Claim Missing Document
Check
Articles

PEKERJAAN SOSIAL DAN ORANG DENGAN DISABILITAS Apsari, Nurliana Cipta; Jatnika, Dyana Chusnulitta
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i1.53279

Abstract

Profesi pekerjaan sosial adalah profesi praktik dan disiplin ilmu yang fokusnya adalah mendorong terjadinya perubahan dan pembangunan sosial, kohesi sosial dan pemberdayaan serta pembebasan manusia. Populasi disabilitas adalah populasi yang mengalami banyak kekerasan dan penindasan serta ketidakterpenuhan hak, padahal Indonesia sudah memiliki payung hukum yang memandatkan pemerintah Republik Indonesia untuk memenuhi hak orang dengan disabilitas. Dengan menggunakan metode kajian literatur, tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan praktik pekerjaan sosial dengan populasi disabilitas di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sosial sebagai profesi pertolongan bekerja dengan populasi disabilitas di tiga bidang praktik yaitu praktik mikro, mezzo dan makro. Saat bekerja dengan populasi disabilitas, pekerja sosial harus selalu melibatkan orang dengan disabilitas sebagai subjek dan mengkonsultasikan hal-hal berkenaan dengan pemenuhan hak mereka dengan orang dengan disabilitas itu sendiri. Dengan melakukan hal tersebut, pekerja sosial akan terhindar dari praktik oppresif terhadap populasi disabilitas. Social work profession is a practice profession and an academic discipline focusing on the fostering of social change and social development as well as social cohesion and empowerment and human freedom. Disability population is one population experiencing many violations and oppression along with unfulfillment of their rights, whereas Indonesia has the legal umbrella mandating the government of Indonesia to achieve the fulfilment of the rights of people with disability. Using study literature method, this article is aiming at describing the social work practice with disability population in Indonesia. The result shows that social work as a helping profession working with disability population in three field of practice, namely micro, mezzo and macro. During working with disability population, social workers have to always involving the people with disability as the subjects and consult on every aspect of their rights fulfilment with the disability population themselves. By doing so, social workers will be protected from conducting oppressive practice toward the disabled population.
Corporate Social Responsibility and Services for People with Disabilities Raharjo, Santoso Tri; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti; Humaedi, Sahadi
Asean Social Work Journal Vol. 12 No. 1, June 2024
Publisher : Indonesian Social Work Consortium (ISWC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58671/aswj.v12i1.72

Abstract

Besides making profits, companies have an important duty toward society and the environment. This obligation is manifested in the corporate social responsibility (CSR) program, governed in Indonesia by Law Number 40/2007 on limited liability companies and Law Number 25/2007 on capital investment. By targeting individuals with disabilities, CSR programs can have a significant impact on the lives of those who often face significant challenges. Supporting and empowering individuals with disabilities benefits these individuals and creates a more inclusive and diverse society. By investing in these programs, companies can demonstrate their commitment to social responsibility, improve their reputation, and ultimately contribute to a better world. This article discusses CSR services in Indonesia for people with disabilities using the literature review research. The research found that CSR programs for people with disabilities in Indonesia focus on community services and community empowerment programs. With this program, companies not only provide financial assistance to people with disabilities but also enable people with disabilities through education, training, and empowerment programs. This study found that CSR services for people with disabilities in Indonesia positively impact socioeconomic conditions and contribute to a more inclusive and sustainable development. This study advocates the increasing collaboration with various stakeholders, including the government, NGOs, academics, and the community to ensure the sustainability of the program. The CSR programs are expanded to encompass more rights of people with disabilities.  
Spiritualisme Dalam Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Pondok Pesantren Suryalaya Taftazani, Budi Muhammad; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.3236

