Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN ENGLISH PUBLIC SPEAKING BAGI SISWA SMA ISLAM PLUS NURUL KAROMAH BUDDAGAN PAMEKASAN Zuhri, Muahammad Darrin; Harsono, Harsono; Tafrilyanto, Chairul Fajar; Lanya, Harfin
NGABDIMAS UNIRA Vol 2, No 1 (2022): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.487 KB) | DOI: 10.53712/ngu.v2i1.1521

Abstract

Menjadi Public speaker profesional sesuatu yang tidak mudah. Butuh proses dan latihan secara terus menerus. Pelatihan ini bertujuan agar siswa SMA Islam Plus Nurul Karomah Pamekasan mampu berbicara di depan umum, baik di dalam acara formal maupun non formal. Banyak siswa yang mampu berbicara di depan umum tetapi belum sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Siswa SMA Islam Plus Nurul Karomah pamekasan diberi pelatihan beberapa pertemuan dengan materi yang sesuai dengan kebutuhan Public Speaking di ranah sekolah. Kegiatan pengabdian ini melatih siswa SMA Islam Plus Nurul Karomah mampu menjadi Public Speaker yang baik dan profesional sehingga mereka dapat ikut berperan serta di setiap acara yang diadakan oleh Sekolah dan juga mampu menjadi keahlian individu yang berguna di lingkungan Masyarakatnya. Kegiatan pengabdian diawali dengan pemberian materi mengenai konsep Public Speaking dan macam-macam profesi dengan keterampilan Public Speaking. Selanjutnya siswa secara bergantian praktik menjadi pembawa acara, moderator, pemberi sambutan, dan pidato. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan keterampilan public speaking siswa. Semua siswa mampu praktik public speaking saat pelatihan. Sebanyak 15 siswa tampil menjadi pembawa acara dengan menggunakan Bahasa Inggris pada acara sekolah dan mampu menjalankan tugas dengan baik.
Pelatihan Pengembangan E-LKS Matematika Bagi Calon Guru Suwanti, Vivi; Suastika, I Ketut; Lanya, Harfin; Farida, Nur; Murniasih, Tatik Retno; Yuwono, Timbul; Rahaju, Rahaju
NGABDIMAS UNIRA Vol 2, No 2 (2022): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.013 KB) | DOI: 10.53712/ngu.v2i2.1661

Abstract

Salah satu media pembelajaran yang wajib dikembangkan oleh calon guru selama praktik mengajar adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada calon guru magang di sekolah, diketahui bahwa LKS yang dikembangkan masih kurang inovatif dan belum menggunakan teknologi online. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan pengembangan e-LKS calon guru melalui pelatihan. Tahap-tahap pelatihan yang digunakan antara lain: 1) pelatihan penyusunan LKS sesuai dengan kaidah pembelajaran inovatif, dan 2) pelatihan integrasi LKS menjadi e-LKS. Masing-masing pelatihan terdiri dari 2 sesi yaitu sesi materi dan sesi praktik. Dari kedua sesi dilakukan evaluasi pengetahuan dan keterampilan untuk melihat peningkatan yang terjadi. Berdasarkan hasil pelaksanaan diperoleh: 1) kegiatan pemberian materi pada pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan calon guru mengenai LKS cetak dan e-LKS. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi pengetahuan secara online yang mencapai rata-rata 87,5, 2) Keterampilan calon guru dalam mengembangkan e-LKS juga meningkat dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari bentuk e-LKS calon guru yang melibatkan masalah sehari-hari, metode penemuan, gambar dengan warna-warna atraktif, serta bentuk koding-koding input bervariasi pada Liveworksheet.
Development of an Ethno-Commognitive Based IEAC Learning Model to Improve TPACK of Prospective Mathematics Teachers Zayyadi, Moh; Supardi, Lili; Linarsih, Yanti; Lanya, Harfin; Mosdalifah, Mosdalifah; Saputra, Andi
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of an Ethno-Commognitive Based IEAC Learning Model to Improve TPACK of Prospective Mathematics Teachers. Objectives: Ethno-commognitive based IEAC learning model to improve the TPACK abilities of prospective mathematics teacher students. Methods: This type of research is development research. The development carried out in this research is a learning model consisting of a lesson plan, student worksheets, and ethno-commocognitive-based tests to improve the TPACK abilities of prospective teacher students in supporting independent learning. The development procedure used is the ADDIE model. Data analysis in this research is as follows: validation analysis, practicality analysis, and effectiveness analysis. Findings: Development of an ethno-commognitive based IEAC learning model to increase the TPACK of prospective mathematics teacher students to meet the criteria of valid, practical, and effective. Conclusion: Development of an ethno-commognitive based IEAC learning model to improve the TPACK abilities of prospective mathematics teacher students on number pattern material that meets the criteria of valid, practical and effective. Keywords: IEAC learning model, ethno-commognitive, TPACK.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v13.i3.202324
PEMBERDAYAAN SEKOLAH INKLUSI MELALUI E-MODUL BERJENJANG SEBAGAI PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMENUHAN LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF Zayyadi, Moh; Lanya, Harfin; Anjarani, Devie Reztia; Putra, Fauzan Prasetyo Eka; Mansyur, Muhammad Umar; Isma’el, M; Sholihah, Wildanus
Jurnal Likhitaprajna Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/peduli.v8i2.681

