Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI DESA KAYUUWI DAN KAYUUWI SATU KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Rorimpandei, Cindy Ch.; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari anak ke dewasa dan salah satu kelompok rentan gizi. Perkembangan yang terjadi pada individu khusus pada remaja relatif pesat, sehingga dibutuhkan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis apakah terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan starus gizi pada remaja putri.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 45 responden, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 - Juni 2020 di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner food recall 24 jam, timbangan digital, dan mikrotoise. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Remaja putri dengan status gizi normal sebanyak 77,8%, status gizi lebih 13,3% dan status gizi obesitas 8,9%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,000; r = 0,552), lemak (p = 0,000; r = 0,575), dan protein (p = 0,020; r = 0,345) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja putri di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat dan saran dari penelitian ini diharapkan remaja putri lebih memperhatikan pola makanan yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro , Remaja Putri ABSTRAKAdolescents are a transitional period or a period of transition from child to adult and one of the vulnerable groups of nutrition. The development that occurs in the specific individual in adolescents is relatively rapid, so it is necessary to intake of nutrients that fit the needs of teenagers. The subject in this study is a young woman who qualifies for inclusion and exclusion criteria of 45 respondents, this study was conducted in December 2019 - June 2020 in Kayuuwi village and Kayuuwi one subdistrict of West Kawangkoan. The instruments in this study use a 24-hour food recall questionnaire, digital scales, and microtoise. Data analysis using the Spearman Rank test. Adolescents girls with a normal nutritional status of 77,8%, while young women with a nutritional status of more than 13,3% and young women with a nutritional status of obesity are 8,9%. The results showed that there was a significant link between the intake of carbohydrates (p = 0,000; r = 0,552), fat (p = 0,000; r = 0,575), and proteins (P = 0,020; r = 0,345) with nutritional status. The conclusion of this research is that there is a link between nutrient intake of macro with nutritional status in young women in Kayuuwi village and Kayuuwi Village one district of West Kawangkoan and the advice of this research is expected that the young women are more concerned about the nutritious diet patterns. Keywords : nutritional status, macro nutrient intake, adolescents girl
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Panese, Janitha M.; Kawengian, Shirley; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk balita yang diindikasi oleh berat badan dan tinggi badan balita. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian ASI Eksklusif, gambaran Status Gizi Balita dan gambaran pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi. Dilakukan dengan Cross Sectional Study dengan sampel sebanyak 81 Balita dengan usia 24 sampai 59 bulan. Alat ukur yang digunakan seperti Kuesioner, Timbangan, dan microtoise. Balita yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 54.3%. Dari penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi BB/U dengan p = 0.725, TB/U dengan p= 0.657 BB/TB dengan p = 0.239. sehingga kesimpulan yang ditarik disini tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi (BB/U,TB/U,BB/TB). Kata Kunci: ASI Eksklusif, Status Gizi, Balita. ABSTRACTNutritional status is a measure of success in fulfilling nutrition for toddlers as indicated by the weight and height of a toddler. Nutritional status is also defined as health status which is produced by a balance between nutrient needs and inputs. This study aims to determine the description of exclusive breastfeeding, description of Toddler Nutrition Status and description of exclusive breastfeeding with Nutritional Status There are also other factors that affect nutritional status in infants, namely infectious diseases and also the economic status of the family. Conducted by Cross Sectional Study with a sample of 81 toddlers with ages 24 to 59 months. Measuring instruments used such as questionnaires, scales, and microtoise. Toddlers who received exclusive breastfeeding were 54.3%. From this study there was no relationship between exclusive breastfeeding and Status for BB/U p = 0.725, TB / U p = 2.989, BB/TB p = 0.239. so the conclusions drawn here have no relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status (BB/U,TB/U,BB/TB). Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status, Children.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO MAHASISWA SEMESTER II FKM UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Patimbano, Brenda Lavenia; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen Irinne
