Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Inovasi Alat Pembuat Popcorn sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga di Desa Bontolangkasa Selatan Rahmansah, Rahmansah; Aprianti, Dwi Wahyuni; Pratama, Nurul Hidayah; Nursyahrifa, Nursyahrifa; Widodo, Slamet
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.79642

Abstract

Abstrak. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, dengan tujuan meningkatkan ekonomi keluarga melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin popcorn semi otomatis (FOMAC POC-GPM12). Desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan produk olahan jagung sejalan dengan posisi strategis Sulawesi Selatan sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Namun, warga desa terkhusus para pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan alat manual yang menurunkan efisiensi dan mutu produk. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan praktik penggunaan mesin popcorn semi otomatis. Penyuluhan berfokus pada pengenalan teknologi dan manfaat ekonominya, sementara pelatihan dan praktik langsung difokuskan pada keterampilan operasional dan perawatan alat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, meliputi pemahaman sistem kerja mesin, efisiensi energi, prinsip inovasi teknologi, serta kemampuan mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Selain itu, muncul kesadaran baru tentang pentingnya inovasi untuk menjaga keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penerapan mesin popcorn semi otomatis ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan kemandirian ekonomi masyarakat, serta menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis inovasi dan potensi lokal. Kata Kunci: inovasi teknologi, potensi lokal, mesin popcorn, pemberdayaan masyarakat, olahan jagung
Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Penanaman Mangrove Pada Program Kosabangsa di Desa Uwedikan Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Jufri, Muhammad; Rauf, Bakhrani; Mubayyin, Muhammad Afief; Darmawang, Darmawang; Rahmansah, Rahmansah; Syamsurizal, Syamsurizal; Mayangsari, Putri Indah; Ramadani, Ahmad Ridho; Serina, Serina; Ismail, Ismail; Gailea, Rosmaniar
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.102-111

Abstract

Mangrove forest rehabilitation is essential to mitigate the impact of abrasion and mangrove ecosystem degradation. Mangrove planting activities with the community of Uwedikan Village, Luwuk Timur Subdistrict, Banggai Regency, were carried out as part of the Kosabangsa Program to support the development of the area’s potential as a Tourism Village. The aim of mangrove planting activities on Togong Island is to prevent coastal abrasion disasters on Togong Island. This community service program was conducted collaboratively between the Muhammadiyah University of Palu and the Uwedikan Village community, involving two groups: the Culinary Pokdarwis Nyiur Melambai Group (CPNMG) and the Teluk Balean Fishermen Group (TBFG), each consisting of 20 members. The activities included socialization, technical training, planting practice at target locations (Togong Island and Balean Island), and monitoring and evaluation The result of activity showed that performance of the training technical planting was classified as moderate (score 43,93) for CPNMG and score for TBFG is 29,38. A total of 750 mangrove seedlings consisting of Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, and Avicennia marina were obtained from the Watershed Management Center (BPDAS) of Palu-Poso. The planting of seedlings was carried out from October 2024 in coastal areas affected by abrasion (covering 75 m x 10 m), with a planting distance of 1 x 1 m.