Claim Missing Document
Check
Articles

Revitalisasi Danau Kalimati Sebagai Ecowisata “Renaldi Wisata” dan Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri “Teh Umi” Ismail, Taufik; Algifari M, M. Zakky; M, Cita Insaniah; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.321

Abstract

AbstractSocial innovation for Revitalizing Lake Kalimati into Ecotourism and Environmentally Friendly Energy Technology for Independent MSMEs. The social innovation of Revitalizing Lake Kalimati to become Ecotourism has gone through the first stage of the process, namely potential analysis and rebranding by conducting an appropriate potential assessment and rebranding the name from Lake Kalimati to Lake Cinta. The second stage is the Forum group discussion (FGD) and agency coordination involving various parties, starting from the Regional Government, Village Government, Perum Jasa Tirta II, and various elements of society. The third stage is the management of permits legally in accordance with applicable regulations. The fourth stage is training and coaching regularly to improve soft skills and hard skills. The last is the execution stage for the construction of Lake Cinta facilities and infrastructure. Social innovation of Environmentally Friendly Energy Technology For Independent MSMEs, the first is a solar panel system that produces 2.2 KWP of electrical energy which economically saves PLN electricity costs of Rp. Both biodigester systems with the main raw material are water hyacinth waste which produces biogas which economically produces 1,600 liters of biogas per day or equivalent to savings in the cost of purchasing non-subsidized gas of Rp. 18 tons per year.Keywords: revitalization, ecotourism, solar panels, water hyacinth AbstrakInovasi sosial Revitalisasi Danau Kalimati Menjadi Ecowisata dan Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri. Inovasi sosial Revitalisasi Danau Kalimati Menjadi Ecowisata telah melalui proses tahapan yang pertama yaitu analisis potensi dan rebranding dengan melakukan pengkajian potensi secara tepat dan rebranding nama dari Danau Kalimati menjadi Danau Cinta. Tahapan kedua yaitu Forum group discussion (FGD) dan kordinasi instansi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Perum Jasa Tirta II, dan berbagai elemen masyarakat. Tahapan ketiga yaitu pengurusan perizinan secara legal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahapan keempat yaitu pelatihan dan pembinaan secara rutin untuk menigkatkan kemampuan soft skill dan hard skill. Terakhir yaitu tahapan eksekusi Pembangunan sarana dan prasarana Danau Cinta. Inovasi sosial Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri, yang pertama sistem solar panel yang menghasilkan energi listrik 2.2 KWP yang secara ekonomi menhemat pengeluaran biaya listrik PLN sebanyak Rp 381.401 dan secara lingkungan berkontribusi dalam penurunan dampak pemanansan global/reduksi emisi sebanyak 2.86 TonCO2.  Keduan sistem biodigester dengan bahan baku utama sampah eceng gondok yang menghasilkan biogas yang secara ekonomi menghasilkan 1.600 liter biogas setiap hari atau setara dengan penghematan pengeluaran biaya pembelian gas non subsidi Rp 575.000 setiap bulannya dan secara lingkungan berkontribusi dalam penanganan sampah Sungai Citarum area Walahar sebanyak lebih dari 18 ton per tahun.Kata kunci: revitalisasi, ecowisata, panel surya, enceng gondok
Penanaman Mangrove dan Orang Tua Asuh Pohon (OTAP) Sebagai Upaya Restorasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Desa Sedari, Kabupaten Karawang Ismail, Taufik; Putra, M. Andhika; M, Cita Insaniah; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.322

Abstract

AbstractThe global community is faced with a number of problems such as the climate crisis. The coastal area is one of the areas that are at risk of abrasion and the impact of the climate crisis. Sedari Village is one of the areas in the coastal area that has the risk of abrasion and climate change. Therefore, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek conducts a coastal area development program through mangrove planting and tree foster parents. Community empowerment activities aim to map the activities needed for environmental restoration. The Biodiversity and Community Empowerment Program is carried out through a number of pre-activities, implementation, to monitoring and evaluation stages. Based on community empowerment activities, it is concluded that coastal area development activities through mangrove planting and OTAP initiation have a high urgency value.Keywords: mangrove, OTAP, innovation AbstrakMasyarakat global dihadapkan pada sejumlah permasalahan seperti krisis iklim. Daerah pesisir merupakan salah satu daerah yang beresiko terhadap abrasi dan dampak krisis iklim. Desa Sedari merupakan salah satu daerah di wilayah pesisir yang memiliki resiko abrasi dan perubahan iklim. Oleh karena itu PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek melakukan program pengembangan daerah peisisr melalui penanaman mangrove dan orang tua asuh pohon. Kegiatan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memetakan kegiatan yang diperlukan untuk restorasi lingkungan. Program Keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui sejumlah tahapan pra-kegiatan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi. Berdasarkan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat disimpulkan bahwa kegiatan pengembangan daerah pesisir melalui penanaman mangrove dan inisiasi OTAP memiliki nilai urgensi tinggi. Kata kunci: mangrove, OTAP, innovation
Implementasi Teknologi Hybrid Ecodry Serta Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Usaha Kerajinan Eceng Gondok Dalam Program TJSL Nawacita Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Jauhari, Jauhari; Algifari, M Zakky; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.455

Abstract

AbstractThe Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Walahar Village, Klari District, Karawang Regency. Walahar Village has a water area that originates from the Citarum River. Water hyacinths grow in abundance and are difficult to control, becoming part of environmental problems. Various work programs from 2020 to 2023 with the aim of reducing water hyacinth have been implemented, including reforestation of the Citarum watershed area and regular cleaning, formation of environmental awareness groups and Proklim, innovative use of water hyacinth as the main raw material for biogas energy sources, as well as innovation for craft raw materials. Utilizing water hyacinth as raw material for crafts is an effort to reduce water hyacinth which has added economic value. Before processing water hyacinth crafts, they need to be dried first. The previous process of drying water hyacinth used the heat of sunlight for 1000 kg of wet water hyacinth which could be dried in stages for up to 30 days and the results were not yet effective, and the stages of applying preservatives and coloring caused health risks so a solution was needed to increase the effectiveness of the drying process by creating technology. Hybrid Ecodry innovation for drying and mixing preservation and coloring materials. Hybrid Ecodry (capacity 10 Kg), every 1000 Kg of wet water hyacinth can increase the effectiveness of drying results over time by up to 50%, in terms of results of successfully dried water hyacinth the effectiveness increases to 31.25%, the economic value of dry water hyacinth increases to IDR 656,000 or 31.25%, and the economic value of water hyacinth products increased 31.25% to IDR 7,872,000. The social impact is increasing awareness and capacity of water hyacinth craftsmen in using PPE (Personal Protective Equipment) and APAR (Light Fire Extinguishing Equipment), as well as reducing the risk of health decline, while for the environmental impact the amount of water hyacinth waste reduction has increased to reach 24,000 kg/year.Keywords: Hybrid Eco Dry, Crafts, Water Hyacinth, HSE AbstrakProgram Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Desa Walahar memiliki wilayah perairan yang bersumber dari Sungai Citarum. Eceng gondok tumbuh banyak dan sulit dikendalikan menjadi bagian dari permasalahan lingkungan. Berbagai program kerja dari tahun 2020 hingga 2023 ini dengan tujuan untuk mereduksi eceng gondok telah dilaksanakan yang diantaranya penghijauan area DAS Citarum dan pembersihan secara berkala, pembentukan kelompok sadar lingkungan dan Proklim, inovasi pemanfaatan eceng inovasi eceng gondok untuk bahan baku utama sumber energi biogas, serta inovasi untuk bahan baku kerajinan.  Pemanfaatan eceng gondok menjadi bahan baku kerajinan menjadi upaya reduksi eceng gondok yang memiliki nilai tambah ekonomi. Eceng gondok sebelum diproses kerajinan perlu dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan eceng gondok sebelumnya mengadalkan panas sinar matahari untuk 1000 Kg eceng gondok basah dapat dikeringkan secara bertahap hingga 30 hari dan belum efektif hasilnya, serta dalam tahapan pemberian bahan pengawet dan pewarnaan menimbulkan resiko kesehatan sehingga diperlukan solusi untuk meningkatan efektifitas dalam proses pengeringan dengan diciptakannya Teknologi Inovasi Hybrid Ecodry untuk pengeringan dan pencampuran bahan pengawetan serta pewarnaan. Hybrid Ecodry (kapasitas 10 Kg), setiap 1000 Kg eceng gondok basah dapat meningkatkan efektifitas hasil pengeringan secara waktu mencapai 50%, secara hasil eceng gondok yang berhasil dikeringkan efektifitasnya meningkat menjadi 31,25%, Nilai ekonomi eceng gondok kering meningkat menjadi Rp 656.000 atau 31,25%, dan nilai ekonomi produk eceng gondok meningkat 31,25% menjadi Rp 7.872.000.  Dampak sosial meningkatnya kesadaran dan kapasitas pengrajin eceng gondok dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan), serta menurunnya resiko penurunan kesehatan sedangkan untuk dampak lingkungan meningkatnya jumlah reduksi limbah eceng gondok mencapai 24.000 Kg/tahun.Kata kunci: Hybrid Ecodry, Kerajinan, Eceng Gondok, K3
Implementasi Inovasi Bank Jek (Pemanfaatan Jerami, Eceng Gondok, dan Keong Sebagai Pupuk Serta Ecoenzyme Untuk Pembibitan Mangrove) Pada TJSL Program Sedari Kang Hari Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Andhika, M.; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.457