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan zat gizi makro didapatkan dari asupan karbohidrat, lemak, dan protein semua orang setiap hari dan dinyatakan dalam satuan gram Diperlukan keseimbangan makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak, agar membuat metabolisme berjalan lancar, sehingga mampu menyediakan metabolit dan energi yang cukup untuk tubuh bertahan di masa pandemi.  Keseimbangan ini akan menjadikan tubuh aktif dan seimbang, sehingga imunitas internal tubuh terbangun dalam menghadapi gen asing termasuk COVID19.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro mahasiswa semester II FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan Survei Deskriptif yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan April-November 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Food Record untuk mendapatkan data asupan makanan dari responden selama 2 hari (hari kerja dan bukan hari beturut-turut) yang akan dibagikan secara online via Whatsapp dan akan dianalisis menggunakan Aplikasi Nutrisurvey dan Aplikasi SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat yang kurang yaitu 84,7%, responden dengan asupan karbohidrat yang cukup yaitu 12,7%, dan responden dengan asupan karbohidrat yang lebih yaitu 2,5%.  Untuk asupan protein diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki asupan protein yang kurang yaitu 66,1%, responden dengan asupan protein yang cukup yaitu 20,3%, dan responden dengan asupan protein yang lebih yaitu 13,6. Dari hasil penelitian ini juga diketahui responden yang memiliki asupan lemak yang kurang yaitu 75,4%, responden dengan asupan lemak yang cukup yaitu 11,9% dan responden yang memiliki asupan lemak yang lebih yaitu 12,7%.  Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Makro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMacronutrient intake is obtained from the intake of carbohydrates, fats, and protein for everyone every day and is expressed in grams. Macronutrients such as carbohydrates, protein and fat are needed to make the metabolism run smoothly, so as to provide sufficient metabolites and energy for the body to survive pandemic period. This balance will make the body active and balanced, so that the body's internal immunity is awakened in the face of foreign genes, including COVID19. The purpose of this study was to describe the macro nutrient intake for the second semester students of FKM UNSRAT during social restrictions during the Covid-19 pandemic. In this study, using a quantitative research type with a descriptive survey which was carried out at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado in April-November 2020 with a total sample of 118 respondents. The instrument used was a Food Record Questionnaire to obtain food intake data from respondents for 2 days (working days and not consecutive days) which will be shared online via Whatsapp and will be analyzed using the Nutrisurvey Application and SPSS Application. The results showed that most respondents had less carbohydrate intake, namely 84.7%, respondents with sufficient carbohydrate intake, namely 12.7%, and respondents with more carbohydrate intake, namely 2.5%. For protein intake, it was found that most respondents had less protein intake, namely 66.1%, respondents with sufficient protein intake, namely 20.3%, and respondents with more protein intake, namely 13.6. From the results of this study it is also known that respondents who have less fat intake, namely 75.4%, respondents with sufficient fat intake are 11.9% and respondents who have more fat intake, namely 12.7%.  Keyword: Macro Nutrient Intake, Students, COVID-19
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT AIR PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FKM UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Kaunang, Timothy Abiel Salomo; Kapantow, Nova H.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi yang baik dapat memberikan berat badan menjadi wajar atau sehat, menjadikan kondisi badan tidak rentan terserang penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi yang sedang berkembang di Indonesia dan telah telah dikukuhkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) adalah Novel Coronavirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran asupan vitamin larut air pada tenaga pendidik dan kependidikan di fakultas kesehatan masyarakat, universitas Sam Ratulangi saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Penelitian dilakukan di fakultas kesehatan masyarakat universitas Sam Ratulangi pada bulan April – Oktober 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner food record melalui aplikasi whatsapp kepada responden dan dianalisa dengan aplikasi nutrisurvey. Dari hasil penelitian ini, tingkat asupan dari vitamin B1 