Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENGHIDUPKAN NILAI PANCASILA DI KELAS: INTEGRASI STEM DAN TRI N DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Mirawati, Eka Ima; Pratomo, Wachid; Masjid, Akbar Al; Nadziroh, Nadziroh
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6446

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan nilai kebangsaan siswa sejak dini. Namun, praktik pembelajaran yang masih cenderung konvensional seringkali belum mampu mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang terintegrasi dengan nilai Tri N (niteni, nirokke, dan nambahi) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD IT Hidayatullah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEM dan Tri N mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan bermakna. Siswa tidak hanya memahami konsep nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaplikasikannya melalui kegiatan eksploratif, kolaboratif, dan kreatif. Selain itu, pendekatan ini mendorong peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penguatan karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis STEM terintegrasi Tri N dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.Kata kunci: Pendidikan Pancasila; STEM; Tri N; pembelajaran inovatif; sekolah dasar; karakter siswa
EFEKTIVITAS COMIC-BASED CIVIC ADVENTURE GAME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN CIVIC DISPOSITION SISWA SEKOLAH DASAR Dewi, Resty Kurnia; Pratomo, Wachid; Pratiwi, Mutiara Mega; Tarsidi, Deny Zein
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan Comic-Based Civic Adventure Game dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan civic disposition siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran PPKn yang berdampak pada kurang optimalnya pengembangan kemampuan berpikir kritis dan sikap kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes dan angket, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan yang signifikan, namun kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,722 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,155 (kategori rendah). Selain itu, civic disposition siswa pada kelas eksperimen juga lebih baik secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa Comic-Based Civic Adventure Game efektif sebagai solusi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan civic disposition siswa. Kata kunci: Berpikir Kritis, Civic Disposition, Game Edukatif, Komik Digital, PPKn
PEMBENTUKAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA MELALUI INTERNALISASI NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK DI KELAS V SDN 02 KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT Jairin, Jairin; Pratomo, Wachid; Wijayanti, Dwi; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pembentukan sikap demokratis siswa melalui internalisasi nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam kegiatan diskusi kelompok pada siswa kelas V SDN 02 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Sila keempat Pancasila yang menekankan prinsip musyawarah untuk mufakat menjadi landasan normatif dan filosofis yang sangat penting dalam menumbuhkan sikap demokratis sejak usia dini, terutama dalam konteks pendidikan dasar. Melalui penerapan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pembelajaran, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sikap saling menghargai, serta kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam pengambilan keputusan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara faktual dan sistematis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses diskusi kelompok, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi yang relevan untuk memperkuat temuan penelitian. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan diskusi kelompok merupakan sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada siswa. Hal ini terlihat dari berkembangnya sikap menghargai pendapat orang lain, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta keberanian dalam menyampaikan ide atau gagasan secara santun. Selain itu, siswa juga mulai menunjukkan kemampuan dalam mengambil keputusan secara bersama melalui musyawarah.Peran guru sangat penting sebagai fasilitator dan mediator yang mengarahkan jalannya diskusi agar tetap kondusif, inklusif, dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Kata kunci: Sikap demokratis, Sila Ke-4 Pancasila, diskusi kelompok, internalisasi nilai, pendidikan karakter.
IMPLEMETASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER GOTONG ROYONG PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI JANTEN KULON PROGO ADI PANGESTU, GALIH; Nadziroh, Nadziroh; PRATOMO, WACHID
Jurnal Sosio dan Humaniora (SOMA) Vol 4 No 2 (2026): JURNAL SOSIO DAN HUMANIORA : SOMA
Publisher : LPPM Politeknik Pajajaran ICB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59820/soma.v4i2.504

