Claim Missing Document
Check
Articles

Menggali Potensi: Analisis Pengembangan Kurikulum untuk Pendidikan Berkelanjutan Firdaus, Muhammad Aryan; Kamaruddin, Syamsu A; Ahmadin, Ahmadin; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum pendidikan berkelanjutan penting untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketimpangan sosial. Penelitian ini menganalisis pendekatan strategis dalam pengembangan kurikulum melalui analisis kualitatif terhadap jurnal, buku, dan dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, dan desain kurikulum yang inklusif serta adaptif. Kebijakan inovatif dan pelatihan guru menjadi kunci keberhasilan implementasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, peluang melalui kolaborasi multisektoral dan kebijakan pendukung memberikan optimisme. Kurikulum berorientasi keberlanjutan dapat menciptakan generasi kompeten yang berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan.
Social Media as a Virtual Public Sphere in Health Education: A Systematic Review from the Perspective of Habermas' Public Sphere Theory Nangi, Mohamad Guntur; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Lestari, Sari Arie
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 4 No 1: April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v4i1.225

Abstract

Social media has become an important platform in health education. It allows individuals to connect and share information about health. However, no studies have systematically explored the role of social media as a virtual public space in health education. This systematic review aims to explore the role of social media as a virtual public sphere in health education, from the perspective of Habermas' public sphere theory. The review was conducted by searching for research articles published in reputable scientific journals between 2010 and 2023. The method used to write this article is a systematic literature review (SLR). The systematic literature review method used in this research is the PRISMA method. Article search, article extraction, and article classification using the Watase UAKE application. The article search was conducted online using two (2) database sources, namely Scopus (Q1-Q4) and Semantic Scholar. The review showed that social media has the potential to be an effective virtual public sphere in health education. This platform can be used to. Increase awareness and understanding of health Provide information and support for individuals in need, strengthen community participation in health education, However, social media also has some limitations in supporting health education. These limitations include: Disinformation and misinformation, Polarization of opinion Conflict of interest. In this review concludes that social media can be a valuable tool for health education. However, it is important to be aware of its limitations and take steps to overcome them.
THE ROLE OF CHARACTER EDUCATION IN REDUCING THE RECIDIVISM RATE Masni, Masni; Kamaruddin, Syamsu A; Asriadi, Muhammad
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 1 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i1.1139

Abstract

This research explores the role of character education in reducing recidivism among former inmates, with a focus on the Class II Penitentiary in Polewali Mandar. The issue of recidivism reflects weaknesses in the rehabilitation and social reintegration of inmates, which can be addressed through character education. Character education aims to develop moral and ethical values, as well as the ability to adapt in new social environments, helping former inmates recognize and correct past mistakes. A qualitative method with a case study approach was used to collect data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that inmates who participate in character education programs exhibit positive changes in behavior and a decrease in the recidivism rate by 20-30%. The implementation of this program was successful through collaboration between correctional institutions, government, and non-governmental organizations. This research concludes that character education plays a significant role in reducing recidivism and recommends enhancing instructor training, psychosocial support, ongoing monitoring, and community collaboration for the success of the program
ANALISIS STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM: MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF Azis, Nurafifahtul Khasanah; Kamaruddin, Syamsu A; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41546

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur atau kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber data dari buku dan artikel jurnal yang sesuai dan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara strategi pengembangan kurikulum dalam mewujudkan pembelajaran efektif terletak pada keselarasan antara kebutuhan siswa, metode pembelajaran yang variatif, dan konteks pembelajaran yang relevan. Kurikulum yang dikembangkan dengan strategi yang tepat akan memberikan dasar yang kuat bagi terciptanya pembelajaran yang efektif di mana siswa tidak hanya mempelajari materi secara teoritis namun siswa juga harus mampu menginternalisasi nilai-nilai yang dipelajari, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan relevan bagi kehidupan siswa.
KURIKULUM IPS YANG RESPONSIF : ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Hasana , Fauziatul; Kamaruddin, Syamsu A; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41722

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kebutuhan pendidikan dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di era globalisasi, sebuah periode yang ditandai dengan perkembangan teknologi, interkoneksi global, dan perubahan sosial yang cepat. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, artikel ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber terpercaya, termasuk publikasi akademik, laporan kebijakan pendidikan, serta studi kasus yang relevan dengan pengembangan kurikulum IPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa di era globalisasi, kebutuhan kurikulum IPS menjadi semakin kompleks, mencerminkan tantangan dan peluang yang dihadapi masyarakat global saat ini. Kurikulum tidak hanya harus mencakup isu-isu lokal, tetapi juga perlu mengintegrasikan isu-isu global kontemporer, seperti perubahan iklim, migrasi, kesetaraan sosial, keberagaman budaya, dan keberlanjutan ekonomi. Selain itu, penggunaan teknologi pendidikan yang inovatif sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pengalaman belajar, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan.Guru memiliki peran kunci dalam mendukung implementasi kurikulum IPS yang adaptif. Mereka harus mampu mengajar secara profesional dengan menerapkan metode pembelajaran abad ke-21 yang interaktif, berbasis proyek, dan berpusat pada siswa. Hal ini mencakup kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Lebih jauh, pengembangan alat penilaian yang efektif menjadi salah satu elemen penting. Alat penilaian tersebut harus mampu mengukur secara holistik berbagai kompetensi yang dibutuhkan siswa, termasuk pemahaman konseptual, keterampilan analitis, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, akses terhadap teknologi pendidikan yang merata juga menjadi tantangan utama, terutama bagi siswa di wilayah terpencil atau dengan keterbatasan sumber daya. Artikel ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pembuat kebijakan, dan komunitas masyarakat dalam merancang dan menerapkan kurikulum IPS yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini harus didasarkan pada penelitian mendalam, pertimbangan kebutuhan lokal dan global, serta komitmen untuk membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan era globalisasi dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang tepat. Dengan pendekatan ini, diharapkan kurikulum IPS dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan berdaya saing.
Analisis Dispensasi Nikah Di Kabupaten Sinjai Awaru, Andi Octamaya Tenri; Kamaruddin, Syamsu A; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.78557

Abstract

Child marriage remains a persistent social phenomenon in Sinjai Regency, despite the minimum legal age for marriage stipulated in Law No. 16 of 2019. This study aims to analyze the current condition of marriage dispensation applications over the past five years and to identify the key factors driving such applications. Using a quantitative approach, data were collected through a survey of 84 respondents, including couples married through dispensation, parents or guardians who submitted requests, and officials from the Religious Court and the Office of Religious Affairs (KUA). The findings show that socially, marriage dispensation is still perceived as frequently occurring; 59.5% of respondents indicated that applications remain common, even though administrative records show a sharp decline from 385 cases in 2021 to only 2 cases in 2025. This discrepancy highlights a gap between formal records and ongoing social practices, particularly in rural areas. The main factors driving dispensation applications include premarital pregnancy (41.7%), economic hardship (28.6%), and sociocultural pressure (25%) related to safeguarding family honor. Overall, the study demonstrates that marriage dispensation serves as a legally sanctioned social mechanism to address moral, economic, and cultural pressures. Therefore, efforts to prevent child marriage must integrate legal enforcement with educational, cultural, and economic empowerment strategies.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Manajemen Kelas Inklusi melalui Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Praktik di Sekolah Kamaruddin, Syamsu A; Mus, Sumarlin; Basri, Syamsurijal; Rusmayadi, Rusmayadi; Tompong, By Tri Agung Nusantara Kr. J.
KARYA: Journal of Educational Community Service Vol 4, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/karya.v4i2.81194

Abstract

Program pengabdian mengenai pengembangan manajemen pendidikan inklusif di SMA Negeri 3 Pangkep dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik yang beragam. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan sekolah untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama mengenai pentingnya layanan inklusi, dilanjutkan dengan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan terkait pembelajaran berdiferensiasi, asesmen kebutuhan siswa, serta penyusunan RPP adaptif. Pendampingan praktik langsung dilakukan untuk mengimplementasikan strategi pengelolaan kelas inklusi, termasuk observasi kelas, umpan balik profesional, dan penyusunan dokumen teknis seperti SOP penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus, mekanisme asesmen, serta panduan layanan konseling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru, kesiapan manajemen sekolah, serta ketersediaan pedoman kelembagaan yang mendukung implementasi pendidikan inklusif. Tahap selanjutnya diarahkan pada monitoring berkelanjutan, penguatan kemitraan strategis, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran agar sekolah dapat mengembangkan model inklusi yang lebih matang dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang lebih ramah, adaptif, dan berkeadilan, serta menempatkan SMA Negeri 3 Pangkep sebagai sekolah yang berpotensi menjadi rujukan penerapan pendidikan inklusif di Kabupaten Pangkep
Disiplin dan Kepatuhan Hukum dalam Kehidupan Taruna: Analisis Perspektif Foucault pada Mahasiswa Politeknik Maritim AMI Makassar Mariani, Mariani; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana mahasiswa memaknai aturan, dinamika pelanggaran, serta mekanisme kontrol sosial yang berlangsung dalam kehidupan ketarunaan di Politeknik Maritim AMI Makassar, sebuah institusi pendidikan vokasi yang dikenal dengan penerapan disiplin ketat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa dari tingkat awal hingga tingkat akhir sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta penelusuran dokumentasi resmi kampus yang berkaitan dengan ketarunaan dan tata tertib. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pemaknaan, kategori pelanggaran, dan konstruksi relasi kuasa yang muncul dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang aturan kampus bukan sekadar instrumen kontrol, tetapi sebagai bagian integral dari proses pembentukan karakter profesional, pembiasaan disiplin, serta persiapan menghadapi dunia kerja maritim yang menuntut ketertiban tinggi. Pelanggaran yang terjadi umumnya bersifat ringan, seperti keterlambatan apel, kesalahan penggunaan atribut, serta pelanggaran etika digital. Faktor pendorong pelanggaran mencakup beban akademik, tekanan kelompok sebaya, proses adaptasi mahasiswa baru, serta pengaruh relasi senioritas. Mekanisme kontrol sosial dijalankan melalui struktur komando, pengawasan senior, pembinaan instruktur, serta sanksi bertingkat yang berfungsi menanamkan kedisiplinan secara bertahap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik kedisiplinan di kampus maritim merupakan hasil interaksi kompleks antara aturan formal, budaya ketarunaan, dan relasi kuasa yang dibangun secara historis. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan sistem pembinaan yang lebih edukatif, proporsional, dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan mahasiswa di era modern.Kata kunci: kedisiplinan, pelanggaran aturan, kontrol sosial, senioritas, pendidikan maritim.
Modal Budaya dan Mobilitas Sosial Perempuan Bugis Makassar: Peran Pendidikan dalam Perspektif Bourdieu Darmayanti, Resty Rahayu; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4055

Abstract

Perempuan Bugis-Makassar menjalani kehidupan dalam struktur sosial yang masih kuat dipengaruhi budaya patriarkal dan nilai siri’ sebagai penjaga kehormatan keluarga. Pendidikan memberikan peluang baru bagi perempuan untuk memperoleh modal budaya yang berperan dalam peningkatan posisi sosial, baik di ranah domestik maupun publik. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman perempuan Bugis-Makassar dalam memanfaatkan pendidikan sebagai modal budaya untuk mencapai mobilitas sosial berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman subjektif sembilan perempuan yang berasal dari berbagai latar pendidikan, pekerjaan, dan status keluarga. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan konsep habitus, modal, dan arena Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan membentuk transformasi habitus pada perempuan, ditandai dengan meningkatnya kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis, serta kepercayaan diri dalam menyuarakan pendapat. Pekerjaan menjadi arena yang memberikan legitimasi kompetensi mereka, meskipun peran domestik dan pengawasan moral tetap menjadi beban ganda yang harus dijalani. Mobilitas sosial perempuan bersifat terbatas dan bersyarat karena masih terikat pada regulasi budaya patriarkal yang menilai perempuan melalui citra keluarga. Perubahan yang terjadi bersifat gradual namun konsisten, menunjukkan bahwa perempuan Bugis-Makassar sedang memperluas ruang sosialnya melalui strategi negosiasi halus yang menjaga harmoni budaya. Pendidikan menjadi kekuatan transformasional yang menggerakkan perempuan menuju kehidupan yang lebih setara tanpa meninggalkan akar budayanya.
TRANSFORMASI PERAN PENDIDIKAN DALAM MOBILITAS DAN STRATIFIKASI SOSIAL Homang Ropu, Muh. Homsur; Kamaruddin, Syamsu A; Tenri Awaru, A. Octamaya
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 10 No. 2 (2025): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2sh.v10i2.4526

Abstract

This type of research aims to determine the transformation of the role of education in shaping Social Mobility and Social Stratification This type of research is a qualitative approach with the Library Research method, data collected from several scientific articles published in databases such as Googke scholer, scopus, and springer. The results of this study show that; 1) Transformation of the role of education in the form of social mobility; Education is still relevant as a tool for social mobility, especially for those who have quality access. However, its success was influenced by economic, social, and cultural capital. Transformations such as digitalization and new curricula make the role of education now more complex and selective.; 2) whether social mobility is currently still effective as a means of social mobility or actually strengthens social stratification; Education is not always effective as a means of social mobility because there are still gaps in access, quality, and opportunities between groups, education systems tend to reproduce social stratification through symbolic selection, institutional quality inequality, and structural bias. Without equal distribution and alignment efforts, education can actually strengthen the existing social class structure. The results of this study can be a reflection for policymakers, educators, and the public to be more aware that improving education also means improving social inequality.