yang terbanyak adalah 21 responden atau 52,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B1 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin B2 yang terbanyak adalah 21 responden atau 52,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B2 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin B6 yang terbanyak adalah 11 responden perempuan atau 27,5% dan juga 11 responden laki - laki atau 27,5% yang memiliki asupan vitamin B6 yang kurang. Tingkat asupan dari vitamin B9 yang terbanyak adalah 23 responden atau 57,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B9 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin C yang terbanyak adalah 14 responden atau 35% perempuan yang memilki asupan vitamin C yang termasuk asupan cukup. Dari hasil penelitian ini juga dapat dilihat bahwa pada umumnya tenaga pendidik dan kependidikan fakultas kesehatan masyarakat, Unsrat. Memiliki asupan vitamin larut air yang kurang, dan hanya sebagian kecil yang memiliki asupan vitamin larut air yang cukup. Hal ini terjadi karena sebagian besar responden kurang mengonsumsi makanan kaya akan kandungan vitamin B1, B2, B6, B9 dan dalam porsi yang kecil. Tetapi sebagian besar responden memiliki asupan vitamin C yang cukup, karena responden memakan makanan kaya akan kandungan vitamin C, seperti seperti sayur – sayuran dan buah – buahan semacam, paprika, jambu biji, buah kiwi dan brokoli. Kata Kunci: Vitamin Larut Air, Tenaga Pendidik dan Kependidikan ABSTRACTGood nutrition can provide a reasonable or healthy body weight, making the body's condition less susceptible to infectious diseases. One of the infectious diseases that are currently developing in Indonesia and which has been confirmed as a pandemic by the World Health Organization (WHO) is the Novel Coronavirus. This study aims to evaluate the description of water soluble vitamin intake among educators and education staff at the faculty of public health, Sam Ratulangi University during the social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive quantitative with a sample size of 40 people. The research was conducted at the public health faculty of Sam Ratulangi University in April - October 2020. Data collection was carried out by distributing food record questionnaires through the WhatsApp application to respondents and analyzed with the Nutrisurvey application. From the results of this study, the highest level of intake of vitamin B1 was 21 respondents or 52.5% of women who had intake of vitamin B1 which was considered insufficient. The highest level of intake of vitamin B2 was 21 respondents or 52.5% of women who had low intake of vitamin B2. The highest intake level of vitamin B6 was 11 female respondents or 27.5% and also 11 male respondents or 27.5% who had less vitamin B6 intake. The highest intake level of vitamin B9 was 23 respondents or 57.5% of women who had low intake of vitamin B9. The highest level of intake of vitamin C was 14 respondents or 35% of women who had sufficient intake of vitamin C. From the results of this study it can also be seen that in general the teaching and education staff of the public health faculty, Unsrat. Have insufficient intake of water soluble vitamins, and only a small proportion have adequate intake of water soluble vitamins. This happened because most of the respondents did not eat foods rich in vitamins B1, B2, B6, B9 and in small portions. However, most respondents have sufficient vitamin C intake, because respondents eat foods rich in vitamin C, such as vegetables and fruits such as peppers, guava, kiwi and broccoli. Keywords: Water Soluble Vitamins, Educators and Education Personnel
GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI DI MASA PANDEMI COVID-19 Tamalumu, Aprilia; Kapantow, Nova H.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini tidak ada satupun makanan ataupun suplemen makanan yang bisa mencegah seseorang mengalami Covid-19. Cara yang bisa dilakukan yaitu menjaga tubuh supaya tetap sehat agar sistem kekebalan tubuh menjadi kuat dengan menggunakan pedoman umum gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pedoman umum gizi seimbang mahasiswa semester II FKM UNSRAT di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2020. Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester II di FKM UNSRAT dan sebanyak 110 mahasiswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan link kuisioner online dalam bentuk google formulir lewat aplikasi media sosial whatsapp. Sementara untuk skala yang digunakan dalam kuisioner yaitu skala likert dan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan jenis data kategorik. Hasil penelitian yang didapat yaitu penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester II FKM UNSRAT di masa pandemi Covid-19 yang sudah baik penerapannya yaitu  11 orang (10%), penerapan pedoman umum gizi seimbang yang cukup baik yaitu sebanyak 89 orang (80,9%), dan penerapan pedoman umum gizi seimbang yang kurang baik yaitu sebanyak 10 orang (9,1%). Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan agar supaya seluruh responden dapat menerapkan seluruh pedoman yang terdapat dalam pedoman umum gizi seimbang sesuai dengan yang dianjurkan.                                                                                                                                                                    Kata Kunci: Pedoman Umum Gizi Seimbang, Mahasiswa Semester II, Covid-19 ABSTRACTCurrently, there is no single food or dietary supplement that can prevent someone from experiencing Covid-19. The way that can be done is to keep the body healthy so that the immune system becomes strong by using general guidelines for balanced nutrition. This study aims to describe the application of general guidelines for balanced nutrition by the second semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic. The research was a descriptive observational study which was conducted in May-October 2020. The subjects in this study were second semester students at FKM UNSRAT and as many as 110 students were sampled in this study. Data collection was done by sharing the online questionnaire link in the form of a google form via the whatsapp social media application. Meanwhile, the scale used in the questionnaire was the Likert scale and the data analysis used was univariate analysis with categorical data types. The results obtained were the application of general guidelines for balanced nutrition in the second semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic which had good implementation, namely 11 people (10%), the implementation of general guidelines for balanced nutrition which was quite good, namely 89 people (80.9 %), and the implementation of general guidelines for balanced nutrition that was less than 10 people (9.1%). Suggestions that can be given are that it is hoped that all respondents can apply all the guidelines contained in the general guidelines for balanced nutrition as recommended. Keywords: General Guidelines for Balanced Nutrition, Term II College Students, Covid-19
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Makalew, Megawati S.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kurang melakukan aktivitas fisik diidentifikasi menjadi penyebab tertinggi keempat terhadap mortalitas global. Aktivitas fisik merupakan segala bentuk pergerakan tubuh yang produktif oleh otot skeletal yang membutuhkan pengeluaran energi. Mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-harinya tidak hanya terkait aktivitas perkuliahan saja. Berbagai aktivitas dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan ringan, sedang atau berat. Setiap kegiatan tersebut melibatkan kegiatan fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik mahasiswa FKM Unsrat semester VI saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian merupakan penelitian s urvei deskriptif, dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2020 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado (via online). Sampel yang digunakan sebesar 161 mahasiswa. Instrumen penelitian: kuesioner menggunakan aplikasi google form, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Pengolahan data menggunakan Analisis Univariat. Hasil penelitian pada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi berdasarkan IPAQ paling banyak melakukan aktivitas fisik sedang yaitu sebesar 42,9%. Serta untuk tingkat aktivitas fisik berdasarkan recall aktivitas fisik 2 x 24 jam paling banyak responden melakukan aktivitas fisik ringan yaitu sebesar 79,3%. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTNutrition is a public health problem. Lack of physical activity was identified as the fourth highest cause of global mortality. Physical activity is any form of productive body movement by skeletal muscles that require energy expenditure. Students in living their daily lives are not only related to lecture activities. Various activities can be done by students in filling their free time by doing light, medium or sleen activities. Each of these activities involves physical activity. The purpose of the study was to describe of physical activity of students of FKM Unsrat semester VI during the COVID-19 pandemic social restrictions. The research is a descriptive survey research, conducted from June to October 2020 at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado (via online). The sample was 161 students. Research instrument: questionnaire using google form application, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Data processing using Univariate Analysis. The results of the study in Semester 6 students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University based on IPAQ performed the most moderate physical activity of 42.9%. As well as for the level of physical activity based on the recall of physical activity 2 x 24 hours most respondents performed light physical activity of 79.3%. Keywords : Physical Activity, Student, COVID-19
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT LEMAK MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Nasaru, Umria; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara di seluruh dunia saat ini sedang mengalami krisis kesehatan akibat pandemi penyakit Covid-19. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh jenis Coronavirus yang baru ditemukan. Wuhan adalah kota pertama yang terdeteksi wabah penyakit Covid-19 pada Desember 2019. Hakikatnya tubuh manusia memiliki kemampuan untuk melawan invasi dari bakteri dan virus yang berhasil masuk ke dalam tubuh lewat saluran pencernaan, pernapasan atau jaringan kulit yang luka, yaitu  dengan membentuk sel-sel imun. Mekanisme kerja sel-sel imun dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa zat gizi. Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral memiliki peran khusus terhadap sistem imunologis manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester VI FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yaitu observasional deskriptif yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Kota Manado pada bulan Mei-Oktober 2020. Sampel penelitian adalah mahasiswa aktif semester VI TA 2019/2020 berjumlah 128 responden. Alat Ukur menggunakan formulir food record dalam 2x24 jam. Analisis data menggunakan Nutrisurvey 2007 dan SPSS versi 25. Hasil penelitian diperoleh asupan vitamin A responden berada pada kategori kurang (87,5%), asupan vitamin D responden berada pada kategori kurang (84,4%), asupan vitamin E responden berada pada kategori kurang (96,1%), asupan vitamin K responden berada pada kategori kurang (97,7%). Sebagian besar mahasiswa semester VI FKM UNSRAT memiliki asupan vitamin larut lemak pada saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19 kurang dari kebutuhan AKG yang dianjurkan. Kata Kunci : Asupan Vitamin Larut Lemak, Vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin K, Mahasiswa ABSTRACTCountries around the world are currently experiencing a health crisis due to the Covid-19 disease pandemic. The Covid-19 disease is caused by a newly discovered type of Coronavirus. Wuhan is the first city was outbreak detected of Covid-19 disease in December 2019. Basically the human body has the ability to fight invasion from bacteria and viruses that have managed to enter the body through the digestive tract, respiratory tract or injured skin tissue, namely by forming cells- immune cells. The mechanism of immune cells in the body is influenced by several nutrients. Micronutrients such as vitamins and minerals have a special role in the human immunological system. The research objective was to describe the intake of fat-soluble vitamins in the 6th semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic times of social distancing. This type of research is descriptive observational which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado City in may-october 2020. The research sample was 128 active students in semester 6th of 2019/2020. Measure tool using a food record form in 2x24 hours. Data analysis used the Nutrisurvey 2007 and SPSS version 25. The results showed that the respondents' vitamin A intake was in the low category (87.5%), respondents' vitamin D intake was in the low category (84.4%), respondents' vitamin E intake was in the low category (96.1%), respondents' vitamin K intake was in the low category (97.7 %). Most students of 6th semester FKM UNSRAT own intake of fat-soluble vitamins in the current social distancing to the pandemic Covid-19 is less than the recommended RDA needs. Keywords: Intake of fat-soluble vitamins, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, students
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT LEMAK MAHASISWA SEMESTER IV FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI PADA SAAT PEMBATASAN SOSIAL PANDEMI COVID-19 Pantungan, Mersy Junistia; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara kesehatan vitamin merupakan senyawa penting untuk pertumbuhan normal untuk organisme multiseluler termasuk manusia. Kebutuhan akan vitamin diawali sejak masih janin mulai berkembang saat pembuahan. Kurangnya mengonsumsi vitamin dapat mengakibatkan hipovitaminosis atau kekurangan vitamin dalam tubuh. Kurangnya vitamin dalam tubuh dapat menyebabkan imunitas tubuh menurun sehingga tubuh mudah terserang penyakit. Dalam upaya pencegahan Covid-19, tubuh membutuhkan pertahanan tubuh yang optimal. Daya tahan tubuh akan meningkat jika kita banyak mengonsumsi buah dan sayuran. Kandungan vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah dan sayuran dapat memperkuat system imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada saat pembatasan sosial pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei deskriptif yang dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-November 2020. Subjek dari penelitian ini yaitu mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan jumlah sampel 92 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat semester IV dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu formulir food record selama 2 hari untuk mendapatkan data asupan makanan dari responden, yang dibagikan secara online. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada saat pembatasan sosial pandemi Covid-19 yaitu sebagian besar responden memiliki asupan vitamin A yang kurang yaitu 66,3%, selanjutnya untuk asupan vitamin D sebagian besar responden juga memiliki asupan vitamin D dengan kategori kurang yaitu 81,5%, kemudian untuk asupan vitamin E sebagian besar responden memiliki asupan vitamin E yang kurang yaitu 97,8%, sedangkan untuk asupan vitamin K yaitu seluruh responden memiliki asupan vitamin K yang kurang yaitu 100% Kata Kunci: Asupan Vitamin Larut Lemak, Mahasiswa, Covid-19 ABSTRACTHealth vitamins are an important compound for normal growth for multicellular organisms including humans. The need for vitamins begins when the fetus begins to develop during fertilization. Lack of taking vitamins can result in hypovitaminosis or vitamin deficiency in the body. Lack of vitamins in the body can cause the body's immunity to decrease so that the body is easily affected by diseases. In efforts to prevent Covid-19, the body needs optimal body defenses. Endurance will increase if we consume a lot of fruits and vegetables. The content of vitamins and minerals contained in fruits and vegetables can strengthen the body's immune system. This study aims to find out the picture of fat soluble vitamin intake of students in the fourth semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University at the time of social restrictions on the Covid-19 pandemic. This research is a quantitative research with descriptive survey conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May-November 2020. This study aims to find out the picture of fat soluble vitamin intake of students in the fourth semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University at the time of social restrictions on the Covid-19 pandemic. This research is a quantitative research with descriptive survey conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May-November 2020. The research instrument used was a food record form for 2 days to obtain food intake data from respondents, which was shared online. Data analysis used is univariate analysis. The results showed that the picture of fat soluble vitamin intake of students in the fourth semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University at the time of social restrictions of the Covid-19 pandemic, most respondents had a less vitamin A intake of 66.3%, furthermore for vitamin D intake most respondents also had vitamin D intake with a category of less than 81.5%, then for vitamin E intake most respondents had a less vitamin E intake of 97.8% , while for vitamin K intake, all respondents have a vitamin K intake that is less than 100%. Keywords: Intake Of Fat Soluble Vitamins, Students, Covid-19
GAMBARAN POLA MAKAN MAHASISWA FKM UNSRAT SEMESTER IV SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Ughude, Rezka Utari; Kapantow, Nova H.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehat adalah dimana seseorang dikatakan  tidak memiliki penyakit baik itu dari badan,jiwa,dan sosial yang dapat memungkinkan semua orang untuk hidup serta dapat melakukan aktivitas.Keadaan fisik yang sehat akan dapat memberikan dampak yang baik bagi individu untuk melakukan kegiatannya. Dengan tetap menjaga pola makan yang baik dan sehat sangat penting pada saat masa pandemi COVID-19, makan makanan yang sehat  bergizi dan seimbang sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui gambaran pola makan Mahasiswa FKM Unsrat Semester IV saat pembatasan sosial masa Pandemi COVID-19. Desain Penelitian ini adalah penelitian bersifat survei deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara online di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan April-Oktober 2020 . Populasi dalam penelitian ini berjumlah 177, dengan sampel penelitian 112 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yaitu kuesioner dalam bentuk google forms. Analisis data yang dilakukan adalah univariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar mahasiswa FKM Unsrat Semester IV memiliki kategori pola makan yang cukup sebanyak 97,5% dan 4,5% memiliki kategori pola makan baik, namun tidak terdapat responden dengan kategori pola makan kurang. Kata Kunci : Pola Makan , Mahasiswa Semester IV, COVID-19 ABSTRACTHealthy is where a person is said to have no disease, be it body, soul, and social, which can allow everyone to live and be able to do activities. A healthy physical condition will have a good impact on individuals to carry out their activities. While maintaining a good and healthy diet is very