Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Edukasi Personal Hygiene sebagai Upaya Pencegahan Keputihan pada Remaja Putri di Pesantren Nurul Islam Husni, Fadhilla Ikhwa; Gunarmi, Gunarmi; Yulivantina, Eka Vicky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.894

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berkaitan dengan praktik personal hygiene. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene melalui edukasi dan buku saku ber-HAKI. Kegiatan dilaksanakan pada 20 November 2025 di Pesantren Nurul Islam dengan 25 peserta. Metode meliputi pre-test, penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi, pembagian buku saku, dan post-test. Hasil Analisa data menunjukkan peningkatan signifikan, di mana saat pre-test peserta berada pada kategori kurang (24%), cukup (40%), dan baik (36%). Setelah edukasi, kategori baik meningkat menjadi 76% dan tidak ada lagi peserta dengan pengetahuan kurang. Rata-rata nilai meningkat dari 10.48 menjadi 13.24. Buku saku terbukti memperkuat pemahaman peserta, didukung oleh usia peserta 15–17 tahun yang berada pada tahap kognitif optimal. Secara keseluruhan, edukasi ini efektif mencegah keputihan melalui peningkatan personal hygiene. 
Edukasi Kesehatan Reproduksi melalui Pengenalan Metode Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di PMB Novi Herawati Mahfiyani, Mahfiyani; Gunarmi, Gunarmi; Purnamasari, Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1076

Abstract

Wanita Usia Subur (WUS) memiliki peran penting dalam perencanaan keluarga dan pencapaian Generasi Emas Indonesia. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai metode kontrasepsi masih menjadi salah satu faktor rendahnya pemanfaatan kontrasepsi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi pengenalan metode kontrasepsi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan menggunakan media leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 30 WUS yang mengikuti kegiatan di PMB Novi Herawati. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kurang (48%) dengan rata-rata skor 59,2. Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 78% peserta berada pada kategori pengetahuan baik dan rata-rata skor meningkat menjadi 83,1. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan WUS mengenai pengertian, jenis, manfaat, dan pemilihan metode kontrasepsi. Edukasi kesehatan reproduksi melalui media sederhana dan komunikatif dapat menjadi strategi promotif-preventif yang efektif dalam mendukung perencanaan keluarga dan pencapaian Generasi Emas Indonesia.
Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi dan Kematian Ibu Hamil di Desa Meunasah Geudong Kecamatan Baktiya Miswahyuni, Miswahyuni; Gunarmi, Gunarmi; Putri I H, Selasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1077

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi tanda bahaya kehamilan sebagai upaya pencegahan komplikasi dan kematian ibu hamil melalui kegiatan edukasi dengan leaflet dengan materi tanda bahaya kehamilan. Tujuan kegiatan ini mengedukasi tentang tanda bahaya kehamilan, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya ibu hamil untuk mencegah komplikasi kehamilan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil di Desa Meunasah Geudong Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya edukasi tentang tanda bahaya kehamilan menggunakan leaflet dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua ibu hamil yang hadir dalam acara pengabmas tersebut. Hasil dari kegiatan pengabmas yaitu pengetahuan ibu meningkat dari pretest kategori pengetahuan ibu baik 24% setelah edukasi dan nilai post test dengan kategori pengetahuan ibu baik meningkat menjadi 64%. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara terus menerus di masyarakat agar informasi tersampaikan ke masyarakat dengan harapan dapat menurunkan angka kesakitan maupun angka kematian ibu.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BEDSIDE TEACHING (BST) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KLINIK ANC DI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK Fortunata B E, Gloria; Kusmiyati, Yuni; Gunarmi, Gunarmi
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i2.234

Abstract

peluang dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan klinik peserta didik agar tercapainya tujuanpembelajaran. Metode belajar bedside teaching dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berinteraksidengan pasien, merasakan situasi dan suasana klinis dalam pemeriksaan kehamilan terutama pemeriksaan Leopold.Tujuan penelitian : menganalisa efektivitas metode pembelajaran bedside teaching (BST) terhadap peningkatanketerampilan klinik ANC di AKBID Panca Bhakti Pontianak. Metode penelitian : quasi eksperimen nonequivalentcontrol group design dengan sampel sebanyak 51 orang terbagi dalam kelompok eksperimen sebanyak26 orang dan kelompok kontrol 25 orang dengan menggunakan teknik probability sampling. Analisis datamenggunakan paired sampel t-test, independent t-test dan regresi logistik. Hasil paired sample T test menunjukkanadanya hubungan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilaisignifikansi (Sig.) sebesar 0,000 < 0,05. Hasil perhitungan N-gain score pada kelompok eksperimen sebesar 0.56(56,38) % dengan kategori cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan klinik ANC. Hasil independent t-testsebesar 0,931 > 0,05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara metode belajar bedsideteaching dan coaching dalam meningkatkan keterampilan ANC. Hasil analisis regresi logistik pada variabel luaryaitu peran pembimbing sebesar 0,040 (p < 0,05) dan minat belajar sebesar 0,035 (p < 0,05) memengaruhiketerampilan klinik ANC. Kesimpulan: Metode pembelajaran bedside teaching (BST) cukup efektif dalammeningkatkan keterampilan ANC dengan dipengaruhi oleh peran pembimbing dan minat belajar selamapraktikum.
Gempita Anemia: Gerakan Makan Pisang dan Tablet Fe untuk Atasi Anemia Pada Ibu Hamil di Desa Tepin Resep Wilayah Puskesmas Babahbuloh Kabupaten Aceh Utara Hartati, Hartati; Gunarmi, Gunarmi; Ismawati, Riska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3929

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 7 November 2025 di Desa Tepin Resep, Wilayah Puskesmas Babahbuloh, Kabupaten Aceh Utara, dengan sasaran sebanyak 30 ibu hamil. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko anemia pada ibu hamil yang dapat menyebabkan kelelahan, gangguan pertumbuhan janin, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam mencegah anemia melalui inovasi GEMPITA Anemia (Gerakan Makan Pisang dan Tablet Fe) yang memadukan suplementasi medis dengan pemanfaatan pangan lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan langsung menggunakan media leaflet disertai demonstrasi sederhana pengolahan berbahan dasar pisang, dengan intervensi utama berupa anjuran konsumsi dua buah pisang setiap hari yang kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat, serta konsumsi satu tablet Fe secara rutin. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu dari 73,4% ibu hamil dengan kategori pengetahuan kurang sebelum edukasi menjadi 90,0% ibu hamil dengan kategori pengetahuan baik setelah edukasi. Kesimpulannya, program GEMPITA Anemia mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan pencegahannya serta berpotensi membentuk kebiasaan baru yang berkelanjutan dalam penerapan pola “dua pisang dan satu tablet Fe” sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan ibu dan janin di Desa Tepin Resep.
Peningkatan Pengetahuan Asi Ekslusif pada Ibu Menyusui di Puskesmas Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah Herawati, Mita; Gunarmi, Gunarmi; Merida, Yunri
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS) - INPROSES
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.9979

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Namun, masih banyak ibu menyusui yang belum memiliki pemahaman yang cukup terkait manfaat dan praktik ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif melalui edukasi menggunakan media leaflet dan penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan melibatkan 25 orang ibu menyusui sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi edukatif, diskusi, dan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, di mana pada pre-test hanya 16% yang memiliki pengetahuan baik, meningkat menjadi 80% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif sederhana namun sistematis dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif.
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI KOTA SURAKARTA Wijayanti, Wijayanti; Gunarmi, Gunarmi; Hastuti, Weni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2480

Abstract

Frekuensi stunting pada penduduk di Indonesia saat ini sebesar 20,1% . Pemerintah mengambil kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, untuk mengatasi permasalahan stunting. BKKBN mengembangkan RAN PASTI sebagai program strategi untuk mengurangi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan penelitian untuk mengkaji implementasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplorasi metode. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan dalam penelitian adalah pihak yang memiliki otoritas terhadap masalah stunting, seperti DPK3AP2KB, BAPPEDA, PLKB, Dinas Kesehatan, TPK dan keluarga risiko stunting. Teknik analisa dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Program pencegahan dan penanganan stunting di Kota Surakarta adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberikan intervensi percepatan stunting, peningkatan kebutuhan gizi. Strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam program pencegahan dan penanganan stunting adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting, memberikan peningkatan gizi, melengkapi sarana dan prasarana, dukungan SDM untuk membantu mempercepat penurunan stunting, melakukan sinergitas dan koordinasi dengan lembaga lain, melakukan upaya yang kreatif dan inovatif yang mendukung program stunting di wilayah serta melakukan pemantauan program penanganan stunting. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Kota Surakarta adalah rendahnya kesadaran masyarakat, adanya pandangan agama tertentu yang berdampak terhadap penaganan stunting, ekonomi dan pola asuh. Program pencegahan dan penanganan stunting dapat dikatakan berhasil berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan. Diperlukan upaya penanganan stunting secara lebih massif lagi guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya stunting.
Edukasi berbasis leaflet dalam upaya pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa kebidanan semester 2 STIKARA Sintang Hannisa, Silvia Finida; Gunarmi, Gunarmi; Navalia, Zesika Intan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 2 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i2.3068