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemberdayaan sekolah inklusi SDN Barkot 5 Pamekasan melalui E-Modul Berjenjang sebagai pengembangan kompetensi guru dalam pemenuhan layanan pendidikan inklusif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN Barkot 5 Pamekasan dengan sasaran pengembangan kompetensi guru. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan identifikasi dan asesmen awal, profil belajar siswa, perencanaan rancangan pembelajaran E-Modul Berjenjang, pelatihan dan pedampingan, penilaian dan evaluasi, dan asesmen hasil. Dengan kegiatan pendampingan ini, kegiatan pemberdayaan ini sesuai tujuan yang ingin dicapai yakni layanan pendidikan yang mengikutsertakan siswa berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan siswa lainnya dan sebagai pengembangan kompetensi guru dalam pemenuhan layanan pendidikan inklusif. media E-Modul berjenjang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan teknologi dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. E-Modul Berjenjang bisa diterapkan dan relevan dalam pembelajaran dan peserta sudah memiliki bayangan yang lebih luas tentang e modul serta dapat dipraktikkan dalam proses pembelajaran
Kecerdasan logis matematis siswa yang memiliki kemampuan komunikasi matematis tinggi pada sistem persamaan linier tiga variabel Lanya, Harfin; Zahroh, Halimatus; Zayyadi, Moh; Anjarani, Devie Reztia
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v9i2.21491

Abstract

Mathematical logical intelligence greatly influences students' ability to solve mathematical problems, especially the ability to analyze logically in solving mathematical problems. This logical-mathematical intelligence is also closely related and has a positive impact on students' mathematical communication skills, both oral and written mathematical communication abilities. Based on the age development, MA students should be able to use logical thinking skills well. Through material students are tested and required to understand questions in the form of story questions to be able to solve the problem by first forming a mathematical model and then developing a plan to solve the problem. Thus, students indirectly get a stimulus to hone their reasoning and communication skills well. This study aims to analyze the mathematical logical intelligence of MA students with high mathematical communication skills on System of Linear Equations in Three Variable at MA Al-Islamiyah I Sumber Batu, Blumbungan, Larangan, Pamekasan. This type of research is qualitative descriptive research. The research instruments used were test questions and interview guidelines. The results showed that students who have high mathematical logical intelligence also have good competence for oral and written communication and are able to classify, compare, perform calculations correctly, reason deductively, make conclusions and check back according to the indicators in mathematical logical intelligence.
Teachers Self-regulation in Solving the Problem with Contradiction Information Sri Indriati Hasanah; Hasan Basri; Ukhti Raudhatul jannah; Evha Nazalatus Sa’adiyah Sy; Harfin Lanya
Didaktik Matematika Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v9i1.25203

Abstract

The teacher's self-regulation in solving problems with contradictory information needs to be investigated because this certainly has an impact on students' self-regulation abilities. However, research related to this is still limited. Problem with Contradiction Information (PWCI) is appropriate to view self-regulation. This research is a case study which involved teachers in East Java, Indonesia and already have an educator certificate. There are 24 teachers as participants of this research, 14 females and 10 males. The objectives of this study describe how the teacher's response when completing PWCI and how the teacher's self-regulation when solving PWCI. Data were collected through tests and interviews. The results show that (1) There are two types of teacher responses in completing PWCI, the first type is the teacher who answers the questions directly without checking the provided information, the second type is the teacher who is thorough and cross-checks before working on the questions, (2) The emergence of self-assessment teacher regulation when completing PWCI is divided into four, namely, teacher self-regulation appears at the stage of understanding, implementing, re-checking and does not appear when completing PWCI. Most of the teachers are not aware of the contradictions in the questions given.
Students' Mathematical Literacy on The Performance of PISA Questions: What Is Gender Correlation? Harfin Lanya; Moh Zayyadi; Sitti Karimah Sulfiah; Abdul Roziq
Didaktik Matematika Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v8i2.20570

Abstract

Descriptive research with a qualitative approach method is used because it is accordance with the research objectives, namely to describe students' mathematical literacy towards the performance of the PISA questions in terms of gender. The subjects in this study were two students that 1 male and 1 female in the high math ability of category in grade 9 of junior high schools. Subjects were selected by purposive sampling by giving a mathematical ability test to 25 students to see their mathematical abilities, then also taking into account the mathematics teaching teacher, two students were obtained as research subjects in accordance with the purpose of the study, namely to describe students' mathematical literacy based on gender, especially students with high mathematical abilities.The instrument used was a mathematical ability test and a mathematical literacy test as well as an interview guide as research data. Based on data analysis, there is an influence of gender on students mathematical literacy level. Females mathematical iteracy is better than males mathematical literarcy, so there needs to be efforts to improve learning from both teachers and schools so that there are no longer differences in abilities between male and female, and gender does not affect mathematical literacy.
Mathematical Creative Problem-Solving: Students’ Cognitive Flexibility in Idea Generation and Evaluation Putri, Octavina Rizky Utami; Zukhrufurrohmah, Zukhrufurrohmah; Syaifuddin, Mohammad; Lanya, Harfin
Mathematics Education Journal Vol. 20 No. 1 (2026): Mathematics Education Journal
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/mej.v20i1.pp145-164

Abstract

Learning experiences that rely on procedural memorization are insufficient to support students’ cognitive development in solving non-routine mathematical problems, as such contexts require cognitive flexibility to generate, evaluate, and adapt multiple solution strategies. This study aims to explore students’ cognitive flexibility activities in the phases of idea generation and idea evaluation through mathematical creative problem-solving. Using a multiple case study design, eight junior high school students from two different school contexts (public and private) participated in individual problem-solving and discussion activities. The research was conducted through three stages, namely: define and design, prepare–collect–analyze, and analyze–conclude. Data collected from written problem-solving tasks, video-recorded sessions, and follow-up discussions. Data were analyzed using NVivo 15 software through data condensation, data display, and cross-case conclusion drawing. The findings show that strategic and representational cognitive flexibility occurred in both idea generation and evaluation, with the latter occurring more frequently. These results highlight the importance of emphasizing idea evaluation in mathematics instruction to enhance students’ adaptive thinking and deepen their understanding when facing non-routine problems.
Pemberdayaan masyarakat Desa Bunder, Kecamatan Pademawu melalui pengolahan bunga Rosella menjadi minuman herbal berkhasiat Riaswati, Destin Rini; Lanya, Harfin
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1064

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bunder dalam mengolah bunga rosella menjadi produk minuman herbal bernilai tambah serta mengevaluasi potensi peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha pengolahan rosella. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif dengan desain deskriptif kualitatif yang melibatkan 30 peserta dari masyarakat lokal. Instrumen yang digunakan meliputi panduan pelatihan, lembar observasi, dan kuesioner evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi selama proses pelatihan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menggambarkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 72% tentang manfaat kesehatan bunga rosella (dari 23% menjadi 95%) dan mampu menghasilkan tiga varian produk minuman herbal yang layak jual. Produk yang dihasilkan berhasil dipasarkan melalui media sosial dengan harga Rp10.000 per kemasan, menghasilkan keuntungan bersih Rp. 1.800.000 dalam bulan pertama dengan potensi pendapatan tambahan Rp. 600.000 per bulan per peserta. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang relatif kecil (30 peserta) sehingga membatasi generalisasi hasil, periode evaluasi yang singkat belum dapat mengukur keberlanjutan usaha jangka panjang, serta belum mengkaji aspek regulasi dan sertifikasi produk. Implikasi – Kegiatan ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dengan potensi penghasilan tambahan mencapai Rp600.000 per bulan per peserta dan membuka peluang pengembangan usaha mikro berbasis produk lokal. Program ini juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini adalah mengembangkan model pelatihan partisipatif yang mengintegrasikan teknik pengolahan produk dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial, serta mengkaji efektivitas pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis produk lokal untuk menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa.