p-Index From 2021 - 2026
6.535
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Dia: Jurnal Administrasi Publik JAKPP : Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Share : Social Work Journal Jurnal Administrasi Publik (JAP) Journal of Governance JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Journal of Government and Civil Society Moderat Politicon : Jurnal Ilmu Politik Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Jurnal Hukum Bisnis MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat International Journal of Science and Society (IJSOC) Journal of Indonesian Rural and Regional Government (JIRReG) Journal of Comprehensive Science Eduvest - Journal of Universal Studies International Journal of Social Sciences Review JANE (Jurnal Administrasi Negara) Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Government & Resilience Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik
Claim Missing Document
Check
Articles

Perumusan Strategi Pengelolaan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang Arip Rahman Sudrajat; Asep Sumaryana; Raden Ahmad Buchari; Tahjan Tahjan
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol 6, No 1 (2018): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance a
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v6i1.1600

Abstract

Penelitian ini mengenai perumusan strategi dalam mengelola Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang. Permasalahan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang adalah dalam perumusan strategi masih belum sepenuhnya mengikuti perkembangan kondisi dan situasi faktual, masih rendahnya pengetahuan para pengusaha/pedagang mengenai produk dan strategi pemasaran dan revitalisasi pasar tradisional hingga saat ini ternyata belum mampu memberikan daya saing terhadap pasar modern. Dalam membahas perumusan strategi pengelolaan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang mencoba menggunakan tahapan dalam manajemen strategis yang mengacu pada salah satu elemen dari empat elemen dasar dari manajemen strategis menurut Hunger dan Wheelen (2003: 4), bahwa manajemen strategi mencakup pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pengendalian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif, karena metode ini dapat memahami dinamika dan makna perumusan strategi pengelolaan Pasar di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perumusan strategi pengelolaan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang pada saat ini belum sesuai dengan elemen pada manajemen strategis secara utuh, dimana dalam merumuskan dan menetapkan strategi, para pimpinan belum memiliki analisis yang tepat tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang pada khususnya Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang itu sendiri, serta belum memberdayakan keunggulan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumedang yang dikaitkan dengan tantangan lingkungan, dan belum sepenuhnya dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama pengelolaan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Sumedang.Kata kunci: perumusan startegi, pengelolaan pasar tradisional.
Pengamatan Lingkungan Pengelolaan Pasar Tradisional di Kabupaten Sumedang Arip Rahman Sudrajat; Asep Sumaryana; Raden Ahmad Buchari; Tahjan Tahjan
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v9i1.2232

Abstract

This research is about observing the environment in managing Traditional Markets in Sumedang Regency. Problems involving external analysis are characterized by a lack of representation of facilities and infrastructure and limited storage of work documents, while internal analysis is characterized by assigning tasks to employees that are not based on the competencies of each employee. The theory used refers to the stages in strategic management that refer to one element of the four basic elements of strategic management, namely environmental observation. The method in this study uses a qualitative approach. The results showed that in the external analysis aspect carried out by the Department of Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Trade and Industry of Sumedang Regency, not yet fully able to analyze the external conditions, namely the work environment and social environment in the Cooperative, Small and Medium Enterprises, Trade and Industry Sumedang Regency is to be used as a strength or carrying capacity in the implementation of strategic management of Traditional Market management in Sumedang Regency, marked by facilities and infrastructure to support a limited working environment and social environment that still leaves social problems from the weak handling of garbage and placement of street vendors. While internal analysis on cultural aspects must be improved in terms of employee work discipline and human resource competencies must be improved according to work completion requirements.
Manajemen Mitigasi Bencana dengan Kelembagaan Masyarakat di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Garut Indonesia Rd. Ahmad Buchari
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): SAWALA : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v1i1.25836

Abstract

Secara demografis Kabupaten Garut sangat rentan terjadinya Bencana tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan kebakaran dikarenakan wilayah didominasi pegunungan. Mitigasi bencana merupakan langkah awal dalam pencegahan menghadapi bencana. Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan diatur tentang teknis dan kewenangan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2008. Mitigasi bencana yang dilakukan di Kabupaten Garut yakni dengan membentuk desa tanggap bencana dengan menggunakan tiga aspek yakni perencanaan, kelembagaan ditingkat Desa dan penguatan kapasitas masyarakat sebagai sebuah upaya membangun masyarakat tahan dan tanggap pada bencana. Melalui perencanaan ditingkat desa dengan melibatkan berbagai unsur pengambil kepentingan serta dukungan kebijakan kegiatan mitigasi bencana sangat bermamfaat bagi warga desa yang rentan dengan bencana. Kelembagaan yang dibentuk di Desa berguna untuk mengorganisir warga untuk semakin meningkatkan kepedulian dan rasa sosial yang tinggi. sedangkan pengembangan kapasitas adalah bentuk melatih sumberdaya desa untuk menjadi relawan yang bergerak dan fokus pada tugas kerelawanan dan kebencanaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan tanggap bencana belum optimal diberikan kesemua warga, dan masih sebatas kepada relawan yang dibentuk di masing-masing RT/RW, hal tersebut dikarenakan keterbatasan dukungan anggaran dari lembaga kebencanaan maupun dari pemerintah Desa dalam melakukan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. selain itu lemahnya komunikasi antar pemerintah Desa yang menjadi Desa tangguh bencana. Sarannya, Pemerintah Desa harus meningkatkan peran serta warga melalui pelatihan disemua kelompok melalui perencanaan dan memaksimalkan desa tangguh bencana dengan kelembagaan dan pengembangan kapasitas baik relawan kebencanaan maupun warga desa guna mengurangi resiko kerugian kebencanaan dan mendorong warga desa untuk giat melakukan kegiatan penghijauan dan menjaga lingkungan agar tetap asri.  Secara demografis Kabupaten Garut sangat rentan terjadinya Bencana tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan kebakaran dikarenakan wilayah didominasi pegunungan. Mitigasi bencana merupakan langkah awal dalam pencegahan menghadapi bencana. Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan diatur tentang teknis dan kewenangan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2008. Mitigasi bencana yang dilakukan di Kabupaten Garut yakni dengan membentuk desa tanggap bencana dengan menggunakan tiga aspek yakni perencanaan, kelembagaan ditingkat Desa dan penguatan kapasitas masyarakat sebagai sebuah upaya membangun masyarakat tahan dan tanggap pada bencana. Melalui perencanaan ditingkat desa dengan melibatkan berbagai unsur pengambil kepentingan serta dukungan kebijakan kegiatan mitigasi bencana sangat bermamfaat bagi warga desa yang rentan dengan bencana. Kelembagaan yang dibentuk di Desa berguna untuk mengorganisir warga untuk semakin meningkatkan kepedulian dan rasa sosial yang tinggi. sedangkan pengembangan kapasitas adalah bentuk melatih sumberdaya desa untuk menjadi relawan yang bergerak dan fokus pada tugas kerelawanan dan kebencanaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan tanggap bencana belum optimal diberikan kesemua warga, dan masih sebatas kepada relawan yang dibentuk di masing-masing RT/RW, hal tersebut dikarenakan keterbatasan dukungan anggaran dari lembaga kebencanaan maupun dari pemerintah Desa dalam melakukan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. selain itu lemahnya komunikasi antar pemerintah Desa yang menjadi Desa tangguh bencana. Sarannya, Pemerintah Desa harus meningkatkan peran serta warga melalui pelatihan disemua kelompok melalui perencanaan dan memaksimalkan desa tangguh bencana dengan kelembagaan dan pengembangan kapasitas baik relawan kebencanaan maupun warga desa guna mengurangi resiko kerugian kebencanaan dan mendorong warga desa untuk giat melakukan kegiatan penghijauan dan menjaga lingkungan agar tetap asri.  Demographically Garut Regency is very vulnerable to landslides, floods, whirlwinds, and fires due to mountainous dominated areas. Disaster mitigation is the first step in preventing disaster. Law number 24 of 2007 concerning Disaster Management and regulated technical and authority by the National Disaster Management Agency as stipulated in Presidential Regulation No. 8 of 2008. Disaster mitigation carried out in Garut Regency is by forming disaster response villages using three aspects namely planning-, institutions at the village level and community capacity building as an effort to build a community resilient and responsive to disasters. Through planning at the village level, involving various elements of stakeholders and policy support for disaster mitigation activities is very beneficial for villagers who are vulnerable to disasters. The institution formed in the village is useful for organizing citizens to further increase awareness and high social sense. whereas capacity building is a form of training village resources to become volunteers who move and focus on volunteerism and disaster tasks. The results of this study indicate that disaster response training has not been optimally provided by all residents, and is still limited to volunteers formed in each RT / RW, this is due to the limited budget support from disaster agencies and the village government in carrying out community empowerment and assistance. in addition to that the weak communication between the village governments which became disaster-resilient villages. The suggestion is that the village government should increase the participation of citizens through training in all groups through planning and maximizing disaster-resilient villages with institutions and capacity building for both disaster volunteers and villagers to reduce the risk of disaster losses and encourage villagers to actively engage in greening activities and preserve the environment beautiful. 
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN MELALUI DIGITALISASI PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN KEBON BARU KOTA CIREBON RD. Ahmad Buchari; Eka Nurcahya
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i1.30231

