p-Index From 2021 - 2026
6.237
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam JAS (Journal of ASEAN Studies) Jurnal Ilmiah HUBUNGAN INTERNASIONAL Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Global Strategis Jurnal Media Hukum Jurnal Hubungan Internasional Masyarakat, Kebudayaan dan Politik JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area JWP (Jurnal Wacana Politik) Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Andalas Journal of International Studies Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik AEGIS : Journal of International Relations Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Moderat Global Political Studies Journal Politea : Jurnal Politik Islam Journal of Governance and Local Politics (JGLP) Jurnal Administrative Reform DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Social Political Sciences (JSPS) MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Ilomata International Journal of Social Science Indonesian Journal of Innovation Studies Comsep : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Intermestic: Journal of International Studies Demokrasi: Jurnal Ilmu Pemerintahan Journal of Public Representative and Society Provision MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional Society Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA MELALUI LATIHAN BERSAMA TNI ANGKATAN UDARA Pilih Ferisetiadi; Arry Bainus; Ari Ganjar Herdiansyah
Aliansi Vol 1, No 1 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i1.38867

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, diplomasi pertahanan dianggap sebagai sebuah tool yang efektif guna mencapai kepentingan nasional suatu negara. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya negara yang mengadopsi dan mengembangkan diplomasi pertahanan sesuai dengan tujuannya masing-masing, termasuk Indonesia Diplomasi pertahanan Indonesia menitikberatkan pada peran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai aktor utamanya.Mengacu pada latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan mengetahui Dilomasi pertahanan Indonesia melalui penyelenggaraan latihan bersama oleh TNI Angkatan Udara pada periode tahun 2017-2019. Untuk menunjang penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis yang didukung dengan studi pustaka sebagai metode dalam penelusuran data dan fakta. Diplomasi pertahanan Indonesia dalam meningkatkan confidence building measure (CBM) secara umum sudah cukup baik. Dari tujuh indikator, empat indikator sudah dilaksanakan dengan baik oleh kedua negara yaitu communication, transparency, consultation, dan goodwill. Dalam indikator communication, Indonesia dan beberapa negara khususnya di wilayah ASEAN sudah memiliki forum dialog bilateral yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya, Peran Latihan Bersama TNI Angkatan Udara Selama Ini terbagi menjadi 2, yang pertama bagi Indonesia dan TNI Angkatan Udara. Along with the times, defense diplomacy is considered as an effective tool to achieve the national interest of a country. This can be proven by the increasing number of countries adopting and developing defense diplomacy in accordance with their respective objectives, including Indonesia. Indonesian defense diplomacy focuses on the role of the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia with the Indonesian National Army (TNI) as the main actor. This study aims to determine the Indonesian defense diplomacy through the implementation of joint exercises by the Indonesian Air Force in the 2017-2019 period. To support the research, this research uses a qualitative approach with descriptive analysis method supported by literature study as a method for searching data and facts, Indonesia's defense diplomacy in increasing the confidence building measure (CBM) is generally quite good. Of the seven indicators, four indicators have been implemented well by the two countries, namely communication, transparency, consultation, and goodwill. In communication indicators, Indonesia and several countries, especially in the ASEAN region, already have bilateral dialogue forums that are routinely held every year.
PROPAGANDA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KERUSUHAN DEMONSTRASI ANTI RASIS TAHUN 2019 Firman Widya Pranata; Arry Bainus; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 1 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i1.38862

Abstract

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup menegangkan bagi bangsa dan negara Indonesia, dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada rentang bulan agustus sampai dengan Desember terjadi kerusuhan secara sistematis tentang unjuk rasa anti rasisme Papua, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, bahkan demonstrasi di Papua disertai dengan kerusuhan seperti pembakaran gedung, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Rangkain demonstrasi merupakan Aksi ini menjadi respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) Melalui Media Facebook Tahun 2019. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menyimpulkan Pertama, AMP memberikan signal dukungan gerakan separatis, teroris Papua melalui gerakan demonstrasi dengan menggunakan simbol-simbol Papua merdeka (bendera bintang kejora). Selain itu pusat komunikasi AMP terintegrasi dengan kelompok kepentingan elit pro-demokrasi Papua secara masif, hal ini dapat dilihat terjadi proses pembiaran gerakan AMP di setiap kota, sebagai contoh Asrama mahasiswa Papua dibiayai oleh anggaran daerah namun pada prakteknya asrama tersebut dijadikan sebagai sentral pergerakan Papua merdeka. Kontrol dari Pemerintah daerah Papua yang berkerja sama dengan Pemerintah daerah setempat serta pihak Universitas/ Kampus tempat mahasiswa Papua belajar harus benar-benar dilakukan sehingga mencegah Gerakan Pro-demokrasi Papua Merdeka. Kedua, strategi propaganda AMP cukup sistematis dan terorganisir, mereka memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan dan mengkampanyekan framing tentang kegagalan otonomi khusus Papua dengan tujuan akhir adalah cipta opini dan cipta kondisi, sehingga bisa mendapatkan simpatik masyarakat baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.
PROPAGANDA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KERUSUHAN DEMONSTRASI ANTI RASIS TAHUN 2019 Firman Widya Pranata; Arry Bainus; Ari Ganjar Herdiansah
Aliansi Vol 1, No 2 (2022): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v1i2.39586

Abstract

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup menegangkan bagi bangsa dan negara Indonesia, dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada rentang bulan agustus sampai dengan Desember terjadi kerusuhan secara sistematis tentang unjuk rasa anti rasisme Papua, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di berbagai kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, bahkan demonstrasi di Papua disertai dengan kerusuhan seperti pembakaran gedung, fasilitas umum, dan lain sebagainya. Rangkain demonstrasi merupakan Aksi ini menjadi respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Propaganda Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) Melalui Media Facebook Tahun 2019. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menyimpulkan Pertama, AMP memberikan signal dukungan gerakan separatis, teroris Papua melalui gerakan demonstrasi dengan menggunakan simbol-simbol Papua merdeka (bendera bintang kejora). Selain itu pusat komunikasi AMP terintegrasi dengan kelompok kepentingan elit pro-demokrasi Papua secara masif, hal ini dapat dilihat terjadi proses pembiaran gerakan AMP di setiap kota, sebagai contoh Asrama mahasiswa Papua dibiayai oleh anggaran daerah namun pada prakteknya asrama tersebut dijadikan sebagai sentral pergerakan Papua merdeka. Kontrol dari Pemerintah daerah Papua yang berkerja sama dengan Pemerintah daerah setempat serta pihak Universitas/Kampus tempat mahasiswa Papua belajar harus benar-benar dilakukan sehingga mencegah Gerakan Pro-demokrasi Papua Merdeka. Kedua, strategi propaganda AMP cukup sistematis dan terorganisir, mereka memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan dan mengkampanyekan framing tentang kegagalan otonomi khusus Papua dengan tujuan akhir adalah cipta opini dan cipta kondisi, sehingga bisa mendapatkan simpatik masyarakat baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.
The Multi-Level Governance Dilemma in Mandalika Special Economic Zone: A Bargaining and Cooperation Approach Roseno Aji Affandi; Salsa Nabila Putri; Tirta Nugraha Mursitama; Yanyan Mochamad Yani; Arry Bainus
Jurnal Hubungan Internasional Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jhi.v13i1.21425

Abstract

This study’s background is based on the social and political tension in developing the SEZ in Indonesia. The research concluded that the main problems in SEZ development stemmed from three main factors: (1) lack of comprehension of multi-level governance, both from the central and local governments; (2) too-centralized government imposing top-down regulation; (3) lack of skills from the local government and local community to negotiate and collaborate with the multi-stakeholders. This study disclosed that Mandalika SEZ has encountered the same problem, specifically the lack of the role of local government and local communities in participating in Mandalaika SEZ sports tourism development. This study is crucial in terms of its contribution to theory and fieldwork investigation. This study investigated the political economy impacts of Mandalika SEZ by employing the integration of Multi-Level Governance (MLG) and Bargaining and Cooperation (BNC) theories. The integration of these theories is novel and differentiates them from previous research. This study employed a qualitative research approach, utilizing stakeholder interviews as the primary data source, complemented by secondary data obtained from prior research.
Who Will Govern the World: New Structure of The International System of Covid-19 Vaccine Producing Countries Sari, Deasy Silvya; Bainus, Arry; Yulianti, Dina; Aditiany, Savitri; Habibullah, Ali Zahid
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28592

Abstract

In early 2020, the international community was faced with Covid-19. At the global level, the COVAX Facility was established to ensure all countries in the world have equal access to Covid-19 vaccines. However, many vaccine-producing countries have undertaken bilateral ways to distribute vaccines directly. The existence of the Covid-19 vaccine is still determined by vaccine manufacturing companies. This article aims to examine the international structure after the outbreak of the Covid-19 pandemic based on the postulate that Covid-19 vaccine-producing countries will become world hegemons in a non-polar world structure. The concepts used are health diplomacy and hegemony. The evolving operational components used to determine world hegemon are vaccine types, consumer countries, and vaccine production capacity. The method used is pseudo-qualitative. The article concludes that (i) world hegemony in terms of vaccine types is China, Russia, the United States, and India; (ii) the world hegemons in terms of the number of consumer countries are the United States, the United Kingdom and China, and (iii) the world hegemons in terms of vaccine production capacity are China, the United States, Germany, and the United Kingdom. Finally, the world hegemons that meet these all criteria are China and the United States.   Pada awal 2020, komunitas internasional dihadapkan dengan Covid-19. Di tingkat global, Fasilitas COVAX didirikan untuk memastikan semua negara di dunia memiliki akses yang sama terhadap vaksin Covid-19. Namun, banyak negara penghasil vaksin telah melakukan cara bilateral untuk mendistribusikan vaksin secara langsung. Keberadaan vaksin Covid-19 masih ditentukan oleh perusahaan pembuat vaksin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji struktur internasional pasca merebaknya pandemi Covid-19 berdasarkan postulat bahwa negara-negara penghasil vaksin Covid-19 akan menjadi hegemoni dunia dalam struktur dunia non-polar. Konsep yang digunakan adalah diplomasi kesehatan dan hegemoni. Komponen operasional yang berkembang yang digunakan untuk menentukan hegemon dunia adalah jenis vaksin, negara konsumen, dan kapasitas produksi vaksin. Metode yang digunakan adalah pseudo-kualitatif. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa (i) hegemoni dunia dalam hal jenis vaksin adalah Cina, Rusia, Amerika Serikat, dan India; (ii) hegemoni dunia dalam hal jumlah negara konsumen adalah Amerika Serikat, Inggris dan Cina, dan (iii) hegemoni dunia dalam hal kapasitas produksi vaksin adalah Cina, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. Akhirnya, hegemoni dunia yang memenuhi semua kriteria ini adalah Cina dan Amerika Serikat.
Penanganan Pandemi COVID-19 oleh WHO: Telah Kritis terhadap Konsep Global Health Security Mawaddah, Falih Rif’atul; Bainus, Arry; Yulianti, Dina
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3401

Abstract

World Health Organization (WHO) merupakan organisasi internasional yang memimpin upaya penanganan global atas pandemi Covid-19. Dalam penetapan berbagai kebijakannya, WHO merujuk pada konsep Global Health Security yang hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan para pemikir, terutama dalam kaitannya dengan implementasi kebijakan tersebut di negara miskin dan berkembang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang direkomendasikan oleh WHO dan implementasinya di Indonesia, Turki, dan Turkmenistan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif,  melalui pengumpulan data berupa studi literatur. Temuan penelitian ini adalah adanya kendala dalam implementasi kebijakan penanganan pandemi yang direkomendasikan WHO di tiga negara tersebut, yaitu kendala teknis seperti kurang memadainya fasilitas kesehatan, sulitnya pemberlakuan lock down untuk menghambat persebaran virus, hingga permasalahan terkait citra pemerintah dalam penanganan pandemic, dan hal ini merupakan akibat dari penggunaan konsep Global Health Security.
ANTARA PARTAI DAN ORMAS: STUDI PERGESERAN POLITIK SYARIKAT ISLAM PERIODE 1971 - 2004 Rambe, Safrizal; Suwaryo, Utang; Bainus, Arry; ., Muradi
Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5 No. 1 (2022): Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/paradigmapolistaat.v5i1.5585

Abstract

Pergeseran politik yang terjadi dalam sebuah partai politik, tidak dapat dipisahkan dari adanya dinamika di dalam internal partai politik. Salah satu dinamika yang terjadi di internal partai politik adalah pergeseran politik yang terjadi dalam Sarekat Islam dalam periode 1971-2004. Dinamika Politik dapat diartikan sebagai gambaran seberapa jauh proses politik yang berlangsung mampu mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan akuntabilitas (Agustino: 2009) . Dengan adanya dinamika politik, maka kita mengetahui pergeseran yang terjadi dalam politik, serta dapat menganalisis pergerakan lembaga-lembaga politik dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa dinamika politik merupakan pergerakan politik.
Peningkatan Hubungan Bilateral Sudan-Indonesia Melalui Diplomasi Budaya Musa, Alnour Abobaker Mohamed; Bainus, Arry; Yulianti, Dina
Jurnal ICMES Vol 6 No 2 (2022): Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies
Publisher : Indonesia Center for Middle East Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35748/jurnalicmes.v6i2.140

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa Sudan di Indonesia dalam memperkuat hubungan diplomasi di antara kedua negara. Konsep yang digunakan dalam menganalisis adalah beasiswa sebagai instrumen diplomasi budaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan data dikumpulkan melalui wawancara dengan sejumlah mahasiswa Sudan penerima beasiswa dari Indonesia di beberapa universitas di negara ini, dan juga wawancara dengan perwakilan kedutaan Sudan dan Indonesia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara dua negara melalui beasiswa sebagai diplomasi budaya. Temuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Beasiswa menciptakan kepercayaan antara Indonesia dan Sudan; karena melalui beasiswa, orang-orang dari dua negara dapat membangun kepercayaan dengan memahami pola pikir penduduk setempat, mendobrak batasan bahasa, dan membangun persahabatan dengan keluarga dan akademisi. (2) Beasiswa menciptakan hubungan internasional antara dua negara karena mahasiswa dapat memahami budaya tuan rumah yang berkontribusi pada transfer dan partisipasi budaya dalam jangkauan luas kedua masyarakat. Adaptasi tersebut akan memfasilitasi pemahaman, membuka jalan bagi implementasi perjanjian kerja sama, dan membangun hubungan yang mencapai kepentingan kedua negara. (3) Beasiswa adalah cara untuk memahami nilai dan gagasan; dimana mahasiswa Sudan memahami nilai-nilai bangsa Indonesia, dan mahasiswa Sudan melakukan kegiatan budaya di perguruan tinggi yang mengenalkan masyarakat Indonesia pada nilai dan budaya Sudan. Jika ada seratus mahasiswa Sudan di Indonesia, artinya ada seratus duta yang tersebar di berbagai kawasan Indonesia, dan mereka memahami nilai-nilai dan perilaku masyarakat setempat.
NETWORKING THAT NOT WORKING: CHALLENGES IN INDONESIA’S MARITIME POLICY NETWORK Dwiputri, Dinar Afina; Bainus, Arry; Widianingsih, Ida
Sosiohumaniora Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v26i2.55555

Abstract

Countries with a vast sea area have faced great concern regarding maritime security. Indonesia, a maritime country with an enormous marine resource that contributes 2.58% to the country’s GDP, ranked second as a vulnerable country to marine threats, such as Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing. This research analyzes the implementation of Indonesia’s 2021 – 2025 Maritime Policy Action Plan and how the policy network cooperates to eradicate IUU fishing. Through qualitative content analysis, several regulations and laws in line with the policy action plan were subject to the analysis and reports published by authorized governmental agencies, such as the Indonesian Maritime Security Agency and the Ministry of Marine Affairs and Fishery. Based on policy network analysis of reports by ministries and institutions/agencies, sectoral ego and integration are the critical issues to curb in the policy community. The lack of an integrated system of information sharing has been a part of challenges in collaborative efforts to attain the state of a secure and safe sea. In this regard, the government must strengthen the information-sharing system in their policy network and the policy community itself to maximize efforts on the security of jurisdiction territory to eradicate IUU fishing. Negara dengan wilayah laut yang luas sering kali menghadapi permasalahan terkait keamanan maritim. Indonesia, negara maritim dengan limpahan sumber daya laut yang menyumbang 2,58% terhadap PDB negara, mendapatkan predikat sebagai negara terentan peringkat kedua terhadap ancaman kelautan, seperti Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing. Penelitian ini menganalisis implementasi dari Rencana Aksi Kebijakan Kelautan Indonesia 2021 – 2025 dan melihat bagaimana jejaring kebijakan bekerja untuk ‘memerangi’ IUU fishing. Melalui konten analisis kualitatif, beberapa regulasi dan undang-undang yang sejalan dengan rencana aski kebijakan dan laporan-laporan yang dipulikasikan oleh instansi pemerintah yang berwenang, seperti Badan Keamanan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga digunakan untuk dianalisis. Berdasarkan analisis pada jejaring kebijakan dalam laporan-laporan yang dipublikasikan kementerian dan institusi/lembaga, ego sektoral dan integrasi memiliki peran yang penting dalam pencapaian rencana aksi kebijakan. Kurangnya sistem pembagian informasi yang terintegrasi menjadi bagian dari halangan dalam bekerja sama untuk mencapai keadaan laut yang aman. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah harus meningkatkan sistem berbagi informasi dalam jejaring kebijakan dan policy community-nya sendiri untuk mengoptimalkan upaya dalam pengamanan wilayah yurisdiksi dalam rangka pemberantasan IUU fishing.
Modalitas Calon Legislatif Perantau Minangkabau pada Pemilu Legislatif Tahun 2019: Modalities of Minangkabau Migrant Legislative Candidates in the 2019 Legislative Election Novendra Hidayat; Arry Bainus; Caroline Paskarina; Affan Sulaeman
Society Vol 10 No 2 (2022): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v10i2.247

Abstract

This research discusses the modalities in the victory of migrant Minangkabau candidates in the 2019 Legislative Election. Minangkabau is one of the ethnic groups in Indonesia synonymous with a matrilineal kinship system and an institutionalized tradition of migrating. Migrating is a valuable capital utilized by Minangkabau migrant Legislative Candidates to gain support for votes in electoral contests. The research was conducted on two Minangkabau migrant Legislative Candidates who took part in the contestation in the Legislative Elections for the House of Representatives of the Republic of Indonesia. The research method is qualitative with a case study type. Data were collected through interviews with Minangkabau migrant candidates, voting communities, and people involved in winning candidates, such as traditional leaders and the Minangkabau community in the realm and overseas. The results of the research concluded that Fadli Zon (Gerindra Party Legislative Candidate, Electoral District of West Java V) and Jon Erizal (National Mandate Party Legislative Candidate, Electoral District of Riau I) as two of the Minangkabau migrants, the legislative candidates for the House of Representatives of the Republic of Indonesia succeeded in utilizing existing social capital and successfully elected in the 2019 Legislative Election 2019 contestation overseas. Both are considered to have good leadership figures, able to carry out the mandate, and caring, humane, and responsible individuals. Joined in the same social entity, namely the network of Minangkabau migrants who gather through the Minangkabau migrant community, the Minangkabau Family Association. Fadli Zon became General Chairman of the Central Executive Board of the Minangkabau Family Association, and Jon Erizal served as Vice General Chairman of the Riau Minangkabau Family Association. Besides building intensive communication with the community in the election contestation.
Co-Authors Abdul Latif Abdul Musyawardi Chalid, Abdul Musyawardi Adityo Darmawan Sudagung Affan Sulaeman Affan Sulaeman Affandi, Roseno Aji Agus Haryanto Ahmad Khoirul Umam Akim, Akim Alfarizi, Baqi Zaenulhaq Ali Akbar, Feri Muhammad Amalia, Fadila Nur Andrezal, Andrezal Apaut, Yohana Ari Ganjar Herdiansah Ari Ganjar Herdiansyah Barta Oktarius Barus Barus, Barta Oktarius Budi Rahcman, Junita Caroline Paskarina Chandra Purnama, Chandra Darmawan, Wawan Budi Deasy Silvya Sari Dede Sri Kartini Dina Yulianti Dina Yulianti Dina Yulianti, Dina Djumala, Darmansjah Dwiputri, Dinar Afina Fatrianshar, Hikmah Firman Widya Pranata Firman Widya Pranata Gizem Butun Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Habibullah, Ali Zahid Hendra Manurung Hendri Koeswara Henky H. P Manurung Hidayat, Novendra Ida Widianingsih Idil Akbar Iding Rosyidin Indra Kusumawardhana Indrayani, Irma Intan Rizkika Permatasai Ira Irawati Jovanscha Qisty Adinda FA Junita Budi Rachman Junita Budi Rachman Kartini, Dede Sri Kinanti, Alyandani Ayu Kusumawardhana, Indra Kusumawardhana, Indra Martani, Rifqi Fakhrian Mawaddah, Falih Rif’atul Mohammad Fazrulzaman Azmi Mudiyati Rahmatunnisa Muhammad Jaya Anggara Putra Muradi - Muradi ., Muradi Mursitama, Tirta Nugraha Musa, Alnour Abobaker Mohamed Nasrullah Nazsir Nur, Usi Alfiani Obsatar Sinaga Pilih Ferisetiadi Putri, Salsa Nabila R. Widya Setiabudi Sumadinata Rahmatika, Wa Ode Kodrat Rambe, Safrizal Ramson Siagian Ratnia Solihah Rayi Retriananda Maulana Riswanda Riswanda Roseno Aji Affandi Rusadi Kantaprawira Rusadi Kantaprawira Rusadi Kantaprawira Salsa Nabila Putri Savitri Aditiany Savitry aditiany Selma Elfirda Karamy Siregar, Rifqi Mulya Nauli Siti Witianti Sonny Sudiar, Sonny Sudirman, Arifin Sulaiman, Suryanagara Muhammad Iftitah Teuku Rezasyah Tirta Nugraha Mursitama Utang Suwaryo Verdinand Robertua Virtuous Setyaka Wawan Budi Darmawan Yanyan Mochamad Yani Yanyan Mochamad Yani Yanyan Mochamad Yani Yogi Suprayogi Sugandi Yohana Apaut