Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR PENYEBAB DAN LANGKAH INTERVENSI PADA FENOMENA HUMAN TRAFFICKING -- AN INTEGRATED-PERSPECTIVES APPROACH FOR INTERNATIONAL SOCIAL WORK PRACTICE Wulandari, Arinda Putri; Apsari, Nurliana Cipta
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.61522

Abstract

Fenomena perdagangan manusia (human trafficking) merupakan permasalahan global yang kompleks dan memerlukan pendekatan komprehensif untuk menanganinya. Artikel ini menggunakan pendekatan Integrated-Perspectives Approach guna mengidentifikasi faktor penyebab perdagangan manusia serta langkah intervensi yang relevan. Penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menggunakan sumber referensi akademik selama sepuluh tahun terakhir, melibatkan proses seleksi dengan kriteria inklusi seperti relevansi tema dan metodologi yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa kemiskinan, ketidaksetaraan gender, migrasi yang tidak terdokumentasi, serta lemahnya sistem hukum merupakan faktor utama penyebab perdagangan manusia. Untuk mengatasinya, diperlukan intervensi yang melibatkan penguatan hukum, peningkatan kesadaran publik, pemberdayaan perempuan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada penguatan literatur pekerjaan sosial internasional. Human trafficking is a global and complex issue requiring comprehensive strategies to address it. This article adopts the Integrated-Perspectives Approach to identify the causes and interventions for human trafficking. The study is a literature review using academic sources from the last ten years, selected based on relevance and robust methodology. Findings reveal that poverty, gender inequality, undocumented migration, and weak legal systems are the primary drivers of trafficking. Effective interventions include legal strengthening, public awareness, women's empowerment, and collaboration between governments and civil society. This approach aims to enhance the literature on international social work practices.
PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA AKIBAT TEKANAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN FISIK Nurazizah, Siti; Apsari, Nurliana Cipta; Santoso, Meilanny Budiarti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.61518

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan suatu kebiasaan atau kecenderungan yang dilakukan individu untuk menunda-nunda dalam mengerjakan tugas akademik dan lebih memilih hal lain yang menyenangkan sehingga tugas mereka menjadi terabaikan. Prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang dapat terjadi kepada siapapun khususnya di kalangan mahasiswa akibat dari tuntutan akademik yang diterima oleh para mahasiswa. Aspek tekanan sosial seperti rendahnya motivasi atau dorongan yang diperoleh mahasiswa dan aspek dari distraksi lingkungan fisik yang menjadi sumber penyebab seseorang melakukan prokrastinasi merupakan faktor eksternal yang dapat memengaruhi individu menunda dalam menyelesaikan tugasnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana faktor eksternal tersebut dapat memengaruhi individu melakukan prokrastinasi serta bagaimana perilaku prokrastinasi akademik ini dapat terjadi di kalangan mahasiswa berdasarkan faktor eksternal individu tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan dengan metode kajian pustaka. Data penelitian akan dikumpulkan berdasarkan pertanyaan terbuka yang diajukan dalam wawancara yang dilakukan terhadap beberapa narasumber yang merupakan mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal yaitu faktor sosial seperti lingkungan pertemanan dan lingkungan fisik dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan prokrastinasi. Academic procrastination is a habit or tendency by individuals to procrastinate in doing academic tasks and prefer other pleasant things so that their tasks become neglected. Academic procrastination is a phenomenon that can occur to anyone, especially among students, due to the academic demands received by students. Aspects of social pressure such as low motivation or encouragement obtained by students and aspects of physical environmental distraction which are the source of someone's procrastination are external factors that can influence individuals to delay completing their assignments. This study was conducted with the aim of knowing how these external factors can influence individuals to procrastinate and how this academic procrastination behavior can occur among students based on these individual external factors. The research method used descriptive qualitative and with a literature review method. The research data will be collected based on open-ended questions asked in interviews conducted with several resource persons who are active students. The results showed that external factors, namely social factors such as friendship environment and physical environment can influence a person to procrastinate.
PENGARUH PERILAKU REGRESI PADA INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BOJONGBATA PEMALANG Kodaruddin, Wina Nurdini; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 1 (2019): JISPO Vol 9 No 1 2019
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v9i1.4145

Abstract

Behavior regression is part of the human self-defense mechanism. Aging, decreased productivity and decline in the elderly and lack of self-acceptance can make elderly people feel alienated and feeling stressed. Because of these conditions, the elderly can increasingly refuse to communicate with others and sometimes behaviors such as children or regression behaviors appear. Based on the research that has been done, in the elderly who live in social care institutions, the emergence of this regression behavior affects the pattern of social interaction with other people both with fellow elderly beneficiaries and with caregivers or mentors at the Home. Regression behavior that is raised with frequent intensity can make fellow residents or officers keep a distance to interact and cause disputes between residents of the institution who can later disrupt the institution's conduciveness.
Logic Model-Based Evaluation of Desa Migran Produktif Empowerment Program in Pati Regency Azzahra, Ni Made Ray Rika; Nurwati, Nunung; Apsari, Nurliana Cipta
International Journal of Science and Society Vol 7 No 2 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i2.1356

Abstract

Desa Migran Produktif (Desmigratif) program aims to empower Indonesian Migrant Workers (IMW) and their families in managing remittances productively to improve welfare and reduce circular migration. However, the implementation in Pati Regency still faces various obstacles. This study evaluates the effectiveness of the Desmigratif Program using a Logic Model approach that includes inputs, activities, outputs, outcomes, and impacts, and analyzes empowerment using Perkins' theory. The method used is qualitative with an evaluative approach through interviews, observations, and documentation studies. The results show that the program has provided assistants, migration services, and productive business training, but is still constrained by limited resources and funding. Migration services and training have been running, but the application of business skills is still limited. Awareness of safe migration has increased, but utilization of remittances for productive businesses is still low. The long-term impact of reducing circular migration has not been significant. Supporting factors include government support and community participation, while the main constraints are the lack of local regulations, limited capital, and suboptimal coordination. Recommendations include strengthening the capacity of officers, mentoring PMI, optimizing program implementation, and improving regulations and funding support for program sustainability.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi, Kelurahan Sukasari, Kabupaten Sumedang Humaedi, Sahadi; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta; Raharjo, Santoso Tri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat memiliki berbagai potensi dan sumberdaya yang dapat dikembangkan. Seringkali, masyarakat belum sadar akan hal tersebut. Pengembangan masyarakat berbasis aset dapat menjadi pilihan untuk memperkuat aset komunitas dan membangun kapasitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Banjaran, Dusun Banyuresmi memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah. Namun, masih terdapat peluang pengembangan potensi kopi di wilayah tersebut. Petani kopi belum memiliki keterampilan dan pengetahuan terkait pengolahan kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi kopi melalui pelatihan pengolahan kopi dan pengemasan bagi masyarakat khususnya para petani kopi di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Kelompok sasaran program adalah para petani yang berhimpun dalam kelompok tani Banjarsari 1 dan Banjarsari 2 di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah hingga mengemas produk olahan kopi untuk meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Narasumber kegiatan tersebut merupakan orang yang telah ahli dan berhasil dalam mengolah dan menjual produk olahan kopi. Kegiatan pengabdian dilakasanakan dengan metode kaji tindak melalui pelatihan pengolahan kopi. Hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait pengolahan kopi hinggan pengemasan produk olahan kopi.
Memahami Kekerasan dalam Pacaran Secara Resiprokal: Studi Kasus tentang Dinamika Hubungan yang Melibatkan Kekerasan Gegar Beralasan Ramadhatsani, Sahira; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
Themis : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/themis.v1i2.471

Abstract

Artikel ini berfokus dalam menjelaskan fenomena kekerasan dalam pacarana secara resiprokal. Ini mencakup pentingnya kesadaran terhadap masalah ini dan dampaknya yang serius, serta berbagai bentuk kekerasan yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang. Penekanan pada kekerasan fisik, emosional, seksual, dan ekonomi memberikan gambaran yang komprehensif tentang kompleksitas masalah ini. Selain itu, pendekatan teoritis dan penelitian kualitatif yang digunakan dalam artikel ini memberikan sudut pandang yang beragam dan mendalam terhadap isu tersebut. Pada akhirnya, abstrak ini menyoroti pentingnya keberanian dan tekad dalam keluar dari hubungan yang tidak sehat. Ini tidak hanya menekankan pentingnya kesadaran akan dampak kesehatan mental dan emosional yang serius, tetapi juga menekankan perlunya dukungan sosial, terapi, dan penyesuaian diri untuk memulai perjalanan menuju pemulihan dan kebahagiaan yang lebih baik.
TAHAPAN INTERVENSI KRISIS DALAM PRAKTIK PEKERJA SOSIAL KELUARGA Aulia, Danisya; Apsari, Nurliana Cipta; Taftazani, Budi Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.38774

Abstract

Abstract. This article discusses the role of family social workers in implementing crisis intervention for families experiencing complex problems and emergency issues. This research was conducted with the goal of describing and analyzing the stages of crisis intervention carried out by family social workers to handle problems in crisis conditions. By referring to a qualitative approach and descriptive methods, researchers attempt to describe the stages of crisis intervention in depth. Researchers used literature review techniques in the process of collecting data and analyzing crisis intervention which were carried out by exploring literature in various media. The research results show that crisis intervention carried out by family social workers requires a holistic understanding of the issues in the family. Where, the initial stage of crisis intervention focuses on defining the problem in understanding the client's problem. It is necessary to ensure client safety followed by providing support and identifying alternative solutions. Next, family social workers need to make a concrete and targeted action plan to overcome the crisis, followed by obtaining commitment from the client to implement a follow-up intervention plan. By providing appropriate services and support, social workers can help families overcome crises and restore stability to their lives. The significance of this research study lies in its contribution to the literature regarding the stages of crisis intervention which focuses on the implementation of family social work practices, as well as encouraging social work practitioners to carry out interventions in the micro domain.Keywords: Family social worker, crisis intervention, family issues. Abstrak. Artikel ini membahas peran pekerja sosial keluarga dalam melaksanakan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami masalah kompleks dan isu darurat. Penelitian in dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga untuk menangani masalah saat mengalami kondisi krisis. Dengan mengacu pada pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, peneliti berupaya menggambarkan tahapan intervensi krisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik literatur review dalam proses pengumpulan data dan analisis intervensi krisis yang dilakukan dengan eksplorasi literatur di berbagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi krisis yang dilakukan pekerja sosial keluarga membutuhkan pemahaman yang holistik terhadap isu atau konflik yang terjadi dalam keluarga. Di mana, tahapan awal intervensi krisis memfokuskan pada pendefinisian masalah (defining problem) dalam memahami masalah klien. Kemudian, perlu memastikan keselamatan klien (ensure client safety) yang diikuti dengan pemberian dukungan (provide support) serta mengidentifikasi alternatif solusi (examining alternatives). Selanjutnya, pekerja sosial keluarga perlu membuat rencana tindakan (makes plan) yang konkret dan terarah untuk mengatasi krisis, diikuti dengan memperoleh komitmen dari klien (obtaining a commitment) untuk melaksanakan rencana intervensi lanjutan. Dengan memberikan layanan yang sesuai dan dukungan yang tepat, pekerja sosial dapat membantu keluarga mengatasi krisis dan memulihkan stabilitas dalam kehidupan mereka. Signifikasi studi dari penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap literatur mengenai tahapan intervensi krisis yang berfokus pada pelaksanaan praktik pekerja sosial keluarga, serta implikasinya bagi praktisi pekerja sosial dalam melaksanakan praktik atau intervensi dalam ranah mikro.Kata Kunci: Pekerja sosial keluarga, intervensi krisis, isu keluarga.
RUANG KERJA INKLUSIF BAGI TENAGA KERJA DENGAN DISABILITAS FISIK Widhawati, Monica Kristiani; Santoso, Meilanny Budiarti; Apsari, Nurliana Cipta
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v8i2.8258

Abstract

Abstract. To achieve a better condition in living, everyone has the rights to equal opportunity, one of which through providing rights to employment at formal work sector either government owened or private owned companies for people with physical disabilities. However, to fulfill the rights required long adaptation process, and involving various connecting factors on the process of social acceptance of the workforce with physical disabilities on the formal work sector. Using literature study, this article is describing the factors influencing the acceptance of the workforce with physical disabilities as well as the opportunities to gain employment at formal sector occupation. The study found that Indonesian government have attempt to fulfill the rights of people with physical disability through the issuance of several regulations ensuring the population of people with physical disabilities in equal opportunity to employment as well as protecting them from discrimination in the formal employment surrounding. In the process, there are various factors influencing the acceptance of workforce with physical disabilities which are internal and external factors. There is an acceptance quota of people with physical disabilities to be accepted that is serves as supporting factors, meanwhile, there is also preventing factors influencing the optimalization of workforce with physical disabilities in their workplace. This writing recommends the people with physical disabilities being facilitated in enhancing their skills and knowledge in order to be qualified with the requirements of the workplace.   Abstrak. Dalam pencapaian kehidupan yang lebih baik setiap orang berhak akan kesempatan yang sama, salah satunya melalui pemberian hak untuk mendapatkan kesempatan kerja yang sama pada sektor kerja formal milik pemerintah maupun perusahaan swasta termasuk bagi orang dengan disabilitas fisik. Namun, ternyata untuk dapat mewujudkan hal tersebut harus melalui proses adaptasi yang cukup panjang, serta melibatkan berbagai faktor yang berkaitan pada penerimaan sosial tenaga kerja dengan disabilitas fisik pada sektor kerja formal. Menggunakan metode kajian pustaka, tulisan ini berusaha menggambarkan situasi penyebab dan peluang orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Hasil penelitian menemukan bahwa pemerintah Indonesia telah berupaya untuk dapat memenuhi hak orang dengan disabilitas fisik dengan menerbitkan beberapa peraturan yang dapat menjamin populasi orang dengan disabilitas fisik dalam mendapatkan kesempatan kerja dan melindungi mereka dari diskriminasi di dunia kerja formal. Pada prosesnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan tenaga kerja dengan disabilitas fisik yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat aturan kuota penerimaan orang dengan disabilitas fisik untuk bekerja yang menjadi faktor pendukung diterimanya orang dengan disabilitas fisik di tempat kerja formal, akan tetapi ada pula faktor penghambat orang dengan disabilitas fisik bekerja secara optimal di tempat kerja nya. Tulisan ini menyarankan agar orang dengan disabilitas fisik difasilitasi untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar mereka dapat memenuhi persyaratan untuk penerimaan lowongan pekerjaan. 
PERLINDUNGAN ANAK: PENDEKATAN ANTI-PENINDASAN Apsari, Nurliana Cipta; Ratih, Andita
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i1.18335

Abstract

Abstract. Legally, child protection in Indonesia has been accommodated through several policies. Parents or guardians are the parties who are responsible and in control over decisions regarding child protection. However, power relation between parents/other caregivers, and children could create an impact that potentially violates child protection. This research is intended as an effort to handle and prevent acts of violence to protect children using an anti-oppression approach. This study uses a literature study method. Research has found that acts of violence against children are occurring due to social control through power relations between parents/guardians and children, as well as a discriminatory view. These may be overcome by using an anti-oppression approach. The anti-oppression approach responds to violence by constructing a new positive identity about the child enabling them to gain more control over themselves. The new positive identity is formulated by comparing various arguments against the set of beliefs, thoughts, and assumptions that parents have about themselves and their children, helping children acquire greater control over themselves and a greater capacity to deal with personal, parental, and environmental factors that affect them, cooperate with other parties, such as influential groups in the neighbourhood, teachers, and counsellors/psychologists, intervene as little as possible in the rights and freedom of self-determination. The practise implication of this research is to conduct critical-reflective to avoid negative stereotyping toward children. Meanwhile, the theoretical implication of this research is that the anti-oppressive approach applies to child protection efforts. Abstrak. Secara hukum upaya perlindungan anak di Indonesia telah terakomodir melalui beberapa kebijakan. Orang tua atau wali merupakan pihak yang memegang tanggung jawab sekaligus kuasa atas pengambilan keputusan terkait perlindungan anak. Namun, relasi kuasa antara orang tua/wali dan anak menimbulkan dampak yang juga melanggar perlindungan anak. Penelitian ini ditujukan sebagai upaya penanganan dan pencegahan tindak kekerasan dalam rangka perlindungan anak menggunakan pendekatan anti-penindasan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Penelitian mendapati bahwa tindak kekerasan terhadap anak terjadi akibat kontrol sosial melalui relasi kuasa antara orang tua/wali dan anak, serta pandangan diskriminatif. Kedua hal tersebut dapat diatasi menggunakan pendekatan anti-penindasan. Pendekatan anti-penindasan merespon penindasan pada anak dengan mengkonstruksi identitas baru yang positif tentang anak sehingga mereka mendapat otoritas yang lebih dominan atas diri mereka sendiri. Identitas baru yang positif tentang anak tersebut dilakukan dengan cara membandingkan berbagai argumen dalam serangkaian keyakinan, pemikiran, dan asumsi yang dimiliki orang tua tentang diri mereka sendiri dan anak, membantu anak dengan pengambilan kontrol yang lebih dominan atas diri mereka sendiri dan kapasitas yang lebih besar untuk berurusan dengan faktor-faktor pribadi, orang tua, dan lingkungan sekitar yang mempengaruhi mereka, bekerja sama dengan pihak lain, seperti kelompok berpengaruh di lingkungan tempat tinggal, guru, dan konselor/psikolog; dan melakukan intervensi seminimal mungkin terhadap hak-hak dan kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri. Implikasi praktis penelitian ini adalah sebagai pengingat untuk kritis-reflektif agar tidak tercipta stereotip negatif tentang anak. Sementara itu, implikasi teoritis penelitian ini adalah pendekatan anti penindasan dapat diaplikasikan pada upaya perlindungan anak.
INTEGRASI KOMPETENSI KEBAHAGIAAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL SISWA Khairunnisa, Muthia Fadhila; Salsabilla, Tiara; Apsari, Nurliana Cipta
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.29192

Abstract

Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, sikap sosial.
Co-Authors Abdullah, Hanifiyatus Shamhah Adina Riska Anindita Agus Wahyudi Riana Al Banda Arya Rekso Negoro Andita Ratih Anisa Putri Alifah Anisza Eva Saputri Anjani, Dina Anna Rizky Annisa Anna Rizky Annisa, Anna Rizky Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Arifah Di’Faeni Nurul Asyia Arinda Putri Wulandari Aufa Hanum Aulia Vegianti Aulia, Adis Prita Aulia, Danisya Azwar Yusran Anas Azwar Yusran Anas, Azwar Yusran Azzahra, Ni Made Ray Rika Beladiena, Arsy Nafisa Budhi Wibhawa BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chika Riyanti Darwis, Rudi S. Destin Putri A. Destin Putri A., Destin Putri Devie Lestari Hayati Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Diaz Aristawidya Nugroho Dwi Istanto Eko Setiawan Eko Setiawan Erika Putri Wulandari Ezza Oktavia Utami Fara Dhania Aulia Farakhiyah, Rachel Febriyani Jenz Fushshilat, Sonza Rahmanirwana Gabriela Dameni Natalia Sinurat Galih Haidar Geminastiti Purinami A Ghea Cantika Noorsyarifa Gina Sonia Gumilang Ramadhan Haidar, Galih Handira Nurul Az-zahra HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty Krisnani Humaira, Salsabila Iin Rizkiyah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khairunnisa, Muthia Fadhila Khairunnisa, Salsabila Khofiffah, Fanesha Khofiyya Fathimah Kodaruddin, Wina Nurdini lukman effendi Lukman Effendi manik, rachel Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Monica Kristiani Widhawati Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansyah Muhammad Ihsan Yasin Muthia Fadhila Khairunnisa Muthia Fadhila Khairunnisa Mutia Rahmi Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nazamuddin, Aniza Negoro, Al Banda Arya Rekso Nida Salsabila NUNUNG NURWATI Nunung Nurwati Nurazizah, Siti Nurul Husna Nurul Izza Sayyidina Aufa Dianto Nurwati, R. Nunung Permana, Oktia Dwi Pratama, Denny Maulana Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Risya Ananda R. Nunung Nurwati Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rafli Muhammad Sabiq Raihan Akbar Khalil Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Ratih, Andita Rifky Taufiq Fardian Rinaldo, Rinaldo RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Salsabilla Aurelia Pratiwi Salsabilla, Tiara SANDI GUMILAR Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Shela Nur Rahmatika Sherien Sekar Dwi Ananda Siti Maimunah Sitisaroh, Nanda Soni Akhmad Nulhaqim Sonia, Gina Sonza Rahmanirwana Fushshilat Sri Sulastri Sukmana, Djulaiha Suleman, Syahputra Adisanjaya Susanto, Meilanny Budiarti Syahputra Adisanjaya Suleman Syeira Rifdah Adniy Syifa Salsabila Tasya Alyani Rosalina Thesalonika Tarigan Tiara Salsabilla Utami, Ezza Oktavia Vadilla Aries Tantya Vanaja Syifa Radissa Vania Kemala Hastuti Vegianti, Aulia Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Wina Nurdini Kodaruddin Wulandari, Arinda Putri Wulandari, Erika Putri Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yulia Puspita Dewi Zen, Lya Fayola Zulkarnain Bastari Zulkarnain Bastari, Zulkarnain