Abstract

Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi yaitu kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).Digitalisasi menjadi hal penting untuk dipahami. Di Kelurahan Kebon Baru khususnya masyarakat daerah Suratno, para Ibu Rumah Tangga banyak yang memiliki usaha rumahan dengan pasar masyarakat sekitar. Mereka berjualan secara konvensional dan juga online namun belum mengoptimalkan peran digital dalam pemasaran produk. Mereka hanya menjual melalui whatsapp yang berarti hanya terdiri dari orang terdekat. Cakupan marketnya belum begitu luas.Berdasarkan keadaan tersebut, “Pengembangan Strategi Pemasaran melalui Digitalisasi pada Era New Normal” memiliki program sosialisasi pembukuan, sosialisasi pemasaran melalu instagram dan Facebook, pembuatan logo sebagai identitas produk. Dengan tujuan dapat mengoptimalkan peran media sosial dalam pengembangan usahanya terutama dalam pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Hasil kesimpulan dapat disimpulkan bahwa seluruh pelaku usaha di Kebon Baru, Cirebon masih bergantung kepada pertemuan luring dan promosi dari mulut ke mulut untuk memasarkan produk mereka.Belum terbiasa melakukan kegiatan ekonomi seperti penjualan, pembelian, pemasaran, pembukuan dan sebagainya dan penggunaan digitalisasi. 
PENGEMBANGAN POTENSI KEWIRAUSAHAAN DI DESA CIKERUH MELALUI PROGRAM “CIKERUHPRENEUR” DAN PRODUK UNGGULAN “PA’ENGSIT” Ahmad Buchari; Ivan Darmawan; Saifullah Zakaria
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v2i3.24701

Abstract

Kecamatan Jatinangor dulunya bernama Kecamatan Cikeruh. Menurut warga desa, Kecamatan Jatinangor baru diubah namanya ketika dibangunnya perguruan tinggi seperti UNPAD, ITB dan IKOPIN. Sekarang, desa Cikeruh melingkupi 11 RW dengan berbagai potensi dan masalahnya masing-masing. Melalui pendekatan kewirausahaan, kami berusaha untuk menggali dan meningkatkan potensi–potensi yang ada di daerah-daerah tersebut, dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Melalui “Pa’Engsit” dan “Cikeruhpreneur”, kami berusaha untuk mencapai target- target tersebut.  Jatinangor Sub-District used to be called Cikeruh. According to the village inhabitants, Jatinangor Sub-District changed its name during the time that universities like Unpad, ITB, and IKOPIN were built there. In recent times, Cikeruh village consists of 11 RW with their own potentials and problems. Through an entrepreneurship focused approach, we try to identify and develop the potentials that reside in the area, and also find solutions to the problems they face. Through "Pa-Engsit" and "Cikeruhpreneur" we strive towards those targets.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI UMKM PADA ERA NEW NORMAL DI KABUPATEN GARUT RD. Ahmad Buchari; Ivan Darmawan; Eka Nurcahya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.32420