Abstract

AbstractThe Sedari Kang Hari (Green, Sustainable and Independent Village) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Sedari Village, Cibuaya District, Karawang Regency. The program focuses on aspects of biodiversity, community empowerment and disaster response. One implementation is related to efforts to mitigate abrasion disasters by establishing conservation areas to protect biodiversity planted with mangroves. Mangrove planting is carried out using seeds that are nursed by the community. The problems that arise are the success rate of mangrove planting which is only 50% and the availability of seeds is still not sustainable. This problem was answered by implementing Bank Jek's innovation. Bank Jek's innovation is based on the problems and potential availability of raw materials in the form of waste straw, water hyacinth and snails to produce Bank Jek products, namely in the form of organic fertilizer and ecoenzymes which contain important nutrients for mangrove plants. Bank Jek's innovation provides value in the mutual cooperation involvement of various parties, including the government, community, conservation groups, and especially farmers in achieving program success. Changes in the behavior of farmers who previously burned straw waste and used chemical pesticides for snail pests have reduced their intensity, thus directly contributing to reducing greenhouse gas emissions and improving the condition of rice fields. The Bank Jek innovation produced has been marketed with the legality of product quality tests from the Sucofindo laboratory. Bank Jek's innovation with its product results is able to increase the availability of seeds in a sustainable manner and increase the success of mangrove planting to more than 70% as well as value conversion from the level of seeding and planting achievements and when compared with conditions before the implementation of the innovation with indicators of savings in purchasing / replacing seeds and maintenance as well as conversion of the use of fertilizer and ecoenzyme products results in IDR 13,000,000/year.Keywords: Bank Jek, Straw, Water Hyacinth, Snail, Mangrove AbstrakProgram Sedari Kang Hari (Kampung Hijau, Lestari, dan Mandiri) dilaksankan Oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Program berfokus pada aspek keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, dan tanggap kebencanaan. Salah satu implementasinya yaitu terkai dengan upaya mitigasi bencana abrasi dengan penetapan area konservasi perlindungan kenaekaragaman hayati yang ditanami mangrove. Penanaman mangrove dilakukan dengan menggunakan bibit yang dilakukan pembibitannya oleh masyarakat. Permasalahan yang timbul yaitu tingkat keberhasilan penanaman mangrove yang hanya 50% dan ketersedian bibit yang masih belum keberlanjutan. Permasalahan tersebut terjawab dengan diterapkannya inovasi Bank Jek. Inovasi Bank Jek didasarkan atas permasalahan serta potensi ketersedian bahan baku berupa limbah jerami, eceng gondok, dan keong untuk dihasilkan produk Bank Jek yaitu berupa pupuk organik dan ecoenzym yang mengandung unsur hara penting untuk tanaman mangrove. Inovasi Bank Jek memberikan value terhadap keterlibatan gotong royong berbagai pihak baik itu pemerintah, masyarakat, kelompok konservasi, dan khsusnya petani dalam mencapai keberhasilan program. Perubahan perilaku petani yang sebelumnya membakar limbah jerami dan menggunakan peptisida kimia untuk hama keong menjadi berkurang intensitasnya sehingga secara langsung berkontribusi terhadap penggurangan emisi gas rumah kaca dan perbaikan kondisi tanah persawahan. Inovasi Bank Jek yang diproduksi telah dipasarkan dengan legalitas uji kualitas produk hasil laboratorium Sucofindo. Inovasi Bank Jek dengan hasil produknya tersebut mampu meningkatkan ketersedian bibit secara berkelanjutan dan meningkatkan keberhasilan penanaman mangrove menjadi lebih dari 70% serta konversi nilai dari tingkat capaian pembibitan dan penanaman serta jika dibandingkan dengan kondisi sebelum penerapan inovasi dengan indikator penghematan pembelian / ganti bibit dan perawatan serta konversi penggunaan produk pupuk dan ecoenzym maka dihasilkan Rp 13.000.000/tahun.Kata Kunci: Bank Jek, Jerami, Eceng Gondok, Keong, Mangrove
Pendampingan Terhadap Korban Kekerasan Seksual Di Yayasan Samahita Bersama Kita Bandung Kowara, Nadira; Fedryansyah, Muhammad
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 6 No 1 (2024): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v6i1.1207

Abstract

The research entitled Assistance for Victims of Sexual Violence at the Samahita Bersama Kita Foundation Bandung is research that will fully explain and describe the psychosocial assistance provided by the Samahita Bersama Kita Foundation Bandung in dealing with victims of sexual violence so that they can return to their social functions and help victims of sexual violence in their lives. fulfill their rights, as well as the development of assistance provided by the Samahita Foundation from time to time. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach, using documentation studies and literature studies. The results of this research found that psychosocial assistance acts as a friend to tell stories to victims, so that victims have a safe and comfortable space in telling stories about cases that occurred and help victims restore their social functioning. Keyword: Mentoring, Samahita Bersama Kita Bandung Foundation, Sexual Violence
Tahap Pra Pengorganisasian Komunitas Lokal dalam Mitigasi Bencana di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Ramadhan, Gumilang; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.39847

Abstract

Desa Karangjaladri merupakan wilayah yang sering terdampak oleh bencana menyebabkan diperlukannya upaya mitigasi guna mengurangi mengurangi jumlah korban, dan besarnya kerugian akibat bencana yang ditimbulkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah pembentukan organisasi lokal berbasis mitigasi. Sebelum dibentuknya organisasi lokal, masyarakat dapat melakukan tahap pra pengorganisasian dalam teori Community Organizing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas yang dapat dilakukan masyarakat lokal pada tahap pra pengorganisasian dan juga pentingnya tahapan pra pengorganisasian dalam konteks mitigasi sebelum dilakukan tahapan selanjutnya dari manajemen bencana. Penelitian  ini menggunakan Studi Literatur dengan melakukan pengkajian berbagai literatur relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, berita dan data dari penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa masyarakat Desa Karangjaladri harus dapat terlebih dahulu mengklarifikasi dan menjelaskan kondisi umum awal masyarakat mengenai berbagai dimensi baik kondisi sosial, politik, budaya, sejarah, ekonomi, geografi, demografi, infrastruktur, pola aktivitas masyarakat dan aktivitas pemimpin lokal. Tulisan ini memberikan saran masyarakat bersama para pemimpin lokal harus memanfaatkan berbagai aktivitas keseharian masyarakat untuk melakukan tahap pra-pengorganisasian sebagai upaya dan modal dasar untuk mempersiapkan  pembentukan organisasi lokal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi bencana. Selain itu masyarakat yang mampu menjelaskan dan mengklarifikasi kondisi awal kehidupan mereka akan memiliki dasar kuat dan keinginan besar untuk berpartsipasi secara aktif melakukan perubahan ke arah lebih baik
Penguatan Kapasitas bagi UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung Pratama, Yudhistira Anugerah; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3242

Abstract

Penguatan kapasitas merupakan rangkaian kegiatan bagi kelompok dengan pendampingan rutin, agarkelompok tersebut dapat berkembang menjadi kelembagaan yang aktif, partisifatif, serta berfungsi sesuai dengan peranannya di masyarakat. Penguatan kapasitas yang dikaji dalam artikel ini adalah penguatan kapasitas UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis penguatan kapasitas UMKM di RW 07 yang terdiri dari empat dimensi, yakni peran pemimpin lokal, pengembangan komunitas lokal, komunikasi vertikal dan horizontal, serta dukungan pihak luar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dimensi penguatan kapasitas UMKM di RW 07 sudah terimplementasi dengan baik, namun belum mencapai hasil maksimal. Tidak maksimalnya proses penguatan kapasitas tersebut terlihat dari belum adanya proses pengembangan komunitaslokal di RW 07. Hal tersebut berimplikasi terhadap terhambatnya pencapaian tujuan dari penguatan kapasitas UMKM di RW 07. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bagi penguatan kapasitas UMKM diRW 07, diantaranya pemimpin lokal di RW 07 perlu menjaga dan meningkatkan perannya, komunitas lokal perlu dikembangkan, komunikasi vertikal dan horizontal perlu dijaga dan ditingkatkan, serta dukungan pihak luar perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Selain itu, peneliti juga memberikan saran berupa pemberian pelatihan bagi UMKM di RW 07 agar proses penguatan kapasitas dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN LOKAL MELALUI PERSPEKTIF PENGORGANISASIAN KOMUNITAS DALAM REHABILITASI BENCANA GEMPA BUMI KABUPATEN CIANJUR Fakhriadi, Irham Ahmad; Arie Surya, Gutama; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v12i1.41127

Abstract

Pergerakan Sesar Cugenang mengakibatkan terjadinya bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, maka perlu dilakukan rehabilitasi sebagai bagian dari penanggulangan bencana. Rehabilitasi bencana terbagi menjadi pemulihan dan rekonstruksi. Pemulihan merupakan fungsi penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan oleh negara, masyarakat, keluarga, dan individu. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan daerah dalam rehabilitasi bencana gempa bumi Cianjur khususnya bagian pemulihan melalui teknik studi pustaka seperti artikel jurnal, tesis, disertasi, dan buku serta berbagai sumber lain yang terkait dengan topik penelitian. Peran pemimpin daerah dalam pemulihan bencana gempa bumi Cianjur antara lain memfasilitasi kerjasama antara masyarakat dengan pihak terkait dalam menerima bantuan; menjaga kerukunan antar masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik sosial; serta menjaga dan mengembangkan ketersediaan sumber daya di masyarakat untuk melakukan pemulihan. Peran pemimpin daerah dan upaya pemulihan pasca bencana terjadi sangat diperlukan. Identifikasi peran tokoh masyarakat dapat dikolaborasikan dengan strategi rehabilitasi khususnya seksi pemulihan di Kabupaten Cianjur karena tokoh masyarakat merupakan pribadi yang dipercaya oleh masyarakat, memahami kondisi lingkungan, mengetahui berbagai permasalahan, potensi dan ketersediaan sumber daya masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur. Strategi pemulihan yang dapat dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun non pemerintah dan didukung oleh peran tokoh masyarakat antara lain melaksanakan pembangunan rumah bagi masyarakat; memberikan bantuan berupa subsidi dana dan barang serta memberikan pelatihan pengembangan kapasitas melalui penguatan modal sosial masyarakat untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana; menciptakan layanan terapi penyembuhan aspek psikologis dan menyediakan fasilitas kesehatan gratis untuk kesehatan mental dan fisik.
Strengthening Strategy of Human Capital in Community Program Management: A Case Study of Lali Gadget Village Kusumawati, Ni Nyoman Andrani; Fedryansyah, Muhammad; Sulastri, Sri
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i1.9856

Abstract

Village Lali Gadget is a children's tourist destination located in Sidoarjo. This study aims to identify the strengths and weaknesses of human capital in the management of Kampung Lali Gadget and formulate implications for its development for the sustainability of the program. This study uses qualitative methods through in-depth interviews with initiators and managers, observation of activities, and documentation searches to support the analysis. Human capital analysis refers to the five components of human capital according to Mayo (2000), Individual Capability, Individual Motivation, Leadership, The Organizational Climate, and Workgroup Effectiveness. The results of the study show that Kampung Lali Gadget has strengths in commitment, adaptability, and strong collaboration. However, there are still limitations in technical capacity and uneven competency levels. These findings emphasize the importance of strengthening human capital to achieve the sustainability of Kampung Lali Gadget as a community-based educational and tourist space.
Ekologi Sosial Pesisir: Peran Intergenerasional Keluarga Dalam Menjaga Mangrove Di Pesisir Indramayu Nurwati, Nunung; Fedryansyah, Muhammad; Yunita, Desi; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Sudrajat, Ade
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.67835

