Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Lokal Melalui Perspektif Pengorganisasian Komunitas dalam Rehabilitasi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Cianjur Fakhriadi, Irham Ahmad; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v12i1.41127

Abstract

Pergerakan Sesar Cugenang mengakibatkan terjadinya bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, maka perlu dilakukan rehabilitasi sebagai bagian dari penanggulangan bencana. Rehabilitasi bencana terbagi menjadi pemulihan dan rekonstruksi. Pemulihan merupakan fungsi penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan oleh negara, masyarakat, keluarga, dan individu. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan daerah dalam rehabilitasi bencana gempa bumi Cianjur khususnya bagian pemulihan melalui teknik studi pustaka seperti artikel jurnal, tesis, disertasi, dan buku serta berbagai sumber lain yang terkait dengan topik penelitian. Peran pemimpin daerah dalam pemulihan bencana gempa bumi Cianjur antara lain memfasilitasi kerjasama antara masyarakat dengan pihak terkait dalam menerima bantuan; menjaga kerukunan antar masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik sosial; serta menjaga dan mengembangkan ketersediaan sumber daya di masyarakat untuk melakukan pemulihan. Peran pemimpin daerah dan upaya pemulihan pasca bencana terjadi sangat diperlukan. Identifikasi peran tokoh masyarakat dapat dikolaborasikan dengan strategi rehabilitasi khususnya seksi pemulihan di Kabupaten Cianjur karena tokoh masyarakat merupakan pribadi yang dipercaya oleh masyarakat, memahami kondisi lingkungan, mengetahui berbagai permasalahan, potensi dan ketersediaan sumber daya masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur. Strategi pemulihan yang dapat dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun non pemerintah dan didukung oleh peran tokoh masyarakat antara lain melaksanakan pembangunan rumah bagi masyarakat; memberikan bantuan berupa subsidi dana dan barang serta memberikan pelatihan pengembangan kapasitas melalui penguatan modal sosial masyarakat untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana; menciptakan layanan terapi penyembuhan aspek psikologis dan menyediakan fasilitas kesehatan gratis untuk kesehatan mental dan fisik.
URGENSI KETERSEDIAAN FASILITAS SANITASI YANG LAYAK BAGI WANITA PADA TEMPAT PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA ALAM Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1321

Abstract

Kebutuhan akan sanitasi pada wanita berbeda dengan pria karena perbedaan kondisi fisik dan sistem reproduksi di antara keduanya. Hal paling umum yang menunjukkan perbedaan tersebut ialah, wanita mengalami menstruasi setiap bulannya. Pemenuhan kebutuhan sanitasi khusus bagi wanita seringkali terabaikan, terutama pada kondisi-kondisi darurat seperti di tempat pengungsian korban bencana alam. Situasi bencana alam yang terkadang tak dapat diprediksimembuat proses penanggulangan menjadi lebih kompleks, terlebih lagi dengan adanya keterbatasan baik dari segi sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga keterbatasan waktu. Namun, terlepas dari adanya keterbatasan tersebut, kebutuhan pengungsi harus tetap terpenuhi karena berkaitan erat dengan pelaksanaan hak asasi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan dengan teknik pengumpulandata adalah kajian literatur. Literatur yang penulis gunakan berupa artikel, jurnal, dokumen, serta buku yang berkaitan dengan topik penelitian sebanyak 17 buah literatur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan fasilitas sanitasi pada pengungsi wanita korban bencana alam.
CONTRIBUTION AND POTENTIAL OF CROWDFUNDING "KITABISA.COM" AS AN ALTERNATIVE HEALTH FINANCING IN INDONESIA Persada, Bintang; Marini; Fedryansyah, Muhammad; Hairunisyah; Finanda, Ressha; Putri, Rufina Eka
Progress In Social Development Vol. 6 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i2.127

Abstract

Health services are one type of service available in Indonesia. The Social Security Organising Agency (BPJS) is an institution established by the Indonesian government to help the community in the health sector, but BPJS is currently unable to fully finance the needs of the community in health services or facilities. Therefore, other alternative financing is needed, one of which is Crowdfunding Kitabisa.com, which has helped the Indonesian people in financing health services. The purpose of this study is to describe the contribution of Crowdfunding Kitabisa.com in health financing and to describe the potential development of crowdfunding. The research method used is descriptive qualitative with data collection using literature review techniques. The results showed that Crowdfunding Kitabisa.com has contributed as a fundraising platform, and this shows its role as an alternative in financing in the health sector. This crowdfunding has the potential to be developed due to limited access to modern health services, high health costs, the growth of technology and internet access, as well as social awareness and community solidarity. The implications of this research for social welfare include crowdfunding as a means of increasing health accessibility, community empowerment, innovation in health financing, and increasing awareness of social solidarity.
Model Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Aset Masyarakat di Kecamatan Jatinangor Resnawaty, Risna; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9776

Abstract

The pattern of top-down development often create new problems for society, among others, issues of poverty that occurred in the area of   education Jatinangor. The local community were marginalized by the regional changes. Agriculture areas which is the place for working has transformed into educational and residential areas. The change didn’t considering the ability of society to change in accordance with the expected development. Various programs of addressing poverty has been done by the government but the level of unemployment and poverty in the region Jatinangor not significantly reduced. The low level of education of the community in reality that is ironic for an area  which has five colleges of higher education. To overcome these problems, Community development is one strategy for urban poverty reduction, Jatinangor has community-owned assets as capital that can be used to reduce the problems of poverty. There are two important issues relating to existing assets include “optimalization” strategy purposes to improve the functioning of the asset in improving the quality of life and solving problemsof poverty, as well as the “revitalization” strategy purposes to improve existing assets or deemed less support or be the ause of the problem of poverty itself.Keywords: Community Development, Assets Based Community Development, Poverty Reduction.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Anjani, Firda Dwi; Rusyidi, Binahayati; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya. 
Revitalisasi Danau Kalimati Sebagai Ecowisata “Renaldi Wisata” dan Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri “Teh Umi” Ismail, Taufik; Algifari M, M. Zakky; M, Cita Insaniah; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.321

Abstract

AbstractSocial innovation for Revitalizing Lake Kalimati into Ecotourism and Environmentally Friendly Energy Technology for Independent MSMEs. The social innovation of Revitalizing Lake Kalimati to become Ecotourism has gone through the first stage of the process, namely potential analysis and rebranding by conducting an appropriate potential assessment and rebranding the name from Lake Kalimati to Lake Cinta. The second stage is the Forum group discussion (FGD) and agency coordination involving various parties, starting from the Regional Government, Village Government, Perum Jasa Tirta II, and various elements of society. The third stage is the management of permits legally in accordance with applicable regulations. The fourth stage is training and coaching regularly to improve soft skills and hard skills. The last is the execution stage for the construction of Lake Cinta facilities and infrastructure. Social innovation of Environmentally Friendly Energy Technology For Independent MSMEs, the first is a solar panel system that produces 2.2 KWP of electrical energy which economically saves PLN electricity costs of Rp. Both biodigester systems with the main raw material are water hyacinth waste which produces biogas which economically produces 1,600 liters of biogas per day or equivalent to savings in the cost of purchasing non-subsidized gas of Rp. 18 tons per year.Keywords: revitalization, ecotourism, solar panels, water hyacinth AbstrakInovasi sosial Revitalisasi Danau Kalimati Menjadi Ecowisata dan Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri. Inovasi sosial Revitalisasi Danau Kalimati Menjadi Ecowisata telah melalui proses tahapan yang pertama yaitu analisis potensi dan rebranding dengan melakukan pengkajian potensi secara tepat dan rebranding nama dari Danau Kalimati menjadi Danau Cinta. Tahapan kedua yaitu Forum group discussion (FGD) dan kordinasi instansi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Perum Jasa Tirta II, dan berbagai elemen masyarakat. Tahapan ketiga yaitu pengurusan perizinan secara legal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahapan keempat yaitu pelatihan dan pembinaan secara rutin untuk menigkatkan kemampuan soft skill dan hard skill. Terakhir yaitu tahapan eksekusi Pembangunan sarana dan prasarana Danau Cinta. Inovasi sosial Teknologi Energi Ramah Lingkungan Untuk UMKM Mandiri, yang pertama sistem solar panel yang menghasilkan energi listrik 2.2 KWP yang secara ekonomi menhemat pengeluaran biaya listrik PLN sebanyak Rp 381.401 dan secara lingkungan berkontribusi dalam penurunan dampak pemanansan global/reduksi emisi sebanyak 2.86 TonCO2.  Keduan sistem biodigester dengan bahan baku utama sampah eceng gondok yang menghasilkan biogas yang secara ekonomi menghasilkan 1.600 liter biogas setiap hari atau setara dengan penghematan pengeluaran biaya pembelian gas non subsidi Rp 575.000 setiap bulannya dan secara lingkungan berkontribusi dalam penanganan sampah Sungai Citarum area Walahar sebanyak lebih dari 18 ton per tahun.Kata kunci: revitalisasi, ecowisata, panel surya, enceng gondok
Penanaman Mangrove dan Orang Tua Asuh Pohon (OTAP) Sebagai Upaya Restorasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Desa Sedari, Kabupaten Karawang Ismail, Taufik; Putra, M. Andhika; M, Cita Insaniah; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.322

Abstract

AbstractThe global community is faced with a number of problems such as the climate crisis. The coastal area is one of the areas that are at risk of abrasion and the impact of the climate crisis. Sedari Village is one of the areas in the coastal area that has the risk of abrasion and climate change. Therefore, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek conducts a coastal area development program through mangrove planting and tree foster parents. Community empowerment activities aim to map the activities needed for environmental restoration. The Biodiversity and Community Empowerment Program is carried out through a number of pre-activities, implementation, to monitoring and evaluation stages. Based on community empowerment activities, it is concluded that coastal area development activities through mangrove planting and OTAP initiation have a high urgency value.Keywords: mangrove, OTAP, innovation AbstrakMasyarakat global dihadapkan pada sejumlah permasalahan seperti krisis iklim. Daerah pesisir merupakan salah satu daerah yang beresiko terhadap abrasi dan dampak krisis iklim. Desa Sedari merupakan salah satu daerah di wilayah pesisir yang memiliki resiko abrasi dan perubahan iklim. Oleh karena itu PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek melakukan program pengembangan daerah peisisr melalui penanaman mangrove dan orang tua asuh pohon. Kegiatan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memetakan kegiatan yang diperlukan untuk restorasi lingkungan. Program Keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui sejumlah tahapan pra-kegiatan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi. Berdasarkan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat disimpulkan bahwa kegiatan pengembangan daerah pesisir melalui penanaman mangrove dan inisiasi OTAP memiliki nilai urgensi tinggi. Kata kunci: mangrove, OTAP, innovation
Implementasi Teknologi Hybrid Ecodry Serta Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Usaha Kerajinan Eceng Gondok Dalam Program TJSL Nawacita Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Jauhari, Jauhari; Algifari, M Zakky; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.455

Abstract

AbstractThe Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Walahar Village, Klari District, Karawang Regency. Walahar Village has a water area that originates from the Citarum River. Water hyacinths grow in abundance and are difficult to control, becoming part of environmental problems. Various work programs from 2020 to 2023 with the aim of reducing water hyacinth have been implemented, including reforestation of the Citarum watershed area and regular cleaning, formation of environmental awareness groups and Proklim, innovative use of water hyacinth as the main raw material for biogas energy sources, as well as innovation for craft raw materials. Utilizing water hyacinth as raw material for crafts is an effort to reduce water hyacinth which has added economic value. Before processing water hyacinth crafts, they need to be dried first. The previous process of drying water hyacinth used the heat of sunlight for 1000 kg of wet water hyacinth which could be dried in stages for up to 30 days and the results were not yet effective, and the stages of applying preservatives and coloring caused health risks so a solution was needed to increase the effectiveness of the drying process by creating technology. Hybrid Ecodry innovation for drying and mixing preservation and coloring materials. Hybrid Ecodry (capacity 10 Kg), every 1000 Kg of wet water hyacinth can increase the effectiveness of drying results over time by up to 50%, in terms of results of successfully dried water hyacinth the effectiveness increases to 31.25%, the economic value of dry water hyacinth increases to IDR 656,000 or 31.25%, and the economic value of water hyacinth products increased 31.25% to IDR 7,872,000. The social impact is increasing awareness and capacity of water hyacinth craftsmen in using PPE (Personal Protective Equipment) and APAR (Light Fire Extinguishing Equipment), as well as reducing the risk of health decline, while for the environmental impact the amount of water hyacinth waste reduction has increased to reach 24,000 kg/year.Keywords: Hybrid Eco Dry, Crafts, Water Hyacinth, HSE AbstrakProgram Pesona Walahar Creative Destination (Nawacita) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Desa Walahar memiliki wilayah perairan yang bersumber dari Sungai Citarum. Eceng gondok tumbuh banyak dan sulit dikendalikan menjadi bagian dari permasalahan lingkungan. Berbagai program kerja dari tahun 2020 hingga 2023 ini dengan tujuan untuk mereduksi eceng gondok telah dilaksanakan yang diantaranya penghijauan area DAS Citarum dan pembersihan secara berkala, pembentukan kelompok sadar lingkungan dan Proklim, inovasi pemanfaatan eceng inovasi eceng gondok untuk bahan baku utama sumber energi biogas, serta inovasi untuk bahan baku kerajinan.  Pemanfaatan eceng gondok menjadi bahan baku kerajinan menjadi upaya reduksi eceng gondok yang memiliki nilai tambah ekonomi. Eceng gondok sebelum diproses kerajinan perlu dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan eceng gondok sebelumnya mengadalkan panas sinar matahari untuk 1000 Kg eceng gondok basah dapat dikeringkan secara bertahap hingga 30 hari dan belum efektif hasilnya, serta dalam tahapan pemberian bahan pengawet dan pewarnaan menimbulkan resiko kesehatan sehingga diperlukan solusi untuk meningkatan efektifitas dalam proses pengeringan dengan diciptakannya Teknologi Inovasi Hybrid Ecodry untuk pengeringan dan pencampuran bahan pengawetan serta pewarnaan. Hybrid Ecodry (kapasitas 10 Kg), setiap 1000 Kg eceng gondok basah dapat meningkatkan efektifitas hasil pengeringan secara waktu mencapai 50%, secara hasil eceng gondok yang berhasil dikeringkan efektifitasnya meningkat menjadi 31,25%, Nilai ekonomi eceng gondok kering meningkat menjadi Rp 656.000 atau 31,25%, dan nilai ekonomi produk eceng gondok meningkat 31,25% menjadi Rp 7.872.000.  Dampak sosial meningkatnya kesadaran dan kapasitas pengrajin eceng gondok dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan), serta menurunnya resiko penurunan kesehatan sedangkan untuk dampak lingkungan meningkatnya jumlah reduksi limbah eceng gondok mencapai 24.000 Kg/tahun.Kata kunci: Hybrid Ecodry, Kerajinan, Eceng Gondok, K3
Implementasi Inovasi Bank Jek (Pemanfaatan Jerami, Eceng Gondok, dan Keong Sebagai Pupuk Serta Ecoenzyme Untuk Pembibitan Mangrove) Pada TJSL Program Sedari Kang Hari Ismail, Taufik; Insaniah, Cita; Andhika, M.; Fedryansyah, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.457

