Claim Missing Document
Check
Articles

TAHAPAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROGRAM PENGAJAR MUDA Dhinantia, Annisa Ariro; Fedryansyah, Muhammad; Gautama, Arie Surya
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.48362

Abstract

Pendidikan merupakan hak setiap anak yang wajib dipenuhi oleh tiap negara dan menjadi salah satu faktor penting dalam menginterprestasikan kewibawaan dari sebuah negara. Namun hingga saat ini masih terdapat daerah yang memiliki layanan pendidikan, mutu pendidikan dan pendidikan serta kemampuan literasi anak-anak yang rendah. Kondisi tersebut dapat terjadi dikarenakan kurang meratanya tenaga pendidik ataupun guru sehingga berpengaruh juga terhadap kemerataan kualitas Pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia Mengajar mengadakan Program Pengajar Muda dimana para sarjana terpilih untuk direkrut, dilatih, dan dikirimkan oleh Indonesia Mengajar untuk bekerja sama dengan masyarakat sebagai guru dan agen perubahan di pelosok Indonesia selama 1 tahun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tahapan Program Pengajar Muda yang terdiri dari rekrutmen dan seleksi, pelatihan intensif, penugasan, dan orientasi pasca penugasan berdasarkan tahapan pengembangan sumber daya manusia oleh Kettner. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian mendiskripsikan dan menggambarkan bahwa Program Pengajar Muda memiliki 4 tahap pengembangan pengajar muda yang hanya memuat 6 dari 7 tahap pengembangan sumber daya manusia, yaitu tahap perencanaan pengembangan sumber daya manusia, analisis dan desain pekerjaan, rekrutmen, orientasi dan pelatihan, pengawasan dan penilaian, serta terminasi. Education is the right of every child that must be fulfilled by every country and is one of the important factors in interpreting the authority of a country. However, until now there are still areas that have educational services, the quality of education and education as well as low children's literacy skills. This condition can occur due to the uneven distribution of educators or teachers so that it also affects the evenness of the quality of education in Indonesia. Therefore, Indonesia Mengajar held a Young Teacher Program where selected scholars were recruited, trained, and sent by Indonesia Mengajar to work with the community as teachers and agents of change in remote areas of Indonesia for 1 year. This study aims to describe and analyze the stages of the Young Teachers Program which consist of recruitment and selection, intensive training, assignments, and post-assignment orientation based on the stages of human resource development by Kettner. The method used is descriptive qualitative using in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The results of the research describe and illustrate that the Young Teaching Program has 4 stages of developing young teachers which only contain 6 of the 7 stages of human resource development, namely the planning stages of human resource development, job analysis and design, recruitment, orientation and training, supervision and assessment, as well as termination. 
PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN Khoirunnisa, Regita; Fedryansyah, Muhammad; Resnawaty, Risna
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.51714

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripikan pelayanan sosial bagi anak korban kekerasan. Pembahasan diawali dengan kekerasan terhadap anak kemudian pelayananan sosial untuk anak korban kekerasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Menurut temuan penelitian ini, pelayanan sosial memiliki beberapa tahap diantaranya adanya penjangkauan atau dengan adanya aduan lalu masuk ke tahap pendekatan, assesmen, perencanaan intervensi, pelaksanaan intervensi, monitoring, evaluasi, terminasi dan rujukan. This article aims to describe social services for children who are victims of violence. The discussion begins with violence against children and then social services for child victims of violence. The research method used is literature study. According to the findings of this research, social services have several stages, including outreach or complaints, then entering the approach, assessment, intervention planning, intervention implementation, monitoring, evaluation, termination and referral stages.
PEMBELAJARAN HIBRIDA PENGUATAN KAPASITAS PENGASUHAN ORANG TUA BAGI PENINGKATAN KETAHANAN KELUARGA SISWA BIMBINGAN BELAJAR DI DAYEUH KOLOT KABUPATEN BANDUNG Wibowo, Hery; Lesmana, Aditya Candra; Rachim, Hadiyanto Abdul; Nurdin, Muhammad Fadhil; Fedryansyah, Muhammad; Taher, Rusdin; Sekarningrum, Bintarsih; Nurwati, Nunung
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i1.52606

