Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Pada Lembar Kota Agung Menggunakan Data Global Gravity Model Plus (GGMplus) Putra, Nurdin Satria; Arman, Yudha; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49545

Abstract

Tersedianya informasi gravitasi di daerah Lembar Kota Agung pada kawasan yang memiliki potensi panas bumi memberikan peluang dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan. Memanfaatkan data anomali percepatan gravitasi yang diperoleh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik sejauh 220 m. Hasil penafsiran data gravitasi berupa Anoamli Bougeur Lengkap (ABL) pada  daerah Lembar Kota Agung menunjukkan bahwa nilai anomali daerah ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kelompok dengan nilai rendah dan nilai tinggi, yang masing-masing menggambarkan daerah busur vulkanik dan daerah lembah. Model gravitasi berbasis perhitungan dengan pemilihan nilai rapat massa dan geologi bawah permukaan menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan di kawasan potensi panas bumi daerah Lembar Kota Agung berupa batuan pasir, batuan lempung, batuan andesit, batuan granit, dan untuk batuan breksi tersusun atas mineral penyusun berupa kuarsa dengan nilai densitas berkisar antara  2,314 g/cm3 hingga 2,782 g/cm3.Kata Kunci : Anomali Bougeur, GGMplus, Potensi Panas BumiTersedianya informasi gravitasi di daerah Lembar Kota Agung pada kawasan yang memiliki potensi panas bumi memberikan peluang dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan. Memanfaatkan data anomali percepatan gravitasi yang diperoleh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik sejauh 220 m. Hasil penafsiran data gravitasi berupa Anoamli Bougeur Lengkap (ABL) pada  daerah Lembar Kota Agung menunjukkan bahwa nilai anomali daerah ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kelompok dengan nilai rendah dan nilai tinggi, yang masing-masing menggambarkan daerah busur vulkanik dan daerah lembah. Model gravitasi berbasis perhitungan dengan pemilihan nilai rapat massa dan geologi bawah permukaan menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan di kawasan potensi panas bumi daerah Lembar Kota Agung berupa batuan pasir, batuan lempung, batuan andesit, batuan granit, dan untuk batuan breksi tersusun atas mineral penyusun berupa kuarsa dengan nilai densitas berkisar antara  2,314 g/cm3 hingga 2,782 g/cm3.Kata Kunci : Anomali Bougeur, GGMplus, Potensi Panas Bumi
Pengaruh Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan menggunakan Data Landsat 8 (Study Kasus: Kota Pontianak, Kalimantan Barat) Fitriana, Zuliya Eka; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49489

Abstract

Pesatnya pertambahan penduduk dan perkembangan infrastruktur di Kota pontianak telah menimbulkan perubahan kerapatan vegetasi. Perubahan kerapatan vegetasi (NDVI) dapat berpengaru terhadap distribusi suhu permukaan (LST). Hal tersebut akan mempengaruhi perubahan iklim dan cuaca. Suhu permukaan merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya energi panas di permukaan bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerapatan vegetasi terhadap perubahan distribusi suhu permukaan di Kota Pontianak melalui data satelit Landsat 8 tahun 2013 – 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Pontianak telah terjadi perubahan distribusi suhu permukaan yang terletak di daerah panas yaitu daerah urban dan daerah non-urban. Daerah tersebut dicirikan menurunnya nilai kerapatan vegetasi dan meningkatnya nilai suhu permukaan. Nilai rata-rata suhu permukaan tertinggi tahun 2013 – 2019 sebesar 30,8°C yang termasuk kedalam kategori panas. Kecenderungan naik ini diduga sebagai akibat adanya perubahan lahan bervegetasi menjadi daerah yang lebih terbuka seperti lahan kosong dan daerah terbangun.Kata Kunci : Suhu Permukaan, LST, Kerapatan Vegetasi, NDVI, Landsat 8.
Analisis Tingkat Kebisingan pada Area Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Rusmayanti, Rusmayanti; Nurhasanah, Nurhasanah; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51180

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan di Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat kebisingan dan waktu terjadi tingkat kebisingan tertinggi di Pasar Lama Kabupaten Ketapang. Metode pengukuran yang digunakan mengacu pada nilai ambang batas (NAB) kebisingan menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996. Alat yang digunakan untuk pengukuran tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Dari hasil penelitian ini, diperoleh tingkat kebisingan dilakukan di Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada hari libur dan hari kerja, kebisingan yang paling tinggi berada pada titik C (Pasar Melati), pada pukul 10.00 WIB yaitu sebesar 79,7 dB dan paling rendah berada pada titik A (Masjid Babul Khair), pada pukul 04.00 WIB yaitu sebesar 38,3 dB dan nilai tingkat kebisingan siang malam (LSM) berkisar 58,65 – 72,40 dB. Pasar Lama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat memiliki beberapa nilai tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas.Kata kunci: Kebisingan, Nilai ambang batas (NAB), Nilai LSM.
Studi Sifat Fisika Pada Tanah Gambut di TPA Batu Layang Berdasarkan Tingkat Kematangan Tanah Gambut Jakarius, Jakarius; Muliadi, Muliadi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49494

