Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Evaluasi Kualitas Buah, Komponen Hasil dan Hasil Enam Varietas Tomat Calon Tetua Persilangan Damayanti, Farida; Astri, Ayu; Anas, Anas; Sari, Santika; Bakti, Citra
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.49852

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting karena pemanfaatannya yang beragam dan merupakan sumber antioksidan, vitamin A, dan C yang tinggi. Upaya perakitan tomat yang memiliki kualitas buah baik, hasil tinggi dan toleran cekaman suhu tinggi dapat dilakukan melalui pembentukan populasi Near Isogenic Lines (NILs). Seleksi tetua recurrent menjadi salah satu tahapan penting dalam pembentukan populasi NILs. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan seleksi berdasarkan karakter kualitas buah, komponen hasil dan hasil pada enam varietas tomat Indonesia. Percobaan dilakukan di greenhouse Bale Tatanen Padjadjaran menggunakan sistem budidaya hidroponik, pada bulan Juni sampai Desember 2022. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak empat kali. Perlakuan yang diuji adalah enam varietas tomat yaitu Intan, Opal, Mirah, Berlian, Mutiara, dan Ratna. Karakterisasi kualitas buah dilakukan dengan menggunakan metode destruksi dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Spektrofotometer Uv-Vis dan Texture Analyzer. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf nyata 5%. Seleksi calon tetua recurrent dilakukan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas buah pada karakter kualitas buah, komponen hasil dan hasil pada keenam varietas tomat Indonesia yang diuji. Varietas Mirah dan Intan terseleksi berdasarkan karakter kualitas buah, komponen hasil dan hasil yang tinggi dengan nilai pembobotan sebesar 0,886 dan 0,871. Kedua varietas berpotensi digunakan sebagai tetua recurrent pada pembentukan populasi NILs tomat toleran cekaman suhu tinggi.
Karakterisasi Molekuler dan Keragaman Genetik Populasi Padi Generasi F4 Hasil Piramidisasi pada Beberapa Karakter Agronomi Prayitno, Prayitno; Ibrahim, Muhammad Yasser; Anas, Anas; Sari, Santika; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.60592

Abstract

Piramidisasi gen adalah salah satu teknik pemuliaan yang dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua ke dalam satu genotipe tanaman. Daya hasil tinggi, tahan terhadap wereng coklat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa karakter yang diharapkan untuk digabungkan untuk memenuhi keinginan petani dan konsumen. Penelitian bertujuan memperoleh genotipe yang memiliki marka molekuler yang terkait dengan karakter agronomis, mendapatkan informasi keragaman genetik dan mengetahui hubungan kekerabatan 115 genotipe padi generasi F4 hasil piramidisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2021 di Kebun Percobaan Ciparanje dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Analisis molekuler dilakukan dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR) yaitu IFAP/ESP terpaut gen (fgr/fragrance), SSIIa (waxy), RM586 (Bph3 dan bph4), RM8213 (Qbph4 dan bph17(t)), RM259 (qPN1), RM7601 (Hd2/heading date), RM19414 (Hd3/heading), RM3701 (SP1/short panicle), RM3600 (LP1/long panicle), dan RM282 (GW3/grain weight). Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians molekuler (AMOVA), sedangkan untuk analisis klaster dilakukan menggunakan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Diperoleh sebanyak enam puluh genotipe yang teridentifikasi memiliki marka molekuler terkait beberapa karakter agronomis. Keragaman genetik secara molekuler genotipe hasil piramidisasi didapatkan variasi genetik sebesar 36% di dalam genotipe, 63% antar genotipe dan 1% antar populasi. Berdasarkan analisis cluster dengan 10 marka molekuler menunjukkan 64%  ketidakmiripan antar tetua dan genotipe hasil piramidisasi dan mengelompok dalam dua kelompok. Jauhnya jarak genetik menunjukkan bukti keberhasilan piramidisasi gen, yang ditunjukkan dengan besarnya variasi alel yang berasal dari tetua yang beragam. Genotipe-genotipe yang terpilih akan dievaluasi lebih lanjut karakter agronominya  untuk mengkonfirmasi potensi galur-galur tersebut sebagai galur unggul pada beberapa karakter.