Abstract

Tantangan untuk menjadi orang tua yang baik, dalam rangka menumbuhkembangkan generasi cerdas berakhlak mulia kian hari kian berat. Oleh sebab itu, setiap upaya yang bertujuan pada penguatan ketahanan keluarga, khususnya peningkatan kapasitas pengasuhan adalah penting. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk pemberian pembelajaran hibrida penguatan kapasitas pengasuhan orang tua bagi peningkatan ketahanan keluarga siswa Bimbingan Belajar di Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung. Pola pembelajaran hibrida dipilih dengan tujuan untuk menjaga kesinambungan proses belajar dan memastikan peningkatan kapasitas orang tua dari waktu ke waktu. Metode yang diberikan melalui pembelajaran hybrid dengan memberikan materi baik secara luring maupun daring melalui media youtube. Adapun materinya adalah tentang penyadaran akan kewajiban menuntut ilmu bagi umat Islam, maksud dan tugas penciptaan manusia di muka bumi serta pemahaman dasar pengasuhan. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa orang tua menjadi lebih memahami bagaimana melakukan pengasuhan bagi keluarganya. Selain itu juga ditemukan bahwa terjadi peningkatan interaksi antara orang tua dan anak dalam proses belajar yang diberikan selama kegiatan.
Penguatan Kapasitas bagi UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung Pratama, Yudhistira Anugerah; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3242

Abstract

Penguatan kapasitas merupakan rangkaian kegiatan bagi kelompok dengan pendampingan rutin, agarkelompok tersebut dapat berkembang menjadi kelembagaan yang aktif, partisifatif, serta berfungsi sesuai dengan peranannya di masyarakat. Penguatan kapasitas yang dikaji dalam artikel ini adalah penguatan kapasitas UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis penguatan kapasitas UMKM di RW 07 yang terdiri dari empat dimensi, yakni peran pemimpin lokal, pengembangan komunitas lokal, komunikasi vertikal dan horizontal, serta dukungan pihak luar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dimensi penguatan kapasitas UMKM di RW 07 sudah terimplementasi dengan baik, namun belum mencapai hasil maksimal. Tidak maksimalnya proses penguatan kapasitas tersebut terlihat dari belum adanya proses pengembangan komunitaslokal di RW 07. Hal tersebut berimplikasi terhadap terhambatnya pencapaian tujuan dari penguatan kapasitas UMKM di RW 07. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bagi penguatan kapasitas UMKM diRW 07, diantaranya pemimpin lokal di RW 07 perlu menjaga dan meningkatkan perannya, komunitas lokal perlu dikembangkan, komunikasi vertikal dan horizontal perlu dijaga dan ditingkatkan, serta dukungan pihak luar perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Selain itu, peneliti juga memberikan saran berupa pemberian pelatihan bagi UMKM di RW 07 agar proses penguatan kapasitas dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Perubahan Sosial Pada Masyarakat Dusun Munti Gunung: Dari Mekurup, Menggepeng, Hingga Kembangkan Potensi Wisata Pratiwi, Ni Putu Sri; Fedryansyah, Muhammad; Nurwati, Nunung
Sosioglobal Vol 8, No 2 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v8i2.51384

