Claim Missing Document
Check
Articles

Sains Islam VS Sains Barat Analisis Perbandingan Hafideh Hafideh; Alfina Wildatul Fitriyah
Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam dan Global Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Western science and Islamic science are considered different in several aspects. This difference  is very visible when Western science arrogantly claims that science is not related to religion and was not born from the church, while Islam believes that science cannot be separated from religion. This can happen because Western science is rooted in ratio while Islamic science is rooted in revelation. This view then gave birth to a dichotomy between general sciences and religious sciences. This is what then encourages Muslim scientists to carry out ijtihad for a paradigma change through the Islamization of science.
Telaah Kritis Aksiologi Sains Modern Persepektif Al-Attas Dan Implementasinya Dalam Komunikasi Ilmiah Mawaddah, Riskiyatul; fitriyah, Alfina Wildatul
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i3.152

Abstract

Revolusi sains modern, yang oleh Thomas Kuhn disebabkan oleh pergeseran paradigma sains, membawa perubahan besar bagi perkembangan teknologi, khususnya pada abad 20. Di samping sains modern membawa banyak manfaat bagi manusia, ternyata juga membawa efek samping luar biasa, di antaranya kerusakan alam terus-menerus dan bencana kemanusiaan, sebagaimana dinyatakan pula oleh Naquib Al-Attas. Tantangan ilmu yang dibawa kebudayaan Barat mengakibatkan sains modern yang berkembang sarat dengan pandangan alam Barat terhadap realitas dan kebenaran. Salah satu unsur peradaban Barat adalah tragedi yang menunjukkan pencarian kebenaran serta hakikat dan tujuan hidup tanpa akhir, sehingga ia senantiasa dalam pencarian, namun tak pernah mencapai apa yang dicari. Cara pandang demikian turut memengaruhi perkembangan sains modern. Tulisan ini berupaya mengangkat secara eksplisit efek samping dari sains modern, serta pandangan Naquib Al-Attas terhadap sains modern dari sisi aksiologinya. Metode yang digunakan adalah pengkajian literatur mendalam. Dari tulisan ini dapat dinyatakan secara pasti bahwa khazanah keilmuan Islam telah memberikan pondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sains. Hal ini terbukti dalam sejarah peradaban Islam bagaimana para ulama dan ilmuwan muslim memberikan rambu yang jelas dalam perkembangan ilmu. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah maqashid syari’ah bagi perkembangan sains. Cara pandang terhadap alam sebagai objek dan manusia sebagai subjek harus mengacu kepada cara pandang Islam dalam memandang realitas dan kebenaran. Di samping itu, paradigma perkembangan dan kemajuan sains modern harus mengacu pada paradigma yang berlandaskan worldview Islam yang menegaskan bahwa perkembangan dan kemajuan perlu tertuju pada satu hal yang tetap, yaitu tujuan dan makna hidup manusia sebagai khalifah di Bumi. Kerangka berpikir tersebut dapat menjadi acuan bagi komunitas ilmiah agar mampu memerankan peran khalifah di Bumi dengan sebenar-benarnya, sehingga dapat mencegah kerusakan alam dan bencana manusia lebih lanjut.
FULL DAY SCHOOL ACTIVITIES FROM THE PERSPECTIVE OF HUMAN RIGHT AND ISLAMIC RELIGION Ginting, Dafid; Munizu, Musran; Widagdo, Haidi Hajar; I’zaati, Lailatul; Fitriyah, Alfina Wildatul
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.11108