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of how the Problem Based Learning (PBL) model is implemented to foster the value of mutual cooperation in the Pancasila Education subject for fourth-grade students at SD Negeri Janten, Kulon Progo. The research was conducted in the fourth-grade classroom of SD Negeri Janten from July 2025 to February 2026. The participants included the school principal, the fourth-grade teacher, and fourth-grade students who were directly involved in the learning process. Data were collected through observations, interviews, and documentation. To support the data collection process, the researcher employed observation guidelines, interview guidelines, and documentation as research instruments. The validity of the data was ensured through credibility testing using triangulation techniques to enhance the accuracy and trustworthiness of the findings. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman analysis model, which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The results of the study indicate that the implementation of the Problem Based Learning model in Pancasila Education was carried out by presenting real-life problems found in the school environment as discussion material and group work activities. The teacher played an active role in providing guidance, supervision, and assistance throughout the learning process to help students develop caring attitudes, empathy, and cooperation as manifestations of the mutual cooperation character. The inhibiting factors in implementing this learning model included students’ individualistic attitudes, excessive independence, and environmental influences. Meanwhile, the supporting factors included adequate teaching staff, the appropriate application of the learning model, and good cooperation between teachers and parents. To overcome these obstacles, teachers utilized intra-curricular and extracurricular school activities and consistently applied the Problem Based Learning (PBL) model in the classroom to strengthen the development of students’ mutual cooperation character.
Virtue ethics reimagined: Aristotelian, Islamic, and Pancasila perspectives on character formation Rahman, Arief; Yurni, Irma; Pratomo, Wachid; Shamadiyah, Nurasih; Jayadiputra, Eka; Latifah, Ella Dewi
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 2 (2026): In Press
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i2.22089

Abstract

This study integrates Aristotelian, Islamic, and Pancasila ethics to formulate an operational framework for fostering "just and civilized" character within Indonesia’s plural society. Using a qualitative philosophical approach and systematic literature review, the research employs descriptive-interpretative, comparative, and integrative synthesis analyses. Findings reveal distinct moral orientations: Aristotelian ethics emphasizes immanent practical rationality, Islamic ethics is grounded in transcendent spiritual growth, and Pancasila functions as a public normative ethic. The novelty of this research lies in its departure from "eclectic aggregation"; instead, it proposes a multi-layered integrative model that harmonizes practical wisdom (phronesis), spiritual purification (tazkiyat al-nafs), and social cooperation (gotong royong) without compromising the epistemological integrity of each tradition. Practically, this framework provides a robust conceptual roadmap for character education and public policy in Indonesia, offering a middle ground that bridges religious-transcendental values with secular-rational virtues to enhance social cohesion in a diverse national context. By positioning individual virtue as the foundation and the common good as the ultimate orientation, this synthesis ensures that Pancasila ethics remains a relevant and applicable moral guide for modern Indonesian society.
Innovation of Audio-Visual Teaching Materials in Pancasila Education Learning in Elementary Schools to Enhance Student Learning Participation Natalia, Gloria; Pratomo, Wachid; Andini, Dinar Westri
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10, Nomor 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v10i1.56256

Abstract

This study aims to describe the use of audio-visual teaching materials in Pancasila Education learning at the elementary school level and to examine their role in enhancing students’ learning participation. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The participants consisted of Pancasila Education teachers and elementary school students involved in learning activities utilizing audio-visual teaching materials. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the use of audio-visual teaching materials created a more engaging, interactive, and contextual learning environment. Through the utilization of instructional videos, animations, and other visual media, students became more actively involved in the learning process, as indicated by increased attention, confidence in asking questions, ability to express opinions, and participation in group discussions. Furthermore, audio-visual teaching materials helped students understand Pancasila values more concretely, as the content was presented through examples closely related to their daily lives. Although several challenges were identified, particularly regarding the availability of technological facilities and the preparation of learning media, the use of audio-visual teaching materials proved effective in supporting student-centered learning and optimizing student participation. Therefore, innovation in audio-visual teaching materials can serve as an alternative strategy for improving the quality of Pancasila Education learning in elementary schools.