Abstract

ABSTRAKDusun Munti Gunung telah ditandai sebagai “desa pengemis” atau “penggepeng” sejak tahun 1980-an. Hal ini disebabkan Munti Gunung merupakan daerah yang sangat gersang dengan letak air tanahnya yang sangat dalam. Sebelum menjadi pengemis, masyarakat Munti Gunung kerap pergi ke kota untuk menukarkan hasil panen dengan kebutuhan mereka sehari-hari (barter).  Namun seiring berjalannya waktu, transaksi barter tersebut berubah menjadi meminta-minta tanpa mempertukarkan hasil panen. Meskipun pemerintah telah berupaya mengembangkan aspek pariwisata di dusun tersebut, namun permasalahan tersebut masih belum terselesaikan secara tuntas. Penelitian mengenai kemiskinan dan praktik menggepeng yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Munti Gunung memang telah banyak dibahas, namun temuan-temuan tersebut belum mampu menjelaskan perubahan sosial yang lebih komprehensif dan mendalam yang terjadi pada masyarakat tersebut. Padahal penelitian tentang perubahan sosial dapat menyediakan pemahaman mendalam tentang dinamika masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan sosial, sehingga kebijakan dapat lebih tepat sasaran dan efektif. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan menganalisis perubahan sosial masyarakat Dusun Munti Gunung dalam dimensi interaksional yang dikemukakan oleh Himes & Moore melalui metode penelitian kualitatif dengan sumber data dari literatur dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dari aktivitas barter menjadi pengemis adalah perubahan yang tidak direncanakan dan tidak dikehendaki, sedangkan perubahan dari menggepeng menjadi aktivitas pengembangan desa wisata merupakan perubahan yang direncanakan dan dikehendaki. Secara keseluruhan, perubahan yang terjadi bersifat multiliner yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.Kata kunci: Desa Munti Gunung, Gepeng, Kemiskinan, Perubahan Sosial ABSTRACTMunti Gunung Hamlet has been marked as a "beggar village" or "penggepeng" since the 1980s. This is due to Munti Gunung being an extremely arid area with very deep groundwater. Before becoming beggars, the residents of Munti Gunung often traveled to the city to exchange their harvest for their daily necessities (barter). However, over time, these barter transactions evolved into begging without exchanging harvests. Despite government efforts to develop tourism in the hamlet, these issues remain unresolved. Research on poverty and begging practices in Munti Gunung has been widely discussed, yet these studies have not provided a comprehensive and in-depth explanation of the social changes occurring within the community. Research on social change can provide a deep understanding of societal dynamics and the factors affecting social welfare, leading to more targeted and effective policies. Through this study, the researcher aims to analyze the social changes in the Munti Gunung community through the interactional dimension proposed by Himes & Moore, using qualitative research methods with data sourced from literature and in-depth interviews with several informants selected through purposive sampling. The research findings indicate that the shift from bartering to begging was an unplanned and undesirable change, whereas the transition from begging to developing a tourist village was a planned and desired change. Overall, the observed changes are multilinear, driven by both internal and external factors.Keywords: Munti Gunung Hamlet, Beggar, Poverty, Social Change  
Taking Advantage of Indonesia's Demographic Bonus in 2024: Challenges and Opportunities Achmad, Willya; Nurwati, Nunung; Fedryansyah, Muhammad; Sumadinata, R. Widya Setiabudi; Sidiq, Rd. Siti Sofro
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v5i2.4713

Abstract

Demographic bonus is a phenomenon when most of a country's population is in the productive age group, which can provide high potential for economic growth. 2020-2030 will be an important year for many countries as some of them will experience the peak of their demographic dividend. However, the opportunities and challenges associated with this situation need to be studied in depth so that the maximum potential of the demographic bonus can be utilized. This study aims to analyze the challenges and opportunities faced by Indonesia, which is facing a demographic bonus era. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The results of the study show that the demographic bonus is a golden opportunity for Indonesia to increase economic growth and people's welfare. With the population of productive age being larger than the non-productive age population, there is great potential to increase total output and production in various economic sectors. However, in order to take advantage of the demographic bonus effectively, it is necessary to make efforts to build quality human resources through improving the quality of education and job training. In addition, the labor market must be able to absorb an abundant workforce so that the unemployment rate can be minimized. The importance of digital transformation and the industrial revolution is also a focus in efforts to face the challenges of technological development. With support from the government, the private sector and the community, Indonesia has great potential to take advantage of the demographic bonus as a driver of sustainable economic growth and improve the welfare of society at large.
Women's Social Capital for Empowering Poor Households Achmad, Willya; Nurwati, Nunung; Fedryansyah, Muhammad; Setiabudi Sumadinata, R Widya
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 6, No 1.2 (2022)
Publisher : STMIK Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.488 KB) | DOI: 10.29099/ijair.v6i1.395

Abstract

Adaptations were necessary as a result of the new family structure, which saw the mother taking on the role of primary breadwinner in addition to her other responsibilities. This was especially the case in order to ensure that the family continued to be financially successful. Maintaining and even improving the family economy is possible thanks to the ability of women to make use of economic resources by utilizing their social capital stock in the form of social networks that exist within the social environment. As a result, the purpose of this study is to investigate the function that women's capital plays in enhancing the economic standing of low-income families. In this investigation, a qualitative strategy is combined with a descriptive research approach. The findings demonstrated that women were able to raise the economic status of low-income families by utilizing their social capital stock in the form of social networks in the social environment. This was accomplished through the application of the concept of economic assistance to empower women through the operation of small and micro businesses. It will be easier to gain access to financial resources if one makes use of social networks and maintains positive relations with kin, among other social connections.
Interaksi Sosial Pada Masyarakat Adat Di Kampung Adat Kuta Ciamis Utami, Adella; Gunawan, Wahyu; Fedryansyah, Muhammad
Sosioglobal Vol 9, No 1 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i1.55602

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini akan mengkaji mengenai interaksi sosial yang terdapat di wilayah Kampung Adat Kuta Ciamis yang berfokus mengenai bagaimana kontak sosial dan komunikasi yang terdapat pada masyarakat setempat. Metode penelitian ini secara kualitatif dengan teknik Survei Deksriptif untuk melihat langsung proses interaksi yang terjadi dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam secara tidak struktural, observasi partisipasi dan dokumentasi penelitian. Teknik analisis data penelitian ini kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L Berger. Hasil penelitian ini berupa gambaran mengenai daerah dan juga bagaimana proses interaksi yang terdapat pada masyarakat adat di Kampung Adat Kuta dalam sehari-hari. Interaksi yang terjadi pada masyarakat adat disini terjalin dengan baik dan bersifat dinamis karena adanya sebuah kontak sosial dan komunikasi antar masyarakat yang masih terjaga. Faktor nilai dan tradisi yang sudah ada serta kesamaan bahasa dalam masyarakat adat menjadikan proses interaksi antar penduduk tetap berjalan sesuai dengan norma adat.Kata Kunci: Interaksi Sosial, Konstruksi Sosial, Masyarakat Kampung AdatABSTRACT  This research will examine social interactions in the Kuta Ciamis Traditional Village area, focusing on how social contact and communication exist in the local community. This research method is qualitative with a descriptive survey technique to see directly the interaction processes that occur in society. Data collection techniques use non-structural in-depth interviews, participant observation and research documentation. This research data analysis technique is data condensation, data presentation, and drawing conclusions. This research uses Peter L Berger's Social Construction theory. The results of this research are in the form of an overview of the area and also the daily interaction processes of the traditional community in the Kuta Traditional Village. The interactions that occur in indigenous communities here are well established and dynamic because there is social contact and communication between communities that is still maintained. The factors of existing values and traditions as well as the common language in indigenous communities mean that the interaction process between residents continues to run in accordance with customary norms.Keywords: Social Interaction, Social Construction, Traditional Village Community
Gerakan Sosial dan Mobilisasi Sumber Daya dalam Memperjuangkan Pengakuan Kepercayaan Berbeda Putri, Tesa Amyata; Sekarningrum, Bintarsih; Fedryansyah, Muhammad
SOCIUS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v9i1.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sosial yang dilakukan oleh organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), dalam memperjuangkan pengakuan keyakinan mereka di Indonesia. Masalah ini menarik karena, Mahkamah Konstitusi saat ini telah memberikan layanan kependudukan dan pencatatan sipil pada para penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya sesuai yang diatur di dalam Surat Keputusan MK No. 97/PUU-XIV/2016. Hal ini merupakan bukti dari keberhasilan kelompok aliran kepercayaan memperjuangkan keyakinannya dan melepaskan diri dari 6 agama yang dipaksakan oleh negara. Salah satu organisasi aliran kepercayaan yang aktif memperjuangkan hak beragama dan keyakinannya adalah organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan yang ada di Kota Bandung. Perjuangan dan keberhasilan tersebut memperlihatkan adanya gerakan sosial yang terorganisir agar tujuan yang diinginkan organisasi Aliran Kebatinan Perjalanan tercapai. Artikel ini menganalisis hal tersebut dengan menggunakan Teori mobilisasi sumber daya (Resources Mobilisation Theory) Anthony Oberschall sebagai pisau analisis dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan organisasi AKP merupakan wujud dari gerakan sosial. Sedangkan keberhasilan organisasi AKP ditentukan dari pemaksimalan berbagai sumber daya organisasi AKP baik secara internal maupun eksternal. Salah satu faktor terbesar dari keberhasilan gerakan sosial AKP adalah kemampuan dalam memobilisasi sumber daya dengan baik dan pemanfaatan peluang politik yang dilakukan oleh organisasi ini
Tahap Pra Pengorganisasian Komunitas Lokal dalam Mitigasi Bencana di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Ramadhan, Gumilang; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.39847

Abstract

Desa Karangjaladri merupakan wilayah yang sering terdampak oleh bencana menyebabkan diperlukannya upaya mitigasi guna mengurangi mengurangi jumlah korban, dan besarnya kerugian akibat bencana yang ditimbulkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah pembentukan organisasi lokal berbasis mitigasi. Sebelum dibentuknya organisasi lokal, masyarakat dapat melakukan tahap pra pengorganisasian dalam teori Community Organizing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas yang dapat dilakukan masyarakat lokal pada tahap pra pengorganisasian dan juga pentingnya tahapan pra pengorganisasian dalam konteks mitigasi sebelum dilakukan tahapan selanjutnya dari manajemen bencana. Penelitian  ini menggunakan Studi Literatur dengan melakukan pengkajian berbagai literatur relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, berita dan data dari penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa masyarakat Desa Karangjaladri harus dapat terlebih dahulu mengklarifikasi dan menjelaskan kondisi umum awal masyarakat mengenai berbagai dimensi baik kondisi sosial, politik, budaya, sejarah, ekonomi, geografi, demografi, infrastruktur, pola aktivitas masyarakat dan aktivitas pemimpin lokal. Tulisan ini memberikan saran masyarakat bersama para pemimpin lokal harus memanfaatkan berbagai aktivitas keseharian masyarakat untuk melakukan tahap pra-pengorganisasian sebagai upaya dan modal dasar untuk mempersiapkan  pembentukan organisasi lokal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi bencana. Selain itu masyarakat yang mampu menjelaskan dan mengklarifikasi kondisi awal kehidupan mereka akan memiliki dasar kuat dan keinginan besar untuk berpartsipasi secara aktif melakukan perubahan ke arah lebih baik
Co-Authors ACHMAD, AZHARY ADHYN Ade Sudrajat Agus Wahyudi Riana Al Adawiah, Rubiah Algifari M, M. Zakky Algifari, M Zakky Amanatin, Elsa Lutmilarita Amyata Putri, Tesa Andhika, M. Anissa Nur Fitri, Anissa Nur Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Apep Risman, Apep Arie Surya Gutama, Arie Surya Arie Surya, Gutama Azmi Sahid Fillah, Azmi Sahid Binahayati Rusyidi Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa, Budhi Desi Yunita Dhinantia, Annisa Ariro Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa Edy Subroto Fakhriadi, Irham Ahmad Fatoni, Haerul Rizal Finanda, Ressha Gautama, Arie Surya Hafid Ramdhani, Hafid Hairunisyah Heri Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Insaniah, Cita Ishartono Ishartono, Ishartono Jauhari Jauhari, Jauhari Khoirunnisa, Regita Kowara, Nadira Kusumawati, Ni Nyoman Andrani Lesmana, Aditya Candra Lina Lisnawati, Lina M, Cita Insaniah Mamah Halimah, Mamah Marini Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhammad Indra Andityaputra, Muhammad Indra Nadira Lubis, Nadira Nandang Mulyana, Nandang Nugraha, Ardi Maulana Nunung Nurwati Nur, Andi Ainun Juniarsi Nurdin, Muhammad Fadhil Nurwati, R. Nunung Persada, Bintang Pratama, Yudhistira Anugerah Pratiwi, Ni Putu Sri Putra, M. Andhika Putri, Rufina Eka Putri, Tesa Amyata R. Widya Setiabudi Sumadinata Rachim, Hadiyanto Abdul Ramadhan Pancasilawan Ramadhan, Gumilang Risna Resnawaty, Risna Rossi Indiarto Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Setiabudi Sumadinata, R Widya Siti Sofro Sidiq Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Taher, Rusdin Taufik Ismail Utami, Adella Wahyu Gunawan Wandi Adiansah, Wandi Willya Achmad