Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KOMPETENSI GURU IPA SMP PULAU BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Mardia Hi. Rahman; Zulkifli Ahmad
Humano: Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2016): Periode November
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.709 KB) | DOI: 10.33387/humano.v7i2.319

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memetakan kompetensi pedagogik dan profesional guru IPA SMP di Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan ex-postfacto. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP negeri maupun swasta di bawah binaan Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan, dengan subyek penelitiannya adalah guru IPA SMP. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan test. Test diberikan kepada guru IPA untuk menguji kompetensi guru, baik kompetensi profesional, maupun kompetensi pedagogic. Intrumen test untuk kompetensi profesional adalah dengan menggunakan soal-soal test yang telah baku (soal-soal tes UKA), sedangkan untuk soal-soal tes kompetensi pedagogik disusun sendiri oleh peneliti dengan berdasarkan indikator: (a) Menguasai karakteristik peserta didik; (b) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran IPA; (c) Mengembangkan kurikulum IPA; (d) Menyelenggarakan pembelajaran IPA yang mendidik; (e) Pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran IPA; (f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik; (g) Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik; dan (h) Pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Kompetensi profesional guru IPA SMP di Bacan rata-rata berada pada kategori sedang sebanyak  57,70 %,  kategori baik sebanyak 26,92 %, dan kategori rendah sebanyak 15,38 %; (b) Kompetensi pedagogik guru IPA SMP di Bacan  rata-rata berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 65,38 % (17 guru), kategori baik 3,85 % (1 guru) dan kategori sedang  30,77% (8 guru).Kata kunci: Kompetensi, Pedagogik, Bacan ABSTRACT. This research aims to knowledge and map the pedagogical competence and professional science teacher (IPA) at the junior high school at Bacan South Halmahera District. The method is  used in this research with a qualitative approach ex-post facto. This research will be conducted in public and private junior high school (SMP) under the guidance of Department of Education and Culture of South Halmahera District, with the subjects of the research is the junior high science (IPA SMP) teacher. The data in this study were obtained using a test. Test given to science teachers to test the competence of teachers, both professional competence, as well as pedagogic competence. Test instrument for professional competence is used test questions that have been standard test (test questions UKA), while for the test questions pedagogical competence alone arranged by researcher with the basis of indicators: (a) Mastering the characteristics of learners; (B) Mastering of  educational theories and principles of science teaching; (C) Develop curriculum IPA; (D) Conducting educational science teaching; (E) The utilization technology as a medium of learning science; (F) To facilitate the development potential of learners; (G) Ability to communicate effectively, empathetic and polite with learners; and (h) Utilization of the assessment results to improve science teaching. The research result showed that (a) Professional competence junior high science teacher in Bacan average middle category as much as 57.70%, both categories as much as 26.92%, and the low category as much as 15.38%; (B) pedagogic competence junior high science teacher in Bacan average are in the low category is as much as 65.38% (17 teachers), the category of either 3.85% (1 teacher) and the category was 30.77% (8 teachers). Keywords:Competence, Pedagogic, Bacan
PENGGUNAAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN Mardia Hi. Rahman dan Rohima Wahyu Ningrum
Humano: Jurnal Penelitian Vol 8, No 1 (2017): Periode Juni
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.811 KB) | DOI: 10.33387/humano.v8i1.492

Abstract

ABSTRAK. Pembelajaran di perguruan tinggi menuntut untuk mengembangkan kemampuan akademik mahasiswa (hard skill) dan kemampuan personal (soft skill). Salah satu model pembelajaran yang dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kecakapan hidup terutama pada matakuliah fisika lingkungan adalah model pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Pembelajaran berbasis proyek ini lebih memusatkan pada masalah kehidupan yang bermakna bagi mahasiswa, dimana peran dosen hanya menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi mahasiswa dalam merancang sebuah proyek yang mereka lakukan. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk meningkatkan sikap kepedulian lingkungan dan kemampuan kognitif mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Kedua, untuk memetakan sikap kepedulian lingkungan mahasiswa setelah mempelajari materi-materi fisika lingkungan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan  masing-masing variabel sebelum pembelajaran dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran project based learning. Peningkatan sikap kepedulian lingkungan mahasiswa setelah pembelajaran dengan model project based learning berada pada kategori sangat yaitu sebesar 80,4%. Prestasi belajar setelah pembelajaran dengan model project based learning mengalami peningkatan yang secara rata-rata berada pada kategori tinggi sebesar 62,6 %. Kata Kunci: kepedulian lingkungan, prestasi belajar, project based learning  ABSTRACT. Learning in college demands to develop students' academic skills (hard skills) and personal skills (soft skills). One of the learning models that can encourage students to develop life skills, especially in the environmental physics course is a project based learning model. This project-based learning focuses on meaningful life issues for students, where lecturer roles only present problems, ask questions and facilitate students in designing a project they undertake. The purpose of this research is first, to improve the attitude of environmental awareness and cognitive ability of students by using project-based learning model. This project-based learning focuses on meaningful life issues for students, where lecturer roles only present problems, ask questions and facilitate students in designing a project they undertake. The purpose of this research is first, to improve the attitude of environmental awareness and cognitive ability of students by using project-based learning model. Second, to map the attitude of students' environmental awareness after studying the materials of environmental physics by using the model of project-based learning. The results showed that there is an increase of each variable before learning and after learning using project based learning model. Increased attitude of students' environmental awareness after learning with project based learning model is in the very category that is equal to 80.4%. Learning achievement after learning with project based learning model experienced an increase which on average was in the highest category of 62.6%  Keywords: environmental awareness; learning achievement; project based learning
Evaluasi Program IbM Pendampingan Penyusunan Borang Akreditasi bagi Sekolah Dasar di Kota Ternate Mardia Hi Rahman; Saprudin Saprudin; Husnin Mubarak; Fatma Hamid
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v9i2.93

Abstract

Akreditasi sekolah/ madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan/ atau program, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik. Kenyataan menunjukkan bahwa masih terdapat banyak sekolah/ madrasah yang ada di Kota Ternate yang harus di re-akreditasi tahun 2017. SD-A merupakan sekolah mitra IbM yang sudah dua kali diakreditasi yaitu pada tahun 2007 dengan peringkat akreditasi A, sementara tahun 2012 re-akreditasi dan terakreditasi dengan peringkat C. SD-B merupakan sekolah mitra IbM yang telah diakreditasi tahun 2012 dengan peringkat akreditasi C. Program pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi Sekolah Dasar di kota Ternate merupakan salah satu program pengabdian yang dilakukan berupa; 1) transfer pengetahuan terkait pentingnya akreditasi sekolah, 2) pelatihan intensif terkait penyusunan borang akreditasi sekolah, 3) pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi sekolah mitra. Adanya program pengabdian masyarakat ini berdampak terhadap peningkatan pemahaman sekolah mitra terkait akreditasi sehingga dapat menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan tanggung jawab sekolah mitra untuk meningkatkan status akreditasi sekolah.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN BORANG AKREDITASI MADRASAH TSANAWIYAH SAHABAT CENDIKIA KOTA TERNATE Saiful Latif; Ade Haerullah; Mardia Hi Rahman
EDUKASI Vol 20, No 1 (2022): EDISI MEI 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v20i1.4489