Abstract

Background: Sexually Transmitted Infections (STIs) in Indonesia are projected to increase by 2024, particularly among adolescents and young adults. More than 311,000 deaths from cervical cancer occur annually, and STIs directly impact sexual and reproductive health through stigmatization, infertility, cancer, and pregnancy complications, as well as increasing the risk of HIV. This situation indicates that STIs remain a serious health problem in Indonesia and require prevention efforts through effective health education, particularly among young people. Purpose: To increase students' knowledge, understanding, and awareness of STIs and their prevention using leaflets. Method: This community service activity was conducted in April 2026 at STIKARA Sintang and involved 60 second-semester Midwifery students from STIKARA Sintang as respondents. The material was delivered through lectures and interactive discussions using leaflets delivered in person. Evaluation used questionnaires administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). The questionnaire results were analyzed descriptively to determine the increase in respondents' knowledge and understanding after the education. Results: None of the respondents' knowledge levels before the educational activity (pre-test) were in the good category, with 23 (38.3%) in the sufficient category, and 37 (61.7%) in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge of respondents after the educational activity (post-test) was 28 (46.78%) in the good category, 25 (41.7%) in the sufficient category, and 7 (11.6%) in the poor category. Conclusion: The intervention activity, which involved education using leaflets, was highly effective in increasing the knowledge and understanding of second-semester midwifery students regarding sexually transmitted infections (STIs). This increased knowledge and understanding positively contributed to the students' role as future healthcare workers in providing STI education and prevention in the community. Suggestion: Educational institutions are encouraged to conduct further research using quasi-experimental and controlled designs to assess the effectiveness of the education. It is also recommended that healthcare institutions collaborate with students in providing education as an effective and applicable strategy to increase knowledge about STIs in the community. Keywords: Adolescents; Health education; Promotion and prevention; Sexually transmitted infections; Student role Pendahuluan: Infeksi Menular Seksual (IMS) di Indonesia pada tahun 2024 meningkat, terutama pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Lebih dari 311.000 kematian akibat kanker serviks setiap tahun dan Penyakit Menular Seksual (PMS) berdampak langsung pada kesehatan seksual dan reproduksi melalui stigmatisasi, infertilitas, kanker, dan komplikasi kehamilan, serta dapat meningkatkan risiko HIV. Kondisi ini menunjukkan bahwa IMS masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia dan memerlukan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan yang efektif, khususnya pada kelompok usia muda. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran mahasiswa tentang Infeksi Menular Seksual dan pencegahannya dengan menggunakan media leaflet Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan April 2026 di STIKARA Sintang dan melibatkan 60 mahasiswa Kebidanan Semester 2 STIKARA Sintang menjadi responden. Materi disampaikan melalui ceramah dan diskusi interaktif menggunakan media leaflet yang disampaikan secara langsung. Evaluasi penilaian menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Hasil kuesioner di analisa deskriptif untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden setelah diberikan edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) tidak ada yang berada dalam kategori baik, sebanyak 23 (38.3%) dalam kategori cukup dan sebanyak 37 (61.7%) dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi (post-test) menjadi sebanyak 28 (46.78%) kategori baik, sebanyak 25 (41.7%) dalam kategori cukup dan sebanyak 7 (11.6%) dalam kategori kurang. Simpulan: Kegiatan intervensi berupa edukasi dengan menggunakan media leaflet sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa Kebidanan Semester 2 mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa memberikan kontribusi positif sebagai upaya promotif dan preventif terhadap peran mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pencegahan IMS di masyarakat. Saran: Diharapkan kepada institusi pendidikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan desain quasi-eksperimental dan kontrol untuk menilai pencapaian efek edukasi. Diharapkan juga kepada lembaga kesehatan dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dalam kegiatan memberikan edukasi sebagai strategi yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan pengetahuan tentang IMS di masyarakat.
Co-Authors Agusnawati, Agusnawati Agustina, Mia Dwi Ari Suminar Asma, Nurul Astuti, Retnaning Badi'ah, Atik Bima Suryantara Dedi, Bacius Dewi Arianti Dwi Agustiani, Mia Elvianita, Deasy Erwina, Masruhah Faizah, Ni’ma Tri fatmawati sinuhaji, fatmawati sinuhaji Fery Agusman Motuho Mendrofa Fonda, Yulia Fortunata B E, Gloria Gusra Nanda, Monika Hakim, Riska Ismawati Handayani, Noviasari Handayani, Riska Hannisa, Silvia Finida Hargianti Dini Iswandari Hartati Hartati Herawati, Dina Herawati, Mita Herlia Kumala Wirdana, Andi Heru Subaris Kasjono, Heru Subaris Husni, Fadhilla Ikhwa Indah Purnamasari Ismail, Aisah Hi Ismawati, Riska Isnawati Hadi, Selasih Putri Issabella , Chentia Misse Issabella, Chentia Misse Juda, Juda Julia Kristiani Juniarti, Shania Kalidi, Nona Kasio, Yarike Khalifah, Nurul Kusuma, Novy Oktaviandri Lubis, Sri Wahyuni Luluk Khusnul Dwihestie Maemunatun, Sofiatun Mahfiyani, Mahfiyani Maidawati, Gusti Sophia Merida, Yunri Miswahyuni, Miswahyuni Miyarsih, Retty Mukarrama, Mukarrama Navalia, Zesika Intan Navelia, Zesika Intan Nida, Yanti Ninik Wahyuni Noorhayati, Ariyana Noviasari Handayani Nur Aulia, Shofa nurliah, nurliah Nurul Alfiah, Siti Pabidang, Siswanto Pangaribuan, Ingka Kristina Pramana, Cipta Prestawatiningsih Prestawatiningsih, Prestawatiningsih Purlina, Linda Putri I H, Selasih Ramayani Ramayani Rejeki, Yunaji Sri Retno Wulan Risnawati Risnawati Sihombing, Renta Sinuhaji, Fatmawati Siswahyudianto Siti Maimunah Sofiana Sofiana, Sofiana Sri Mularsih, Sri Sri Wahyuni Suminar, Ari Syafriani Syafriani, Syafriani SYARIFA SYARIFA, SYARIFA Theresia Shella Beredikta umi istiqomah Vicky Yulivantina, Eka wahyuni, islah Weni Hastuti Wijayanti Wijayanti Wulandari, Arinda Wulandari, Baiq Rina Yulandari, Arlita Setiyani Yuliani, Istri Yulivantika, Eka Vicky Yulivantina , Eka Vicky Yulivantina, Eka Vicky Yulivantina, Vicky Yuni Kusmiyati Yuni Wijayanti, Margaretha Yusmarita, Rina Yustina Ananti, Yustina Yuyun Yuniarti, Yuyun