Abstract

Abstract The Full Day School policy is aimed at increasing student knowledge and character formation. However, in its implementation the policy has the potential to violate Human Rights and Islamic Law. Therefore, this research aims to analyze the Full Day School Activities Policy from a Human Rights perspective, especially regarding the part of social and cultural rights, namely the right to receive adequate and quality education and from an Islamic Law perspective, especially regarding one of Al-Maslahah Al- Khamsah is Hifz l-Nasl (Guarding the Offspring). This research is qualitative research with a descriptive approach, namely describing the Full Day School Policy from the perspective of Human Rights and Islamic Law. The data used in this research is secondary data collected using the library research method. The data collected was analyzed using the stages of observation, data selection, most appropriate reduction, and drawing conclusions. The research results show that the Full Day School policy can be in line with and hinder the implementation of human rights principles, especially regarding the right to receive good and quality education. This policy can also be in line with Al-Maslahah Al-Khamsah in special Islamic law regarding hfiz al-nasl (protecting offspring) provided that the policy is effective and able to provide knowledge for students, as well as shape student character. On the other hand, this policy can become an obstacle if it is not effective and is in vain. Keywords : Full Day School Activities, Human Right, Islamic Religion.
Nikah Siri di Balik Tunangan (Studi Kasus di KUA Sumber Jambe) Fitriyah, Alfina Wildatul; Manasika, Arina; Munawaroh , Dian Suci
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3533

Abstract

Nikah siri, atau pernikahan tanpa pencatatan resmi, sering kali terjadi di balik proses tunangan. Praktik ini dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti ketidakpastian status hukum bagi perempuan dan anak, serta potensi eksploitasi dalam hubungan. Tujuan penelitian ini akan membahas fenomena nikah siri yang terjadi di balik status pertunangan, dengan studi kasus di wilayah kerja KUA Sumber Jambe. Peneliti selanjutnya hendaknya meneliti lebih lanjut dan lebih luas pembahasannya mengenai kasus nikah siri di balik tunangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama dari tindakan tersebut adalah tekanan sosial, ketidaktahuan hukum, dan lemahnya pengawasan serta bimbingan dari lembaga keagamaan. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan edukasi hukum keluarga dan peningkatan peran aktif KUA dalam membimbing masyarakat.
Co-Authors Abdul Djamil ABDUL MUIS Abdullah Aji, Yunita Abdullah Hanapi Afiatul Kamilah Al Hamidi, Muhammad Fauzi Arina Manasika Bahzar, Moh. Bella Putri Sabilla Canasta Rafanza Faris Chumaida Amelia Putri Dafid Ginting Desta Amelia Dewi Dina Firnanda Sari Egisca Mauly Sagita Elok Ayu Nandari Elsa Maulidyah Syafira Faesiyatul Lailiyah Faizatul Maula Faizatur Robiatil Adawiyah Fina Zaidatul Istiqomah Ginting, Dafid Hafideh Hafideh Haidi Hajar Widagdo Haidi Hajar Widagdo Holisatur Rahma I’zaati, Lailatul Ifka Ramadhani Ihsan Indah Robiatil Adawiyah Izza, Rifda Jamilatul Hamdiyah Kholisatul Umami Lailatul I’zaati Lailatus Sa’diah Lutfiatul Hasanah M. Afief Mundzir M. Ikrom Zainal Kudsi Mabrurotul Mahallifah Maulidatul Nabila Maulidya Hasanah Mawaddah, Riskiyatul Metria Dicky Putra Moch Holil Mochamad Tholib Khoiril Waro Muhamad Iqbal Ramadhan Muhammad Eka Pramudani Muhammad Farhan Fiddaroeni Munawaroh , Dian Suci Musran Munizu Musran Munizu Mutia Tsamratus Sabrina Nanda Saputra Nayla Zulfina Yuliandarini Ningsih, Indah Wahyu Noviana Putri Nurul Andiana Oktaviani Putri Melinda Putri Elitya Qoidul Khoir R.A. Harum Sukmo Ningratna( Risqullah Akmaludin Rofikoh Rofikoh Rohematus Sya’diah Roifatul Munawaroh Saini Saini Siti Afita Rustia Ningsih Siti Andini Siti Munawati Siti Nafilatul Rohmah Siti Nur Hasanah Sitti Wahyuni Sjeddie Watung Sofia Amaliah Umroti Sofiatus Sobriyah Sumarno . Sunarno Sunarno Syamsul Ma’arif Tasya Arnita Tasya Aulia Arsul Masfufah Thasa Oktafiana Vina Atiqatul Maula Wingkolatin, Wingkolatin Yaturrochmah, Naili Yazid Habibullah Yulianto Abas Zainul Bakir Fauzi Zarkasi