Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Akurasi Rekomendasi Film Menggunakan Neural Collaborative Filtering dengan Arsitektur RecommenderNet Sukmana, Dimas; Guntara, Rangga Gelar; Nugraha, Muhammad Rizki
Jurnal Algoritma Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-2.3013

Abstract

The rapid growth of the film industry and streaming platform users has given rise to the challenge of information overload, where users find it difficult to find films that suit their preferences amid the abundance of content choices. This study aims to develop a Neural Collaborative Filtering (NCF)-based movie recommendation system model with a RecommenderNet architecture to improve prediction accuracy and personal recommendation relevance. The model was evaluated using the Root Mean Square Error (RMSE) metric to assess rating prediction accuracy and Normalized Discounted Cumulative Gain (NDCG@100) to measure recommendation quality and order. The results show that the model achieves an RMSE of 0.1946 and an NDCG@100 of 0.8136, indicating the model's ability to learn user preferences and generate relevant and well-ordered recommendations. This research contributes to the development of more effective and personalized recommendation systems in the digital streaming domain and offers an efficient approach to reducing the impact of information overload and improving the user experience.
Analysis of Success Factors for One Single ERP (Enterprise Resource Planning) Implementation (Case Study of Soe Holding) Ariq Qorihatunnasik; Syti Sarah Maesaroh; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 1 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i1.6349

Abstract

This research examines the implementation of One Single ERP system in SOE Holding, which previously faced challenges in consolidating data from three State-Owned Enterprises (SOEs) with different ERP systems. This research uses the ADKAR framework (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement) to manage organizational change, overcome cultural and business process differences, and minimize resistance. The result of this research is that Employee Readiness requires a large allocation of effort to improve employee readiness through training, mentoring, and reinforcement. Top Management Support is also important to ensure strategic support and policies are aligned with transformation goals. Not all factors have an equal influence on successful implementation. With limited resources, Holding needs to prioritize the most influential factors, such as Employee Readiness and Top Management Support, so that efforts can be focused effectively and increase the chances of success. This approach accelerates the ERP implementation process while minimizing risks so that digital transformation goals can be achieved more quickly and efficiently.
Hilirisasi Aplikasi Minnova melalui Workshop Pemanfaatan Minyak Jelantah di Kota Tasikmalaya Kaffita Silaturahma; Najwa Alya Zulkifli; Alifya Arina Zahra; Syti Sarah Maesaroh; Muhammad Rizki Nugraha
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tcekpb33

Abstract

Pengelolaan minyak jelantah di Indonesia masih menghadapi kendala, terutama pada tingkat rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan partisipasi dalam pengelolaan minyak jelantah melalui edukasi praktis dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, serta uji coba platform Minnova sebagai media pengumpulan minyak jelantah berbasis digital. Program diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dari rata-rata skor 45,81 menjadi 92,58 (p < 0,001) serta mengindikasikan bahwa seluruh peserta berhasil menghasilkan produk lilin aromaterapi sesuai standar. Program ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi praktis dan teknologi digital efektif dalam meningkatkan kesadaran serta mendorong praktik ekonomi sirkular di masyarakat.
Aspect-Based Sentiment Analysis pada Ulasan Konsumen Shopee (Studi Kasus Chocodot) Khoirotun Hisan; Rangga Gelar Guntara; Muhammad Rizki Nugraha
Data Sciences Indonesia (DSI) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Volume 6 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dsi.v6i1.8410

Abstract

Analisis ulasan konsumen menjadi sumber penting dalam memahami persepsi pasar terhadap produk, khususnya pada industri makanan berbasis e-commerce. Studi ini memanfaatkan pendekatan Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) untuk mengidentifikasi aspek produk Chocodot serta sentimen yang menyertainya berdasarkan ulasan pelanggan di Shopee periode 2020–2026. Metode yang digunakan mengacu pada kerangka CRISP-DM, meliputi tahapan pengumpulan data, praproses teks, pelabelan, pemodelan, evaluasi, dan implementasi. Deteksi aspek dilakukan menggunakan pendekatan berbasis keyword, sedangkan klasifikasi sentimen menggunakan model IndoBERT. Hasil pemodelan menunjukkan performa yang baik meskipun masih terdapat keterbatasan dalam mendeteksi sentimen negatif dan netral. Pada tahap implementasi, distribusi sentimen didominasi oleh sentimen positif yang mengindikasikan penerimaan produk yang sangat baik di pasar. Aspek rasa menjadi fokus utama konsumen, diikuti oleh kualitas, pelayanan, harga, dan kemasan. Di sisi lain, aspek kemasan, pelayanan, dan kualitas menunjukkan tingkat kepuasan tertinggi, sementara aspek rasa dan harga masih mengandung variasi sentimen yang menunjukkan adanya ruang perbaikan. Hasil analisis memberikan gambaran yang lebih terarah mengenai persepsi konsumen pada tiap aspek produk. Insight ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, terutama dalam menjaga konsistensi rasa, mempertahankan kualitas dan pelayanan, serta mengevaluasi strategi harga agar lebih sesuai dengan persepsi nilai konsumen.
PENERAPAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PADA MARKER BASED TRACKING UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM TATA SURYA TERHADAP ANAK - ANAK Muryan Awaludin; Muhammad Rizki Nugraha
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 8 No. 1 (2021): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v8i1.613

Abstract

AbstractTechnology Acceptance Model (TAM) is a method used as a measurement tool in this study, to measure the feasibility of an Augmented Reality application by collecting questionnaire data on 150 respondents using 3 variables as a reference namely Perceived Easy Of Use as X1, Perceived Usefulness as X2, and Actual Use as Y. The data processing method uses SPSS 20 supporting applications with the data validation test process determination of the value of r table by finding df (degree of freedom) df = 150-2 with a significant 5% (0.1603) must < r count on each variable then the data is considered valid , the result of this data validation is 0.6210 which means the data is valid. And the reliability test with the provisions that the value at which the cronbach's alpha value must be > 0.6 for each variable, the data can be considered reliable, the results of the reliability test for the total of these three variables is 0.906 which means the data is reliable. Keywords: Augmented Reality, Technology Acceptance Model, Information and Communication Technology, Interactive Learning Media.
Impact of AI-powered chatbot choki on Shopee users' continuance intention Ivana Ester Claudia; Syti Sarah Maesaroh; Muhammad Rizki Nugraha
Journal of Business and Information Systems (e-ISSN: 2685-2543) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Business and Information Systems
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Business, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbis.v7i2.327

Abstract

Indonesia’s fast-growing digital economy is driving e-commerce firms to adopt artificial intelligence (AI) to enhance their services. One common tool is the AI-powered chatbot, which helps users quickly and efficiently. Shopee introduced its AI-powered chatbot, Choki, to facilitate seamless, automated customer interactions. This study examines the impact of system quality, information quality, and service quality on user satisfaction and, in turn, on continuance intention. Data were collected from 242 Shopee users in the Jabodetabek region and analyzed using SEM-PLS. The findings reveal that system quality has a significant effect on continuance intention, while information and service quality indirectly affect it through user satisfaction. These results highlight the crucial role of AI-driven system reliability in sustaining users’ long-term engagement with e-commerce platforms. Theoretically, this research strengthens the application of the DeLone and McLean Information Systems Success Model in the e-commerce context, while practically offering practitioners insights to enhance user experience by improving chatbot information accuracy and service responsiveness
Pengaruh Perceived Value Terhadap Pengguna Freemium Pada Aplikasi Youtube Music Melalui Attitude Sebagai Mediasi Marsya Mutia; Syti Sarah Maesaroh; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived value (emotional value, social value, quality value, dan price value) terhadap purchase intention pengguna freemium pada aplikasi YouTube Music, dengan attitude sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal. Data dikumpulkan dari 196 responden melalui kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Modeling (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social value (O = 0,133; p < 0,022), quality value (O = 0,279; p < 0,000), dan price value (O = 0,496; p < 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude, sedangkan emotional value (O = -0,011; p < 0,870) tidak berpengaruh signifikan. Social value (O = 0,395; p < 0,000) dan price value (O = 0,319; p < 0,000) berpengaruh signifikan secara langsung terhadap purchase intention, sedangkan emotional value (O = 0,029; p < 0,645) dan quality value (O = 0,064; p < 0,271) tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Attitude (O = 0,278; p < 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention serta memediasi pengaruh social value (O = 0,037; p < 0,036), quality value (O = 0,078; p < 0,001), dan price value (O = 0,138; p <  0,001) terhadap purchase intention, namun tidak memediasi pengaruh emotional value (O = -0,003; p < 0,874).
Pelatihan Smartphone Videografi untuk Meningkatkan Keterampilan Wirausaha Siswa SMA di Tasikmalaya Muhammad Rizki Nugraha; Muhammad Dzikri Ar Ridlo; Nugraha Adhi Pratama; Adi Prehanto; Rangga Gelar Guntara; Adam Hermawan; Syti Sarah Maesaroh; Asep Nuryadin; Btari Mariska Purwaamijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, video marketing telah menjadi alat penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing bisnis. Namun, siswa SMA di Tasikmalaya yang memiliki minat dalam kewirausahaan masih menghadapi keterbatasan keterampilan teknis dan pemahaman strategi pemasaran digital berbasis video. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan videografi berbasis smartphone sebagai sarana promosi usaha yang kreatif dan efektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, praktik langsung pembuatan video promosi, serta pendampingan dalam proses editing dan publikasi konten. Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta belajar memproduksi video dengan memanfaatkan fitur smartphone dan memahami prinsip dasar digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan siswa dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat branding dan promosi usaha. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi digital di sekolah serta mendukung kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan kewirausahaan di era industri kreatif.
4P MARKETING MIX AND PURCHASE INTENTION OF HIMALAYA SKINCARE: THE ROLE OF BRAND IMAGE Elsa Febriananta; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Rizki Nugraha
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran atau marketing mix 4P (product, price, place, dan promotion) terhadap purchase intention dengan brand image sebagai variabel mediasi pada produk skincare Himalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 264 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel product (? = 0,187; p < 0,05), price (? = 0,258; p < 0,001), dan promotion (? = 0,172; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan place tidak berpengaruh signifikan (? = 0,062; p > 0,05). Terhadap brand image, variabel price (? = 0,356; p < 0,001), place (? = 0,226; p < 0,001), dan promotion (? = 0,322; p < 0,001) berpengaruh signifikan, sementara product tidak. Namun demikian, brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention (? = 0,077; p > 0,05) serta tidak mampu memediasi hubungan antar variabel. Model mampu menjelaskan sebesar 51,3% variasi brand image dan 30,8% variasi purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa purchase intention konsumen dalam konteks skincare berbasis alami lebih dipengaruhi oleh faktor fungsional dan nilai dibandingkan faktor simbolik seperti brand image. This study aims to analyze the influence of the 4P marketing mix (product, price, place, and promotion) on purchase intention, with brand image as a mediating variable in the context of Himalaya skincare products. This research adopts a quantitative approach using a survey method, with data collected from 264 respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that product (? = 0.187; p < 0.05), price (? = 0.258; p < 0.001), and promotion (? = 0.172; p < 0.05) have a significant positive effect on purchase intention, while place does not show a significant effect (? = 0.062; p > 0.05). Furthermore, price (? = 0.356; p < 0.001), place (? = 0.226; p < 0.001), and promotion (? = 0.322; p < 0.001) significantly influence brand image, whereas product does not. However, brand image does not significantly affect purchase intention (? = 0.077; p > 0.05) and fails to mediate the relationship between marketing mix variables and purchase intention. The model explains 51.3% of the variance in brand image and 30.8% in purchase intention. These findings indicate that consumer purchase intention in the natural skincare context is primarily driven by functional and value-based factors rather than symbolic perceptions such as brand image.
Pengaruh Kredibilitas Influencer terhadap Brand Trust pada Brand Erspo dengan E-Wom Sebagai Mediasi Ilmiati Mawaddah; Adam Hermawan; Muhammad Rizki Nugraha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9157

Abstract

Perkembangan pemasaran digital mendorong perusahaan memanfaatkan influencer sebagai sumber komunikasi yang dapat membentuk persepsi dan kepercayaan konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kredibilitas influencer terhadap brand trust pada brand fashion lokal Erspo, baik secara langsung maupun melalui electronic word-of-mouth (e-WoM) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 200 pengguna media sosial yang pernah melihat promosi Erspo melalui influencer. Pengujian model dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4, meliputi evaluasi model pengukuran, model struktural, pengujian hipotesis, dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-WoM dengan koefisien 0,503 dan p-value 0,000. Kredibilitas influencer juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust dengan koefisien 0,314 dan p-value 0,000. Selanjutnya, e-WoM berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust dengan koefisien 0,461 dan p-value 0,000. Pengujian pengaruh tidak langsung membuktikan bahwa e-WoM memediasi secara signifikan hubungan antara kredibilitas influencer dan brand trust dengan koefisien 0,232 dan p-value 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan influencer yang jujur, kompeten, dan relevan perlu disertai upaya mendorong komunikasi konsumen yang positif agar kepercayaan terhadap merek semakin kuat. Secara praktis, hasil penelitian memberikan dasar bagi Erspo dan brand lokal lainnya untuk mengelola kolaborasi influencer secara lebih selektif, konsisten, dan berorientasi pada reputasi jangka panjang.