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai sifat fisika tanah gambut di daerah sekitar TPA Batu Layang Pontianak, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah gambut berjumlah 10 sampel dilihat berdasarkan warnanya yaitu tanah gambut jenis hemik dan fibrik dengan pengeboran hingga kedalaman 5 m. Parameter yang diuji di laboratorium terdiri dari: bobot isi, porositas, permeabilitas dan konduktivitas. Hasil uji laboratorium menunjukan tanah gambut di TP1 dan TP3 jenis hemik memiliki bobot isi sebesar 0,21 g/cm3, 0,21 g/cm3, dengan porositas sebesar 86,27 %, 87,74 %, serta permeabilitas sebesar 2.97×10-5m/s, 6.01×10-5m/s dan konduktivitas sebesar 0.062 s/m, 0.156 s/m. Tanah gambut di TP1, TP2, dan TP3 memiliki sifat fisika jenis fibrik dengan bobot isi sebesar 0,16 g/cm3, 0,31 g/cm3, 0,18 g/cm3, serta porositas sebesar 92,92 %, 83,43%, 91,85, permeabilitas sebesar 7.05×10-5 m/s, 3.43×10-5 m/s, 8.31×10-5 m/s dan konduktivitas sebesar 0.025 s/m, 0.050 s/m, 0.200 s/m.Kata kunci: Jenis Tanah Gambut, Sifat Fisika Tanah.
Aplikasi Metode Geolistrik 3D untuk Mengetahui Struktur Bawah Permukaan (Studi Kasus : Lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat) Isbiantoro, Ryan; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49463

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi metode geolistrik 3D yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Sclumberger. Pengukuran dilakukan secara 2D dan 3D dengan 2 lintasan yang saling berpotongan. Panjang lintasan pengukuran 2D adalah 235 m dengan spasi antar elektroda 5 m. Pengukuran secara 2D bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dengan target kedalaman yang besar. Pengukuran 3D dilakukan pada grid berukuran 12 × 8 yang menempati lahan seluas 1.925 m2. Hasil dari penelitian secara 3D menunjukkan struktur lapisan bawah permukaan terdiri dari gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah dengan nilai tahanan jenis dari 2,2 Ωm hingga 96,2 Ωm dan berada hingga kedalaman 15,9 m. Lebih lanjut, pada model 2D terdapat lapisan gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah, lanau, tanah liat berpasir, dan pasir yang memiliki nilai tahanan jenis dari 14,5 Ωm hingga 181 Ωm terdapat pada kedalaman 1,25 m hingga 45,6 m.Kata kunci:   Geolistrik 3D, Tahanan Jenis, Wenner-Sclumberger, Struktur Bawah Permukaan
Pendugaan Lapisan Akuifer Di Desa Peruntan Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau Berdasarkan Nilai Tahanan Jenis Putra, Novfreezal Iskandar; Zulfian, Zulfian; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51535

Abstract

Pendugaan lapisan akuifer di desa Peruntan kecamatan Jangkang kabupaten Sanggau telah berhasil dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik tahanan jenis. Lintasan penelitian dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang tiap lintasan sebesar 240 m. Pengambilan data pada tiap lintasan menggunakan konfigurasi konfigurasi Wenner- Schlumberger dan Dipole- dipole dengan spasi elektroda terkecil sebesar 5 m. Hasil model penapang resistivitas kedua konfigurasi menunjukan ada perbedaan lokasi dan kedalaman lapisan akuifer. Kedua konfigurasi pada kedua lintasan diduga memiliki kecocokan kedalaman lapisan akuifer berada pada kedalaman 8 m s.d. 30 m. Lapisan akuifer ini diduga berada pada lapisan pasir dan serpih dengan rentang nilai tahanan jenis sebesar 4.2 Ωm hingga 50,6 Ωm.Kata kunci: Lapisan akuifer, tahanan jenis, Wenner- Schlumberger, Dipole- dipole
Identifikasi Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap Santi, Maria Aventri; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49482

Abstract

Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang merupakan daerah yang rawan akan terjadinya tanah longsor. Desa Betenung merupakan daerah perbukitan. Letak bidang gelincir diidentifikasikan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir di daerah rawan longsor di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap dengan menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan dengan lima lintasan. Empat lintasan memiliki panjang lintasan adalah 141 meter, satu lintasan memiliki panjang lintasan adalah 93 meter. Jarak antar elektroda adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari lima lintasan menunjukan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa lempung pasiran dengan nilai resistivitas antara 50 Ωm sampai 1179.5 Ωm. Bidang gelincir di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 3 – 7 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe rayapan.Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, resitivitas, Wenner - Schlumberger
Model 3D Sebaran Lindi pada Lapisan Tanah di Area TPA Batulayang Pontianak Berdasarkan Nilai Resistivitas Muhardi Muhardi; Muliadi Muliadi; Zulfian Zulfian
Jurnal Fisika FLUX Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.357 KB) | DOI: 10.20527/flux.v17i2.7713

Abstract

The Final Disposal Site (TPA) of Batulayang Pontianak, West Kalimantan, uses an open dumping system so that it produces waste water (leachate). Its area on peatlands creates problems, especially in the distribution of leachate. The purpose of this study was to create a 3D model of leachate distribution in the soil layer in the TPA area of Pontianak Batulayang, West Kalimantan, based on the distribution of resistivity values. This study using the geoelectric resistivity method by the Wenner-Schlumberger configuration. The tracks that have been used are six, having a length of 117 m each. The results showed that the soil layer contaminated by leachate spreads from a depth of 5 m to 23.6 m. This layer is interpreted as sandy clay and sand, having a resistivity value of 0.152 Ωm to 13 Ωm. The results also showed that leachate comes from the West, North, and South directions, which spread to all study areas.
Edukasi Sebaran Lindi bagi Masyarakat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya Muhardi Muhardi; Yoga Satria Putra; Muliadi Muliadi; Riza Adriat; Radhitya Perdhana; Zulfian Zulfian
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4988

Abstract

TPA Rasau Jaya yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya dapat menimbulkan permasalahan sebaran lindi bagi masyarakat sekitar. Jurusan Fisika, FMIPA Untan bermitra dengan Pemerintah Desa Kuala Dua telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di sekitar TPA masih belum mengetahui sebaran lindi. Kegiatan ini ada 2 tujuan, yaitu mempublikasikan hasil penelitian sebaran lindi yang telah diidentifikasi menggunakan metode potensial diri (self-potential) dan mengedukasi masyarakat tentang sebaran lindi khususnya di sekitar TPA. Kegiatan edukasi dilakukan secara hybrid pada tanggal 9 Oktober 2021. Edukasi bagi masyarakat di sekitar TPA dilakukan secara luring, sedangkan bagi masyarakat umum dilakukan secara daring. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan kuisioner, lebih dari 89% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah mengetahui masalah dan dampak sebaran lindi, lebih dari 93% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah menyadari pentingnya menyikapi sebaran lindi, dan lebih dari 87% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah berubah sikap dalam merespon sebaran lindi. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, serta mendorong perubahan sikap masyarakat dalam mengatasi masalah sebaran lindi di sekitar TPA Rasau Jaya.  Rasau Jaya Landfill in Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency, can cause leachate distribution problems for the surrounding community. The Department of Physics, FMIPA Untan, in partnership with the Kuala Dua Village Government, has carried out community service to solve these problems. This is because most communities around the landfill still do not know leachate distribution. The activity has two aims, to publish the research results on the leachate distribution identified using the self-potential method and to educate the public about the leachate distribution, especially around the landfill. Educational activities had carried out in a hybrid method on October 9, 2021. Education to the community around the landfill is carried out offline, while it is carried out online to the public. The evaluation results were undertaken using questionnaires. More than 89% of participants said strongly agree/agree that they have known the problem and the impact of leachate distribution. More than 93% of participants said strongly agree/agree that they have realized the importance of responding to the leachate distribution. More than 87% of participants said strongly agree/agree that their attitude has changed in responding to the leachate distribution. The evaluation results show that educational activities are considered capable of increasing knowledge and awareness and encouraging changes in community attitudes in solving the problem of leachate distribution around the landfill.  
APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) Zulfian Zulfian
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 1: April 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.1.55-62

