Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Agristan

Preferensi Konsumen Terhadap Buah Pepaya California di Pasar Banjar Kia Nurdiana; Suyudi Suyudi; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.273 KB) | DOI: 10.37058/ja.v2i1.2347

Abstract

Buah Pepaya California merupakan komoditi yang bernilai tinggi dan menjadi primadona diantara jenis buah pepaya yang lainnya. Buah Pepaya California menjadi salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen berdasarkan sikap konsumen terhadap atribut buah Pepaya California dan atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian buah Pepaya California di Pasar Banjar, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan teknik survei dan teknik sampling dilakukan secara accidental sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 31 responden dimana semuanya merupakan pembeli buah Pepaya California di Pasar Banjar, Jawa Barat. Analisis yang digunakan adalah analisis Chi Square (X2) dan analisis Multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah Pepaya California yang menjadi preferensi konsumen di Pasar Banjar adalah buah Pepaya California yang harganya sedang, rasa buah yang manis, ukuran buah Grade B, warna kulit buah kuning cerah, dan mempunyai tekstur daging buah lembut. Sedangkan atribut buah Pepaya California diurutkan dari yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian buah Pepaya California di Pasar Banjar adalah tekstur daging buah, rasa buah, warna kulit buah, ukuran buah, dan harga.
KINERJA KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PEPAYA CALIFORNIA Tuti Agustin; Suyudi Suyudi; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.087 KB) | DOI: 10.37058/ja.v1i2.1378

Abstract

Pepaya California merupakan salah satu varietas unggul pepaya. Produksi pepaya nasional pada tahun 2018 mengalami penurunan. Hal ini diduga disebabkan oleh lemahnya peran kelembagaan agribisnis Pepaya California. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelembagaan agribisnis yang berperan dalam pengembangan agribisnis Pepaya California, mengukur tingkat kepentingan dan kinerja kelembagaan agribisnis, serta mengukur tingkat kepuasan petani terhadap kinerja kelembagaan agribisnis Pepaya California tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan populasi sebanyak 125 orang petani Pepaya California. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 31 orang petani. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja kelembagaan agribisnis adalah Importance Performance Analysis (IPA). Untuk mengetahui tingkat kepuasan petani menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua atribut pada penelitian ini termasuk kategori penting dan kinerja kelembagaan agribisnis Pepaya California dalam melaksanakan semua atribut tersebut termasuk kategori baik. Atribut yang menjadi prioritas adalah harga saprodi, kelengkapan alsintan dan keberadaan bank. Secara umum petani Pepaya California di Kelurahan Urug sudah merasa puas dengan kinerja kelembagaan agribisnis, karena atribut-atribut yang ditawarkan secara keseluruhan dinilai petani pelaksanaannya oleh pihak kelembagaan sudah sesuai dengan harapan petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI INDONESIA TAHUN 2014-2018 Shelly Oktaviani; Betty Rofatin; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.929 KB) | DOI: 10.37058/ja.v3i1.3075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan data yang digunakan berupa data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2020 sampai dengan April 2021. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat perkembangan nilai tukar petani dan analisis data panel untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014- 2018 cenderung fluktuatif bahkan mengalami penurunan. Faktor produktivitas cabai, produktivitas jeruk, harga produsen cabai, harga produsen bawang merah dan indeks harga konsumen berpengaruh siginifikan terhadap nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Sedangkan factor produktivitas bawang merah dan harga produsen jeruk tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018.
Hubungan Persepsi Petani Terhadap Pembentukan Kelompok Tani dengan Minat Berkelompok Dede Aulia Rahma; Suyudi Suyudi; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.028 KB) | DOI: 10.37058/ja.v2i2.2356

Abstract

Penguatan kelembagaan petani dengan membentuk kelompok tani menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam upaya pengembangan usaha tambak udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani tambak udang vaname terhadap pembentukan kelompok tani, minat berkelompok petani tambak udang vaname, dan hubungan persepsi petani terhadap pembentukan kelompok tani dengan minat berkelompok. Metode penelitian menggunakan survei dengan penentuan responden secara sensus terhadap 11 petani tambak udang vaname di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Untuk persepsi terhadap pembentukkan kelompok tani dan minat berkelompok dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk hubungan antara persepsi dengan minat digunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani tambak udang terhadap pembentukan kelompok tani termasuk kategori persepsi baik. Minat petani tambak udang untuk berkelompok termasuk kategori berminat. Hasil analisis hubungan menunjukkan bahwa persepsi petani tambak udang vaname terhadap pembentukan kelompok tani sangat berhubungan dengan minat berkelompok  dengan derajat keeratan sebesar 0,765 yang termasuk kategori kuat.
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KOTA TASIKMALAYA Suprianto Suprianto; Eri Cahrial; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.264 KB) | DOI: 10.37058/ja.v1i1.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan menyusun rekomendasi pengendalian alih fungsi lahan sawah di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif survey. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Luas lahan pertanian Kota Tasikmalaya 12.519 hektar, terdiri dari lahan sawah 5.993 hektar dan lahan pertanian bukan sawah 6.526 hektar. Berdasarkan sistem pengairannnya terdiri dari sawah irigasi 5.055 hektar dan sawah tadah hujan 938 hektar. Selama tahun 2008-2015 tercatat alih fungsi lahan sawah seluas 222 hektar. Fakta dilapangan luas sawah yang beralih fungsi lebih luas dari yang tercatat, karena cukup banyak lahan sawah yang tidak tercatat resmi beralih fungsi. Faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan sawah terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi Faktor Teknis, Ekonomis dan Sosial. Sementara faktor eksternal meliputi laju pertumbuhan penduduk, kebijakan pembangunan pemerintah daerah yang secara spasial termuat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Rekomendasi pengendalian alih fungsi lahan sawah disusun berbasiskan pada faktor-faktor yang menyebabkan alih fungsi lahan sawah tersebut.
Hubungan Karakteristik Petani dengan Tingkat Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Almira Giovanni; Hendar Nuryaman; Unang Atmaja; Dedi Darusman
Jurnal Agristan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v4i1.3674

Abstract

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah merupakan salah satu inovasi teknologi pertanian yang bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas beras, menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan tumbuh tanaman padi dan lingkungan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani padi sawah, tingkat penerapan teknologi PTT padi sawah, dan mengetahui hubungan antara karakteristik petani dengan tingkat penerapan PTT padi sawah. Metode penelitian menggunakan survei, analisis data secara deskriptif-kuantitatif untuk karakteristik petani dan tingkat penerapan PTT padi sawah, sedangkan untuk hubungan antara karakteristik petani dengan tingkat penerapan PTT padi sawah menggunakan uji konkordansi Kendall W dan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian dilakukan di Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis pada 31 petani dari 312 petani yang menerapkan PTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani berada pada kategori cukup baik, aspek umur dikategorikan produktif, aspek pendidikan formal dikategorikan rendah, aspek pendidikan non formal dikategorikan sedang, aspek pengalaman usahatani dikategorikan cukup berpengalaman, aspek luas lahan dikategorikan sedang. Tingkat penerapan PTT padi sawah berada pada kategori sedang, komponen teknologi dasar dikategorikan cukup sesuai, sedangkan komponen teknologi penunjang dikategorikan sesuai. Secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik petani dengan tingkat penerapan PTT padi sawah dengan derajat keeratan 0,660 artinya hubungannya tinggi atau kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan non formal, luas lahan dan pengalaman usahatani dengan tingkat penerapan PTT padi sawah. Sedangkan umur dan pendidikan formal tidak terdapat hubungan dengan tingkat penerapan PTT padi sawah.
Nilai Tambah Sale Pisang dan Keripik Pisang Pada Industri Rumah Tangga Annisa Putri Perdani; Hendar Nuryaman; Suprianto Suprianto; Dedi Djuliansah
Jurnal Agristan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v4i2.5865

