Claim Missing Document
Check
Articles

Delineasi Subcekungan Daerah Menggala dan Sekitarnya, Provinsi Lampung Berdasarkan Anomali Magnetik dan Gaya Berat Rifatul Auzan; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
POSITRON Vol 10, No 2 (2020): Vol. 10 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.1 KB) | DOI: 10.26418/positron.v10i2.42800

Abstract

Delineasi subcekungan daerah Menggala dan sekitarnya dilakukan berdasarkan anomali magnetik dan gravitasi. Data anomali magnetik dan anomali Bouguer yang digunakan sudah melewati proses koreksi. Subcekungan daerah Menggala diasosiasikan dengan nilai anomali magnetik dan gravitasi yang rendah. Berdasarkan hasil yang diperoleh, sebanyak 9 (sembilan) subcekungan dengan isian sedimen berupa tuff, lempung, endapan rawa dan mineral diamagnetik teridentifikasi. Setiap subcekungan dibatasi oleh batuan beku dengan kedalaman berkisar 1 km dari permukaan. Subcekungan yang diidentifikasi memiliki arah timurlaut, baratlaut dan barat-baratlaut ke timurtenggara. Batuan basement (dasar) daerah Menggala diduga berupa batuan granit yang memiliki nilai densitas dan suseptibilitas masing-masing 2,643 g/cm3 dan 0,033767 SI.
Identifikasi Sebaran Bijih Besi di Daerah Gurun Datar Kabupaten Solok Sumatera Barat Menggunakan Metode Geomagnet Muh. Ishak Jumarang; . Zulfian
POSITRON Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.389 KB) | DOI: 10.26418/positron.v4i1.7346

Abstract

Telah dilakukan penelitian sebaran bijih besi di daerah Gurun Datar. Daerah ini merupakan daerah perbukitan yang dilewati oleh jalur sesar Sumatera. Metode yang digunakan adalah metode geomagnet. Berdasarkan pengolahan data diduga terdapat batuan hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0,0100 s.d 0,0356 SI pada 29 titik dan urat mineral magnetit pada hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0,0600 s.d 0,1753 SI di 5 titik. Nilai korelasi antara data obsevasi dan data kalkulasi berkisar 0,84 s.d 0,99.
Edukasi Fenomena Kulminasi dan Dampaknya bagi Masyarakat Kota Pontianak Muhardi Muhardi; Zulfian Zulfian; Hasanuddin Hasanuddin; Joko Sampurno; Riza Adriat
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 2 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i2.4757

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa (ekuator). Sebagai konsekuensi dari letak geografis tersebut, Kota Pontianak akan mengalami peristiwa kulminasi sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu setiap tanggal 21 - 23 bulan Maret dan September. Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan fenomena ini dengan melaksanakan berbagai agenda rutin tahunan yang terkait dengan fenomena kulminasi, termasuk di dalamnya mengedukasi masyarakat tentang fenomena dan dampak kulminasi. Edukasi ini dilaksanakan oleh tim dari Jurusan Fisika, FMIPA Untan, bermitra dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak. Kegiatan edukasi dilakukan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 21 dan 23 September 2022, di sekitar area Tugu Khatulistiwa dan melalui media massa (RRI Pro 1 Pontianak). Masyarakat yang berkunjung ke Tugu Khatulistiwa merupakan pelajar, mahasiswa, guru, pegawai instansi pemerintah, jurnalis, dan masyarakat umum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan kegiatan edukasi, sebagian besar masyarakat menyatakan memahami fenomena, penyebab dan kapan terjadinya kulminasi, serta mengetahui dampak kulminasi. Kegiatan edukasi juga dinilai terselenggara dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pendugaan Penyebab Keretakan Jalan di Desa Serindang Berdasarkan Interpretasi Data Geolistrik Vikki Vikki; Azrual Azwar; Zulfian Zulfian; Yudha Arman; Radhitya Perdhana
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Kumparan Fisika Edisi Desember 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.3.201-210

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan zona lemah daerah keretakan jalan di Desa Serindang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat berdasarkan interpretasi data geolistrik. Data penelitian didapatkan dari pengambilan data langsung di lapangan menggunakan alat automatic resistivitymeter. Lintasan penelitian berjumlah 4 lintasan dengan spasi elektroda sebesar 3 m. Hasil inversi dari data resistivitas semu menunjukkan sebagian besar tanah di bawah permukaan memiliki resistivitas 2 hingga 440 Ωm. Berdasarkan nilai resistivitas tersebut, diduga bahwa struktur bawah permukaan pada daerah penelitian didominasi lempung, serta adanya jenis tanah lain seperti lanau, lanau berpasir dan pasir kerikil. Dominasi lempung ini menunjukkan adanya zona lemah di bawah permukaan jalan yang diduga menjadi penyebab kerusakan jalan di daerah penelitian.   Kata  kunci: Metode geolistrik, struktur bawah permukaan, tanah lempung, zona lemah jalan.   ABSTRACT   This study aims to identify subsurface structures and weak zones of road cracks in Serindang Village, Sambas Regency, West Kalimantan based on geoelectrical data interpretation. Research data obtained from direct data collection in the field using an automatic resistivitymeter. There are 4 research paths with electrode spacing of 3 m. The inversion results of the apparent resistivity data show that most of the subsurface soils have a resistivity of 2 to 440 Ωm. Based on the resistivity value, it is assumed that the subsurface structure in the study area is dominated by clay, as well as the presence of other types of soil such as silt, sandy silt and gravel sand. The dominance of this clay indicates a weak zone under the road surface which is suspected to be the cause of road damage in the research area.   Keywords: Clay soil, geoelectric method, subsurface structure, road weakness zone.
Pemodelan 1-D Pada Data Magnetotellurik Menggunakan Metode Algoritma Genetika Karno - Karno; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57682

Abstract

Telah dilakukan pemodelan 1-D pada data magnetotellurik menggunakan metode algoritma genetika di cekungan Bintuni, Papua Barat. Metode ini menyelesaikan permasalahan inversi dengan melakukan pendekatan global. Individu yang merepresentasikan parameter model yang terdiri dari nilai resistivitas dan ketebalan lapisan akan melalui proses seleksi, kawin silang dan mutasi. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan individu terbaik dengan model observasi sebagai konfirmasi dari keakuratan hasil dengan memperhatikan respon model terhadap data observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respon model yang dibangun telah mendekati data observasi dengan nilai RMSE sebesar 3,59. Kata Kunci : Pemodelan 1-D, Magnetotellurik, Algoritma Genetika
Analisis Lokasi Sesar pada Lembar Kota Agung Berdasarkan Data Anomali Magnetik Tegar Dharmawan; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57902

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis lokasi sesar pada Lembar Kota Agung berdasarkan data anomali magnetik. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari proses digitasi terhadap peta anomali magnet total Lembar Kota Agung. Penentuan lokasi sesar pada daerah penelitian dilakukan dengan menganalisis peta anomali magnet residual, peta anomali magnet horizontal derivative, second vertical derivative dan peta geologi Lembar Kota Agung. Berdasarkan hasil analisis didapatkan tiga lokasi keberadaan sesar, yang pertama berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Gunungkasih yang di tunjukan dengan penampang A-A’, yang kedua berada di Formasi Ranau dan Formasi Gunung api kuarter tua, yang ditunjukkan dengan penampang B-B’, serta yang ketiga berada di Formasi Hulusimpang dan Formasi Bal yang ditunjukkan dengan penampang C-C’.Kata kunci: Anomali medan magnet, analisa derivative, sesar, Lembar Kota Agung
Identifikasi Ketebalan Tanah Gambut dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 3D di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya Febriyadi Romadhan; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58223

Abstract

Penelitian tentang identifikasi ketebalan tanah gambut di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya telah dilakukan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis 3D konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan secara 3D dan 2D dengan lintasan 3D berupa grid berbentuk persegi panjang yaitu sumbu x sepanjang 55 m dan sumbu y sepanjang 35 m dengan spasi 5 m tiap elektroda. Lintasan 2D membentang diantara lintasan 3D dengan panjang lintasan 235 m spasi 5 m tiap elektroda. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa tanah gambut yang berada pada daerah penelitian masih cukup tebal dengan ketebalan hingga 11,8 m yang memiliki nilai resistivitas 4,30 Ωm sampai 138 Ωm. Informasi tentang struktur yang lebih dalam dari tempat penelitian diperoleh dari pengukuran 2D. Dari pemodelan diketahui Nilai tahanan jenis 138 Ωm sampai 275 Ωm terdapat sedimentasi aluvial berupa tanah lempung di kedalaman 10,23 sampai 16,4 m. Pada kedalaman 16,4 sampai 46,6 m terdapat pasir dengan nilai resistivitas 275 Ωm hingga 550 Ωm.
Studi Daerah Rawan Kebakaran Lahan Gambut Berdasarkan Nilai Keetch Byram Drought Index di Kalimantan Barat Sri Rahayu Ningsih; Yoga Satria Putra; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57844

Abstract

Lahan gambut di Kalimantan Barat mempunyai catatan kebakaran yang cukup luas dan telah menjadi fenomena tahunan yang diakibatkan oleh kondisi iklim/cuaca, karakteristik lahan dan kelalaian manusia. Dalam penelitian ini, persamaan KBDI digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi daerah rawan kebakaran lahan gambut dengan memasukkan variabel suhu udara maksimum, curah hujan harian, dan akumulasi curah hujan tahunan. Berdasarkan perhitungan nilai KBDI di Kalimantan Barat terdapat beberapa tahun dengan nilai KBDI ekstrem, yaitu tahun 1991, 1994, 1997, 2006 dan 2015 yang dominan terjadi di Kabupaten Ketapang. Peta sebaran indeks kekeringan pada lahan gambut di Kalimantan Barat periode tahun 1986-2016 menunjukkan nilai maksimum KBDI berada di Kabupaten Ketapang pada bulan Agustus ditandai dengan warna kuning kemerahan. Faktor utama pemicu kebakaran hutan dan lahan adalah akibat ulah masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar. Serta munculnya fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang memicu kemarau panjang di Indonesia, sehingga nilai indeks kekeringan KBDI di Kalimantan Barat juga meningkat. Kata Kunci : Kekeringan, KBDI, Kebakaran Hutan dan Lahan, Gambut
Pendugaan Struktur Geologi Bawah Permukaan Daerah Lembar Amuntai Kalimantan Selatan Berdasarkan Anomali Magnetik Waras Selviani Octavia; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60423

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode magnetik dilakukan di Amuntai Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan. Data yang digunakan berasal dari peta anomali magnet total Lembar Amuntai yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) Bandung. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi variasi harian, koreksi IGRF, reduksi ke ekuator dan kontinuasi ke atas untuk mengetahui pola anomali yang terbentuk di daerah penelitian. Berdasarkan model yang dihasilkan, distribusi nilai anomali magnet total pada lokasi penelitian berada pada rentang -273 nT sampai 763 nT. Model penampang 2D sayatan A-B dan sayatan C-D menunjukkan keberadan patahan pada lokasi penelitian.
Pendugaan Jenis Batuan Bawah Permukaan Lembar Banjarmasin Kalimantan Selatan Berdasarkan Anomali Magnetik Yesi Dwi Jayanti; Yudha Arman; Zulfian Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57850

