Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Elly Rasmikayati; Mentari Nur Azizah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Bobby Rachmat Saefudin; Elly Rasmikayati; Dina Dwirayani; Fitri Awaliyah; AD Rachmah AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Efisisensi Pemasaran Komoditas Mangga Gedong Gincu Di Kabupaten Cirebon Fitri Awaliyah; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3543

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menganalisis margin pemasaran, profit marjin farmer’s share dan efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran mangga gedong gincu yang terjadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, teknik pengambilan data menggunakan metide wawancara dan focus group discussion . Metode analisis data menggunakan analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 saluran pemasaran pada pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran antara lain petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pedagang luar pulau, pedagang retail modern dan eksportir. Marjin pemasaran dan profit marjin terbesar terjadi pada eksportir. Persentse farmer’s share tertinggi berada pada saluran pemasaran yang memlalui kios pengecer dan pasar luar pulau. Efisiensi pemasaran terjadi pada semua saluran, namun hasil analisis menunjukkan saluran pemasaran melalui kios pengecer dan pasar luar pulau mempunyai nilai paling efisien di banding saluran retail modern dan ekspor. Kata- kata Kunci : Efisiensi, pemasaran, mangga, gedong gincu, Cirebon.
Peranan Subsistem Agribisnis dalam Produksi Mangga Di Dua Sentra Produksi Di Jawa Barat Fitri Awaliyah; Bobby R. Saefudin; Lies Sulistyowati; Elly Rasmikayati; Rahman Syakur
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Jawa Barat yang dapat diserap oleh konsumen dalam berbagai peluang pemasaran, mulai dari pasar domestik hingga pasar ekspor. Produksi dapat optimal jika subsistem agribisnis yang ada berperan baik dalam kegiatan budidaya mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran subsistem agribisnis dalam kegiatan usaha tani dan hubungannya dengan tingkat potensi keuntungan yang diperoleh petani di dua sentra produksi mangga di Jawa Barat. Survey dilakukan di 2 kabupaten sentra produksi mangga Jawa Barat yaitu Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, pada 100 petani di 2 lokasi sentra produksi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani dengan tingkat profitabilitas tinggi didukung oleh subsistem agribisnis yang baik sedangkan usahatani dengan profitabilitas rendah terjadi karena petani membudidayakan mangga tidak intensif sehingga peran subsistem agribisnis tidak optimal. Beberapa unsur subsistem agribisnis memiliki peran yang cukup besar dalam tingkat profitabilitas usahatani mangga, antara lain pemenuhan modal, kepemilikan jumlah pohon mangga, jaringan pemasaran, kelembagaan permodalan, penyuluh pertanian, dan kontribusi pemerintah.
Studi Komparatif Proses Bisnis Usaha Jigana Coffee Shop Dan Kedai Kopi Inspirasi Cibinong, Kabupaten Bogor Alvi Nurin Deaniera; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Dika Supyandi; Yayat Sukayat
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i2.453

Abstract

Kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup serta banyak digemari oleh konsumen kopi sehingga menjadi prospek usaha yang menjanjikan. Menjamurnya kedai kopi ini menyebabkan ketatnya persaingan bisnis sehingga terjadinya fluktuasi penjualan bagi kedai kopi yang kurang dapat bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, proses bisnis, serta potensi dan kendala yang dialami Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan alat analisis statistic deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini ada 27 orang pada Jigana Coffee Shop dan 45 orang pada Kedai Kopi Inspirasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen di Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi didominasi oleh laki-laki dan pada usia produktif, yaitu dari 20-30 tahun dengan penghasilan rata-rata Rp 1.000.000 - Rp 5.000.000. Dari segi perilaku konsumen, sebagian besar konsumen kedua kedai kopi tersebut lebih tertarik dengan kedai kopi yang rasanya enak/nikmat dan suasana yang nyaman. Proses bisnis yang ada di Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi ini relatif sama. Potensi dan kendala dari Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi ada pada variable produk, lokasi, fasilitas, kelengkapan alat, dan sumberdaya manusia.
FACTORS RELATED TO CONTINUATION OF MANGO CULTIVATION Rachmah, Alisabela Dhiya; Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat
Jurnal Pertanian Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v10i2.1864

