Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa Berkebutuhan Khusus melalui Pendekatan Deep Learning di SDN Caringin Nuggal Lisna Salsa Dahlan; Wiworo Retnadi Rias Hayu
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.23696

Abstract

Kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi fundamental yang menjadi dasar bagi penguasaan berbagai bidang pembelajaran yang menjadi pondasi utama bagi keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan membaca dan menulis pada siswa berkebutuhan khusus (ABK) kelas VI di SDN Caringin Nunggal melalui penerapan pendekatan deep learning. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah kualitatif, dengan metode studi kasus sebagai kerangka pelaksanaannya. Subjek penelitian mencakup siswa ABK kelas VI, guru kelas dan guru pendamping khusus sebagai informan, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan membaca dan menulis siswa ABK masih beragam, terutama pada aspek pemahaman bacaan dan kemampuan mengekspresikan ide secara tertulis. Penerapan pendekatan deep learning terbukti membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman nyata, meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta mendorong pemahaman yang lebih bermakna.
Strategi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Kelas 3 Rima Oktaviani; Wiworo Retnadi Rias Hayu
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.23810

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 3 di SDN Ibu Jenab 3, Cianjur. Latar belakang penelitian ini berangkat dari temuan bahwa sebagian siswa menunjukkan motivasi belajar yang rendah, terutama karena kurangnya pendampingan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar anak di rumah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk mendorong peningkatan motivasi belajar siswa, di antaranya menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, memanfaatkan media pembelajaran yang variatif, memberikan penguatan positif, mengaktifkan keterlibatan siswa, serta menyesuaikan pemberian tugas dengan kemampuan individu. Strategi tersebut terbukti memberikan pengaruh positif, meskipun keterlibatan orang tua masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara guru dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang mendukung perkembangan belajar anak secara optimal.
Innovative learning as a strengthening of 21st-century skills of elementary school students Wiworo Retnadi Rias Hayu; Septian Maulana; Mega Febriani Sya; La Ode Amril
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 4 (2026): August
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i4.845-859

Abstract

21st-century skills are essential competencies that need to be developed from the elementary school level to prepare students for future challenges. This study aimed to explore the role of innovative learning in strengthening 21st-century skills among elementary school students within the context of the Merdeka Curriculum. This study employed a qualitative case study design. The participants consisted of three elementary school teachers from two districts in Bogor Regency, Indonesia, who had implemented innovative learning practices in their classrooms. Data were collected through open-ended questionnaires and thematically analyzed in NVivo 12 using the stages of open coding, axial coding, and selective coding. The findings revealed that innovative learning practices, such as project-based learning, problem-based learning, collaborative discussion, and the integration of digital media, contributed positively to strengthening students’ critical thinking, creativity, communication, collaboration, and problem-solving skills. Innovative learning also encouraged active student participation, increased students’ confidence, and created more meaningful and student-centered learning experiences. Teachers played an important role as facilitators, guiding students through collaborative, context-based learning activities. However, the implementation of innovative learning still faced several challenges, including limited learning facilities, time constraints, and differences in students’ learning abilities. This study concludes that innovative learning plays an important role in strengthening 21st-century skills in elementary schools and highlights the need for continuous teacher support, adequate learning facilities, and collaborative learning environments to sustain implementation.
Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Kreativitas Siswa Kelas IV SDN Sukarasa 02 Dianti Sri Ayuni; Wiworo Retnadi Rias Hayu; Abdul Kholik
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 10 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i10.26234

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting kemandirian belajar dalam mengembangkan kreativitas siswa  dan menganjurkan strategi pendidikan yang mendorong pembelajaran mandiri untuk menumbuhkan siswa yang lebih kreatif. Studi ini bertujuan mengevaluasi serta mendalami dampak kemandirian belajar terhadap tingkat kreativitas murid kelas IV di SDN Sukarasa 02. Peneliti melibatkan seluruh siswa kelas IV yang mencakup total 82 individu sebagai populasi riset. Peneliti menerapkan teknik sampling jenuh karena total populasi berada di bawah angka 100 sehingga seluruh anggota kelompok menjadi sampel penelitian. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif berjenis korelasi kausalitas serta menghimpun data melalui angket dan evaluasi produk. Analisis data mengandalkan formulasi uji regresi linear sederhana. Temuan lapangan menunjukkan bahwa kemandirian belajar secara positif memengaruhi kreativitas siswa dengan skor regresi linear 0,302 dan persamaan Y=80,958+0,302 X. Perhitungan koefisien determinasi pada kolom R Square menghasilkan nilai 0,424 atau 42,4 persen yang menempatkan pengaruh kemandirian belajar (X) terhadap kreativitas (Y) dalam level moderat sementara faktor fisiologis, psikologis, dan sosial menyumbang sisa pengaruh sebesar 57,6 persen. Nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 memaksa penolakan terhadap H0 dan penerimaan Ha sehingga mempertegas adanya korelasi nyata antara kemandirian belajar dengan kreativitas peserta didik kelas IV di SDN Sukarasa 02.