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut merupakan jenis tanah yang tergolong memiliki daya dukung tanah yang lemah. Pendugaan ketebalan tanah gambut telah dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik resistivitas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini yaitu konfiguruasi Wenner dengan spasi elektroda terkecil sebesar 3 m. Dalam pendugaan lapisan tanah gambut, lintasan survei geolistrik resistivitas dibuat berjumlah 2 buah lintasan dengan panjang tiap lintasan 72 m dan berjarak 15 m. Data lapangan selanjutnya diolah dan dilakukan inversi sehingga diperoleh penampang resisitivtas 2D lokasi penelitian. Dari penampang resisitivitas 2D, pada lokasi penelitian diduga memiliki rata-rata ketebalan gambut 3 m s.d. 4 m dengan nilai resisitivitas 55,3 ?m s.d. 369 ?m. Setelah lapisan gambut, mulai dari kedalaman 3 m s.d. 10 m diduga lapisan tanah lempung. Informasi ketebalan lapisan tanah gambut dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan khusunya daerah pemukiman dalam  proses pembangunan rumah maupun gedung di Kota Pontianak. Kata  kunci— geolistrik, resisitivitas, tanah gambut ABSTRACT Peat soil is a type of soil that has a weak soil bearing capacity. The estimation of the thickness of the peat soil can be done by applying the geoelectric resistivity method. The configuration  used  in this method is the Wenner configuration with the smallest electrode spacing of 3 m. In estimating the peat soil layer, the resistivity geoelectrical survey trajectory is made of 2 tracks with a length of each  trajectory of 72 m and  a distance of 15 m. The field data is then processed and inverted to obtain a 2D resistivity cross-section of the research location. From the 2D resistivity cross section, the research location is thought to have an average peat thickness of 3 m to 4 m with a resistivity value of 55.3 ?m to 369 ?m. After the peat layer, starting from a depth of 3 m to 10 m, it is assumed to be a layer of clay. Information on the thickness of the peat soil layer can be used for development planning, especially residential areas in the process of building houses and buildings in Pontianak City. Keywords—geoelectric, resistivity, peat soil
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdullah Abdullah Abriyanti, Okta Adi Rahmad Adityo Raynaldo Agung, Medha Pradipta Alhuda, Ervan Andi Ihwan Apriany, Rina Asifa Asri Asifa Asri Auliansyah, Auliansyah Ayuningsih, Vita Lestari Azrual Azwar Azrul Azwar Bayangkari, Emilia Kristin Bintoro Siswo Nugroho Boni Pahlanop Lapanporo Carita, Hilda Grey Gayu D. Wahyuni Deni Alpito Saputra Dian Rahmawati Dwihastuty, Leny Dwiria Wahyuni dzulfahmi, dzulfahmi Esau Cornelius Fahridhal Fahridhal Febriyadi Romadhan Fitriana, Zuliya Eka Galuh Utamia Dillayati Gustiani, Siska H. Gemma Hakim, Yusuf Umar Al Harmawanda, Salsabila Hartono Hartono Hasanuddin Hasanuddin Hendri Hendri Hidayat Hidayat Hidayat, Erik Saputra Hosea, Jeremi Huaan, Hildegordis Ilyas, Nail Radhy Indah Yuliastuti, Indah Indra Sanjaya Purba, Indra Sanjaya Irawan, Muhamad Fajar Irfana Diah Faryuni Isbiantoro, Ryan Isharianto, Isharianto Jakarius, Jakarius Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Juwaini Juwaini Kanyawan, Oktavia Erviana Karno - Karno Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Maghfianti, Azzahara Marwan, Ade Zahara Marzuki, M. Fathin Shafly Mazlan, Muhamad Fakarudin Bin Mega Nurhanisa Mega Sari Juane Sofiana Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sajidin Muhammad Yusuf Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Multazam, Multazam Muqsit J.A, Ibrahim Nurhasanah Nurhasanah Nursalam, Lodri Khairul Oktavia, Dwi Intan Okto Ivansyah Pangestu, Yogi Prabowo Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Pranata, Dedy Pratomo, Rizky Dwi Purnama, Freddy Surya Purry, Allishya Purwaningrum, Ratna Putra, Novfreezal Iskandar Putra, Nurdin Satria Radhitya Perdhana Rahayu Rahayu Rahma, Aulia Rasyidin, Muhammad Amrul Rifatul Auzan Risko, Risko Riza Adriat Rolita, Devia Rudianto, Arif Rusmayanti, Rusmayanti Rusmini, Hetti Safira, Cut Siska Santi, Maria Aventri Satria Putra, Yoga Septiansyah, Muhammad Riyan Sri Rahayu Ningsih Sunardi Sunardi Suryani Suryani Susanto, Yuris Suwiryo, Karto Tegar Dharmawan Triningsih, Endang Triyono Triyono Tusy Triwahyuni Utami, Pratita Budi Vietsaman, Dionisius Endy Vikki Vikki Waras Selviani Octavia Widyastuti, Anggi Wildan, Raina Yesi Dwi Jayanti Yoga Satria Putra Yudha Arman Yuliana Nurmala Dewi Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Umar Al Hakim Zibar, Zan