Abstract

AbstractThe Sedari Kang Hari (Green, Sustainable and Independent Village) program is implemented by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek in Sedari Village, Cibuaya District, Karawang Regency. The program focuses on aspects of biodiversity, community empowerment and disaster response. One implementation is related to efforts to mitigate abrasion disasters by establishing conservation areas to protect biodiversity planted with mangroves. Mangrove planting is carried out using seeds that are nursed by the community. The problems that arise are the success rate of mangrove planting which is only 50% and the availability of seeds is still not sustainable. This problem was answered by implementing Bank Jek's innovation. Bank Jek's innovation is based on the problems and potential availability of raw materials in the form of waste straw, water hyacinth and snails to produce Bank Jek products, namely in the form of organic fertilizer and ecoenzymes which contain important nutrients for mangrove plants. Bank Jek's innovation provides value in the mutual cooperation involvement of various parties, including the government, community, conservation groups, and especially farmers in achieving program success. Changes in the behavior of farmers who previously burned straw waste and used chemical pesticides for snail pests have reduced their intensity, thus directly contributing to reducing greenhouse gas emissions and improving the condition of rice fields. The Bank Jek innovation produced has been marketed with the legality of product quality tests from the Sucofindo laboratory. Bank Jek's innovation with its product results is able to increase the availability of seeds in a sustainable manner and increase the success of mangrove planting to more than 70% as well as value conversion from the level of seeding and planting achievements and when compared with conditions before the implementation of the innovation with indicators of savings in purchasing / replacing seeds and maintenance as well as conversion of the use of fertilizer and ecoenzyme products results in IDR 13,000,000/year.Keywords: Bank Jek, Straw, Water Hyacinth, Snail, Mangrove AbstrakProgram Sedari Kang Hari (Kampung Hijau, Lestari, dan Mandiri) dilaksankan Oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Program berfokus pada aspek keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, dan tanggap kebencanaan. Salah satu implementasinya yaitu terkai dengan upaya mitigasi bencana abrasi dengan penetapan area konservasi perlindungan kenaekaragaman hayati yang ditanami mangrove. Penanaman mangrove dilakukan dengan menggunakan bibit yang dilakukan pembibitannya oleh masyarakat. Permasalahan yang timbul yaitu tingkat keberhasilan penanaman mangrove yang hanya 50% dan ketersedian bibit yang masih belum keberlanjutan. Permasalahan tersebut terjawab dengan diterapkannya inovasi Bank Jek. Inovasi Bank Jek didasarkan atas permasalahan serta potensi ketersedian bahan baku berupa limbah jerami, eceng gondok, dan keong untuk dihasilkan produk Bank Jek yaitu berupa pupuk organik dan ecoenzym yang mengandung unsur hara penting untuk tanaman mangrove. Inovasi Bank Jek memberikan value terhadap keterlibatan gotong royong berbagai pihak baik itu pemerintah, masyarakat, kelompok konservasi, dan khsusnya petani dalam mencapai keberhasilan program. Perubahan perilaku petani yang sebelumnya membakar limbah jerami dan menggunakan peptisida kimia untuk hama keong menjadi berkurang intensitasnya sehingga secara langsung berkontribusi terhadap penggurangan emisi gas rumah kaca dan perbaikan kondisi tanah persawahan. Inovasi Bank Jek yang diproduksi telah dipasarkan dengan legalitas uji kualitas produk hasil laboratorium Sucofindo. Inovasi Bank Jek dengan hasil produknya tersebut mampu meningkatkan ketersedian bibit secara berkelanjutan dan meningkatkan keberhasilan penanaman mangrove menjadi lebih dari 70% serta konversi nilai dari tingkat capaian pembibitan dan penanaman serta jika dibandingkan dengan kondisi sebelum penerapan inovasi dengan indikator penghematan pembelian / ganti bibit dan perawatan serta konversi penggunaan produk pupuk dan ecoenzym maka dihasilkan Rp 13.000.000/tahun.Kata Kunci: Bank Jek, Jerami, Eceng Gondok, Keong, Mangrove