Abstract

Usually, commodities shift occurs from food crops to commercial crops, such as horticulture with the aim of improving the welfare of farmer’s life. However, a different situation happened in Sedong Subdistrict, Cirebon Regency where mango farmers switched to paddy cultivation which is a non commercial crop. Most mango farmers began to abandon mango cultivation and made paddy cultivation as their main livelihood. Therefore this research aimed at analyzing the factors underlying the farmer’s decisions to abandon or continue mango cultivation and describing the potential and constraints of mango cultivation. Samples taken were 65 farmers in Sedong Subdistrict, Cirebon Regency consisting of 30 present-grower of mango who also experienced paddy cultivation and 35 past-grower of mango who switched to paddy cultivation. The research method used is the survey research method with data analysis using descriptive statistics and crosstabulation analysis with the fisher exact test. The results showed that the factors related to the farmer's decision to abandon or continue mango cultivation consisted of age, farmer's perception of mango cultivation, risk taking attitude, land tenure status, land area, and farmer group membership. Mango farming has easy transportation in the marketing activities provided by traders, as well as ease of access to credit bunt only for large scale farmers. The constraints felt by farmers in conducting mango farming consist of limited capital for small farmers,
PERBANDINGAN KAPASITAS PEMASARAN MANGGA KE PASAR MODERN (KASUS DI KABUPATEN MAJALENGKA, INDRAMAYU DAN KUNINGAN) Rasmikayati, Elly; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4669

Abstract

The rapid growth of modern markets in Indonesia is an opportunity for farmers to expand the marketing of their farming businesses, including mango farmers. By marketing agricultural products in modern markets, farmers can increase their income, because the profits from selling mangoes in modern markets are greater than the profits from selling mangoes in traditional markets. However, in reality farmers still have difficulty penetrating the modern market. This phenomenon also occurs in mango farming in Indramayu, Majalengka and Kuningan Regencies. Based on this, this research aims to compare the marketing capacity of mangoes from Majalengka, Indramayu and Kuningan Regencies to modern markets. The method used in this research is a quantitative method with a questionnaire as an instrument in obtaining primary data, as well as the use of the Kruskal-Wallis method as a data analysis tool in this research. The research results show that overall, Indramayu Regency shows characteristics of more prosperous farmers and better marketing capacity compared to Majalengka and Kuningan. Majalengka Regency is superior in yield per tree and timing of harvest, while Kuningan has the best mango quality but lower marketing capacity than the other two districts. It is hoped that this research can provide a clear picture of the effectiveness of the marketing strategies implemented and the challenges faced by each district to increase their marketing capacity.Key-words: marketing capacity, modern market, mango farmers, mango farming
KETERKAITAN TEKNIK BUDIDAYA MANGGA DENGAN PENDAPATAN PETANI (SUATU KASUS PADA PETANI MANGGA MAJALENGKA DAN CIREBON) Rasmikayati, Elly; Suminartika, Eti; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4655

Abstract

West Java is one of the provinces that has potential for mango cultivation because it has a climate that is suitable for this plant. However, in 2023 there will be a decline in mango production, followed by an increase in the level of mango consumption in Indonesia, which is indicated to be influenced by the way farmers cultivate mango plants. The aim of this research is to identify farmer characteristics and relate mango cultivation techniques to farmer income in two mango production centers in West Java, namely Majalengka and Cirebon. The research method used is descriptive statistics and non-parametric tests. Respondent selection used a two-stage stratified sampling technique. The sample for this research was 258 mango farmers in Majalengka and Cirebon. The research results show that the majority of mango farmers in Majalengka and Cirebon have a productive age range of 45 - 60 years with an elementary school education level and their main job is as mango farmers. Meanwhile, judging from the cultivation techniques, the majority of mango farmers in Majalengka and Cirebon plant mangoes in gardens/fields with the majority of farmers in Majalengka implementing a polyculture planting pattern, while Cirebon is more dominant in implementing a monoculture planting pattern with the gedong gincu variety as the main variety. Then, the majority of mango farmers in Majalengka and Cirebon have implemented off season technology in their mango cultivation activities. Mango farmers who have a risk-averse nature carry out harvesting independently and control pests. The majority of mango farmers use pesticides as a means of controlling pests. Then, there is a significant relationship between planting location, use of off season technology, and pest control and farmer income in Majalengka and Cirebon.Key-words: Mango cultivation techniques, farmer income, planting location, off season technology, pest control.
APLIKASI REGRESI BERGANDA PADA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN DALAM MENENTUKAN PENDAPATAN PETANI MANGGA Rasmikayati, Elly; Rochdiani, Dini; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4666

Abstract

One of the leading agricultural commodities in Indonesia is mango fruit. Apart from being rich in health benefits, this commodity also has high economic value. West Java Province is one of the provinces with the highest mango production in Indonesia. This can happen because West Java has mango production center areas, one of these areas is Majalengka Regency. Even though the mango commodity in this Regency has relatively high economic potential, in the field the income of business actors often fluctuates. Based on this explanation, this research aims to analyze the factors that influence mango farming income in Majalengka Regency using the multiple linear regression method. Data was collected through a survey of 130 mango farmers using a questionnaire. The results of the analysis show that the total land area has a significant negative effect on income, while the total number of mango trees and average capital per year have a significant positive effect. Other factors such as training frequency, highest yield from one tree, and farmer age also have a positive influence on income, although not significant. The F test shows that the regression model is significant and can be used to predict mango farming income with an R Square value of 0.852716.  Key-words: income, mango farming business, multiple linear regression, majalengka regency, income factors.
Policy Analysis of Mango's Agribusiness Development (A Case in Cikedung District, Indramayu Regency) Rasmikayati, Elly; Elfadina, Ellisa Agri; Kusumo, Rani Andriani Budi; Saefudin, Bobby Rachmat; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 17 No. 1 (2020): JMA Vol. 17 No. 1, March 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.544 KB) | DOI: 10.17358/jma.17.1.52

Abstract

Mango is a popular commodity with local demand and exports are quite high each year. However, there is a fluctuation of land tenure area and the number of mango trees in Cikedung district, Indramayu regency that can affect the quantity of mango produced by farmers. This study aims to analyze the policies that have been carried out by the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia related to the development of mango agribusiness and compile policy recommendations for developing mango agribusiness in Cikedung District, Indramayu Regency. The method used in this research is a survey method to 130 respondents. Data analyzed using the descriptive statistics analysis and Tinbergen model. The results showed that the type of government policies that has been accepted by some mango farmers in Cikedung district is very limited, the only grant of mango seed. The development of mango agribusiness policy that can be used to increase the land tenure area so that it impacts on increasing quantity of mango harvest, namely grant of agricultural production, land lease, seed grant, price subsidy of agricultural production facilities, and capital loans. Keywords: policy analysis, agribusiness development, mango farming, land area, Tinbergen model
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andung Rokhmat Hudaya Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Elfadina, Ellisa Agri Ellisa Agri Elfadina Elly Rasmikayati Endah Djuwendah Ernah, Ernah Eti Suminartika Fadilla Deviani Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gunardi Judawinata Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ilham Fauzan Indah Oktavia Halim Irawan, Akbar Adiputra Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nadyla Rizka Nur Amelia Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahman Syakur Rani Andriani Budi Kusumo Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie S. Natawidjaja Ronnie Susman Natawidjaja SETIAWAN, IWAN Sintia Afriyanti Siti Aulia Dwi Maulidah Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Wati, Fitriana Yassirly Amridha Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa