Claim Missing Document
Check
Articles

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA CIBODAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Idris, Haifa Dinda Shafiyyah; Fedryansyah, Muhammad; Gutama, Arie Surya
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.61510

Abstract

Desa Cibodas merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang rawan terhadap bencana tanah longsor karena memiliki karakteristik wilayah berupa tebing-tebing tinggi serta perbukitan tanah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi masyarakat Desa Cibodas dalam penanggulangan bencana tanah longsor di wilayahnya. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang akan merasakan dampak dari suatu bencana sehingga kesiapan yang dimiliki akan mempengaruhi besar kecil risiko yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cibodas sudah berjalan dengan cukup baik. Bentuk partisipasi yang paling menonjol adalah partisipasi tenaga dan partisipasi sosial karena masyarakat masih memegang nilai keguyuban dan saling membantu. Namun penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dilakukan masih bersifat spontan dan seadanya serta terdapat kendala dari segi anggaran karena masih mengandalkan anggaran dari Pemerintah Desa Cibodas dan juga tidak semua masyarakat turut aktif dan terlibat dalam penanggulangan bencana yang dilakukan. Penulis memberikan saran agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan bencana di wilayahnya dan juga optimalisasi peran Satgas Tagana dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana. Pemerintah Desa juga dapat berkontribusi dengan mengoptimalkan anggaran dan dukungan lain untuk pelaksanaan penanggulangan bencana di wilayahnya. Saran ini diberikan dengan mempertimbangkan bahwa Desa Cibodas merupakan wilayah rawan longsor sehingga penting untuk melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dipersiapkan dengan baik agar dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan. Cibodas Village is one of the areas that are prone to landslides due to the characteristics of its area. This research uses qualitative methods to find out how the Cibodas Village community participates in dealing with the landslide problem. Community participation in disaster management is crucial because they are the first that will feel the impact so their preparedness will influence the size of the risks they face. The results show that the participation of the village community has gone quite well. The most prominent forms are labor and social involvement because people still hold the value of helping each other. However, the implementation is still spontaneous and modest. There are budget constraints because it still relies on the  Cibodas Village Government budget, and not all communities are active and involved in disaster management. The author suggests that the community participate more actively in disaster management, and optimize the role of the Satgas Tagana in increasing the community's capacity to face disasters. Village governments should optimize budgets and other support for disaster management. This advice is given since their area is prone to landslides so it is important to do a well-prepared disaster management to reduce the risks posed.
Kepemimpinan Lokal Melalui Perspektif Pengorganisasian Komunitas dalam Rehabilitasi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Cianjur Fakhriadi, Irham Ahmad; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v12i1.41127

Abstract

Pergerakan Sesar Cugenang mengakibatkan terjadinya bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, maka perlu dilakukan rehabilitasi sebagai bagian dari penanggulangan bencana. Rehabilitasi bencana terbagi menjadi pemulihan dan rekonstruksi. Pemulihan merupakan fungsi penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan oleh negara, masyarakat, keluarga, dan individu. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan daerah dalam rehabilitasi bencana gempa bumi Cianjur khususnya bagian pemulihan melalui teknik studi pustaka seperti artikel jurnal, tesis, disertasi, dan buku serta berbagai sumber lain yang terkait dengan topik penelitian. Peran pemimpin daerah dalam pemulihan bencana gempa bumi Cianjur antara lain memfasilitasi kerjasama antara masyarakat dengan pihak terkait dalam menerima bantuan; menjaga kerukunan antar masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik sosial; serta menjaga dan mengembangkan ketersediaan sumber daya di masyarakat untuk melakukan pemulihan. Peran pemimpin daerah dan upaya pemulihan pasca bencana terjadi sangat diperlukan. Identifikasi peran tokoh masyarakat dapat dikolaborasikan dengan strategi rehabilitasi khususnya seksi pemulihan di Kabupaten Cianjur karena tokoh masyarakat merupakan pribadi yang dipercaya oleh masyarakat, memahami kondisi lingkungan, mengetahui berbagai permasalahan, potensi dan ketersediaan sumber daya masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur. Strategi pemulihan yang dapat dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun non pemerintah dan didukung oleh peran tokoh masyarakat antara lain melaksanakan pembangunan rumah bagi masyarakat; memberikan bantuan berupa subsidi dana dan barang serta memberikan pelatihan pengembangan kapasitas melalui penguatan modal sosial masyarakat untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana; menciptakan layanan terapi penyembuhan aspek psikologis dan menyediakan fasilitas kesehatan gratis untuk kesehatan mental dan fisik.
MODERNISASI PERALATAN PRODUKSI DAN PELATIHAN PENGGUNAANNYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KUE SUS Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28852

Abstract

Abstrak: UMKM Kue Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam efisiensi dan kualitas produksi akibat penggunaan alat manual, seperti hand mixer dan hand sealer, serta kurangnya pemahaman mengenai sanitasi dalam proses produksi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui modernisasi peralatan dan pelatihan intensif. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi produksi, edukasi sanitasi, dan pendampingan operasional, dengan melibatkan mitra UMKM Kue Soes AlGhani, yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan jumlah tenaga kerja 2-3 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat, dari 2.500 gram menjadi 7.500 gram per batch. Efisiensi waktu pencampuran adonan meningkat sebesar 50%, dari 30 menit menjadi 15 menit per batch, dan efisiensi waktu pengemasan berkurang dari 10 menit menjadi 5 menit per batch berkat penggunaan alat yang lebih modern. Dalam aspek sanitasi, mitra mulai menerapkan standar kebersihan, seperti pembersihan rutin meja stainless steel, penggunaan sarung tangan, dan penyimpanan bahan baku secara higienis. Hasil ini mendukung kualitas produk yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di pasar lokal.Abstract: Soes AlGhani Cake MSMEs face challenges in production efficiency and quality due to the use of manual tools such as hand mixers and hand sealers, as well as a lack of understanding of hygiene in the production process. This community service program aims to improve productivity and competitiveness through equipment upgrading and intensive training. Methods used include socialization, technical training, production simulation, hygiene education, and operational support, involving partners of Soes AlGhani Cake MSMEs located in Cileunyi Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with a workforce of 2-3 people. Evaluation results showed a threefold increase in production capacity, from 2,500 grams to 7,500 grams per batch. Dough mixing time efficiency increased by 50%, from 30 minutes to 15 minutes per batch, and packaging time efficiency decreased from 10 minutes to 5 minutes per batch, thanks to more modern tools. Regarding sanitation, the partners began implementing hygiene standards such as regular cleaning of stainless-steel tables and gloves and hygienic storing of raw materials. These results support better product quality and increased competitiveness in the local market.
URGENSI KETERSEDIAAN FASILITAS SANITASI YANG LAYAK BAGI WANITA PADA TEMPAT PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA ALAM Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1321

Abstract

Kebutuhan akan sanitasi pada wanita berbeda dengan pria karena perbedaan kondisi fisik dan sistem reproduksi di antara keduanya. Hal paling umum yang menunjukkan perbedaan tersebut ialah, wanita mengalami menstruasi setiap bulannya. Pemenuhan kebutuhan sanitasi khusus bagi wanita seringkali terabaikan, terutama pada kondisi-kondisi darurat seperti di tempat pengungsian korban bencana alam. Situasi bencana alam yang terkadang tak dapat diprediksimembuat proses penanggulangan menjadi lebih kompleks, terlebih lagi dengan adanya keterbatasan baik dari segi sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga keterbatasan waktu. Namun, terlepas dari adanya keterbatasan tersebut, kebutuhan pengungsi harus tetap terpenuhi karena berkaitan erat dengan pelaksanaan hak asasi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan dengan teknik pengumpulandata adalah kajian literatur. Literatur yang penulis gunakan berupa artikel, jurnal, dokumen, serta buku yang berkaitan dengan topik penelitian sebanyak 17 buah literatur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan fasilitas sanitasi pada pengungsi wanita korban bencana alam.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KUE BERBASIS INOVASI DIGITAL DALAM PEMASARAN Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fedryansyah, Muhammad; Al Adawiah, Rubiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29127