important during the COVID-19 pandemic, eating a healthy, nutritious and balanced diet is very necessary to be able to boost our immune system. The aim of the study is to find an overview of the diet of FKM Unsrat Semester IV Students during the social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research design is a descriptive survey research. This research was conducted online at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado in April-October 2020. The population in this study amounted to 177, with a research sample of 112 students. The data collection instrument is a questionnaire in the form of google forms. The data analysis performed was univariate. The results of this study found that most FKM Unsrat Semester IV students had a sufficient diet category as many as 97.5% and 4.5% had a good diet category, but there were no respondents with a poor diet category. Keywords: Diet, Semester IV Students, COVID-19
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT LEMAK MAHASISWA SEMESTER 2 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Tumiwa, Militia Christy Rebcca; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin merupakan zat organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan terdiri atas vitamin larut lemak dan larut air.  Vitamin larut lemak terdapat dalam sayur dan buah serta telur, hati dan susu, jika terjadi kelebihan vitamin larut lemak maka akan disimpan dalam hati atau jaringan adiposa.  Sistem pertahanan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengasup aneka makanan, sayur dan buah-buahan. Vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah berperan penting sebagai antioksidan dan penangkal senyawa jahat dalam tubuh untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh.  Imunitas tubuh yang kuat dapat mencegah dari tertularnya Covid-19.  Tujuan penelitian untuk menganalisis gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan dilakukan secara online pada mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama bulan Maret-September 2020 dengan besar sampel 118 mahasiswa.  Instrumen penelitian: Kuesioner food record dan aplikasi Nutrisurvey.  Tingkat asupan vitamin A paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 78,0%. Tingkat asupan vitamin paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 83,1%. Tingkat asupan vitamin E paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 95,8%. Tingkat asupan vitamin K paling semuanya atau 100% berada pada kategori kurang. Saran bagi mahasiswa semester 2 agar mahasiswa lebih memperhatikan pola makan serta asupan makanan dan terlebih khusus sering mengkonsumsi makanan sumber vitamin larut lemak dan bagi peneliti selanjutnya Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian tentang asupan vitamin larut lemak pada jenjang usia yang berbeda. Kata Kunci: Asupan Vitamin Larut Lemak, Pandemi Covid-19 ABSTRACTVitamins are organic substances that cannot be formed by the body and consist of fat soluble and water-soluble vitamins. Fat soluble vitamins are found in vegetables and fruit as well as eggs, liver and milk, if there is excess fat-soluble vitamins they will be stored in the liver or adipose tissue. The body's defense system can be improved by consuming a variety of foods, vegetables and fruits. Vitamins contained in vegetables and fruits play an important role as antioxidants and antidotes for bad compounds in the body to help increase body immunity. Strong body immunity can prevent Covid-19 from contracting. The aim of the study was to analyze the description of the intake of fat-soluble vitamins for students of the second semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study with a cross-sectional approach and was conducted online on second semester students of the Sam Ratulangi University Public Health Faculty during March-September 2020 with a sample size of 118 students. Research instruments: Food record questionnaire and Nutrisurvey application. The highest level of vitamin A intake was in the deficient category, that is 78.0%.  The highest level of vitamin intake was in the deficient category, that is 83.1%. The highest level of vitamin E intake was in the deficient category, that is 95.8%. The level of vitamin K intake at most or 100% is in the low category. Suggestions for second semester students are that students pay more attention to diet and food intake and especially often consume food sources of fat soluble vitamins and for further researchers, it is hoped that further researchers can conduct research on intake of fat soluble vitamins at different age levels. Keywords: Fat-Soluble Vitamin Intake, Covid-19 Pandemic
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Jeanette I. Ch. Manoppo Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marlyn G. Kapantow Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ramoh, Andrea Putra Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang