Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN NOMOR 93/PDT.G/2018/PN SDA TENTANG PEMENUHAN UNSUR TERANG DAN TUNAI DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH SECARA ANGSURAN YANG DIBUAT DI HADAPAN NOTARIS: ANALISIS YURIDIS PUTUSAN NOMOR 93/PDT.G/2018/PN SDA TENTANG PEMENUHAN UNSUR TERANG DAN TUNAI DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH SECARA ANGSURAN YANG DIBUAT DI HADAPAN NOTARIS Rachman, Audi Fatchur; Wardhana, Mahendra
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 9 No. 03 (2022): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.41063

Abstract

TINJAUAN YURIDIS LARANGAN BAGI PRODUSEN PRODUK TEMBAKAU DALAM PENCANTUMAN KETERANGAN ATAU TANDA MENYESATKAN ATAU KATA-KATA YANG BERSIFAT PROMOTIF: TINJAUAN YURIDIS LARANGAN BAGI PRODUSEN PRODUK TEMBAKAU DALAM PENCANTUMAN KETERANGAN ATAU TANDA MENYESATKAN ATAU KATA-KATA YANG BERSIFAT PROMOTIF Rasyid, Wildan; wardhana, mahendra
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 5 No. 03 (2018): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.42005

Abstract

Produk tembakau adalah produk yang terbuat dari olahan tanaman tembakau yang bisa dikonsumsi dengan berbagai cara yaitu dibakar, dimakan dan dihirup. Teknologi yang semakin pesat di era digital berperan penting bagi perkembangan produk tembakau salah satunya ialah periklanan. Sebagaimana tercantum pada Pasal 24 Ayat (1) Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan bahwa setiap produsen dilarang untuk mencantumkan keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif. Tetapi berdasarkan Pasal 14 ayat (2) dan ayat (4) Peraturan Menteri Kesehatan No 28 Tahun 2013 Tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan Dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk tembakau yang menyatakan bahwa keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif tidak berlaku bagi produk tembakau yang sudah mendapatkan sertifikat merek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami apakah pengecualian produk tembakau yang sudah mendapatkan sertifikat merek dalam pencantuman keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata yang bersifat promotif dapat dibenarkan menurut peraturan perundang-undangan dan memahami akibat hukum bagi produsen produk tembakau yang sudah mendapatkan sertifikat merek yang mencantumkan tanda apapun yang bersifat menyesatkan atau yang bersifat promotif. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan penelitian perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder,dan bahan hukum tersier. Teknik analisis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik deskriptif dengan bahan -bahan hukum yang telah terkumpul berdasarkan isu hukum yang dibahas.
PEMBERDAYAAN HUKUM BAGI SANTRI PESANTREN AL-FATTAH SEKARAN LAMONGAN TERKAIT LABEL HALAL PADA KOSMETIK Sulistyowati, Eny; Nugroho, Arinto; Wardhana, Mahendra; Masnun, Muh. Ali
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i2.1069

Abstract

Indonesia dengan penduduk mayoritas beragama Islam, berkewajiban melindungi masyarakat muslim, di antaranya melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Konsumen muslim merupakan pangsa pasar yang menjanjikan keuntungan besar bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk. Berdasarkan hal tersebut konsumen harus menjadi konsumen yang cerdas. Untuk menjadi konsumen yang cerdas perlu dilakukan pemberdayaan hukum dengan pemberian pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik khususnya bagi Santri Pondok Al Fattah Sekaran Lamongan.  Metode yang ditawarkan dalam mengatasi persoalan tersebut meliputi (1) sosialisasi, (2) penayangan video, (3) diskusi, (3) simulasi baik di kelas maupun di swalayan. Hasil kegiatan menunjukkan, sesudah mengikuti kegiatan para santri : 1) memiliki pengetahuan hukum terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik; 2) memiliki pemahaman hukum artinya mereka memahami maksud dan tujuan pemerintah mengeluarkan terkait peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik; 3) terkait sikap hukum, para santri menyetujui dikeluarkannya peraturan perundang-undangan terkait label halal pada kosmetik. Tetapi dari aspek perilaku hukum, tim kurang berhasil membentuk perilaku hukum para santri untuk menaati peraturan perundang-undangan terkait. Mayoritas para santri masih memilih dan/atau membeli kosmetik yang tidak mencantumkan label halal
Pengaruh Generasi Milenial Terhadap Experience Pengunjung pada Smart Banking Lounge: The Influence of the Millennial Generation on Visitor Experience in Smart Banking Lounge. Radityotomo, Revaya; Astuti, Susy Budi; Wardhana, Mahendra
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 1 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i1.11764

