Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HYBRID FUZZY DAN NAIVE BAYES DALAM PENENTUAN STATUS UKT (STUDI KASUS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KHAIRUN) Anas, Anas; Tempola, Firman; Khairan, Amal
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2019): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v6i1.1015

Abstract

Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan nama dari sebuah sistem pembayaran yang saat ini berlaku diseluruh PTN. Ketentuan ini berdasarkan Permendibud No. 55 Tahun 2013 asal 1 ayat 3 yakni setiap mahasiswa hanya membayar satu komponen. Jumlah mahasiswa baru di Universitas Khairun yang begitu banyak dan kuota per UKT terbatas maka terkadang dalam hal penentuan status UKT masih terdapat ketidaksesuain dengan ekonomi Mahasiswa. Oleh karena itu dibutuhkan aplikasi penentuan status UKT yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat aplikasi penentuan status UKT dengan menggunakan metode Fuzzy dan Naive Bayes dan membandingkan akurasi Naive Bayes dan akurasi dari kombinasi metode Fuzzy dan Naive Bayes. Untuk membandingkan akurasi Naive Bayes dan Fuzzy Naive Bayes peneliti melakukan 2 percobaan dengan menggunakan data training sebanyak 50 dan data testing sebanyak 20, percobaan pertama diakukan dengan mengguakan4 kriteria, dengan metode Naive Bayes hasil akurasi yaitu 70%, dan metode Fuzzy Naive Bayes hasil akurasi yaitu 55%, percobaan kedua dilakukan dengan menggunakan 6 kritaria, dengan metode Naive Bayes hasil akurasi yaitu 90% dan dengan menggunakan Fuzzy Naive Bayes hasil akurasi mencapai 85%. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa akurasi Naive Bayes lebih tinggi dari pada akurasi Fuzzy Naive Bayes dan jumlah kriteria sangat berpengaruh dalam peningkatan akurasi.
Sosialisasi Budidaya Tanaman Tomat melalui Metode NFT (Nutrient Film Technique) di Desa Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung Mubarok, Syariful; Anas, Anas; Nursuhud, Nursuhud; Qonit, Muhammad Abdilah Hasan; Rufaidah, Fathi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.3355

Abstract

Perkembangan teknologi budidaya tanaman saat ini sudah berkembang dengan cepat. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah teknologi budidaya tanaman tanpa tanah atau dengan menggunakan system hidroponik. Banyak jenis hidroponik yang salah satunya adalah metode Nutrient Film Technique (NFT). Tujuan dilakukanya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi terbarukan budidaya tanaman tomat ke masyarakat, sehingga pengetahuan masyarakat akan meningkat. Kegiatan ini dilakukan di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan metode survey dan sosialisasi pengenalan teknologi budidaya tomat melalui sistem NFT kepada masyarakat.Program ini berhasil menginformasikan kepada masyarakat desa mengenai teknik budidaya tanaman tomat menggunakan teknologi NFT dengan hasil yang memuaskan. Respon peserta penyuluhan yang antusian dan merasa tertarik dengan teknologi tersebut mendorong peserta untuk bersedia untuk melakukan budidaya tanaman tomat dengan teknologi NFT serta bekerja sama untuk dapat menghasilkan produk tomat dengan teknologi tersebut secara berkelanjutan.
Management of Islamic Boarding School Curriculum Integration in Improving the Quality of Madrasah Education: Hubungan Pendidik dan Peserta Didik Dalam Konsep Pendidikan Islam Menurut Abbudin Nata Anas, Anas; Astutik, Anita Puji
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 1 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v1i0.557

Abstract

This research is based on the phenomenon of the relationship between educators and children in the concept of Islamic education which was initiated by Abbudin Nata. so he has a big share in the progress of Islamic education, within the scope of teaching which is the subject of research questions, namely: What is the concept of Islamic education according to Abbudin Nata? How is the application of the concept of Islamic education according to Abbudin Nata? To solve this question, this study uses library research (library research). Because the research here uses literature, the writer examines the concept of Abuddin Nata's thoughts with other people's books. The results of the research show that according to Abuddin Nata, first, Islamic education according to Abuddin Nata is an effort to foster, guide and instruct students who make learning habits accept with sincerity of learning, seeking knowledge for the sake of Allah, consciously and planned to have a personality in accordance with the values ​​of Islamic teachings, namely the Al-Qur'an and Sunnah. Second, the concept of educators according to Abuddin Nata is an Islamic scholar who has a very broad knowledge of Islam based on his experience because it requires educators to be sincere only for Allah SWT, what is the condition of educators to be the most role models for their students. His view of students is that they are creatures that have natural potential and, giving up everything just to learn, pursue knowledge solely because of Allah SWT, being kind to their teachers.
Variability of fruit shelf-life of commercial tomatoes and their hybrids crossing with insensitivity ethylene mutant tomato Sletr1-2 Wiguna, Gungun; Bachtiar, Nedya Putri; Anas, Anas; Wicaksana, Noladhi; Mubarok, Syariful; Saadah, Imas Rita
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.82772

Abstract

Tomatoes are climacteric fruits that experience a surge in respiration rate and ethylene production. This condition affects the fruits’ physiological deterioration, shortens their shelf-life, and degrades the quality of tomatoes. The study aimed to enhance the shelf-life of commercial tomatoes with different genetic backgrounds by utilizing the Sletr1-2 mutant, which has a lower sensitivity to ethylene. A randomized block design (RBD) was applied to achieve this goal, where 12 different plant genotypes were considered as treatments, and each treatment was replicated four times.  The results showed that fruit shelf-life was extended by crossing commercial tomatoes with Sletr1-2 mutant tomatoes. Genetic variability for all shelf-life characteristics were narrow. In contrast, there were broad phenotypic variability for fruit hardness and weight loss characteristics.
Wujud Ikon, Indeks, dan Simbol sebagai Penanda Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Jenderal Kambing Karya Khrisna Pabichara Anas, Anas; Andi Sukri Syamsuri; Haslinda, Haslinda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud ikon, indeks, dan simbol sebagai penanda nilai pendidikan karakter dalam novel Jenderal Kambing karya Khrisna Pabichara dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif dengan desain deskriptif kualitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung tanda-tanda semiotik dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 191 wujud tanda yang terdiri atas ikon, indeks, dan simbol, yang setelah direduksi menjadi 101 data yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Ikon dalam novel ini berfungsi menggambarkan keserupaan dengan realitas dan memuat nilai berpikir kritis, kemandirian, dan kewargaan. Indeks menunjukkan hubungan sebab-akibat yang menandai perjuangan dan keteguhan tokoh, mencerminkan nilai kemandirian dan keimanan. Sementara itu, simbol yang terdiri atas simbol konvensional, aksidental, dan universal, memperlihatkan nilai-nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan seperti keimanan, cinta tanah air, dan komunikasi. Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan pada ikon, indeks, dan simbol akan memberi kontribusi dalam pembelajaran sastra di sekolah.
Ethical Analysis of Online Media Journalistic Photos Worth Publishing Based on Images Using the Convolutional Neural Network Method Rijal, Syamsul; Mardin, Aslam; Anas, Anas; Sharif, Tirta Chiantalia; Sunardi, Sunardi
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 9 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v9i6.11349

Abstract

This study aims to develop and test a Convolutional Neural Network (CNN)-based artificial intelligence model to analyze and classify online media journalistic photos based on ethical criteria for publication suitability (suitable or unsuitable). In the context of digital journalism, the process of filtering sensitive visual content that potentially violates the code of ethics is often time-consuming and prone to subjectivity. Therefore, a CNN model is proposed as an automated solution to identify images containing visual elements deemed unethical. An annotated image dataset was used to train and test the CNN model. The model test results showed effective and robust performance in classifying the ethical suitability of photos. The model achieved a weighted average accuracy of 0.86 (86%) and a weighted average F1 - score of 0.86. Specifically, the model performed very well in identifying "suitable" photos with precision, recall, and F1- score values ranging from 0.88 to 0.89. Performance in the "Unsuitable" class was also relatively strong with an F1 - score of 0.81. Overall, these results confirm that the CNN method has great potential as an efficient and objective decision support system in the visual content editing process. Implementing this model not only speeds up the editorial process but also improves online media's adherence to journalistic ethical standards by minimizing the risk of publishing potentially unethical photos.
Karakterisasi Molekuler dan Keragaman Genetik Populasi Padi Generasi F4 Hasil Piramidisasi pada Beberapa Karakter Agronomi Prayitno, Prayitno; Ibrahim, Muhammad Yasser; Anas, Anas; Sari, Santika; Carsono, Nono
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.60592

Abstract

Piramidisasi gen adalah salah satu teknik pemuliaan yang dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua ke dalam satu genotipe tanaman. Daya hasil tinggi, tahan terhadap wereng coklat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa karakter yang diharapkan untuk digabungkan untuk memenuhi keinginan petani dan konsumen. Penelitian bertujuan memperoleh genotipe yang memiliki marka molekuler yang terkait dengan karakter agronomis, mendapatkan informasi keragaman genetik dan mengetahui hubungan kekerabatan 115 genotipe padi generasi F4 hasil piramidisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2021 di Kebun Percobaan Ciparanje dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Analisis molekuler dilakukan dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR) yaitu IFAP/ESP terpaut gen (fgr/fragrance), SSIIa (waxy), RM586 (Bph3 dan bph4), RM8213 (Qbph4 dan bph17(t)), RM259 (qPN1), RM7601 (Hd2/heading date), RM19414 (Hd3/heading), RM3701 (SP1/short panicle), RM3600 (LP1/long panicle), dan RM282 (GW3/grain weight). Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians molekuler (AMOVA), sedangkan untuk analisis klaster dilakukan menggunakan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Diperoleh sebanyak enam puluh genotipe yang teridentifikasi memiliki marka molekuler terkait beberapa karakter agronomis. Keragaman genetik secara molekuler genotipe hasil piramidisasi didapatkan variasi genetik sebesar 36% di dalam genotipe, 63% antar genotipe dan 1% antar populasi. Berdasarkan analisis cluster dengan 10 marka molekuler menunjukkan 64%  ketidakmiripan antar tetua dan genotipe hasil piramidisasi dan mengelompok dalam dua kelompok. Jauhnya jarak genetik menunjukkan bukti keberhasilan piramidisasi gen, yang ditunjukkan dengan besarnya variasi alel yang berasal dari tetua yang beragam. Genotipe-genotipe yang terpilih akan dievaluasi lebih lanjut karakter agronominya  untuk mengkonfirmasi potensi galur-galur tersebut sebagai galur unggul pada beberapa karakter.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa melalui Pendampingan Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital Natasya, Ananda Aulya; Azzahra, Wulan; Anas, Anas; Arifuddin, Arifuddin; K., Abdul Munir
Matano: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Tahun 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/matano.v2i1.4671

Abstract

Mahasiswa S1 kependidikan sebagai calon guru perlu memiliki kompetensi pedagogik yang kuat agar mampu mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa S1 melalui pendampingan pengembangan multimedia pembelajaran berbasis teknologi digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan bertahap yang meliputi pengembangan multimedia berbasis teks dan gambar, audio dan video, animasi dan simulasi, serta multimedia interaktif berupa kuis digital. Evaluasi kompetensi pedagogik dilakukan menggunakan rubrik penilaian melalui pretest dan posttest yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan media, dan evaluasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kompetensi pedagogik mahasiswa dari kategori cukup pada pretest menjadi kategori sangat baik pada posttest. Pendampingan pengembangan multimedia pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk pemahaman pedagogik, sikap reflektif, dan kesiapan profesional sebagai calon guru di era digital.
EVALUASI IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NO. 9 TAHUN 2009 PADA PENYERAHAN PRASARANA JALAN PERUMAHAN DI KOTA CILEGON Anas, Anas; Riswanda, Riswanda; Cadith, Juliannes
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i2.342

Abstract

This article discusses the evaluation of the implementation of Minister of Home Affairs Regulation No. 9 of 2009 concerning the Procedure for Handover of Public Facilities, Infrastructure, and Utilities (PSU) in Cilegon City, focusing on road infrastructure. The main challenges identified include non-compliance by developers, weak government supervision, and a lack of coordination between stakeholders. According to data from the Cilegon City Housing and Settlement Area Office, 29 developers have not handed over PSUs in accordance with regulations. The research employs a qualitative method with an evaluative approach based on literature studies to assess the implementation of Regulation No. 9 of 2009 regarding the handover of PSUs. The findings reveal that developers' non-compliance is often due to weak sanctions and a lack of understanding of regulations. On the other hand, budget constraints and limited supervision resources hinder the local government's management of PSUs. This study recommends strengthening regulations with stricter sanctions, adequate budget allocation for supervision, and increased transparency through clear agreements between developers and the government. A more structured coordination mechanism is also necessary to accelerate the PSU handover process. The research contributes significantly to improving the implementation of PSU policies in Cilegon City to support better residential infrastructure and urban spatial planning.
Implementasi Smart System Berbasis Internet of Things (IoT) dalam Meningkatkan Literasi Teknologi Siswa di SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh Susmanto, Susmanto; Munawir, Munawir; Elvitriana, Elvitriana; Yanti, Yeni; Zulfan, Zulfan; Nurhanif, Nurhanif; Teuku Andiansyah; Nailis Sa’adah; Cut Nanda Nurbadriani; Nizam Albar; Taufik Hidayat; Muhammad Syamsu Rizal; Maulinda, Maulinda; Dewi Mulyati; Safriza Naufal Amzad; Tajus Syabrina; Dini Syahriza Fahlevi; Anas, Anas; Rafif Firdaus; M. Rizki Rayyandi; Nuzul Misra; Kayla Arrosa Diputri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/48whzf80

Abstract

The rapid development of digital technology requires vocational high school students to possess technological literacy and practical skills aligned with the demands of the modern workplace. This Community Service Program aimed to improve the technological literacy of students at SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh through the implementation of a smart system based on the Internet of Things (IoT). The activity involved 50 students and employed a learning-by-doing approach through pre-implementation, implementation, and evaluation stages. Activities included delivering basic concepts, demonstrating smart systems, assembling components, basic programming, system testing, troubleshooting, and mentoring. Evaluation was conducted through pretests, posttests, skill observations, and practical performance assessments. The results showed that the participants’ average score increased from 75.4 in the pretest to 85.6 in the posttest, representing a 13.53% increase. Furthermore, 75% of participants were able to assemble components, perform basic programming, conduct testing, and explain the operation of a simple smart system. These results demonstrate that hands-on learning can effectively improve students’ technological understanding and practical skills while fostering problem-solving, creativity, and collaboration. Keywords: Internet of Things; smart system; technological literacy; vocational students; learning by doing.