Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI MANGGA DENGAN LUAS LAHAN DAN PENDAPATANNYA Elly Rasmikayati; Lucyana Trimo; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3190

Abstract

Majalengka has a large area of mango plantations, but farmers' income is still low. The purpose of this study is to describe the area and identify the relationship between land area and the income of mango farmers in Majalengka Regency. This study uses a quantitative research design with primary data analysis, namely the population of mango farmers in Majalengka Regency is 130 people. The data were analyzed using a descriptive statistical approach using a cross tabulation tool and using the chi-squared test through tables. The results showed that there was a relationship between the level of education and the area of land and income of mango farmers.Kewords: mango farmers; land area; farmer’s incomeINTISARI Majalengka memiliki lahan perkebunan mangga yang cukup luas, tetapi pendapatan petani masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan luas dan mengidentifikasikan hubungan luas lahan terhadap pendapatan petani mangga Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan analisis data primer yaitu populasi petani mangga Kabupaten Majalengka sebanyak 130 orang. Data dianalisis menggunakan pendekatan statistika deskriptif dengan alat cross tabulation serta penggunaan chi-squared test melalui tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang antara tingkat pendidikan dengan luas lahan dan pendapatan petani mangga.
STUDI DESKRIPSI POLA KONSUMSI MAKANAN FERMENTASI PADA MASA COVID – 19 Elly Rasmikayati; Sulistyodewi Nur Wiyono; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3185

Abstract

Maintaining body immunity during the Covid-19 pandemic is important, one of the efforts that can be done is by increasing the consumption of fermented foods. However, the consumption of these foods in students is still low. The purpose of this study was to describe respondents’ consumption patterns of fermented food before and during the pandemic. This study uses a quantitative design with survey methods and the analytical technique used is descriptive The respondents of this study were students of Padjadjaran University with a sample size of 77 people. The results showed that There is a change in consumption patterns during the pandemic, namely the frequency of consumption (3-4 times/week) increasing to 53%. Consumption of more than 5 types of fermented food decreased to 14% and the consumption portion of respondents also decreased by 3%. INTISARIMenjaga imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19 merupakan hal yang penting, salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan konsumsi makanan fermentasi. Namun, kenyataannya konsumsi makanan tersebut pada mahasiswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola konsumsi makanan fermentasi responden pada sebelum dan saat masa pandemi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Responden penelitian ini merupakan mahasiswa Universitas Padjadjaran dengan ukuran sampel 77 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perubahan pola konsumsi di masa pandemi yaitu frekuensi konsumsi (3-4 kali/minggu) meningkat menjadi 53%. Konsumsi lebih dari 5 jenis makanan fermentasi menurun menjadi 14% dan porsi konsumsi pada responden juga mengalami penurunan sebesar 3%. 
APAKAH DINAMIKA PENDAPATAN PETANI MANGGA DIPENGARUHI OLEH KARAKTERISTIKNYA? Elly Rasmikayati; Dini Rochdiani; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3186

Abstract

Mango farmers have been working hard on their farm for a long time, hoping that their income will increase. However, in reality their income still often fluctuates. The purpose of this study was to identify the individual characteristics of mango farmers and Cirebon District, and to understand the influence of these farmer characteristics on their income in Cirebon District. The research method used is a quantitative descriptive method, with an analytical technique involving multiple linear regression. The results of this study indicate that as much as 66% of the mango farmers in Cirebon Regency have a low level of education, namely elementary school graduates. In addition, 45% of farmers are in the productive age range between 53 to 65 years. As many as 67% of farmers have a main job as mango farmers, and 95% of them have low income. Furthermore, this study reveals that the factor that most influences farmers' income is the main occupation, with a t-value of 3.228. Meanwhile, education level and age have t values of -1.770 and -2.139, respectively. INTISARI Para petani mangga telah lama berusaha keras dalam usahataninya, dengan harapan pendapatan mereka akan meningkat. Namun, kenyataannya pendapatan mereka masih sering mengalami fluktuasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik individu petani mangga dan Kabupaten Cirebon, serta untuk memahami pengaruh karakteristik petani tersebut terhadap pendapatan mereka di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik analisis yang melibatkan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 66% dari petani mangga di Kabupaten Cirebon memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yaitu tamat SD. Selain itu, 45% petani berada dalam rentang usia produktif antara 53 hingga 65 tahun. Sebanyak 67% petani memiliki pekerjaan utama sebagai petani mangga, dan 95% dari mereka memiliki pendapatan yang rendah. Selanjutnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani adalah pekerjaan utama, dengan nilai t hitung sebesar 3,228. Sementara itu, tingkat pendidikan dan usia memiliki nilai t hitung masing-masing sebesar -1,770 dan -2,139.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DIHUBUNGKAN DENGAN PENANGANAN PASCA PANENNYA Elly Rasmikayati; Rani Andriani Budi Kusumo; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3191

Abstract

Post-harvest handling has a big role in increasing farmers income, including mango farmers. However, a lot of farmers still are not carrying out post-harvest handling because it is considered to increase the costs that must be incurred. This study aim was to describe and analyze the relationship between post-harvest handling and income earned by mango farmers and describing the strategy of increasing farmers income by post-harvest handling. This research was conducted using secondary data from the survey of mango farmers in Indramayu with a sample of 130 people. Data were analyzed using descriptive statistics analysis and Pearson analysis that were combined with qualitative data analysis of the survey . This study found that there is a relationship between post-harvest handling and income earned. Mango farmers who do post-harvest handling tend to get higher incomes than farmers who do not handle post-harvest. This can be seen from several variables, namely sorting, washing, grading, and packaging. Keywords: Postharvest handling, Mango farmers, Farmer's income INTISARI Peran penanganan pasca panen sangat besar terhadap peningkatan pendapatan petani, termasuk petani mangga. Namun, masih banyak petani yang tidak melakukan penanganan pasca panen karena dinilai menambah biaya yang harus dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan penanganan pasca panen terhadap pendapatan yang diperoleh oleh petani mangga dan juga menjelaskan strategi peningkatan pendapatan petani melalui penanganan pasca panen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari hasil survey petani mangga yang berada di Indramayu dengan sampel sebanyak 130 orang yang diambil secara acak dengan menggunakan teknik sampling acak sederhana. Data dianalisis menggunakan alat analisis descriptive statistics analysis dan analisis Pearson yang dipadukan dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat keterkaitan antara penanganan pasca panen terhadap pendapatan yang diperoleh. Petani mangga yang melakukan penanganan pasca panen cenderung mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang tidak melakukan penanganan pasca panen. Hal ini terlihat dari beberapa variabel yaitu sortasi, pencucian, grading, dan pengemasan.
KONSUMSI MINUMAN HERBAL DAN PROBIOTIK DI KALANGAN MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Indah Oktavia Halim; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i2.60678

Abstract

Drinks are fluids that are needed by the body, these drinks are categorized into healthy drinks and sweet drinks. Drink consumption changed during the Covid-19 pandemic, which is a new virus originating from Wuhan, China with a very fast spread that has an impact on the economy, changes in social relations, and changes in lifestyle. Efforts that can be made to reduce the spread of the virus is to maintain the body's immunity, one way is by consuming healthy drinks. Although healthy drinks for students during the pandemic have increased, the consumption of sweet drinks is still favored by students and until now there are still few studies that discuss the habits of consuming healthy drinks in students. The purpose of this study was to determine  of consumption of healthy drinks both before and during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative descriptive design with a survey method. The study was conducted on students of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University batch 2020. The analytical method used was descriptive statistics with column diagrams, frequency distribution tables and cross tabulations. The results showed that there was an increase in the consumption of healthy drinks, namely herbal drinks and probiotic drinks during the Covid-19 pandemic.
KETERKAITAN KARAKTERISTIK DAN PENDAPATAN PETANI UBI JALAR Elly Elly Rasmikayati1; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3187