Abstract

Kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan pelaksanaan KKN menjadi secara virtual. Kegiatan pengabdian ini diadakan dengan fokus utama memecahkan permasalahan UMKM di Garut. Tujuannya untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM karena wabah Covid-19 dan penyesuaian di era new normal, serta mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan potensi para pelaku UMKM di Era New Normal. Kesimpulan yang didapatkan bahwa adanya keterbatasan dalam berlangsungnya kegiatan, terutama perihal komunikasi. Perlunya menyebarkan melalui media visual yang telah dibuat melalui akun Instagram, Whats App dan Youtube untuk mengembangkan pemasaran. Harapannya para pelaku UMKM dapat beradaptasi di masa new normal ini dengan memanfaatkan digital untuk memajukan usaha yang dijalankan.
STUDI KOMPARASI MODEL KELEMBAGAAN PENGELOLAAN AIR BERSIH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAWASAN KAKI GUNUNG MANGLAYANG Ramadhan Pancasilawan; Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.979 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5729

Abstract

Penelitian ini akan memfokuskan pada identifikasi kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan air dikawasan kaki Gunung Manglayang. Latar belakang penelitian ini bahwa sudah banyak sumber mata air yangdikelola dan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah/lokal, kelompok masyarakat baik dalam pengelolaan sumbermata air atau kelompok masyarakat yang memanfaatkan air tersebut, kemudian swasta yang memiliki kepentingandalam pengelolaan air tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambilinforman dari stakeholder yang terlibat dari pengelolaan air yang bersumber dari Kaki Gunung Manglayanghingga pemanfaatannya yang berada di daerah Ujung Berung Kota Bandung. Maka dari itu dari penelitian inidiharapkan akan teridentifikasi dan tersusun model kelembagaan masyarakat yang berbasiskan partisipasi dalampengelolaan air. Secara keseluruhan model yang ada di daerah Manglayang mengenai pengelolaan air bersih cukupberagam. Hal ini dikarenakan penyebab pembentukan kelompok serta partisipasi masyarakat yang berbeda-beda.Jika melihat model di Desa Melatiwangi, kelompok terbentuk diprakarsai oleh pemerintah kabupaten denganmenggunakan modal yang cukup besar. Sedangkan bentuk lainnya kelompok terbentuk dengan intensitas kecil dantidak besar hingga banyak melibatkan masyarakat.Kata Kunci: Model Kelembagaan, Partisipasi, Pengelolaan Air
IMPLEMENTASI E-SERVICE PADA ORGANISASI PUBLIK DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN CIBANGKONG KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Rd. Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.942 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.8762

Abstract

This research was done because the public demands a very large in the provision of services which provide information in accordance with the needs of the community. To answer this need the government to use information and communication technology called e-Government. E-Kelurahan is one kind of electronic services (e-Service) in the field of public service Bandung city. This study uses qualitative design wich focus on the problem how to implementing e-Service at the e-Kelurahan program funds what kind of obstacle. The results of this study show that the implementation of e-Service via e-Kelurahan has not been successful. This is evidenced by the existence of barriers that hinder the effectiveness and efficiency of e-Village program. Bandung City Government is expected to soon be providing professional executive personnel or by the holding of training for regional aggency of using the application in order to more effectively and efficiently.
DISASTER MITIGATION BASED ON COMMUNITY INSTITUTIONS IN DISASTER-PRONE AREAS IN GARUT DISTRICT INDONESIA Rd. Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i1.30968

Abstract

Demographically, Garut District is vulnerable to the occurrence of natural disasters due to the predominantly mountainous region. Disaster mitigation is the first step of prevention. Disaster mitigation conducted in Garut District was forming a disaster response village by using three aspects namely planning, institutional-level village and strengthening the community capacity as an effort to build a community resistance and responsive to the disaster. Institutional established in the village is useful to organize citizens to improve the awareness and social sense. While capacity building is a form of village, training resources to become volunteers whose focus is on entrepreneurship and disaster. The purpose of this research is to discover how disaster mitigation is based on community institutions in disaster-prone areas in Garut Regency. This study uses a qualitative approach by conducting sampling in three Disaster-resilient Villages, namely Pasawahan, Rancabango, and Karyamekar. This research uses observations, interviews and literature studies with analysis tools to see the village’s institutional in conducting disaster mitigation management with such aspects: 1) planning; 2) institutional; and 3) capacity building. The results show that disaster response training is not delivered optimally to citizens, and is still limited to volunteers established in each RT/RW. Therefore, the village government should increase the participation of citizens through training in all groups by planning and maximizing the disaster-resilient village with the institutional and capacity development both disaster volunteers and communities to reduce the loss of disaster and encourage villagers to conduct a green activity and maintain the environment to remain beautiful.
AN ALTERNATIVE MODEL OF CHILD SEXUAL ABUSE HANDLING POLICY IN INDONESIA Rd. Ahmad Buchari; Asep Sumaryana; Rosita Novi Andari
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.202 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.13597

Abstract

Child sexual abuse is one of the forms of crimes against children that call for serious attention of the government. Indonesian Commission for Child Protection (KPAI)’s 2011-2016 years data shows that the number of child sexual abuse victims has been fluctuating year by year. The objectives of the present research were to evaluate the output of the implementation of government policies on handling child sexual abuses during 2011-2014, and to develop an alternative model of child sexual abuse handling policy suitable to apply in Indonesia. The research used a descriptive qualitative approach with a data collection technique of documentation and a descriptive data analysis. The research findings revealed that the policies currently pursued were generally ineffective both in prevention and in law enforcement against the offenders. Therefore, a model of child sexual abuse handling policy in Indonesia by a systems approach can be made as an alternative model of policies in dealing with the problem.
Co-Authors Abas, Azlan Abdillah Abdillah Abdillah Abdillah AD. Saefullah Adi Susetyaningsih Adinda Prissilia Adzan, Galuh Efnol Agustinus Sutardi Ahmad Azka Nubala Ahmad Zaini Miftah Aiyub, Kadaruddin Alfredo Akbar Anisa Wulan Sari Arip Rahman Sudrajat Asep Sumaryana Asep Sumaryana Ashrina Qurrotu A’yunina Azlan Abas Bertrand Nathaniel Sibarani, Dominicus Budiman Rusli Budiman Rusli Budiman Rusli Candradewini Candradewini Darto Darto Darto Darto Darto Miradhia Darto Miradhia Diani Rizkia Alawiyah Didin Muhafidin Dinar Roosdinar Eka Nurcahya Eka Nurcahya Eka Nurcahya Eka Nurcahya Eka Nurcahya Elisa Susanti Entang Adhy Muhtar Entang Adhy Muhtar Farah Tri Apriliani Fildzah, Jovancha Qisty Adinda Gumelar, Rizky Hamid, Nasim Abdul Herri Saksono Heru Nurasa Heru Nurasa Hidayat, Dasep Sanju Hirzi Fathul Hakim Ida Widianingsih Idah Wahidah Imanudin Kudus Iqbal Saputra Zana Ivan Darmawan Jovancha Qisty Adinda Fildzah Kadaruddin Aiyub Kamila, Nabila Karina Widya Aristy Kurnia Muhamad Ramdhan Kurnia Muhamad Ramdhan Kurnia Muhamad Ramdhan Liiklai K. Felfina Marlina, Nina Mas Dadang Enjat Munajat Mia Rosmiati Miftah, Ahmad Zaini Miradhia, Darto Muh. Sofyan Budiarto Muhammad Fahrezi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara Muharam, Riki Satia Muhtar, Entang Adhy Muhtar, Entang Adhy Nabila Kamila, Nabila Kamila Nandang A. Deliarnoor Niken Nurmiyati Nita Astuti Suryana Nunung Runiawati, Nunung Nurillah Jamil Achmawati Novel Ona Martha Nurron Pelangi Bening Qisty, Jovanscha R Ira Irawati R. Anang Muftiadi Ramadhan Pancasilawan Ramdhan, Kurnia Muhamad Rayinda Nur Annisa Ridwan Akhmad Nugraha Rifqi Abdul Hafidh Riki Satia Muharam Riki Satia Muharam Rosita Novi Andari Saifullah Zakaria Salma Hasna Zulfa Sandjaya, Teguh Santoso, Meilanny Sarah Fahira Sawitri Budi Utami Shinta Ningrum Sinta Ningrum Sulaiman Zuhdi Suseytaningsih, Adi Tahjan Tahjan Tahjan Tahjan Tahjan, Tahjan Wahju Gunawan Yanhar Jamaluddin Yanhar Jamaluddin Yustika Siti Mukaromah