Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERILAKU REGRESI PADA INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BOJONGBATA PEMALANG Kodaruddin, Wina Nurdini; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2019): JISPO Vol 9 No 1 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i1.4145

Abstract

Behavior regression is part of the human self-defense mechanism. Aging, decreased productivity and decline in the elderly and lack of self-acceptance can make elderly people feel alienated and feeling stressed. Because of these conditions, the elderly can increasingly refuse to communicate with others and sometimes behaviors such as children or regression behaviors appear. Based on the research that has been done, in the elderly who live in social care institutions, the emergence of this regression behavior affects the pattern of social interaction with other people both with fellow elderly beneficiaries and with caregivers or mentors at the Home. Regression behavior that is raised with frequent intensity can make fellow residents or officers keep a distance to interact and cause disputes between residents of the institution who can later disrupt the institution's conduciveness.
Logic Model-Based Evaluation of Desa Migran Produktif Empowerment Program in Pati Regency Azzahra, Ni Made Ray Rika; Nurwati, Nunung; Apsari, Nurliana Cipta
International Journal of Science and Society Vol 7 No 2 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i2.1356

Abstract

Desa Migran Produktif (Desmigratif) program aims to empower Indonesian Migrant Workers (IMW) and their families in managing remittances productively to improve welfare and reduce circular migration. However, the implementation in Pati Regency still faces various obstacles. This study evaluates the effectiveness of the Desmigratif Program using a Logic Model approach that includes inputs, activities, outputs, outcomes, and impacts, and analyzes empowerment using Perkins' theory. The method used is qualitative with an evaluative approach through interviews, observations, and documentation studies. The results show that the program has provided assistants, migration services, and productive business training, but is still constrained by limited resources and funding. Migration services and training have been running, but the application of business skills is still limited. Awareness of safe migration has increased, but utilization of remittances for productive businesses is still low. The long-term impact of reducing circular migration has not been significant. Supporting factors include government support and community participation, while the main constraints are the lack of local regulations, limited capital, and suboptimal coordination. Recommendations include strengthening the capacity of officers, mentoring PMI, optimizing program implementation, and improving regulations and funding support for program sustainability.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi, Kelurahan Sukasari, Kabupaten Sumedang Humaedi, Sahadi; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat memiliki berbagai potensi dan sumberdaya yang dapat dikembangkan. Seringkali, masyarakat belum sadar akan hal tersebut. Pengembangan masyarakat berbasis aset dapat menjadi pilihan untuk memperkuat aset komunitas dan membangun kapasitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Banjaran, Dusun Banyuresmi memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah. Namun, masih terdapat peluang pengembangan potensi kopi di wilayah tersebut. Petani kopi belum memiliki keterampilan dan pengetahuan terkait pengolahan kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi kopi melalui pelatihan pengolahan kopi dan pengemasan bagi masyarakat khususnya para petani kopi di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Kelompok sasaran program adalah para petani yang berhimpun dalam kelompok tani Banjarsari 1 dan Banjarsari 2 di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah hingga mengemas produk olahan kopi untuk meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Narasumber kegiatan tersebut merupakan orang yang telah ahli dan berhasil dalam mengolah dan menjual produk olahan kopi. Kegiatan pengabdian dilakasanakan dengan metode kaji tindak melalui pelatihan pengolahan kopi. Hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait pengolahan kopi hinggan pengemasan produk olahan kopi.
Memahami Kekerasan dalam Pacaran Secara Resiprokal: Studi Kasus tentang Dinamika Hubungan yang Melibatkan Kekerasan Gegar Beralasan Ramadhatsani, Sahira; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Themis : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/themis.v1i2.471

Abstract

Artikel ini berfokus dalam menjelaskan fenomena kekerasan dalam pacarana secara resiprokal. Ini mencakup pentingnya kesadaran terhadap masalah ini dan dampaknya yang serius, serta berbagai bentuk kekerasan yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang. Penekanan pada kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ekonomi memberikan gambaran yang komprehensif tentang kompleksitas masalah ini. Selain itu, pendekatan teoritis dan penelitian kualitatif yang digunakan dalam artikel ini memberikan sudut pandang yang beragam dan mendalam terhadap isu tersebut. Pada akhirnya, abstrak ini menyoroti pentingnya keberanian dan tekad dalam keluar dari hubungan yang tidak sehat. Ini tidak hanya menekankan pentingnya kesadaran akan dampak kesehatan mental dan emosional yang serius, tetapi juga menekankan perlunya dukungan sosial, terapi, dan penyesuaian diri untuk memulai perjalanan menuju pemulihan dan kebahagiaan yang lebih baik.
TAHAPAN INTERVENSI KRISIS DALAM PRAKTIK PEKERJA SOSIAL KELUARGA Aulia, Danisya; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38774

Abstract

Abstract. This article discusses the role of family social workers in implementing crisis intervention for families experiencing complex problems and emergency issues. This research was conducted with the goal of describing and analyzing the stages of crisis intervention carried out by family social workers to handle problems in crisis conditions. By referring to a qualitative approach and descriptive methods, researchers attempt to describe the stages of crisis intervention in depth. Researchers used literature review techniques in the process of collecting data and analyzing crisis intervention which were carried out by exploring literature in various media. The research results show that crisis intervention carried out by family social workers requires a holistic understanding of the issues in the family. Where, the initial stage of crisis intervention focuses on defining the problem in understanding the client's problem. It is necessary to ensure client safety followed by providing support and identifying alternative solutions. Next, family social workers need to make a concrete and targeted action plan to overcome the crisis, followed by obtaining commitment from the client to implement a follow-up intervention plan. By providing appropriate services and support, social workers can help families overcome crises and restore stability to their lives. The significance of this research study lies in its contribution to the literature regarding the stages of crisis intervention which focuses on the implementation of family social work practices, as well as encouraging social work practitioners to carry out interventions in the micro domain.Keywords: Family social worker, crisis intervention, family issues. Abstrak. Artikel ini membahas peran pekerja sosial keluarga dalam melaksanakan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami masalah kompleks dan isu darurat. Penelitian in dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga untuk menangani masalah saat mengalami kondisi krisis. Dengan mengacu pada pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, peneliti berupaya menggambarkan tahapan intervensi krisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik literatur review dalam proses pengumpulan data dan analisis intervensi krisis yang dilakukan dengan eksplorasi literatur di berbagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga membutuhkan pemahaman yang holistik terhadap isu atau konflik yang terjadi dalam keluarga. Di mana, tahapan awal intervensi krisis memfokuskan pada pendefinisian masalah (defining problem) dalam memahami masalah klien. Kemudian, perlu memastikan keselamatan klien (ensure client safety) yang diikuti dengan pemberian dukungan (provide support) serta mengidentifikasi alternatif solusi (examining alternatives). Selanjutnya, pekerja sosial keluarga perlu membuat rencana tindakan (makes plan) yang konkret dan terarah untuk mengatasi krisis, diikuti dengan memperoleh komitmen dari klien (obtaining a commitment) untuk melaksanakan rencana intervensi lanjutan. Dengan memberikan layanan yang sesuai dan dukungan yang tepat, pekerja sosial dapat membantu keluarga mengatasi krisis dan memulihkan stabilitas dalam kehidupan mereka. Signifikasi studi dari penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap literatur mengenai tahapan intervensi krisis yang berfokus pada pelaksanaan praktik pekerja sosial keluarga, serta implikasinya bagi praktisi pekerja sosial dalam melaksanakan praktik atau intervensi dalam ranah mikro.Kata Kunci: Pekerja sosial keluarga, intervensi krisis, isu keluarga.
RUANG KERJA INKLUSIF BAGI TENAGA KERJA DENGAN DISABILITAS FISIK Widhawati, Monica Kristiani; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.8258

Abstract

Abstract. To achieve a better condition in living, everyone has the rights to equal opportunity, one of which through providing rights to employment at formal work sector either government owened or private owned companies for people with physical disabilities. However, to fulfill the rights required long adaptation process, and involving various connecting factors on the process of social acceptance of the workforce with physical disabilities on the formal work sector. Using literature study, this article is describing the factors influencing the acceptance of the workforce with physical disabilities as well as the opportunities to gain employment at formal sector occupation. The study found that Indonesian government have attempt to fulfill the rights of people with physical disability through the issuance of several regulations ensuring the population of people with physical disabilities in equal opportunity to employment as well as protecting them from discrimination in the formal employment surrounding. In the process, there are various factors influencing the acceptance of workforce with physical disabilities which are internal and external factors. There is an acceptance quota of people with physical disabilities to be accepted that is serves as supporting factors, meanwhile, there is also preventing factors influencing the optimalization of workforce with physical disabilities in their workplace. This writing recommends the people with physical disabilities being facilitated in enhancing their skills and knowledge in order to be qualified with the requirements of the workplace.   Abstrak. Dalam pencapaian kehidupan yang lebih baik setiap orang berhak akan kesempatan yang sama, salah satunya melalui pemberian hak untuk mendapatkan kesempatan kerja yang sama pada sektor kerja formal milik pemerintah maupun perusahaan swasta termasuk bagi orang dengan disabilitas fisik. Namun, ternyata untuk dapat mewujudkan hal tersebut harus melalui proses adaptasi yang cukup panjang, serta melibatkan berbagai faktor yang berkaitan pada penerimaan sosial tenaga kerja dengan disabilitas fisik pada sektor kerja formal. Menggunakan metode kajian pustaka, tulisan ini berusaha menggambarkan situasi penyebab dan peluang orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Hasil penelitian menemukan bahwa pemerintah Indonesia telah berupaya untuk dapat memenuhi hak orang dengan disabilitas fisik dengan menerbitkan beberapa peraturan yang dapat menjamin populasi orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan kesempatan kerja dan melindungi mereka dari diskriminasi di dunia kerja formal. Pada prosesnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan tenaga kerja dengan disabilitas fisik yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat aturan kuota penerimaan orang dengan disabilitas fisik untuk bekerja yang menjadi faktor pendukung diterimanya orang dengan disabilitas fisik di tempat kerja formal, akan tetapi ada pula faktor penghambat orang dengan disabilitas fisik bekerja secara optimal di tempat kerja nya. Tulisan ini menyarankan agar orang dengan disabilitas fisik difasilitasi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar mereka dapat memenuhi persyaratan untuk penerimaan lowongan pekerjaan. 
PERLINDUNGAN ANAK: PENDEKATAN ANTI-PENINDASAN Apsari, Nurliana Cipta; Ratih, Andita
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i1.18335

Abstract

Abstract. Legally, child protection in Indonesia has been accommodated through several policies. Parents or guardians are the parties who are responsible and in control over decisions regarding child protection. However, power relation between parents/other caregivers, and children could create an impact that potentially violates child protection. This research is intended as an effort to handle and prevent acts of violence to protect children using an anti-oppression approach. This study uses a literature study method. Research has found that acts of violence against children are occurring due to social control through power relations between parents/guardians and children, as well as a discriminatory view. These may be overcome by using an anti-oppression approach. The anti-oppression approach responds to violence by constructing a new positive identity about the child enabling them to gain more control over themselves. The new positive identity is formulated by comparing various arguments against the set of beliefs, thoughts, and assumptions that parents have about themselves and their children, helping children acquire greater control over themselves and a greater capacity to deal with personal, parental, and environmental factors that affect them, cooperate with other parties, such as influential groups in the neighbourhood, teachers, and counsellors/psychologists, intervene as little as possible in the rights and freedom of self-determination. The practise implication of this research is to conduct critical-reflective to avoid negative stereotyping toward children. Meanwhile, the theoretical implication of this research is that the anti-oppressive approach applies to child protection efforts. Abstrak. Secara hukum upaya perlindungan anak di Indonesia telah terakomodir melalui beberapa kebijakan. Orang tua atau wali merupakan pihak yang memegang tanggung jawab sekaligus kuasa atas pengambilan keputusan terkait perlindungan anak. Namun, relasi kuasa antara orang tua/wali dan anak menimbulkan dampak yang juga melanggar perlindungan anak. Penelitian ini ditujukan sebagai upaya penanganan dan pencegahan tindak kekerasan dalam rangka perlindungan anak menggunakan pendekatan anti-penindasan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Penelitian mendapati bahwa tindak kekerasan terhadap anak terjadi akibat kontrol sosial melalui relasi kuasa antara orang tua/wali dan anak, serta pandangan diskriminatif. Kedua hal tersebut dapat diatasi menggunakan pendekatan anti-penindasan. Pendekatan anti-penindasan merespon penindasan pada anak dengan mengkonstruksi identitas baru yang positif tentang anak sehingga mereka mendapat otoritas yang lebih dominan atas diri mereka sendiri. Identitas baru yang positif tentang anak tersebut dilakukan dengan cara membandingkan berbagai argumen dalam serangkaian keyakinan, pemikiran, dan asumsi yang dimiliki orang tua tentang diri mereka sendiri dan anak, membantu anak dengan pengambilan kontrol yang lebih dominan atas diri mereka sendiri dan kapasitas yang lebih besar untuk berurusan dengan faktor-faktor pribadi, orang tua, dan lingkungan sekitar yang mempengaruhi mereka, bekerja sama dengan pihak lain, seperti kelompok berpengaruh di lingkungan tempat tinggal, guru, dan konselor/psikolog; dan melakukan intervensi seminimal mungkin terhadap hak-hak dan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Implikasi praktis penelitian ini adalah sebagai pengingat untuk kritis-reflektif agar tidak tercipta stereotip negatif tentang anak. Sementara itu, implikasi teoritis penelitian ini adalah pendekatan anti penindasan dapat diaplikasikan pada upaya perlindungan anak.
INTEGRASI KOMPETENSI KEBAHAGIAAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL SISWA Khairunnisa, Muthia Fadhila; Salsabilla, Tiara; Apsari, Nurliana Cipta
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.29192

