Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al-'Adl

Socio-Legal Studies: Methodical Implications of Legal Development in Indonesia Purwanda, Sunardi; Rezky Wulandari, Andi Sri
Al-'Adl Vol 16, No 2 (2023): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v16i2.6129

Abstract

The purpose of the study is to analyze the position of socio-legal studies in legal studies, to analyze their intersection with similar studies, and to analyze their methodical implications for the development of law in Indonesia. By merging doctrinal legal approaches and empirical legal approaches, socio-legal studies appear to offer a large field for legal scholars using a variety of methods. In the study of legal phenomena that are not isolated by social, political, economic, or cultural circumstances, socio-legal studies place concepts and theories based on an interdisciplinary approach that combines disciplines. The sociology of law, which primarily draws its intellectual inspiration from mainstream sociology and views law as a vehicle for social governance, a profession, and a discipline, is distinct from socio-legal studies. Legal discourse, which is a common occurrence in everyday life, is a major subject of legal sociology. Additionally, Socio-Legal Studies differ from Sociological Jurisprudence, which emphasizes realism viewpoints in the field of law.
The Role of Gakkumdu of Parepare City in Processing Reports of Criminal Violations of Fake Diplomas in the 2024 Parepare City Regional Head Election Saharuddin; Sunardi Purwanda; Muhammad Sabir; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Natsir
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Parepare dalam memproses pelaporan dugaan pelanggaran pidana penggunaan ijazah palsu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Parepare Tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada mekanisme penanganan pelaporan, koordinasi antar lembaga dalam Sentra Gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan), serta kendala-kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak Gakkumdu, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gakkumdu Kota Parepare memiliki peran strategis dalam menyelidiki dan menindaklanjuti laporan dugaan ijazah palsu, namun terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu penanganan, kurangnya bukti awal dari pelapor, serta hambatan teknis dalam verifikasi dokumen ke institusi pendidikan. Meskipun demikian, Gakkumdu dinilai telah berupaya optimal melalui koordinasi lintas lembaga dan penggunaan mekanisme hukum yang tersedia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas investigasi, peningkatan literasi hukum masyarakat, serta perbaikan sistem verifikasi dokumen sebagai upaya mendukung penegakan hukum pemilu yang adil dan transparan.
Juridical Analysis of Underage Marriage from a Criminal Perspective in Indonesia Ashari, Rosa Ayu; Sunardi Purwanda; Elvi Susanti Syam; Bakhtiar Tijjang; Muhammad Sabir Rahman; Andi Sri Rezky Wulandari
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan di bawah umur masih menjadi fenomena hukum dan sosial yang marak di Indonesia meskipun telah terjadi perubahan batas usia minimal melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis praktik perkawinan anak dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengkaji regulasi seperti KUHP, UU Perlindungan Anak, dan UU Perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dispensasi kawin yang longgar serta lemahnya penegakan hukum mengakibatkan hukum pidana belum berfungsi efektif sebagai instrumen perlindungan anak. Selain itu, pertanggungjawaban pidana terhadap pihak selain pelaku utama, seperti orang tua, penghulu, dan tokoh masyarakat, belum diterapkan secara konsisten meskipun memiliki dasar hukum yang jelas. Penelitian ini menekankan perlunya penafsiran progresif, penegakan hukum yang lebih tegas, dan sinergi antar lembaga guna mewujudkan perlindungan maksimal terhadap anak. Dengan demikian, hukum pidana tidak hanya sebagai alat represif, tetapi juga preventif dalam mencegah dan menindak praktik perkawinan anak.
Analysis of Liability Models in the Juvenile Justice Drama Series from a Criminal Law Perspective Prayudi; Purwanda, Sunardi; Sabir, Muhammad; Tijjang, Bakhtiar; Mannan, Khaerul
Al-'Adl Vol. 18 No. 2 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juvenile crime constitutes a complex legal phenomenon that cannot be separated from the influence of the social environment, particularly the involvement of adults surrounding the child. The television drama Juvenile Justice portrays juvenile crime not merely as an individual act, but as the result of power relations, neglect, and exploitation by adults who bear legal duties of supervision and protection. This study aims to analyze patterns of adult involvement in juvenile crime and to assess the relevance of the doctrine of vicarious liability from a criminal law perspective. Employing normative legal research with a qualitative approach, this study applies both conceptual and case-based approaches. The data were derived from primary and secondary legal materials, complemented by scene analysis of Juvenile Justice as an object of popular culture studies. The findings indicate that juvenile अपराध in the series is structurally connected to the role of adults, either through failures of supervision or through active involvement that facilitates the commission of criminal acts. The doctrine of vicarious liability is therefore considered relevant as a legal instrument for extending criminal responsibility to adult actors who make significant contributions to juvenile crime, without undermining the principles of legality and culpability. This study concludes that the application of vicarious liability may serve as a more just and proportionate alternative within the juvenile criminal justice system by allocating criminal responsibility in a balanced manner between child offenders and the adult actors operating behind the commission of the crime.