Abstract

Berbagai lembaga yang menyelenggarakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berkembang, salah satunya diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang menerapkan pendekatan spiritualisme Islam untuk mengubah kebiasaan menggunakan narkoba menjadi kebiasaan melaksanakan ritual keagamaan sehingga tertanam sikap dan perilaku yang yang baik atau ahlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari informan yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, pengelola Inabah, dan anak bina sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan proses rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggunakan aktivitas beribadah keagamaan sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian dan tenaga penyalahguna dari keinginan untuk menggunakan narkoba. Dari tujuan dan proses rehabilitasi, pendekatan spiritualisme yang dijalankan lembaga memungkinkan terjadinya perubahan perilaku melalui aktivitas ritual yang dapat mengembangkan dan memperkuat aspek spiritual anak bina. Namun demikian, masih dibutuhkan proses tindak lanjut untukpenguatan agar anak bina tidak lagi tergoda dengan kebiasaan lamanya yang buruk. Kajian kritis yang bersifat evaluatif diperlukan pada layanan berbasis faith based untuk memperkuat pengaruh dan posisi dari pendekatan ini di arena praktik pekerjaan sosial
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi, Kelurahan Sukasari, Kabupaten Sumedang Humaedi, Sahadi; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat memiliki berbagai potensi dan sumberdaya yang dapat dikembangkan. Seringkali, masyarakat belum sadar akan hal tersebut. Pengembangan masyarakat berbasis aset dapat menjadi pilihan untuk memperkuat aset komunitas dan membangun kapasitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Banjaran, Dusun Banyuresmi memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah. Namun, masih terdapat peluang pengembangan potensi kopi di wilayah tersebut. Petani kopi belum memiliki keterampilan dan pengetahuan terkait pengolahan kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi kopi melalui pelatihan pengolahan kopi dan pengemasan bagi masyarakat khususnya para petani kopi di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Kelompok sasaran program adalah para petani yang berhimpun dalam kelompok tani Banjarsari 1 dan Banjarsari 2 di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah hingga mengemas produk olahan kopi untuk meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Narasumber kegiatan tersebut merupakan orang yang telah ahli dan berhasil dalam mengolah dan menjual produk olahan kopi. Kegiatan pengabdian dilakasanakan dengan metode kaji tindak melalui pelatihan pengolahan kopi. Hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait pengolahan kopi hinggan pengemasan produk olahan kopi.
Penguatan Potensi Ekonomi melalui Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri; Humaedi, Sahadi
JE (Journal of Empowerment) Vol 5, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v5i2.4700

Abstract

Abstrak Potensi ekonomi suatu daerah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Dusun Patenggeng, yang terletak di Desa Sukasari, memiliki berbagai potensi ekonomi, meliputi pertanian, peternakan, pengolahan sampah, dan perdagangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan potensi ekonomi Dusun Patenggeng melalui program-program yang dirancang oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Metode yang digunakan adalah kaji tindak, menggabungkan penelitian dan tindakan. Hasil menunjukkan bahwa program penguatan potensi ekonomi berjalan dengan baik, mencakup Program Penguatan Unit Usaha SukaMart, Program Sosialisasi Pemilahan Sampah, Program Sosialisasi Pemanfaatan Sampah dan Praktik Daur Ulang Sampah Plastik, serta Program Penguatan Kelompok Produksi Paving Block. Program ini meningkatkan pengetahuan peserta: 10%-30% dalam pemilahan sampah, 30%-50% dalam pemanfaatan sampah, dan 20%-40% dalam produksi paving block, mendukung penguatan ekonomi Dusun Patenggeng. Abstract The economic potential of a region needs to be optimally utilised to support economic growth and development. Patenggeng Hamlet, located in Sukasari Village, has various economic potentials, including agriculture, animal husbandry, waste processing, and trade. This community service activity aims to strengthen the economic potential of Patenggeng Hamlet through programmes designed by the Community Service Team (PKM). The method used is action review, combining research and action. The results show that the programme strengthening economic potential went well, including the SukaMart Business Unit Strengthening Program, Waste Sorting Socialisation Program, Waste Utilisation Socialisation Program and Plastic Waste Recycling Practice, and Paving Block Production Group Strengthening Program. The programme increased participants' knowledge: 10%-30% in waste sorting, 30%-50% in waste utilisation, and 20%-40% in paving block production, supporting the economic strengthening of Patenggeng Hamlet.
PERSEPSI PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA SEBAGAI IMPLIKASI DARI FENOMENA FATHERLESS Aulia, Adis Prita; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.60567

Abstract

Fatherless-ketiadaan ayah, merupakan sebuah fenomena ketidakhadiran sosok ayah yang berperan dalam pengasuhan anak, baik secara fisik maupun secara psikologis. Perempuan dewasa muda adalah ia yang berada pada rentang usia 20 - 30 tahun yang dalam perkembangan psikososialnya memiliki kecenderungan untuk membangun intimacy, khususnya dengan lawan jenis. Ketidakhadiran peran ayah dapat berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak perempuan yang kemudian memengaruhi persepsi mereka terhadap hubungan romantis dengan lawan jenis saat dewasa, salah satunya pernikahan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan persepsi pernikahan pada perempuan dewasa muda sebagai implikasi dari fenomena fatherless. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam pada beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terkait pernikahan pada perempuan dewasa muda cenderung negatif sebagai akibat dari fenomena fatherless. Sebagian perempuan yang mengalami fatherless cenderung mengasosiasikan pernikahan dengan konflik, ketidakstabilan, dan ketidakharmonisan, yang akhirnya memengaruhi keputusan mereka untuk menunda pernikahan atau menghindarinya. Ketidakharmonisan dalam pernikahan orang tua informan mengakibatkan terciptanya pandangan yang sangat selektif dalam memilih pasangan, serta cenderung memilih untuk tidak menikah jika tidak menemukan pasangan yang dianggap sesuai dengan harapan.  Fatherlessness is a phenomenon of the absence of a father figure who plays a role in raising children, both physically and psychologically. Young adult women are those who are in the age range of 20 - 30 years who, in their psychosocial development, tend to build intimacy, especially with the opposite sex. The absence of a father's role can have a significant effect on girls' social and emotional development, which then affects their perception of romantic relationships with the opposite sex as adults, one of which is marriage. This article aims to describe the perception of marriage in young adult women as an implication of the fatherless phenomenon. This research used a descriptive qualitative method with in-depth interviews with several informants. The study results show that the perception related to marriage in young adult women tends to be negative due to the fatherless phenomenon. Some women who experience fatherlessness tend to associate marriage with conflict, instability, and disharmony, which ultimately influences their decision to postpone marriage or avoid it. Disharmony in the marriage of informants' parents results in a very selective view in choosing a partner and tends to choose not to get married if they do not find a partner who is considered to be under expectations. 
PENGGUNAAN TEKNOLOGI ASISTIF : PENINGKATAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS FISIK Zen, Lya Fayola; Rachim, Hadiyanto Abdul; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i2.52420

Abstract

Individu dengan disabilitas fisik sering mengalami kesulitan dalam mencapai tingkat kemandirian yang diharapkan dalam aktivitas sehari-hari mereka. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan tingkat kemandirian mereka, penggunaan teknologi asistif telah menjadi fokus perhatian, yang telah membawa dampak positif dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas fisik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggali dan mendiskusikan peran penting teknologi asistif dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka untuk menganalisis artikel-artikel yang relevan. Informasi yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari basis data publikasi di Google Scholar menggunakan istilah pencarian teknologi asistif, disabilitas, disabilitas fisik dan peningkatan kemandirian. Penelitian ini merujuk pada tinjauan literatur atas artikel-artikel klinis dan penelitian yang diterbitkan dalam periode tahun 2003 hingga 2023. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi asistif merupakan rangkaian komponen dan layanan yang bertujuan untuk mengimbangi atau mengurangi  hambatan yang mungkin terjadi bagi para penyandang disabilitas. Selain itu, artikel ini juga menggambarkan bagaimana pendekatan yang terpadu, yang melibatkan berbagai teknologi asistif, pelatihan keterampilan, dan dukungan sosial, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas fisik. Berdasarkan tinjauan literatur ini, kita memahami bahwa penggunaan teknologi asistif harus dipandang sebagai salah satu elemen kunci dalam mempromosikan kemandirian dan inklusi penyandang disabilitas fisik dalam masyarakat. Hasil penelitian ini berpotensi memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung aksesibilitas teknologi asistif dan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas fisik. Individuals with physical disabilities often face challenges in achieving the expected level of independence in their daily activities. In an effort to improve their standard of living and degree of self-sufficiency, the use of assistive technology has become a focal point of attention, which has brought about positive impacts in improving the independence of individuals with physical disabilities. This research employs Article Analysis through a Literature Review method. The data used in the study is derived from the Google Scholar publication database with keywords such as assistive technology, disability, physical disability, and independence enhancement. The study relies on an examination of clinical papers and research studies released from 2003 to 2023. The study finds that assistive technology consists of a range of devices and services designed to compensate for or reduce barriers that may occur for individuals with disabilities. Furthermore, this article also illustrates how an integrated approach, involving various assistive technologies, skill training, and social support, can create an environment that supports the independence of individuals with physical disabilities. Based on this literature review, we recognize that the use of assistive technology is a fundamental aspect in promoting the autonomy and integration of people with physical disabilities within the society. The findings of this research have the potential to provide policy recommendations that support the accessibility of assistive technology and enhance the life quality of people who have physical disabilities. 
AKSESIBILITAS INKLUSIF: IMPLEMENTASI INFRASTRUKTUR PUBLIK RAMAH DISABILITAS DI INDONESIA (SEBUAH LITERATUR REVEIW) Maimunah, Siti; Apsari, Nurliana Cipta; Rachim, Hadiyanto Abdul
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.60851

Abstract

Sulitnya akses untuk mengikuti kegiatan masyarakat dan infrastruktur publik yang masih belum ramah disabilitas membuat populasi disabilitas terutama penyandang disabilitas kesulitan untuk menggunakan fasilitas, layanan, lingkungan dan berpartisipasi langsung ke masyarakat sekitar tanpa hambatan atau diskriminasi. Maka dari itu, diperlukannya pengembangan infrastruktur yang inklusif agar hak-hak populasi disabilitas dapat terpenuhi sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi infrastruktur publik ramah disabilitas dan keterkaitannya dengan kualitas hidup penyandang disabilitas di Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan merupakan studi kepustakaan tentang berkaitan dengan implementasi infrastruktur publik yang ramah disabilitas dan keterkaitannya dengan kualitas hidup penyandang disabilitas di Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa infrastruktur publik seperti sekolah dan perguruan tinggi; rumah sakit dan fasilitas kesehatan; transportasi umum; tempat ibadah; tempat wisata; taman umum dan ruang terbuka publik; pasar dan pusat perbelanjaan; jalanan dan jalan raya; dan fasilitas sanitasi di Indonesia masih jauh dari prinsip-prinsip aksesibel yaitu prinsip kemudahan, keselamatan, kegunaan, kemandirian . Tantangan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Padahal fasilitas yang baik dan inklusi akan meningkatkan taraf hidup seseorang terutama bagi penyandang disabilitas sehingga mereka dapat hidup dengan lebih mandiri.  Difficult access to community activities and public infrastructure that is still not disability-friendly make it difficult for the disabled population, especially people with disabilities, to use facilities, services, environments and participate directly in the surrounding community without barriers or discrimination. Therefore, it is necessary to develop inclusive infrastructure so that the rights of the disabled population can be fulfilled in accordance with Law No. 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. This article aims to find out how the implementation of disability-friendly public infrastructure and its relationship with the quality of life of people with disabilities in Indonesia. The data collection method used is a literature study related to the implementation of disability-friendly public infrastructure and its relationship with the quality of life of persons with disabilities in Indonesia. The results found that public infrastructure such as schools and universities; hospitals and health facilities; public transportation; places of worship; tourist attractions; public parks and public open spaces; markets and shopping centers; roads and highways; and sanitation facilities in Indonesia are still far from the principles of accessibility, namely the principles of ease of use, safety, utility, independence. These challenges show that Indonesia is still struggling to create inclusive spaces for people with disabilities. Whereas good facilities and inclusion will improve a person's standard of living, especially for people with disabilities so that they can live more independently. 
PENGARUH LINGKUNGAN BOARDING SCHOOL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SISWA ASRAMA BINA SISWA SMA PLUS CISARUA KAB. BANDUNG BARAT Anjani, Dina; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61520

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang dapat membentuk kemandirian, salah satunya yaitu lingkungan pendidikan yaitu sekolah berasrama. Sekolah berasrama merupakan sistem pendidikan yang menyediakan asrama untuk menjadi tempat tinggal siswa dengan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari terpisah jauh dari keluarga. Tidak hanya aspek akademis, sekolah berasrama juga memberikan pemahaman dan melatih berbagai kemampuan yang bermanfaat untuk kehidupan siswa dengan aturan, sistem dan jadwal yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek apa saja dari lingkungan asrama yang berkontribusi dalam pengembangan kemandirian siswa serta bagaimana siswa merespons dan beradaptasi dengan kehidupan asrama. Melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada para alumni Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua Kab. Bandung Barat mengenai bagaimana perubahan perilaku kemandirian pada siswa setelah masuk asrama, mengidentifikasi aspek lingkungan asrama dalam membentuk kemandirian siswa, penguat kemandirian pada siswa dan bagaimana siswa dalam beradaptasi terhadap kehidupan asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa lingkungan boarding school memiliki pengaruh akan perubahan perilaku terutama perilaku mandiri, baik kemandirian ekonomi, sosial, emosi dan intelektual. There are several factors that can form independence, one of which is the educational environment, namely boarding schools. Boarding schools are an educational system that provides dormitories to become a place for students to live by carrying out various daily activities away from their families. Not only the academic aspect, boarding schools also provide an understanding and practice of various skills that are beneficial for students' lives with rules, systems and tight schedules. This study aims to examine what aspects of the dormitory environment contribute to the development of student independence and how students respond and adapt to dormitory life. Through a descriptive method with a qualitative approach, data collection was carried out by in-depth interviews with alumni of the Bina Siswa Dormitory of SMA Plus Cisarua, West Bandung Regency regarding how independence behaviour changes in students after entering the dormitory, identifying aspects of the dormitory environment in shaping student independence, strengthening independence in students and how students adapt to dormitory life. The results of the study show that the boarding school environment influences behaviour changes, especially independent behaviour, both economic, social, emotional and intellectual independence.
PROGRAM PELATIHAN DIVERSITAS DISABILITAS BAGI PEGAWAI GUNA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG INKLUSIF Saragih, Evangelina Putri Fide; Apsari, Nurliana Cipta; Rachim, Hadiyanto Abdul
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61516

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki tantangan khusus untuk beradaptasi di lingkungan kerja. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan pegawai disabilitas perlu membuat program inklusif yang terkait dengan peningkatan kinerja pegawai disabilitas. Pada umumnya salah satu aspek penting di dalam program inklusi adalah pelatihan bagi setiap pegawai baik penyandang disabilitas maupun bukan. Penelitian ini berfokus pada pelatihan sebagai salah satu aspek yang menambah keterampilan dan kinerja pegawai disabilitas dalam perusahaan. Sekaligus melatih pegawai non disabilitas agar dapat menerima dan tidak berprasangka negatif kepada pegawai disabilitas. Adapun konsep yang mau dikembangkan dalam penelitian ini adalah program pelatihan diversitas. Pengumpulan data mengenai program pelatihan serta peningkatan kinerja pegawai disabilitas dalam kajian ini diteliti menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan berbagai sumber referensi seperti artikel, jurnal, dan dokumen terkait. Peneliti mengumpulkan artikel-artikel terkait sebagai referensi penelitian dengan menggunakan kriteria program inklusif. Penelitian ini menjelaskan bahwa aspek pelatihan memberi dampak bagi kinerja pegawai disabilitas dan penerimaannya di lingkungan kerja. People with disabilities are facing special challenges in adapting to the work environment. Therefore, inclusive programs related to improving the performance of employees with disabilities need to be implemented by companies that employ disabled people. In general, one of the important aspects of an inclusion program is training for every employee, whether disabled or not. This research focuses on training as an aspect that increases the skills and performance of employees with disabilities. At the same time non-disabled employees need training to be able to accept and not have negative prejudice towards disabled employees. The concept to be developed in this research is a diversity training program. Data collection regarding training programs and improving the performance of employees with disabilities in this study was researched using the literature study method. Researchers use various reference sources such as articles and related documents. This research explains that the training aspect has an impact on the performance of employees with disabilities and their acceptance in the work environment.
Co-Authors Abdullah, Hanifiyatus Shamhah Adina Riska Anindita Agus Wahyudi Riana Al Banda Arya Rekso Negoro Andita Ratih Anisa Putri Alifah Anisza Eva Saputri Anjani, Dina Anna Rizky Annisa Anna Rizky Annisa, Anna Rizky Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Arifah Di’Faeni Nurul Asyia Arinda Putri Wulandari Aufa Hanum Aulia Vegianti Aulia, Adis Prita Aulia, Danisya Azwar Yusran Anas Azwar Yusran Anas, Azwar Yusran Azzahra, Ni Made Ray Rika Beladiena, Arsy Nafisa BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chika Riyanti Darwis, Rudi S. Destin Putri A. Destin Putri A., Destin Putri Devie Lestari Hayati Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Diaz Aristawidya Nugroho Dwi Istanto Eko Setiawan Eko Setiawan Erika Putri Wulandari Ezza Oktavia Utami Fara Dhania Aulia Farakhiyah, Rachel Febriyani Jenz Fushshilat, Sonza Rahmanirwana Gabriela Dameni Natalia Sinurat Galih Haidar Geminastiti Purinami A Ghea Cantika Noorsyarifa Gina Sonia Gumilang Ramadhan Haidar, Galih Handira Nurul Az-zahra HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty Krisnani Humaira, Salsabila Iin Rizkiyah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khairunnisa, Muthia Fadhila Khairunnisa, Salsabila Khofiffah, Fanesha Khofiyya Fathimah Kodaruddin, Wina Nurdini Lukman Effendi lukman effendi manik, rachel Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan, Maulana MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Monica Kristiani Widhawati Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansyah Muhammad Ihsan Yasin Muthia Fadhila Khairunnisa Muthia Fadhila Khairunnisa Mutia Rahmi Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nazamuddin, Aniza Negoro, Al Banda Arya Rekso Nida Salsabila NUNUNG NURWATI Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurul Husna Nurul Izza Sayyidina Aufa Dianto Nurwati, R. Nunung Permana, Oktia Dwi Pratama, Denny Maulana Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Risya Ananda R. Nunung Nurwati Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rafli Muhammad Sabiq Raihan Akbar Khalil Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Ratih, Andita Rifky Taufiq Fardian Rinaldo, Rinaldo RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Salsabilla Aurelia Pratiwi Salsabilla, Tiara SANDI GUMILAR SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Shela Nur Rahmatika Sherien Sekar Dwi Ananda Siti Maimunah Sitisaroh, Nanda Soni Akhmad Nulhaqim Sonia, Gina Sonza Rahmanirwana Fushshilat Sri Sulastri Sukmana, Djulaiha Suleman, Syahputra Adisanjaya Susanto, Meilanny Budiarti Syahputra Adisanjaya Suleman Syeira Rifdah Adniy Syifa Salsabila Tasya Alyani Rosalina Thesalonika Tarigan Tiara Salsabilla Utami, Ezza Oktavia Vadilla Aries Tantya Vanaja Syifa Radissa Vania Kemala Hastuti Vegianti, Aulia Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Wina Nurdini Kodaruddin Wulandari, Arinda Putri Wulandari, Erika Putri Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yulia Puspita Dewi Zen, Lya Fayola Zulkarnain Bastari Zulkarnain Bastari, Zulkarnain