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini mengkaji dinamika ekologi sosial keluarga pesisir di Indramayu dalam menjaga kelestarian hutan mangrove melalui peran lintas generasi. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menyoroti aspek kelembagaan atau kebijakan konservasi, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan keluarga sebagai pusat analisis ekologi sosial. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menelusuri bagaimana nilai gotong royong (sabilulungan), pewarisan pengetahuan ekologis, dan solidaritas antar generasi membentuk praktik pelestarian mangrove yang berkelanjutan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di kawasan pesisir Karangsong, Pasekan, dan Brondong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran kunci dalam membangun kesadaran ekologis, menghubungkan nilai tradisional dengan adaptasi modern melalui kegiatan konservasi, ekonomi lokal, dan ekspresi digital generasi muda. Sintesis teoritis dalam penelitian ini menghasilkan model ekologi sosial berbasis keluarga, yang menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir tidak hanya bergantung pada kebijakan atau intervensi eksternal, tetapi juga pada kekuatan nilai sosial, solidaritas lintas generasi, dan kesadaran ekologis yang tertanam dalam keluarga.Kata kunci: Ekologi Sosial, Keluarga Pesisir, Intergenerasional, Mangrove, SabilulunganABSTRACT  This study explores the dynamics of coastal families’ social ecology in Indramayu and their intergenerational roles in conserving mangrove forests. Unlike previous studies focusing on institutional or policy dimensions, this research offers novelty by positioning the family as the core of social-ecological analysis. Using a qualitative descriptive approach, it investigates how local values of sabilulungan (mutual cooperation), ecological knowledge transmission, and intergenerational solidarity shape sustainable mangrove conservation practices. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in the coastal areas of Karangsong, Pasekan, and Brondong. Findings reveal that families act as key agents in fostering ecological awareness, connecting traditional values with modern adaptations through conservation activities, local economic initiatives, and youth-led digital expressions. The theoretical synthesis formulates a family-based social ecology model, emphasizing that coastal environmental sustainability depends not only on policies or external interventions but also on the strength of social values, intergenerational solidarity, and ecological consciousness embedded within families.Keywords: Social Ecology, Coastal Family, Intergenerational, Mangrove, Sabilulungan
Co-Authors ACHMAD, AZHARY ADHYN Ade Sudrajat Agus Wahyudi Riana Al Adawiah, Rubiah Algifari M, M. Zakky Algifari, M Zakky Amanatin, Elsa Lutmilarita Amyata Putri, Tesa Andhika, M. Anissa Nur Fitri, Anissa Nur Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Apep Risman, Apep Arie Surya Gutama, Arie Surya Arie Surya, Gutama Azmi Sahid Fillah, Azmi Sahid Binahayati Rusyidi Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa, Budhi Desi Yunita Dhinantia, Annisa Ariro Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa Edy Subroto Fakhriadi, Irham Ahmad Fatoni, Haerul Rizal Finanda, Ressha Gautama, Arie Surya Hafid Ramdhani, Hafid Hairunisyah Heri Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Insaniah, Cita Ishartono Ishartono, Ishartono Jauhari Jauhari, Jauhari Khoirunnisa, Regita Kowara, Nadira Kusumawati, Ni Nyoman Andrani Lesmana, Aditya Candra Lina Lisnawati, Lina M, Cita Insaniah Mamah Halimah, Mamah Marini Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhammad Indra Andityaputra, Muhammad Indra Nadira Lubis, Nadira Nandang Mulyana, Nandang Nugraha, Ardi Maulana Nunung Nurwati Nur, Andi Ainun Juniarsi Nurdin, Muhammad Fadhil Nurwati, R. Nunung Persada, Bintang Pratama, Yudhistira Anugerah Pratiwi, Ni Putu Sri Putra, M. Andhika Putri, Rufina Eka Putri, Tesa Amyata R. Widya Setiabudi Sumadinata Rachim, Hadiyanto Abdul Ramadhan Pancasilawan Ramadhan, Gumilang Risna Resnawaty, Risna Rossi Indiarto Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Setiabudi Sumadinata, R Widya Siti Sofro Sidiq Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Taher, Rusdin Taufik Ismail Utami, Adella Wahyu Gunawan Wandi Adiansah, Wandi Willya Achmad