Abstract

Abstrak: UMKM Soes AlGhani menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar akibat rendahnya kesadaran merek dan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis inovasi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penerapan inovasi digital adaptif. Metode pelaksanaan mencakup observasi, wawancara dengan 10 pertanyaan terstruktur, pelatihan, dan pendampingan mitra. Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Soes AlGhani yang berlokasi di Desa Cileunyi Wetan. Solusi yang ditawarkan meliputi pengelolaan akun bisnis dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek, serta penerapan layanan pembayaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan frekuensi tayangan konten pada platform Instagram hingga 7 kali lipat, dengan total tayangan di TikTok melebihi 10.300 kali. Omzet bulanan mitra juga meningkat lebih dari 3 kali lipat. Selain itu, kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran digital mengalami peningkatan sekitar 80%. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan inovasi digital adaptif dalam strategi pemasaran tidak hanya meningkatkan daya saing dan kesadaran merek, tetapi juga mendukung kelangsungan usaha di era digital.Abstract: Soes AlGhani MSME faces challenges in expanding its market reach due to low brand awareness and a lack of understanding of digital innovation-based marketing strategies. This community service program aims to enhance the competitiveness of MSMEs through the implementation of adaptive digital innovations. The methods employed include observation, structured interviews with 10 questions, training, and mentoring for the partner. The partner in this activity is Soes AlGhani MSME, located in Cileunyi Wetan Village. The proposed solutions involve managing business accounts and social media to strengthen brand awareness, as well as implementing digital payment services. Evaluation results show a sevenfold increase in content impressions on the Instagram platform, with total views on TikTok exceeding 10,300. The partner’s monthly revenue also surged by more than threefold. Additionally, the partner’s understanding of digital marketing strategies improved by approximately 80%. These results demonstrate that the application of adaptive digital innovations in marketing strategies not only enhances competitiveness and brand awareness but also supports business sustainability in the digital era.
CONTRIBUTION AND POTENTIAL OF CROWDFUNDING "KITABISA.COM" AS AN ALTERNATIVE HEALTH FINANCING IN INDONESIA Persada, Bintang; Marini; Fedryansyah, Muhammad; Hairunisyah; Finanda, Ressha; Putri, Rufina Eka
Progress In Social Development Vol. 6 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i2.127

Abstract

Health services are one type of service available in Indonesia. The Social Security Organising Agency (BPJS) is an institution established by the Indonesian government to help the community in the health sector, but BPJS is currently unable to fully finance the needs of the community in health services or facilities. Therefore, other alternative financing is needed, one of which is Crowdfunding Kitabisa.com, which has helped the Indonesian people in financing health services. The purpose of this study is to describe the contribution of Crowdfunding Kitabisa.com in health financing and to describe the potential development of crowdfunding. The research method used is descriptive qualitative with data collection using literature review techniques. The results showed that Crowdfunding Kitabisa.com has contributed as a fundraising platform, and this shows its role as an alternative in financing in the health sector. This crowdfunding has the potential to be developed due to limited access to modern health services, high health costs, the growth of technology and internet access, as well as social awareness and community solidarity. The implications of this research for social welfare include crowdfunding as a means of increasing health accessibility, community empowerment, innovation in health financing, and increasing awareness of social solidarity.
Model Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Aset Masyarakat di Kecamatan Jatinangor Resnawaty, Risna; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v5i1.9776