Abstract

Millennial generation, as technology-savvy users, possesses unique consumer preferences, openness to innovation, and demands for a comfortable and efficient user experience. Despite the advancements in digital banking technology, an increasing number of customers are reluctant to visit physical banks, resulting in a decline in visitor numbers. Therefore, this research aims to provide an understanding of the dynamics of the relationship between the millennial generation and visitor experiences in Smart Banking Lounges. The research methodology applied is a comparative descriptive method with an Omni-channel approach, where all channels are integrated to deliver the best experience to visitors. Data is obtained through literature studies on banking in Indonesia, digital banking, requirements for digital banking media in physical banks, banking activities, and the millennial generation. In the discussion, the research identifies the influence of the millennial generation on Smart Banking Lounges, including high technology skills, preferences for efficiency and speed, as well as the desire for personalized experiences and social engagement. This research provides valuable insights for the banking industry in designing and enhancing Smart Banking Lounges to be more responsive to the preferences and expectations of the millennial generation, thereby improving competitiveness and overall banking service quality.
Klinik Mata Sebagai Healing Environment: Tinjauan Literatur Integratif Kenyamanan Emosional Pasien Pasca Lasik Kumara Rafi Isandhia; Prasetyo Wahyudie; Mahendra Wardhana; Firman Hawari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i5.11075

Abstract

Artikel ini bertujuan menyusun kerangka konseptual untuk menjelaskan bagaimana desain interior klinik mata memengaruhi kenyamanan emosional pasien pasca LASIK. Kajian ini berangkat dari keterbatasan penelitian Healing Environment yang umumnya berfokus pada indikator fisik atau hasil klinis tanpa menjelaskan proses emosional yang mendasari pengalaman pasien, khususnya pada konteks klinik mata dengan sensitivitas visual tinggi. Pendekatan integrative literature review digunakan melalui sintesis konseptual literatur desain interior fasilitas kesehatan dan psikologi lingkungan. Kerangka Environment–Occupant–Health diintegrasikan dengan pemahaman Therapeutic Environment dan dimensi pleasure–arousal–dominance untuk membangun model mediasi emosional. Intergrasi konseptual yang dihasilkan menunjukkan pengaruh elemen interior terhadap kenyamanan emosional pasien dijembatani oleh respons emosional yang terbentuk melalui konfigurasi dimensi emosi pleasure, arousal, dan dominance. Melalui proses integrasi teori ke dalam Environment–Occupant–Health, artikel ini merumuskan alur konseptual yang menempatkan desain interior sebagai stimulus terstruktur, therapeutic environment sebagai lensa konseptual yang memperjelas mekanisme kerja stimulus lingkungan, dan dimensi pleasure–arousal–dominance sebagai penguku respons afektif yang menentukan kenyamanan emosional pasien. Enam proposisi teoretis dirumuskan sebagai panduan penelitian empiris lanjutan, khususnya pada konteks klinik mata dengan karakteristik sensitivitas visual dan emosional yang khas.
The Role of Lighting Quality on the Risk of Visual Fatigue in Tahfidz Learning in Islamic Schools: A Literature Review Diana Novitasari; Mahendra Wardhana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64428

Abstract

Classroom lighting plays a crucial role in supporting students' visual health. Inadequate lighting conditions may increase ocular accommodation load and trigger visual fatigue, particularly in Tahfidz learning activities that require sustained visual concentration over extended periods. Poor visual environments can negatively affect learning comfort, academic performance, and eye health. This study employs an integrative literature review approach by analyzing 20 open-access empirical and review articles related to classroom lighting quality and visual fatigue risk. The findings indicate that low illuminance, uneven light distribution, glare exposure, and suboptimal lighting quality are consistently associated with increased visual discomfort. In the context of Tahfidz learning, the risk is amplified due to intensive reading of Qur'anic text, which requires higher visual precision, recognition of small text, and prolonged near-vision tasks. The evidence suggests that classroom lighting is a key determinant of students' visual health. Lighting interventions, including glare control, window management, appropriate lighting selection, and regular illuminance evaluation, are essential to prevent visual fatigue in Tahfidz classrooms. This study highlights that lighting should be considered not only as a design factor but also as an environmental health concern.
Kajian Literatur: Atensi Individu terhadap Elemen Interior Mellani Vionita; Mahendra Wardhana; Susy Budi Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64550

Abstract

Desain interior memegang peranan penting bagi individu di dalamnya, baik dalam membentuk pengalaman maupun respon kognitif individu tersebut di dalam sebuah ruang. Proses kognitif individu terhadap elemen interior di dalam ruangan diawali dengan proses atensi, dimana elemen interior yang dapat diraba indera individu merupakan stimulus bagi proses atensi tersebut. Proses atensi ini menjadi proses awal dalam menentukan respon individu selanjutnya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan antara elemen interior dengan atensi individu dan faktor apa saja dari elemen interior yang mempengaruhi atensi tersbut. Pendekatan metode yang diterapkan merupakan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review), dimana dengan mengkaji penelitian-penelitian terdahulu dan menarik kesimpulan secara objektif dan transparan. Penelitian mengenai atensi individu dimulai dengan penggunaan metode penelitian kuantitatif atau campuran dengan teknik pengambilan data eye-tracking test untuk mengidentifikasikan area mana yang mendapatkan atensi individu. Selain itu, pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara dapat memperdalam maksud responden dalam penelitian atensi terhadap elemen interior. Hasil sintetis penelitian menunjukkan bahwa elemen interior berperan dalam penentuan atensi individu secara signifikan. Contohnya, elemen dinding yang selevel penglihatan, penggunaan material yang dipakai, hingga dekorasi dan tanaman. Selain itu, ada keterkaitan dengan elemen desain di dalam elemen interior tersebut yang mempengaruhi atensi individu. Mulai dari penggunaan warna, bentuk, garis, form, ruangan, hingga cahaya, dapat mempengaruhi arah atensi individu di dalamnya. Kajian ini diharapkan memberikan informasi kepada khalayak umum, desainer, praktisi, dan dalam dunia penelitian mengenai faktor elemen desain interior apa saja yang mempengaruhi atensi individu dan bagaimana pengalaman individu di dalamnya.
A Bibliometric Analysis of Current Trend on Research for Design and Furniture Indusry in The Perspective of Business Strategy Alidha Nurhalima; Mahendra Wardhana; Berto Mulia Wibawa
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 4 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i4.49968

Abstract

This study aims to explore current trends and emerging patterns in the design and furniture industry, focusing on business strategy. Specifically, it seeks to analyze aspects such as sustainability, innovation, and consumer-centric strategies, highlighting how these factors influence industry resilience and adaptability. A comprehensive bibliometric analysis is conducted using the Biblioshiny program on Rstudio. This method provides insights into the evolving landscape of the design and furniture industry through an examination of relevant literature and research patterns. The analysis reveals a strong emphasis on sustainability, innovation, and consumer-oriented strategies within the design and furniture industry. Key strategies include adapting interior designs, implementing green marketing practices, and utilizing digital technologies. These approaches enable the industry to address changing market demands. However, integrating business strategies also poses challenges such as resource limitations and sustainability issues. This study contributes to the theoretical understanding of business strategy in the design and furniture industry by identifying critical research trends and gaps. It highlights the importance of sustainability and consumer-centered approaches, providing a foundation for future research on the impact of these strategies on industry practices. Findings suggest practical implications for industry stakeholders, including the need for sustainable practices, consumer-centric strategies, and technological adoption. Policymakers and practitioners can use this knowledge to foster industry resilience and support sustainable growth in the design and furniture sector. The study is limited to a bibliometric analysis, which provides an overview of existing literature without empirical validation. 
KRITERIA ELEMEN INTERIOR FASILITAS OLAHRAGA PADEL DALAM MENDUKUNG INTERAKSI SOSIAL PENGGUNA Jasmine Adhania Putri Putri; Mahendra Wardhana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4516

Abstract

Abstract: The rapid growth of padel sports facilities has encouraged these spaces to function not only as venues for physical activity but also as potential settings for social interaction. This condition presents new challenges in providing sports facilities that are capable of supporting social interaction among users. Physical qualities, particularly interior elements, play an important role in shaping spatial experience and encouraging social interaction. This study aims to identify the criteria of interior elements in padel facilities that support social interaction based on users’ perceptions. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through an open-ended questionnaire distributed online to active users of padel facilities in urban areas, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that users’ perceptions of social interaction are influenced by five main categories of interior elements: spatial layout and circulation, furniture and seating areas, lighting and color, materials and textures, and spatial comfort. Open spatial layouts, warm lighting and color schemes, safe and natural materials, adequate furniture and seating areas, as well as overall spatial comfort are perceived as important interior element criteria in supporting social interaction and user comfort. The findings of this study are expected to provide conceptual references and interior design strategies for sports facilities such as padel, enabling them to function optimally in supporting users’ social interaction. Keyword: Interior design; padel sports facilities; social interaction Abstrak: Perkembangan fasilitas olahraga padel yang semakin meningkat mendorong fasilitas padel tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas fisik tetapi juga memiliki potensi sebagai ruang interaksi sosial. Kondisi ini menciptakan tantangan baru dalam menyediakan fasilitas olahraga yang mampu mendukung terjadinya interaksi sosial. Kualitas fisik seperti elemen interior berperan penting dalam membentuk pengalaman ruang dan mendorong terjadinya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria elemen interior fasilitas padel yang mendukung interaksi sosial berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka (open-ended question) yang disebarkan secara daring kepada responden pengguna aktif fasilitas padel di kawasan perkotaan yang dipilih melalui purposive sampling. Pendekatan model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna terhadap interaksi sosial dipengaruhi oleh lima kategori elemen interior utama, yaitu tata ruang dan sirkulasi, furnitur dan area duduk, pencahayaan dan warna, material dan tekstur, serta kenyamanan ruang. Tata ruang yang terbuka, pencahayaan dan warna yang hangat, material yang aman dan alami, furnitur dan area duduk yang memadai, serta kenyamanan ruang menjadi kriteria elemen interior yang penting dalam mendukung interaksi sosial dan kenyamanan menurut persepsi pengguna. Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan acuan konseptual serta strategi desain interior pada fasilitas olahraga seperti padel sehingga dapat berfungsi dan mendukung interaksi sosial pengguna secara optimal. Kata Kunci: Elemen interior; fasilitas padel; interaksi sosial
PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM DESAIN LOBI HOTEL BUTIK UNTUK MENCIPTAKAN MEMORABLE EXPERIENCE talitha fahriyah; Mahendra Wardhana; Susy Budi Astuti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4544

Abstract

Abstract: Tourism growth in the city of Bandung has increased significantly, particularly in the hospitality industry. This has prompted hotels to provide a more impactful, memorable, and distinctive spatial experience compared to other hotels, especially in the lobby area, which serves as the first point of contact with guests. The lobby functions not only as a space for guests to wait but also as a representation of the hotel’s identity and a key factor in shaping the initial impression that influences visitors perceptions. This study employs a qualitative approach using a literature review method, involving the collectiob and synthesis of various scientific sources related to multisensory design, hospitality experience, and repeat visit behavior. The analysis was conducted thematically to identify the interrelationships between sensory stimuli (visual, auditory, olfactory, and tactile), spatial experiences, and the formation of revisit intentions. The results indicate that the integration of multisensory elements in hotel lobbies has the potential to strenghthen emotional engagement and create a more immersive and memorable experience. This study confirms that a multisensory approach plays a strategic role in building memorable spatial experiences without relying on new physical design interventions, but rather through the integrated optimization of sensory stimulation. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception Abstrak: Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung meningkat dengan jauh terutama pada industri perhotelan. Hal ini mendorong setiap hotel untuk memberikan pengalaman ruang yang lebih kuat, berkesan, dan berbeda dengan hotel lainnya, khususnya pada area lobi yang menjadi titik kotak pertama dengan tamu. Lobi tidak hanya berfungsi sebagai ruang singgah tamu, tetapi sebagai representasi identitas dan pembentuk kesan awal yang memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multisensory experience dalam desain interior lobi hotel “X” serta mengkahi hubungannya terhadap niat tamu untuk kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui pengumpulan dan sistesis berbagai sumber ilmiah terkait desain multisensory, pengalaman hospitality, dan perilaku kunjung ulang. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antaa stimulus sensorik (visual, auditori, olfaktori, dan taktil), pengalaman ruang, dan pembentukan niat kembali. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen multisensori pada lobi hotel berpotensi untuk memperkuat keterlibatan emosional dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan mudah diingat. Studi ini mengeaskan bahwa pendekatan multisensori memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman ruang yang berkesan tanpa bergantung pada intervensi desain fisik baru, melainkan melalui optimalisasi stimulasi inderawi secara terintegrasi Kata Kunci: Lobi Hotel; Memorable Spatial Experience; Persepsi Indrawi. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception
Co-Authors Adi Soeprijanto Adibah Yusuf Aditya Andhy Prabowo Adlina, Saarah Dewi Agista Maulidiya Rochmah Ahmadina, Putri ahmadina Ailsashofa Alfadhila Alidha Nurhalima Ammalia, Nuuru Rizky Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra, Anggra Ayu Anggri Indraprasti Anggri Indraprasti, Anggri Anjar, Byanca Putri Annisa Kamila Ardiantono, Dewie Saktia Aria Weny Anggraita Arifah, Nurmalita Fajar Arinto Nugroho Arinto Nugroho At-Taqi, Abdul Muta'ali Muharik Bambang Kartono Kurniawan Beatrix, Putry Reydiana Berto Mulia Wibawa Budiono Budiono Byantoro, Muhammad Billva Caesario Ari Budianto Caesario Ari Budianto, Caesario Ari Chrysan Adi Putri CORRY LIANA Dewangga, Erdian Okta Bima Diana Novitasari Diana Novitasari DITA PERWITASARI Donny Revangga Adityara El Fachriza, Dimas Aditya ENY SULISTYOWATI Eny Sulistyowati Eri Naharani Ustazah Ervianti , Berlian Lusia Fazrin, Ravina Firman Hawari FITHRONI, HIJRIN Fredy Kurniawan Hamidah, Niswatul Hamidah, Sinta Nur Haq, Qonita Nadya Harus Laksana Guntur Hasyyati, Astrid Amidiaputri Imam Abadi Indianna Putri Dharmawan Iqbal, Muhammad Firdaus Ismar M. S. Usman Jasmine Adhania Putri Putri Jasmine Syahviarani Karima, Tirsa Okta Kayungyun, Inggrid Rahadyan Khairunnisa, Nisrina Kumara Rafi Isandhia Lea Kristina Anggraeni Lea Kristina Anggraeni Loggar Bhilawa Lovisonnya, Intan Mareta, Alicia Masnun, Muh Ali Masnun, Muh Ali Masnun, Muh. Ali Mellani Vionita Meydiandra, Falah Mohammad Herli Nadya Rizky Fitriana Nangkula Utaberta Nany Maryani Nikita Bunga Pratiwi Nurani, Salma Arsyi Nurdini Elsa Indira Nurul Hikmah Nurul Hikmah Nurul Idzi Lutvi Putri Nuuru Rizky Ammalia Okta Putra Setio Ardianto Okta Putra Setio Ardianto, Okta Putra Setio Permata, Salsabila Berlian Piansyah, Alief Prasetyo Wahyudie Putri Ahmadina Putri, Nabilah Talithania Azaria Rachmadyta, Fauziah Rachman, Audi Fatchur Radityotomo, Revaya Rafii Fadhil Nasywa Rahayu, Dega Puji Rahmat Charis Wijayanto Ramadhan, Ken Nayyara Azkhira Rasyid, Wildan Ratri Bodromulatsih Rifdah Azizah Salsabila Rifdah Azizah Salsabila Sabar Sabar Sabar Sabar Sabiela, Yaritsa Husni Saputra, Alfian Anugrah Sayyida Sayyida Selvi Marcellia Sopian, Usep Sumaningrum, Shinta Adhania Susilowati, Indri Fogar Susy Budi Astuti Susy Budi Astuti Susy Budi Astuti Susy Budi Astuti, Susy Budi Syarif, Abdurahman talitha fahriyah Tegar Aditya Cahyadi Thomas Ari Kristianto Thomas Ari Kristianto, Thomas Ari Tiara Ika Widia Primadani Wahyu Waskito Putra Wahyudie, Prasetyo Wiwik Handayani Yang Haziqah Musa Yudha Firmansyah, Muhamad Rizal Zahra Ayudhia Pawestri Zahri Tsaniyal Baqy