Abstract

Madrasah Tsanawiyah Sahabat Cendikia (MTs SC) Ternate is one of the schools that has not been accredited. Actually, the eight components of the national education standard have been implemented by MTs SC, but the documents and activity reports are not well administered. The results of interviews with partner madrasah principals obtained the same problem, namely the low value of each component of the SNP which refers to the accreditation instrument. Training programs and assistance in the preparation of accreditation forms by the community service team are the solutions offered to help partner school problems. The stages of this community service program include: (1) the training stage, (2) the stage of assisting the preparation of the accreditation form, (3) the stage of assisting the fulfillment of the physical documents of accreditation, (4) the evaluation stage. Training in the fulfillment of physical documents and supporting documents provides understanding and skills to the form drafting team in preparing physical documents and supporting documents in accordance with technical instructions and a list of needs that have been made previously. Training through tutorials on how to fill out instruments through the IASP 2020 application provides understanding and skills to the form-writing team on how to use the application
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI MAN 2 HALMAHERA UTARA Mardia Hi Rahman; Saiful Latif; Mariana M Saban
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v10i2.5660

Abstract

Literasi sains merupakan instrument bagi siswa guna melatih kemampuan berpikir ilmiah siswa dalam usaha mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan literasi sains. Kemampuan literasi sains dapat dikembangkan atau dimunculkan pada diri siswa saat proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai model dan strategi pembelajaran yang memungkinkan untuk hal tersebut. Salah satu  model yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa adalah model discovery learning. Model discovery learning sesuai tujuan penggunaannya diharapkan dapat membantu siswa melatih kemampuan berbagi pengetahuan yang dimiliki dan menggunakan idenya untuk memecahkan masalah yang dipelajari. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara pada siswa kelas XI IPA-1 dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kemampuan literasi sains adalah soal-soal tes yang sesuai dengan materi atau konsep yang diajarkan dan disesuaikan dengan indikator literasi sains. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kemampuan literasi sains siswa kelas XI  pada aspek konten meningkat sebesar 22,22 %, aspek proses atau kompetensi meningkat sebesar 29,63%,  dan aspek konteks meningkat sebesar 25,93%. Hasil analisis dengan menggunakan N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan literasi sains siswa menunjukkan bahwa secara rata-rata kemampuan literasi sains siswa berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 81,48 %, kategori tinggi 11,11% dan kategori rendah 7,41 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA MAN 2 Halmahera Utara.  
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING Mardia Hi Rahman; Saiful Latif; Ade Haerullah
EDUKASI Vol 20, No 2 (2022): EDISI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v20i2.5494

Abstract

Pendidikan abad-21 menginginkan agar kemampuan literasi sains siswa diupayakan untuk ditingkatkan selain untuk memotivasi siswa agar memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni. Kemampuan literasi sains siswa perlu dilatih, karena hingga saat ini sesuai hasil studi PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa secara nasional masih berada pada kategori rendah. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya kemampuan guru untuk melatihkan literasi sains, cara mengajar guru, kurikulum, sumber belajar, maupun dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-1 dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kemampuan literasi sains adalah soal-soal tes yang sesuai dengan materi atau konsep yang diajarkan dan disesuaikan dengan indikator literasi sains. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa pada setiap aspek literasi sains yang dijadikan indikator berbeda-beda persentasi peningkatannya yaitu pada aspek konten meningkat sebesar 22,22 %, aspek proses atau kompetensi meningkat sebesar 29,63%,  dan aspek konteks meningkat sebesar 25,93%. Pada aspek konteks kebanyakan siswa belum dapat mengaplikasikan konsep fluida dinamis dalam kehidupan sehari-hari karena hasil yang diperoleh masih berada dibawah 65 %. Sementara hasil analisis menggunakan statistik uji N-Gain yang berfungsi untuk menguji peningkatan kemampuan literasi sains siswa menunjukkan bahwa secara rata-rata kemampuan literasi sains siswa berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 81,48 %, kategori tinggi 11,11% dan kategori rendah 7,41 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA MAN 2 Halmahera Utara.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA FISIKA KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNIN Sani S Sain; Mardia Hi Rahman; Rahim Achmad
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2022): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.01 KB) | DOI: 10.33387/saintifik.v7i2.5499

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Ternate pada pokok bahasan getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik penilaian. Berdasarkan data penelitian kemampuan literasi sains, diperoleh bahwa siswa sebanyak 10 orang dari 24 siswa memperoleh nilai yang sangat tinggi, 11 orang dari 24 siswa memperoleh nilai tinggi, dan 3 orang dari 24 siswa memperoleh nilai sedang. Sedangkan analisis data per aspek diperoleh bahwa untuk aspek kompetensi sebesar 68% (cukup), aspek konteks sebesar 80% (baik), dan aspek konten sebesar 70% (cukup).
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah di Era Revolusi Industri 4.0 Fitra Nita Nur; Mardia Hi Rahman; Marwia Tamrin Bakar
Manajemen Kreatif Jurnal Vol 1 No 1 (2023): Februari: Manajemen Kreatif Jurnal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.467 KB) | DOI: 10.55606/makreju.v1i1.989

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengenai kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah di era revolusi industry 4.0. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu studi literatur. Data diperoleh dengan cara mengkaji berbagai sumber lteratur. Hasil menunjukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah pada era revolusi industri 4.0 diharuskan untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan kepemimpinannya. Hal ini, sangat mempengaruhi mutu sekolah dalam menghadap perkembangan zaman. Salah satu unsur yang harus direalisasikan kepala sekolah dalam kepemimpinannya yaitu peran penting kepemimpinan untuk menjalankan kepemimpinannya secara efektif dan efisien. Kepala sekolah diharapkan dapat meninjau kembali sistem yang telah terapkan selama ini, apakah sistem tersebut telah jalan dan sesuai dengan perkembangan di era revolusi industry 4.0.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 KOTA TERNATE PADA KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Fifidjaskia Nazwar; Mardia Hi Rahman; Nurdin A. Rahman
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2023): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v8i1.6218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains dan seberapa besar pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Ternate pada konsep getaran dan gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional untuk melihat pengaruh antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Ternate yang berjumlah 200 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas VIII-H dengan jumlah siswa 24 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik tes berupa soal essay. Kemudian teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains siswa. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana guna untuk melihat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains siswa diperoleh nilai sebesar Fhit Ftab atau 4,964,30. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien H0 ditolak. Sedangkan uji linearitas diperoleh Fhit Ftab atau23,7825,65. Hal ini menujukkan terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains siswa. Sedangkan untuk melihat besar pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan literasi sains dengan menggunakan uji regresi linear sederhana yaitu memiliki kontribusi sebesar 13,67 atau 18.686 %.
Analisis Respon Guru Dan Siswa Terhadap Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Model POE2WE Berbantuan Google Site Nurna Adam; Mardia Hi Rahman; Nana Nana; Saprudin Saprudin; Dwi Sukmawati A. Yusuf
EDUKASI Vol 21, No 3 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v21i3.6828

Abstract

Technological developments in the 21st century era, especially in the field of education, are increasingly important and change the way teachers view learning. One thing that supports the learning process is the use of digital-based learning media, including Google Site. Research on the development of physics teaching materials based on the POE2WE model with the help of the Google site with the aim of: 1) Developing physics teaching materials based on the POE2WE learning model with the help of the Google site; and 2) analyze teacher and student responses to physics teaching materials based on the POE2WE learning model assisted by Google Site. The research was carried out at Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) Tidore Islands. The research data was obtained from validation results from several validators, namely material, language and media validators used to state the suitability of teaching materials, while teacher and student responses were obtained through the results of filling out questionnaires. The data obtained from the research results showed that on average the teaching materials developed were declared very suitable for use by class XII students at MAN 1 Tidore Islands, especially regarding electromagnetic induction material. The feasibility of the teaching materials developed is 88.25%. Analysis of teacher response data obtained a result of 95.33% and for student responses a result of 96% was obtained. It can be concluded that the physics teaching materials based on the POE2WE model assisted by the Google site received a response in the category of strongly agreeing to be used.