Abstract

Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, sikap sosial.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Faktor Penyebab Dan Upaya Pencegahannya Berdasarkan Perspektif Sistem Ekologi Pratama, Denny Maulana; Apsari, Nurliana Cipta
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2024.232.184-197

Abstract

Abstrak Keberagaman yang ada di dalam keluarga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perempuan atau istri sebagai salah satu kelompok yang rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Perilaku kekerasan tersebut terjadi bukan hanya disebabkan karena faktor individu saja, melainkan juga lingkungan yang lebih luas lagi. Melalui artikel ini, penulis bertujuan untuk melakukan kajian berkaitan dengan faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga dan upaya pencegahan berdasarkan perspektif sistem ekologi. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan studi literatur dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi pada berbagai artikel dalam jurnal ilmiah bereputasi nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konteks lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya perilaku kekerasan pada istri dalam rumah tangga. Pada konteks ini, lingkungan dikategorikan menjadi microsystem, mesosystem, exosystem, macrosystem, dan chronosystem. Selain faktor lingkungan, individu juga memiliki pengaruh dalam proses interaksi dengan berbagai lingkungan tersebut yang menjadi faktor risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Dengan berlandaskan faktor penyebab, upaya pencegahan juga dapat dilakukan selaras dengan program pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak yang telah dilaksanakan sebelumnya di Indonesia. Sehingga, kekurangan yang ada dalam pelaksanaan layanan dapat direspon khususnya dengan menggunakan perspektif sistem ekologi. Dengan demikian, kasus kekerasan dalam rumah tangga juga diharapkan dapat diminimalisir. Kata Kunci: Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Faktor Penyebab, Upaya Pencegahan, Perspektif Sistem Ekologi. [The diversity that exists in the family is a challenge for women or wife as one of the groups who are vulnerable to experiencing domestic violence. This violent behavior occurs not only due to individual factors, but also the wider environment. Through this article, the author aims to conduct a study related to the factors causing domestic violence and prevention efforts based on the perspective of the ecological system. The research method in this article uses a literature study by applying inclusion and exclusion criteria to various articles in national and international reputable scientific journals. The results show that various environmental contexts can influence the occurrence of domestic violence. In this context, the environment is categorized into microsystems, mesosystems, exosystems, macrosystems, and chronosystems. In addition to environmental factors, individuals also have an influence in the process of interaction with these various environments which are risk factors for domestic violence. Based on the causal factors, prevention efforts can also be carried out in line with the integrated service center program for empowering women and children that has been implemented previously in Indonesia. Thus, the shortcomings that exist in the implementation of services can be addressed, especially by using an ecological system perspective. Thus, cases of domestic violence are also expected to be minimized.] Keywords: Domestic Violence, Causative Factors, Prevention Efforts, Ecological System Perspective.
Analisis Dampak Negatif Hukuman Fisik Oleh Orang Tua Terhadap Anak (6 - 12 Tahun) manik, rachel; Apsari, Nurliana Cipta; Nurwati, Nunung
Indonesian Journal of Social Work Vol 8 No 2 (2025): February
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v8i2.1262

Abstract

Children aged 6 – 12 years are experiencing a new phase and need support from their families, especially their parents. Children will be very dependent on their parents because they are the people who have the closest relationship to the child. Therefore, parents must be able to motivate children and also provide support in facing new challenges in different environments. These challenges will certainly become new stressors for parents and children, as children will often make mistakes because they are still developing. Therefore, parents often apply physical punishment with the intention of correcting a child's behavior or mistakes. However, physical punishment applied by parents can have negative effects such as physical or mental injuries, and even damage to the relationship between parents and children. Even people who use physical punishment are often not aware that this method is considered child abuse behavior.Therefore, social workers have an important role in helping children as victims. Social workers can build trust with children through art therapy or play therapy. In this way, children realize that they are not alone and that not all adults have bad intentions so they can be trusted. Keywords: children, corporal punishment, parents, social workers
Co-Authors Abdullah, Hanifiyatus Shamhah Adina Riska Anindita Agus Wahyudi Riana Al Banda Arya Rekso Negoro Andita Ratih Anisza Eva Saputri Anjani, Dina Anna Rizky Annisa Anna Rizky Annisa, Anna Rizky Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Arie Surya Gutama, Arie Surya Arifah Di’Faeni Nurul Asyia Arinda Putri Wulandari Aufa Hanum Aulia Vegianti Aulia, Adis Prita Aulia, Danisya Azwar Yusran Anas Azwar Yusran Anas, Azwar Yusran Azzahra, Ni Made Ray Rika Beladiena, Arsy Nafisa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Darwis, Rudi S. Destin Putri A. Destin Putri A., Destin Putri Devie Lestari Hayati Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Diaz Aristawidya Nugroho Dwi Istanto Eko Setiawan Eko Setiawan Erika Putri Wulandari Ezza Oktavia Utami Fara Dhania Aulia Farakhiyah, Rachel Febriyani Jenz Fushshilat, Sonza Rahmanirwana Gabriela Dameni Natalia Sinurat Galih Haidar Geminastiti Purinami A Gumilang Ramadhan Haidar, Galih Handira Nurul Az-zahra HERY WIBOWO HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Iin Rizkiyah Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khairunnisa, Muthia Fadhila Khairunnisa, Salsabila Khofiffah, Fanesha Kodaruddin, Wina Nurdini Lukman Effendi lukman effendi manik, rachel Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Monica Kristiani Widhawati Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Ihsan Yasin Muthia Fadhila Khairunnisa Muthia Fadhila Khairunnisa Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Negoro, Al Banda Arya Rekso Nida Salsabila nunung nurwati Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurazizah, Siti Nurul Izza Sayyidina Aufa Dianto Nurwati, R. Nunung Permana, Oktia Dwi Pratama, Denny Maulana Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Risya Ananda R. Nunung Nurwati Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Ratih, Andita Rifky Taufiq Fardian Rinaldo, Rinaldo Risna Resnawaty RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Salsabilla, Tiara SANDI GUMILAR Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Sherien Sekar Dwi Ananda Siti Maimunah Sitisaroh, Nanda Soni Akhmad Nulhaqim Sonia, Gina Sonza Rahmanirwana Fushshilat Sri Sulastri Sukmana, Djulaiha Suleman, Syahputra Adisanjaya Susanto, Meilanny Budiarti Syahputra Adisanjaya Suleman Syeira Rifdah Adniy Tasya Alyani Rosalina Thesalonika Tarigan Tiara Salsabilla Utami, Ezza Oktavia Vadilla Aries Tantya Vanaja Syifa Radissa Vegianti, Aulia Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Wina Nurdini Kodaruddin Wulandari, Arinda Putri Wulandari, Erika Putri Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Zen, Lya Fayola Zulkarnain Bastari Zulkarnain Bastari, Zulkarnain