Abstract

Telah dilakukan pendugaan jenis batuan bawah permukaan berdasarkan anomali magnetik di daerah dengan koordinat geografis 3° 00’ 00” hingga 3° 30’ 0.00” LS dan 115 °00’0.00” hingga 115° 30’ 0.00” BT. Data yang digunakan berasal dari peta anomali magnet total Lembar Banjarmasin yang diterbitkan oleh Pusat Survei Geologi Bandung. Reduksi ke ekuator dan kontinuasi ke atas dilakukan untuk mengetahui sebaran batuan bawah permukaan. Berdasarkan model yang dihasilkan, nilai anomali magnet total di lokasi penelitian berada di kisaran -725 nT sampai 458 nT. Model penampang 2D sayatan A-A’, sayatan B-B’, dan sayatan C-C’ yang dibuat menunjukkan keberadaan kuarsa, kuarsa pasir, batu pasir, lempung, batu gamping, batuan breksi gunung api, lava andesit, batuan beku basa, batuan andesit basalt, mineral diamagnetik, dan batuan ultramafik.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdullah Abdullah Abriyanti, Okta Adi Rahmad Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Alhuda, Ervan Andi Ihwan Apriany, Rina Asifa Asri Asifa Asri Auliansyah, Auliansyah Ayuningsih, Vita Lestari Azrual Azwar Azrul Azwar Bayangkari, Emilia Kristin Bintoro Siswo Nugroho Boni Pahlanop Lapanporo Carita, Hilda Grey Gayu D. Wahyuni Deni Alpito Saputra Dian Rahmawati Dwihastuty, Leny Dwiria Wahyuni dzulfahmi, dzulfahmi Esau Cornelius Fahridhal Fahridhal Febriyadi Romadhan Fitriana, Zuliya Eka Galuh Utamia Dillayati Gustiani, Siska H. Gemma Hakim, Yusuf Umar Al Harmawanda, Salsabila Hartono Hartono Hasanuddin Hasanuddin Hendri Hendri Hidayat Hidayat Hidayat, Erik Saputra Hosea, Jeremi Huaan, Hildegordis Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Indra Sanjaya Purba, Indra Sanjaya Irawan, Muhamad Fajar Irfana Diah Faryuni Isbiantoro, Ryan Isharianto, Isharianto Jakarius, Jakarius Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Juwaini Juwaini Kanyawan, Oktavia Erviana Karno - Karno Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Maghfianti, Azzahara Marwan, Ade Zahara Marzuki, M. Fathin Shafly Mazlan, Muhamad Fakarudin Bin Mega Nurhanisa Mega Sari Juane Sofiana Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sajidin Muhammad Yusuf Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Multazam, Multazam Muqsit J.A, Ibrahim Nurhasanah Nurhasanah Nursalam, Lodri Khairul Oktavia, Dwi Intan Okto Ivansyah Pangestu, Yogi Prabowo Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Pranata, Dedy Pratomo, Rizky Dwi Purnama, Freddy Surya Purry, Allishya Purwaningrum, Ratna Putra, Novfreezal Iskandar Putra, Nurdin Satria Radhitya Perdhana Rahayu Rahayu Rahma, Aulia Rasyidin, Muhammad Amrul Rifatul Auzan Risko, Risko Riza Adriat Rolita, Devia Rudianto, Arif Rusmayanti, Rusmayanti Rusmini, Hetti Safira, Cut Siska Santi, Maria Aventri Satria Putra, Yoga Septiansyah, Muhammad Riyan Sri Rahayu Ningsih Sunardi Sunardi Suryani Suryani Susanto, Yuris Suwiryo, Karto Tegar Dharmawan Triningsih, Endang Triyono Triyono Tusy Triwahyuni Utami, Pratita Budi Vietsaman, Dionisius Endy Vikki Vikki Waras Selviani Octavia Widyastuti, Anggi Wildan, Raina Yesi Dwi Jayanti Yoga Satria Putra Yudha Arman Yuliana Nurmala Dewi Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Umar Al Hakim Zibar, Zan