Abstract

The pattern of top-down development often create new problems for society, among others, issues of poverty that occurred in the area of   education Jatinangor. The local community were marginalized by the regional changes. Agriculture areas which is the place for working has transformed into educational and residential areas. The change didn’t considering the ability of society to change in accordance with the expected development. Various programs of addressing poverty has been done by the government but the level of unemployment and poverty in the region Jatinangor not significantly reduced. The low level of education of the community in reality that is ironic for an area  which has five colleges of higher education. To overcome these problems, Community development is one strategy for urban poverty reduction, Jatinangor has community-owned assets as capital that can be used to reduce the problems of poverty. There are two important issues relating to existing assets include “optimalization” strategy purposes to improve the functioning of the asset in improving the quality of life and solving problemsof poverty, as well as the “revitalization” strategy purposes to improve existing assets or deemed less support or be the ause of the problem of poverty itself.Keywords: Community Development, Assets Based Community Development, Poverty Reduction.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Anjani, Firda Dwi; Rusyidi, Binahayati; Fedryansyah, Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya. 
FDS (Family Development Session) in The Prevention and Handling of Stunting in Lenek Pesiraman Village Fatoni, Haerul Rizal; Sekarningrum, Bintarsih; Fedryansyah, Muhammad
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i1.49948

Abstract

The issue of stunting remains a significant health concern, particularly in East Lombok, which has one of the highest stunting rates in West Nusa Tenggara. This study explores the role of Family Development Session (FDS) activities in preventing and addressing stunting in Lenek Pesiraman Village. FDS, an integral part of the Family Hope Program (PKH), provides structured learning sessions to beneficiary families (KPM) to increase their knowledge and foster behavioral changes related to health, education, and nutrition management. Using Giddens' structuration theory as an analytical tool, this research investigates the interaction between agents (beneficiary families and FDS facilitators) and structures (the PKH program) in implementing FDS activities. A qualitative case study approach was employed, with data gathered through interviews, observations, and documentation from 2019 to 2024. The findings indicate that FDS activities have significantly influenced behavioral changes in the community, particularly in improving nutrition awareness, pregnancy care, and environmental health. Additionally, FDS has facilitated a deeper understanding of stunting prevention among beneficiaries and contributed to reducing stunting rates in Lenek Pesiraman Village. The study highlights the importance of collaboration between facilitators and beneficiaries in achieving the program’s objectives and provides insights into enhancing the implementation of FDS activities for better community health outcomes
Co-Authors ACHMAD, AZHARY ADHYN Ade Sudrajat Agus Wahyudi Riana Al Adawiah, Rubiah Algifari M, M. Zakky Algifari, M Zakky Amanatin, Elsa Lutmilarita Amyata Putri, Tesa Andhika, M. Anissa Nur Fitri, Anissa Nur Anjani, Firda Dwi Antik Bintari Apep Risman, Apep Arie Surya Gutama, Arie Surya Arie Surya, Gutama Azmi Sahid Fillah, Azmi Sahid Binahayati Rusyidi Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa, Budhi Desi Yunita Dhinantia, Annisa Ariro Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa Edy Subroto Fakhriadi, Irham Ahmad Fatoni, Haerul Rizal Finanda, Ressha Gautama, Arie Surya Hafid Ramdhani, Hafid Hairunisyah Heri Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Idris, Haifa Dinda Shafiyyah Insaniah, Cita Ishartono Ishartono, Ishartono Jauhari Jauhari, Jauhari Khoirunnisa, Regita Kowara, Nadira Kusumawati, Ni Nyoman Andrani Lesmana, Aditya Candra Lina Lisnawati, Lina M, Cita Insaniah Mamah Halimah, Mamah Marini Moch. Zainuddin, Moch. Muhammad Fahmi Amrullah, Muhammad Fahmi Muhammad Indra Andityaputra, Muhammad Indra Nadira Lubis, Nadira Nandang Mulyana, Nandang Nugraha, Ardi Maulana Nunung Nurwati Nur, Andi Ainun Juniarsi Nurdin, Muhammad Fadhil Nurwati, R. Nunung Persada, Bintang Pratama, Yudhistira Anugerah Pratiwi, Ni Putu Sri Putra, M. Andhika Putri, Rufina Eka Putri, Tesa Amyata R. Widya Setiabudi Sumadinata Rachim, Hadiyanto Abdul Ramadhan Pancasilawan Ramadhan, Gumilang Risna Resnawaty, Risna Rossi Indiarto Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Setiabudi Sumadinata, R Widya Siti Sofro Sidiq Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Taher, Rusdin Taufik Ismail Utami, Adella Wahyu Gunawan Wandi Adiansah, Wandi Willya Achmad