Abstract

Sweet potato farmers in Arjasari sub-district already have enough experience in farming, their income should tend to increase. However, in reality the income of sweet potato farmers in Arjasari District still fluctuates. This study aims to describe the characteristics of farmers, sweet potato production, and sweet potato farming income. This study also identified the feasibility of farming, farming characteristics, farm income and analyzed the relationship between the characteristics and income of sweet potato farming in Arjasari District. This research using secondary data from sweet potato farmers in Arjasari District with a sample of 110 people. Data were processed using descriptive statistical analysis, R/C ratio, and Chi-square test. The results showed that the individual characteristics of sweet potato farmers in Arjasari District included an average age of 41 to 60 years old farmers, with the last education at the elementary school level. Analysis of the feasibility calculation of sweet potato farming is proven by the R/C value which is 1.1. There is also a relationship between farmer education and sweet potato farmer farm income. INTISARIPetani ubi jalar di kecamatan Arjasari sudah memiliki cukup pengalaman dalam berusaha tani, seharusnya pendapatan yang diperoleh cenderung semakin meningkat. Akan tetapi, kenyataannya penghasilan petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari masih berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani, hasil usahataninya, kelayakan usahanya dan hubungan antara antara karakteristik petani dengan pendapatannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari dengan sampel sebanyak 110 orang. Data diolah dengan menggunakan analisis statistika deskriptif, R/C ratio, dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu petani ubi jalar di Kecamatan Arjasari meliputi rata-rata petani berusia 41 hingga 60 tahun, dengan berpendidikan terakhir setingkat dengan sekolah dasar. Analisis perhitungan kelayakan usahatani ubi jalar dibuktikan dengan nilai R/C yang bernilai 1,1. Terdapat juga keterkaitan antara pendidikan petani dengan pendapatan usahatani petani ubi jalar.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MAMPU MENDORONG PETANI MANGGA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU AGRIBISNISNYA PADA ERA GLOBALISASI Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1491

Abstract

Tingginya keragaman karakteristik petani mangga dan usahataninya merefleksikan berdinamikanya perilaku agribisis mangga di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Permasalahannya adalah bagaimana mendorong agar dinamika tersebut bergerak ke arah yang positif dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani mangga itu sendiri di era globalisasi yang sekarang sedang terjadi.Makalah ini bertujuan untukmenganalisis faktor-faktorapa sajayang mampu untuk mendorong petani mangga untukmeningkatkan perilaku agribisnisnya.Metode penelitian menggunakan teknik survey diKecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi mangga di Jawa Barat. Sampel petani ditentukan menggunakan teknik sampling acak sederhanakepada 130 petani mangga. Teknik analisis data dilakukan menggunakan path analysis.Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata dan positif dalam mendorong petani mangga untuk meningkatkan dinamika perilaku agribisnis mangga di adalah: 1) Faktor teknologi; 2) Faktor kelembagaan; dan 3) Faktor budaya. 
Karakteristik Individu Dan Usahatani Petani Mangga Yang Melakukan Kemitraan Pemasaran Di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Majalengka Elly Rasmikayati; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat; Yudistira Haikal Arisyi; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
DINAMIKA PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Elly Rasmikayati; Lies Sulistyowati; Tuti Karyani; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1492

Abstract

Tingginya permintaan dalam negeri dan luar negeri terhadap buah Mangga Gedong Gincu dan Arumanis belum dapat terpenuhi karena ketersediaan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perilaku agribisnis petani mangga dari mulai subsistem hulu hingga hilir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei kepada 70 orang responden petani yang diambil menggunakan teknik sampling acak sederhana. Alat analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agribisnis mangga di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon berada pada level transisi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil. Sebagian besar petani sudah melakukan usahatani diluar musim, Pada kegiatan pemasarannya sebagian besar petani hanya mengakses pasar tradisional dikarenakan kemampuan memproduksi buah mangga grade A/B hanya sebanyak 41 - 60% dengan produktivitas tertinggi sebanyak 151 - 300 Kg/pohon. Rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi dikarenakan teknologi yang digunakan masih sederhana dan sikap petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian pada kegiatan budidayanya.
PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Hendrik Nadapdap; Supriyadi Supriyadi
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3154

Abstract

Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 – 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli. Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.  
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andung Rokhmat Hudaya Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Elfadina, Ellisa Agri Ellisa Agri Elfadina Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Ernah, Ernah Eti Suminartika Fadilla Deviani Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gunardi Judawinata Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ilham Fauzan Indah Oktavia Halim Irawan, Akbar Adiputra Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nadyla Rizka Nur Amelia Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahman Syakur Rani Andriani Budi Kusumo Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie S. Natawidjaja Ronnie Susman Natawidjaja SETIAWAN, IWAN Sintia Afriyanti Siti Aulia Dwi Maulidah Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Wati, Fitriana Yassirly Amridha Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa