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan stunting.Kata Kunci: ASI Eksklusif, StuntingABSTRACTGlobally, Indonesia is the country with the fifth largest stunting prevalence, in 2013 the prevalence of stunting (BL/A) in toddlers in Indonesia amounted to 36,4%. The result data of Determination of Nutritional Status from Provincial Health Office in North Sulawesi, the percentage of stunting in North Sulawesi toddler amounted to 21.2%, this percentage value entered in category light problem stunting. For the Regency of Minahasa the percentage of stunting toddler is 24%. While the data for 2017 obtained from PHC Koya, coverage of exclusive breast feeding in the clinics area is only 19.8%. The purpose of this research is to know the existence of the relationship between exclusive breast feeding history with stunting on toddlers ages 6 – 24 months in a work-area of PHC Koya Tondano. The design of this research is cross-sectional approach. The population in this research is all toddlers aged 6-24 months in working area Clinics Koya. Data analysis univariate is used and bivariate use chi-square test with ρ = 0.05. The results of the univariate analysis for the children with nutritional status short is 23.3% and children who receive exclusive breast feeding is 33.3%. The results of the data analysis relationship between exclusive breast feeding history and stunting is ρ = 0.017. Conclusion of this research is the history of exclusive breast feeding, have a meaningful relationship with stunting.Keywords: Exclusive Breast Feeding, Stunting.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI BERUSIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAILANG KOTA MANADO Alimuddin, Nuraini M N; Kapantow, Nova H.; Kawengian, Shirley E.S
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif belum mencapai angka yang dihrapkan untuk mencapai target nasional sebesar 80%. Hasil data Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan pemberian ASI eksklusif di Indonesia saat ini masih sangat memperihatikan persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif sampai 6 bulan hanya 30,2 %. Berdasarkan laporan indikator pembinaan gizi masyarakat pada tahun 2016 cakupan pemberian ASI eksklusif di Dinkes Kota Manado menunjukan bahwa persentase ASI eksklusif sebesar 36,9 % dan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bulan januari sampai bulan juni 2017 untuk usiabayi 6-12 bulan dari 130 di Wilayah KerjaPuskesmas Bailang, yang mendapatkan ASI eksklusif hanya 35,7 % bayi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bailang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan sebanyak 98 ibu sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner.Analisis data menggunakan ujistatistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 6-12 bulan dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil p = 0,392 > 0,005. Untuk sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 6-12 bulan tidak terdapat hubungan dengan hasil p = 0,714 > 0,05. Saran bagi ibu perlu meningkatkan kesadaran bahwa pentingnya pemberian ASI eksklusif. Selain itu juga ibu perlu meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif yang baikdan benar kepada anaknya.Kata kunci : Pengetahuan Ibu, Sikap Ibu, ASI eksklusifABSTRACTExclusive Breastfeeding Achievement has not reached the number reached to reach the national target of 80%. Riskesdas data results in 2013 showed exclusive breastfeeding in Indonesia is still very concerned about the percentage of infants who received exclusive breastfeeding until 6 months only 30.2%. Based on the report on indicators of community nutrition development in 2016 coverage of exclusive breastfeeding in the Manado City Health Office showed that the percentage of exclusive breastfeeding was 36.9% and exclusive breastfeeding coverage from January to June 2017 for 6-12 months of infancy from 130 in the Working Area of Public Health Center Bailang, who get exclusive breastfeeding only 35.7% of infants. The purpose of this research is to know the relationship and attitude of mother with exclusive breast feeding in Work Area of Bailang Health Center of Manado City. This research uses analytic survey research method, with cross sectional study approach. Samples in this study were mothers who had infants aged 6-12 months as many as 98 mothers according to inclusion and exclusion criteria. Data obtained through interviews using questionnaires. Data analysis using Chi Square statistics. The results showed that there was no correlation between maternal knowledge with exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months using chi square test obtained p = 0,392> 0,005. For the mother's attitude with exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months there is no relationship with the results p = 0.714> 0.05. Suggestions for mothers need to raise awareness that the importance of exclusive breastfeeding. In addition, mothers need to increase knowledge about exclusive breastfeeding so that mothers can provide exclusive breastfeeding good and true to their children.Keywords: Mother Knowledge, Mother's Attitude, Exclusive ASI
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR ANAK DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Cristina, Ridzka; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan pencapaiannya dalam MDGs adalah status gizi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014, kasus gizi buruk terbanyak di Kota Manado sebanyak 7 kasus dan balita BGM sebanyak 364 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir anak dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak usia 24 -59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru yang berjumlah 1196 anak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 anak dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariat dan univariat menggunalan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Status gizi indikator BB/U sebanyak 23,8% gizi kurang dan 76,2% gizi baik. Indikator TB/U sebanyak 25,7% pendek dan 74,3% normal. Indikator BB/TB sebanyak 9,9% kurus dan 90,1% normal. Berat badan lahir anak sebanyak 98% normal dan 2,0% rendah. Cakupan pemberian ASI Eksklusif kategori dua sebanyak 61,4% dan kategori tiga sebanyak 40,6%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir anak dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori dua dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori tiga dengan status gizi.   Kata Kunci: Status Gizi Anak, Berat Badan Lahir, ASI Ekslusif.     ABSTRACT One of the health indicators that assessed  its success achievment in MDGs is nutritional status. Based on data from North Sulawesi Provincial Health Department in 2014, most cases of severe malnutrition in Manado are 7 cases and 364 toddlers BGM. The purpose of this study is to determine the correlation between children birth weight  and exclusive breastfeeding with nutritional status on 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru Manado. This is an observational analytic cross-sectional design. The population in this study is all 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru totaling 1196 children. The sample in this study is 101 children by using purposive sampling method. Univariate and bivariate analysis uses chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). Nutritional status indicator of BB / U as much as 23.8% malnutrition and 76.2% good nutrition. Indicators TB / U as much as 25.7% short and 74.3% normal. Indicator of BB / TB as much as 9.9% thin 90.1% and normal. Children birth weight as much as 98% of normal and 2.0% low. Coverage of exclusive breastfeeding as much as 61.4% category two and category three as much as 40.6%. There is no significant correation between children birth weight with nutritional status. There is a significant correlation between the two categories of exclusive breastfeeding and nutritional status. There is a significant correlation between the three categories of exclusive breastfeeding and nutritional status.   Keywords: Nutritional Status of Children, Birth Weight, Exclusive Breastfeeding
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TOMBARIRI TIMUR Tindangen, Brigita F. N. E; Langi, Fima F. L. G; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi penyebab penting kematian dini di seluruh dunia. Hampir satu miliar orang di dunia terkena hipertensi dan dua dari tiga kasus terjadi di negara berkembang. Hampir satu miliar orang di dunia terkena hipertensi dan dua dari tiga kasus terjadi di negara berkembang. Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian 1,5 juta jiwa setiap tahun di wilayah asia tenggara dan timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada guru di Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Tombariri Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 80 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner GPAQ, PSS dan HARS. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji t-test ditemukan hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi (p=0,000) dan uji chi-square ditemukan hubungan antara riwayat keluarga (p=0,000) dan kecemasan (p=0,000) dan tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin (p=1,000), Aktivitas fisik (p=0.141) dan Stres (p=0.866). Kata Kunci: Hipertensi, Umur, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, Stres, Kecemasan ABSRACTHypertension or high blood pressure is one of the public health problems that is an important cause of premature death worldwide. Nearly one billion people worldwide suffer from hypertension and two out of three cases occur in developing countries. Nearly one billion people worldwide suffer from hypertension and two out of three cases occur in developing countries. Hypertension is a major risk factor for death of 1.5 million people each year in the Southeast and East Asia region. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in teachers in elementary schools in East Tombariri District. The research method uses a cross sectional approach with a population of 80 respondents. The research instrument used the GPAQ, PSS and HARS questionnaires. The analysis in this study using the t-test found a relationship between age and the incidence of hypertension (p = 0,000) and the chi-square test found an association between family history (p = 0,000) and anxiety (p = 0,000) and no relationship was found between sexes (p = 1,000), physical activity (p = 0.141) and stress (p = 0.866). Keywords: Hypertension, Age, Gender, Family History, Physical Activity, Stress, Anxiety
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Turangan, Brenda D.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keseimbangan antara kebutuhan gizi seseorang dan asupan gizi yang diserap oleh tubuh, jika salah satu kebutuhan gizi tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi status gizi seseorang.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi ibu berdasarkan IMT dan status gizi anak berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB dan IMT/U serta mengetahui hubungan antara status gizi ibu dengan status anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur kabupaten Minahasa Selatan. Desain penelitian yaitu Cross-Sectional dilakukan pada bulan November 2019 sampai April 2020. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 anak dan ibu dihitung menggunakan rumus Slovin. Status gizi ibu (IMT) terdapat 3,7% kurus, 5% gemuk, 5% obesitas dan 86,3% normal. Status gizi anak terdapat 1,3% gizi kurang dan 98,7% gizi baik berdasarkan BB/U. 2,5% sangat pendek, 13,7% pendek dan 83,8% normal berdasarkan TB/U. 2,5% kurus, 3,8% gemuk dan 93,7% normal berdasarkan BB/TB. 3,8% kurus, 3,8% gemuk dan 92,4% normal berdasarkan IMT/U. Berdasarkan hasil uji Spearman didapatkan p = 0,000 dan nilai r = 0,613. Kesimpulannya terdapat hubungan antara status gizi ibu (IMT) dengan status gizi anak usia 24-59 bulan (IMT/U) di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan dengan nilai r=0,613. Disarankan ibu dapat menjaga asupan makan dan tetap mengawasi pemberian makan kepada anak dan rajin ke Pos Pelayanan Terpadu agar dapat memantau tumbuh kembang anak dengan bantuan kader kesehatan. Kata Kunci: Status Gizi, Anak, Ibu ABSTRACTNutritional status is a balance between a person's nutritional needs and nutritional intake absorbed by the body, if one nutritional requirement is not met it will affect one's nutritional status. The purpose of this study was to determine the description of the nutritional status of mothers based on BMI and nutritional status of children based on BB/U, TB/U, BB/TB and BMI/U as well as knowing the relationship between the nutritional status of mothers with the status of children aged 24-59 months in the Eastern Motoling Health Center working area of South Minahasa district. The research design is Cross-Sectional conducted in November 2019 until April 2020. The samples in this study were 80 children and mothers calculated using the Slovin formula. Maternal nutritional status (BMI) is 3.7% thin, 5% fat, 5% obese and 86.3% normal. The nutritional status of children is 1.3% undernourished and 98.7% good nutrition based on BB/U. 2.5% is very short, 13.7% is short and 83.8% is normal based on TB/U. 2.5% thin, 3.8% fat and 93.7% normal based on BB/TB. 3.8% thin, 3.8% are obese and 92.4% are normal based on BMI/U. Based on the Spearman test results obtained p = 0,000 and the value of r = 0.613. In conclusion there is a relationship between maternal nutritional status (BMI) and nutritional status of children aged 24-59 months (BMI / U) in the Motoling Timur Health Center working area of South Minahasa Regency with a value of r = 0.613. It is recommended that mothers can maintain their food intake and continue to oversee the feeding of children and diligently to the Integrated Service Post in order to monitor the child's growth and development with the help of health cadres. Keywords: Nutrition Status, Children, Mother
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN OPERATOR BOILER DAN TURBIN DI PJBS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP AMURANG Pua, Tita L.C.A.; Kawatu, Paul A.T; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja sering dikeluhkan sebagai salah satu permasalahan ditempat kerja, kelelahan sering atau dapat dirasakan oleh setiap manusia pada saat melakukan aktivitas, baik aktivitas ringan maupun aktivitas berat. Kelelahan kerja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, jenis kelamin, penyakit dan beban kerja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator boiler dan turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang.Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian adalah semua pekerja operator boiler dan turbin yang berjumlah 41 responden dan seluruh populasi dijadikan subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reaction timer dan Penilaian beban kerja berdasarkan, SNI 7269:200S. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja mendapatakan hasil p-value=0,000 (<0,05) dan nilai r= 0,578 atau korelasi sedang dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja Operator Boiler dan Turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang. Kata Kunci: Beban Kerja, Kelelahan Kerja ABSTRACKWorking fatigue is often complained of as one of the problems in the workplace, frequent fatigue or can be felt by every human being during activity, both light activity and heavy activity. Working fatigue is caused by factors such as age, gender, illness and workload. The purpose of this research is to know the relationship of physical workload with working fatigue in the workers part of the boiler and turbine operators in PJBS Steam Power Plant Amurang. The research method uses an analytical survey with a cross sectional approach (cut latitude). The population in the study was all the workers of the boiler and turbine operators amounting to 41 respondents and the entire population was made a subject in this study. The instrument used in this research is the reaction timer and assessment of workload based, SNI 7269:200S. Data analysis using Pearson correlation test. This research shows that there is a relationship between physical workloads and work fatigue to be the result of P-value = 0,000 (< 0.05) and the value of R = 0.578 or medium correlation with the direction of a positive relationship. Conclusion in this study there is a link between physical workload with working fatigue in the workers of Boiler and turbine operators in PJBS Amurang Steam Power Plant. Keywoards : Workload, Working Fatigue
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapahang, Anastasia G.A. Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang