Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Mata Pelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 (4Cs) Siswa SMP Taryono Taryono; Duden Saepuzaman; Meiry Akmara Dhina; Nurwulan Fitriyanti
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.138 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas serta mengetahui keterampilan kolaborasi dan komunikasi siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian 1) terdapat perbedaan signifikan antara keterampilan berpikir kritis siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah; 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kreativitas siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah; 3) keterampilan kolaborasi siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah; 4) keterampilan komunikasi siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah; Secara umum pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa pada mata pelajaran fisika dengan topik energi. Kata kunci: berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, keterampilan abad 21, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah
Analisis Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Topik Perambatan Kalor Menggunakan Rasch Model Widia Linta Nurjanah; Ika Mustika Sari; Duden Saepuzaman
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): Didaktika Mei 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.442

Abstract

Analisis pemahaman konsep peserta didik pada topik perambatan kalor dengan menggunakan Rasch Model masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep peserta didik pada materi perambatan kalor dengan menggunakan pemodelan Rasch. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Partisipan uji pemahaman konsep perambatan kalor berasal dari salah satu MAN di kabupaten Bandung, yang mengikuti sebanyak 18 peserta didik dengan rincian 10 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki, rentang umur peserta didik yaitu 15-16 tahun. Instrumen penelitian terdiri dari 15 soal perambatan kalor berbentuk pilihan ganda yang disebarkan melalui google form yang diisi secara online oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dari nilai logit peserta didik dibawah 0,0 logit, dapat dikatakan bahwa pemahaman konsep perambatan kalor pada peserta didik masih rendah. Terdapat tiga peserta didik yang memiliki pola jawaban tidak sesuai, diindikasikan peserta didik tersebut tidak menjawab soal dengan sungguh-sungguh. Pemodelan Rasch mampu menganalisis pemahaman konsep dengan baik dan jelas sehingga perlu digunakan oleh para pendidik untuk menganalisis kemampuan dan hasil peserta didik.
Identification of mental model and prediction of class XII high school students on the topic of convection heat transfer Nurjanah, Widia Linta; Sari, Ika Mustika; Saepuzaman, Duden
Momentum: Physics Education Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/mpej.v8i2.9537

Abstract

Mental models have an important role in the learning process because learning in general can be seen as mental modeling. The purpose of this study is to identify students' mental models and identify the relationship between mental models and prediction ability on the topic of convection heat transfer. The sample of this study was 15 on 12th-grade high school students, 8 male students and 7 female students. The students came from three different schools, namely from Tasikmalaya district, Ciamis district, and Banjar City. Sampling was done by purposive sampling with the characteristics of students who have studied heat and students who have high cognitive process abilities in their respective schools. Data collection was done by semi-structured interviews with the type of questions in the form of content and prediction. Data analysis is done by constant comparative method. The results of this study show that there are no students who have a scientific mental model. Five types of mental models were found, including unclear model, convection is a continuation of conduction, convection that does not change density, convection for evaporation, and model 3. In addition, the relationship between prediction and mental model was classified as complex. This is due to students who predict without using their mental models. Knowing the diverse mental models of students, educators become more knowledgeable about the level of representation of each student. So that educators can prepare appropriate learning strategies in order to construct students' mental models.
ANALISIS KEMAMPUAN AWAL LITERASI SAINS SISWA KELAS 9 PADA MATA PELAJARAN FISIKA Yustiandid, Yustiandi; Saepuzaman, Duden
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 11, No 4 (2023): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v11i4.50974

Abstract

Pendidikan abad 21 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Hasil studi PISA dan TIMSS menunjukkan bahwa literasi sains peserta didik Indonesia berada dalam kategori rendah. Telah dilakukan penetian yang bertujuan mengetahui kemampuan awal literasi sains siswa kelas 9 di Provinsi Banten. Informasi tentang kemampuan literasi sains ini penting untuk diketahui dalam rangka memberikan solusi-solusi yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi terutama dalam bidang literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan awal literasi sains siswa kelas 9 di Provinsi Banten. Subjek penelitian adalah siswaa kelas kelas IX yang tersebar di provinsi Banten sebanyak 789 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa literasi sains siswa masih rendah yaitu sebesar 29,2%. Indikator yang paling rendah adalah Menggunakan bukti ilmiah yaitu menafsirkan bukti ilmiah dan membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan, mengidentifikasi asumsi, bukti, dan alasan di balik kesimpulan, berkaca pada implikasi sosial dari ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yaitu sebesar 17,3%. Perlu adanya pendekatan pengajaran yang melatih ketrampilan literasi sains dan mengaktifkan siswa, seperti pembelajaran berbasis proyek, eksperimen, diskusi kelompok, dan simulasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI ABDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI DINAMIKA Utami, Dea Annisa; Ramalis, Taufik Ramlan; Saepuzaman, Duden
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 2, No 2 (2016): Available Online in Desember 2016 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.255 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v2i2.943

Abstract

Abstract The aims of this study to determine the increase in critical thinking skills and mastery of the concept after the application of abductive inquiry learning model at high school students. This research is motivated by the lack of mastery of concepts and critical thinking skills of the preliminary study in the same school. This study used a pre-experimental research design and one-group pretest-posttest design involving 33 students of class X in one high school in Bandung. Aspects of critical thinking skills measured is the interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanatory, while the measured aspects of mastery of concepts is remain, understanding and analalisis. The results of analysis of pretest-posttest scores showed that abductive inquiry learning model can improve critical thinking skills with an average value of 0.47 with a normalized gain medium category. If considered each aspect, all aspects of critical thinking skills with moderate category, explanatory aspects showed the greatest increase is 0.68. Abductive inquiry learning model can also improve the mastery of concepts with an average value of 0.62 normalized gain. All aspects of the concept of mastery increases the medium category, the aspect of the analysis showed the greatest increase in the amount of 0.65 Keywords : abductive inquiry learning model, critical thinking skills, and mastery of the concept Abstrak   Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep setelah penerapan model pembelajaran inkuiri abduktif pada siswa SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis dari hasil studi pendahuluan di sekolah yang sama. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen dan desain penelitian one-group pretest-posttest design yang melibatkan 33 siswa kelas X di  salah satu SMA di kota Bandung. Aspek keterampilan berpikir kritis yang diukur adalah interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi, sedangkan aspek penguasaan konsep yang diukur adalah mengingat, pemahaman dan analalisis. Hasil analisis dari skor pretest-posttest didapatkan bahwa model pembelajaran inkuiri abduktif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi 0,47 dengan kategori sedang. Jika ditinjau tiap aspek, semua aspek keterampilan berpikir kritis dengan kategori sedang, aspek eksplanasi menunjukan peningkatan paling besar yaitu 0,68. Model pembelajaran inkuiri abduktif juga dapat meningkatkan penguasaan konsep dengan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi 0,62. Semua aspek penguasaan konsep meningkat dengan kategori sedang, aspek analisis menunjukan peningkatan yang paling besar yaitu sebesar 0,65.  Kata Kunci :  Model Pembelajaran Inkuiri Abduktif, Keterampilan Berpikir Krtis, Penguasaan Konsep 
A study of the readiness of post-pandemic computer-based four-tier diagnostic test (CBFTDT): A review of economic level, school grades, and device accessibility Istiyono, Edi; Dwandaru, Wipsar Sunu Brams; Ayub, Made Rai Shanti; Saepuzaman, Duden; Zakwandi, Rizki; Rachman, Anisyah; Yusron, Eri; Santoso, Purwoko Haryadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 27 No. 1 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v27i1.56005

Abstract

Student readiness for using computer-based assessment was affected by economic level, school grade, and device accessibility. This study analyzed student readiness using a computer-based assessment, the four-tier diagnostic test (CBFTDT). The data in this study were students' responses to a questionnaire consisting of 16 statements about three aspects: mental access, skill access, and usage. The questionnaire consists of 16 statements with three aspects: items, media, and effectivity. The questionnaire was proved valid by experts and its estimated reliability score was 0.99. This study proved that the Student is still not ready to use the computer-based assessment, with an average readiness of 60%. In addition, there is no effect of economic level, school grade, and device accessibility on the readiness for using the computer-based assessment. Hence, the treatment of all stockholders is needed to prepare students to use the computer-based assessment.
Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain Berbantuan Simulasi PhET terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Getaran Harmonik Sederhana Gustiani, Wina Tika; Saepuzaman, Duden; Novia, Hera
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.57-66

Abstract

ABSTRAK   Keterampilan proses sains (KPS) sangat penting bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran Fisika yang dituangkan dalam kurikulum terbaru. Hasil survei PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa siswa Indonesia rata-rata memperoleh nilai 383 poin pada bidang sains, turun 13 poin dari PISA 2018. Hal ini memerlukan penggunaan model pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan KPS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran Predict-Observe-Explain berbantuan simulasi PhET terhadap KPS siswa pada materi getaran harmonik sederhana. Penelitian ini melibatkan 37 siswa SMA di Kabupaten Bandung dan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Pengumpulan data menggunakan tes keterampilan proses sains yang dianalisis menggunakan uji normalitas gain serta angket respon siswa yang akan dianlisis menggunakan dengan menggambarkan secara deskriptif berupa persentasi pada setiap respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran POE memberikan pengaruh yang signifikan. Uji-t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari taraf signifikansi alfa 0,05. Selain itu, nilai N-Gain ditetapkan sebesar 0,55 termasuk dalam kategori sedang. Pembelajaran mendapatkan respon positif dari siswa bahwa Model POE berbantuan simulasi PhET dapat melatihkan KPS dan membantu memahami materi getaran harmonik sederhana. Kesimpulannya, penggunaan model pembelajaran POE bersamaan dengan simulasi PhET untuk pembelajaran getaran harmonik sederhana memberikan pengaruh dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.   Kata  kunci—Predict-Observe-Explain, Simulasi PhET, Keterampilan Proses Sains   ABSTRACT   Science process skills are essential for students to achieve the Physics learning objectives outlined in the latest curriculum. The 2022 PISA survey results revealed that Indonesian students scored an average of 383 points in the science sector, indicating a 13-point decrease from PISA 2018. This requires the use of effective learning models that can enhance students' science process skills. This research aims to assess the impact of utilizing the predict-observe-explain learning model assisted by PhET simulation on students' science process skills in the context of simple harmonic vibration lessons. The study involved 37 students from a high school in Bandung Regency and employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest research design. Data collection used science process skills tests and student response questionnaires. The research results indicate that using the POE learning model has a significant impact. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.001, which is less than the significance level 0.05. Additionally, the N-Gain value was determined to be 0.55, falling into the medium category. The lesson received a positive response or agreement from students that the POE model assisted by PhET simulation can train KPS and help understand simple harmonic vibration lessons. In conclusion, utilizing the POE learning model in conjunction with PhET simulations for teaching simple harmonic vibrations is an influence in enhancing students' science process skills.   Keywords— Predict-Observe-Explain, PhET simulation, Science process skills
ITEM ANALYSIS OF THE CRITICAL THINKING TEST INSTRUMENT ON TEMPERATURE AND HEAT USING RASCH MODELLING Alyamuari, Arum; Liliawati, Winny; Saepuzaman, Duden
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.5676

Abstract

The purpose of this study was to analyse the test items of the critical thinking test instrument usingRasch modelling. This research is a quantitative research. The sample determination used simple random sampling method and the subjects obtained were class XII students at one of the high schools in Bandung city consisting of 36 students. The research instrument used was a critical thinking ability test question consisting of 10 description questions. The results showed that the value of the difficulty level of the items was in the range of -2.45 to 1.86 and the average SEM was 0.31. Meanwhile, item reliability was 0.93, person reliability was 0.90, and Cronbach's alpha was 0.92. Based on the results of this study, it can be concluded that overall the items are declared fit with the Rasch model. Therefore, the critical thinking test instrument can be used by researchers to measure students' critical thinking skills.
Analisis Karakteristik Butir Soal Seleksi Penerimaan Siswa Baru Berdasarkan Pendekatan Teori Tes Klasik Yustiandi, Yustiandi; Saepuzaman, Duden
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik butir soal Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN CMBBS berdasarkan teori klasik. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dengan mengambil data hasil seleksi PPDB tahun 2023 yang berjumlah 768 siswa. Untuk menganalisis karakteristik butir soal yang terdiri dari indeks kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program excel. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa karakteristik soal berdasarkan teori tes klasik ditinjau dari indeks kesukaran menunjukan nilai rerata dan berada pada kategori sedang. Rerata indeks daya pembeda berada pada kategori tidak baik, artinya soal tersebut tidak dapat membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dan siswa yang berkemampuan rendah. Reliabilitas soal seleksi berada pada kaktegori baik.
Analisis Karakteristik Butir Soal Seleksi Penerimaan Siswa Baru Berdasarkan Pendekatan Teori Tes Klasik Yustiandi, Yustiandi; Saepuzaman, Duden
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik butir soal Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN CMBBS berdasarkan teori klasik. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dengan mengambil data hasil seleksi PPDB tahun 2023 yang berjumlah 768 siswa. Untuk menganalisis karakteristik butir soal yang terdiri dari indeks kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program excel. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa karakteristik soal berdasarkan teori tes klasik ditinjau dari indeks kesukaran menunjukan nilai rerata dan berada pada kategori sedang. Rerata indeks daya pembeda berada pada kategori tidak baik, artinya soal tersebut tidak dapat membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dan siswa yang berkemampuan rendah. Reliabilitas soal seleksi berada pada kaktegori baik.
Co-Authors . Haryanto A. Suhandi Achmad Samsudin Agus Fany Chandra Aisyah, Aas Aldi Zulfikar Alyamuari, Arum Amsor Amsor Amsor, Amsor Anggi Hanif Setyadin Ardi Rizkia Ferahenki Arman Arman Asep Sutiadi Atmaja, Devi Yulianty Surya Ayub, Made Rai Shanti Cahyo Puji Asmoro Dhina, Meiry Akmara Edi Istiyono Eka Cahya Prima Elsa Anggiya Nurinsani Endi Suhendi Fitri Nurul Sholihat Ghinatri, Nurma Gustiani, Wina Tika Hana Susanti Harun Imansyah Haryanto Haryanto Hera Novia Heri Retnawati Heru Kuswanto Hutnal Bashori Ida Rachmawati Iis Nawati Ika Mustika Sari Ika Mustika Sari Ika Mustika Sari Ika Mustika Sari Iman Nurzaman, Iman Insih Wilujeng Intan Asriningsi Intan Asriningsih Ismiandini, Rifa Judhistira Aria Utama Judhistira Arya Utama Juliani, Rini Kartika Hajar Kirana Lina Aviyanti Mat Daud, Anis Nazihah Muh. Asriadi AM Muhamad Gina Nugraha Muhammad Shidiq Permana Mutia Hariza Lubis Nanang Dwi Ardi Nirmala Utami Nurjanah, Widia Linta Nurwulan Fitriyanti Parlindungan Sinaga Purwoko Haryadi Santoso Rachman, Anisyah Raden Giovanni Rahadiani Nurul Qonita Rahmat*, Anggi Datiatur Rini Juliani S. P. Sriyansyah Saeful Karim Selly Feranie Selly Ferranie Selly Ferranie Selly Ferranie Setiya Utari Setiya Utari Setiya Utari Setiya Utari Setiya Utari Setya Utari Sözbilir, Mustafa Sriyansyah, Syakti Perdana Suci Ramayanti Sukmadewi, Prila Mentari Suparman Suparman Taryono Taryono Taufik Ramlan Taufik Ramlan amalis Utami, Dea Annisa Wati, Erma Widi Ilhami Novili Widi Ilhami Novili Widia Linta Nurjanah Widihastuti Winny Liliawati Wipsar Sunu Brams Dwandaru Yesi Martianingsih Yusron, Eri Yustiandi - Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi Yustiandi, Yustiandi Yustiandid, Yustiandi Zahra Raudi Maulidia Zakwandi, Rizki