Abstract

Agroindustri merupakansistempengolahansecaraterpaduantara area pertaniandengan area industrisehinggadiperolehnilaitambah. Pisang merupakan salah satukomoditasunggulan yang dimilikiKabupatenCiamis, akantetapibuah pisang memilikisifat yang tidaktahan lama dan mudahbusuk, sangatdibutuhkansuatupenindakanpascapanen yang sanggupmemberinilaitambah. Penelitianinimenggunakanduajenis pisang yang berbeda, yaitu pisang ambon dan nangka. Tujuanpenelitianiniuntukmengetahuikeragaanagroindustri pisang menjadi sale pisang ambon dan keripik pisang nangkasertamengetahuibesarnyanilaitambah, dan keuntunganpengolahan pisang menjadi sale pisang ambon dan keripik pisang nangka. Metodepenelitianmenggunakanmetodestudikasus. Pengambilanlokasipenelitiandilakukansecarasengaja (purposive), Metodeanalisis yang digunakanadalahmetodeanalisis Hayami. Hasil penelitianmenunjukankeragaanagroindustri sale dan keripik pisang respondenterdiridaripengadaanbahanbaku pisang hinggapengolahan pisang masihdilakukansecaratradisional. Nilai tambahpengolahan sale pisang ambonadalah Rp. 3.820 per kg denganrasio 31,83 persen dan keripik pisang nangkamemilikinilaitambahsebesar Rp. 9.350 per kg denganrasio 51,94 persen. Sedangkankeuntunganpengolahan sale pisang ambonsebesar Rp. 2,320 per kg denganrasio 19,33 persen dan keripik pisang nangkamemilikikeuntungansebesar Rp. 7.351 per kg denganrasio 40,83 persen
POLA SISTEM PANGAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG NAGA KABUPATEN TASIKMALAYA Setiawan, Perdi; Nuryaman, Hendar; Setiawan, Iwan; Mutiarasari, Nurul Risti; Amalia, Lidya Nur; Syakirotin, Muthiah
Jurnal Agristan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i1.15244

Abstract

Food is a basic need whose fulfillment is mandatory and urgent and its sustainability needs to be ensured. The recent approach to food provision has highlighted the food system implemented by indigenous peoples in various regions which is still carried out traditionally and pays great attention to the balance of nature, including the indigenous people of Kampung Naga. This study aims to describe and construct the pattern of the food system that has been implemented by the indigenous people of Kampung Naga. This study was designed qualitatively using a systems thinking approach. which is depicted in a causal loop diagram (CLD) located in Kampung Naga, Neglasari Village, Salawu District, Tasikmalaya Regency. The data used in this study are primary data obtained through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD) with several informants involved, while secondary data were obtained from various related literature. The results of the study indicate that the food system of the indigenous people of Kampung Naga includes various components that are interrelated with each other, such as social systems and ecological systems that intersect with production, management and processing systems, local mitigation systems and the food consumption system of the indigenous people of Kampung Naga which is still carried out traditionally and considers aspects of sustainability. The results of this study are expected to provide an overview in formulating the concept of sustainable food system management.
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA AGROINDUSTRI GULA SEMUT BERDASARKAN PENDEKATAN ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) Husdiana, Raesita Yuliandri; Nuryaman, Hendar; Sumarsih, Enok
Jurnal Agristan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i1.14731

Abstract

Setiap kegiatan usaha yang dijalankan pasti memiliki risiko yang harus dihadapi baik itu bersumber dari internal perusahaan maupun eksternal perusahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi risiko operasional Agroindustri Gula Semut. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada Agroindustri Gula Semut yang berlokasi di Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis data pada agroindustri ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM). Hasil penelitian diperoleh 9 kejadian risiko yang terjadi pada 4 sumber risiko operasional agroindustri meliputi risiko sumber daya manusia, risiko proses, risiko produktivitas, serta risiko reputasi. Berdasarkan penilaian yang dilaksanakan pada setiap kejadian risiko diperoleh nilai risiko terbesar ialah terjadinya kecelakaan kerja pada waktu kerja. Selanjutnya hasil analisis dari matriks risiko yang terbentuk menunjukkan bahwa terdapat empat level risiko yakni high, moderate, low, serta very low. Pengendalian dilakukan berfokus pada kejadian yang memiliki level high dan level moderate untuk dikendalikan karena sangat berpengaruh terhadap keuntungan serta dapat menimbulkan kerugian bagi agroindustri.