p-Index From 2021 - 2026
6.052
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Biosafety pada Laboratorium Biologi Sekolah Menengah Atas Se-Kota Yogyakarta Sari, Maulida Ivana; Nisa, Rifda Khairun; Messy, Messy; Rahmawati, Senja Amalia; Saifuddin, Much. Fuad; Puspitasari, Etika Dyah
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol 4, No 2 (2022): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v4i2.12366

Abstract

Laboratorium biologi memiliki potensi besar menyebabkan kontaminasi atau menyebarkan penyakit, termasuk pada level laboratorium biologi SMA. Oleh karena itu, biosafety perlu dipastikan terimplementasi guna mengurangi risiko paparan agen yang menyebarkan penyakit. Penelitian ini untuk mengetahui penerapan Biosafety di Laboratorium Biologi SMA di kota Yogyakarta. Pengambilan sampel sekolah secara random dari sekolah yang ada di kota Yogyakarta. Pengambilan data melalui wawancara secara langsung terhadap laboran atau guru biologi sekolah A, B, dan C. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan sekolah A, B, dan C telah menerapkan Biosafety saat praktikum di laboratorium biologi. Hanya saja ada beberapa hal dari ketiga sekolah tersebut yang harus diperbaiki dan ditingkatkan agar menjadi laboratorium biologi sekolah dengan keamanan yang  baik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TAI TERHADAP ORAL ACTIVITIES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF C1-C4 MATERI EKSKRESI Kusumasari, Sri Eka; Saifuddin, Much. Fuad
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v11i2p40-48

Abstract

Kegiatan pembelajaran IPA yang masih monoton membuat siswa kurang tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran. Kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran membuat nilai rata-rata ulangan harian di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran TAI terhadap oral activities dan hasil belajar kognitif C1-C4 pelajaran IPA siswa kelas VIII materi sistem ekskresi di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta T.A 2018/2019. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes dengan instrumen penelitian lembar observasi dan soal tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil uji independent sample t-test oral activities menunjukkan signifikansi < nilai α yaitu 0,00 < 0,05. Hasil uji mann whitney hasil belajar C1-C4 menunjukkan Asymp.Sig. (2-tailed) < α yaitu 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh model TAI terhadap oral activities dan hasil belajar C1-C4.
IMPLEMENTASI BIOSAFETY DAN BIOSECURITY DI LABORATORIUM BIOLOGI SMA NEGERI KABUPATEN BANTUL Rizqiyah, A'isyah Arroobi'atu; Karlina, Karlina; Liati, April; Sari, Rosita Rahma; Amimah, Siti Nurul; Puspitasari, Etika Diah; Saifuddin, Much. Fuad
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v14i1p90-98

Abstract

Abstrak. Laboratorium merupakan prasarana dalam pembelajaran biologi untuk melakukan penelitian dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan praktik serta pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biosafety dan biosecurity di laboratorium biologi SMA Negeri di Kabupaten Bantul. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis penerapan biosafety dan biosecurity yang dilakukan meliputi beberapa indikator, yaitu kondisi ruang, kebersihan, alat perlindungan diri, keselamatan, serta penyimpanan alat dan bahan di laboratorium. Data diperoleh dari observasi dan wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi biosafety dan biosecurity di laboratorium biologi dari ketiga SMA Negeri di Kabupaten Bantul termasuk kategori baik dengan persentase sekolah A, B dan, C berturut-turut sebesar 70,37%, 81,48%, dan 74,07%. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan setiap pengelola laboratorium dapat meningkatkan penerapan biosafety dan biosecurity di laboratorium biologi SMA supaya menjadi lebih baik dan efektif. Abstract. The laboratory is an infrastructure for learning biology to conduct research and scientific testing as an approach between theory and practice and understanding concepts. This study aims to analyze the application of biosafety and biosecurity in the biology laboratory of state high schools in Bantul Regency. This type of research is descriptive research with qualitative and quantitative approaches. The analysis of the application of biosafety and biosecurity carried out includes several indicators, namely room conditions, hygiene, personal protective equipment, safety, and storage of tools and materials in the laboratory. Data were obtained from observations and interviews which were then analyzed descriptively. The results of the study showed that the implementation of biosafety and biosecurity in the biology laboratories of the three state senior high schools in Bantul Regency was included in the good category, with the percentage of schools A, B, and C being 70,37%, 81,48%, and 74,07%, respectively. Based on these results, it is hoped that each laboratory manager can increase the application of biosafety and biosecurity in the SMA biology laboratory so that it becomes better and more effective.
Quality of biology laboratory infrastructure and Facilities in High School Arum, Sekar Ganda Ning Tyas; Saifuddin, Much Fuad; Pratiwi, Silfi; Isnayanti, Tri Rahayu; Rahma, Dinda Iftiqa; Puspitasari, Etika Dyah; Wulandari, Retno; Purbosari, Purwanti Pratiwi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i2.4459

Abstract

Practicum is one of the essential learning activities for students psychomotor and fosters scientific attitudes in students. Therefore, adequate laboratory infrastructure is needed. Biology laboratory standards are contained in the regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007 concerning Standards for Educational Facilities and Infrastructure. The research as descriptive qualitative was conducted at School A, School B, and School C with data collection techniques using observation and interviews. The study results indicate that laboratory facilities and infrastructure, including infrastructure, facilities and Biosecurity Level 1, follow the standards set in the regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007. Based on the research that has been done, the most suitable facilities and infrastructure according to the standards of regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007 are School B. Fulfillment of standards can support the smooth running of practicum. Besides, schools must keep raising standards to a higher level.
PENGELOLAAN LIMBAH LABORATORIUM BIOLOGI SMA DI KABUPATEN BANTUL, D.I. YOGYAKARTA Wulandari, Shely Dwi; Ghoida, Siti Najah; Pangastuti, Syifa; Ni'mah, Ulfatun; Basri, Frida Nora Ayu; Saifuddin, Much. Fuad; Puspitasari, Etika Dyah
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i2.4769

Abstract

Limbah laboratorium biologi berasal dari percobaan atau praktikum dalam bentuk padat dan cair. Limbah padat pada laboratorium biologi biasanya berupa kertas atau endapan yang masih dengan mudah teratasi. Sedangkan limbah cair, biasanya tidak menggunakan bahan/reagen yang berbahaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan limbah di laboratorium biologi SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah secara deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada tahun pelajaran 2021/2022 di SMA Negeri Kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta, yaitu SMA Negeri 1 Pleret, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 1 Kasihan. Hasil wawancara dengan laboran sekolah dideskripsikan secara kualitatif dan dokumentasi dilakukan untuk mendukung data yang telah diperoleh, sedangkan hasil observasi dilakukan secara kuantitatif dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan limbah laboratorium biologi di ketiga sekolah dapat dikategorikan dengan sangat baik dengan total persentase penilaian tidak kurang dari 90%. Penilaian dalam pengelolaan limbah laboratorium biologi hanya pada pengelolaan limbah padat dan pengelolaan limbah cair saja dikarenakan ketiga sekolah tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya (B3) dalam melaksanakan praktikum. Meskipun demikian, limbah yang dihasilkan dari praktikum tetap memerlukan pengelolaan khusus. Biological laboratory waste comes from experiments or practicum in solid and liquid form. Solid waste in a biology laboratory is usually paper or sludge, which is still easily resolved. Meanwhile, liquid waste usually does not use hazardous materials/reagents. This study aimed to determine waste management in  high school biology laboratory.The method used in this research was descriptive with data collection techniques in the form of interview, observation and documentation. The research was conducted in the 2021/2022 school year at SMA Negeri Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, namely SMA Negeri 1 Pleret, SMA Negeri 1 Jetis, dan SMA Negeri 1 Kasihan. The results of interviews with school laboratory assistants were described qualitatively and documentation was carried out to support the data that had been obtained, while the results of observations were carried out quantitatively in percentages.The results showed that the management of biological laboratory waste in the three schools could be categorized very well with a total percentage of not less than 90%. Assessment in the management of biological laboratory waste was only on solid and liquid waste management because the three schools did not use hazardous materials in carrying out practicums. Even so, the waste generated from the practicum still requires special management.
ANALISIS BIOSAFETY DAN BIOSECURITY LABORATORIUM BIOLOGI SMA DI KABUPATEN SLEMAN Faisal, Muhammmad; Lestari, Diah Ayu; Loka, Fika Pita; Sausannuri, Isnairana; Permatasari, Indah; Fiodora, Alika; Saifuddin, Much. Fuad; Puspitasari, Etika Dyah
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2023): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v7i1.4767

Abstract

Laboratorium biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) harus dapat menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) selama peserta didik berada di laboratorium sehingga kompetensi pembelajaran dapat tercapai. K dapat terlaksana dengan adanya biosafety dan biosecurity. Fokus kajian dalam artikel ini untuk mengetahui kondisi laboratorium biologi SMA berdasarkan biosafety dan biosecurity. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Sampel sekolah dipilih secara random sampling dari SMA negeri dan terakreditasi A di wilayah Kabupaten Sleman. Pengambilan data menggunakan tiga cara, yaitu instrumen angket, observasi dan wawancara dilakukan kepada kepala laboratorium biologi dan laboran. Hasil menunjukkan sekolah belum memenuhi standar sarana dan prasarana sesuai kriteria biosafety level 1 dan biosecurity, belum adanya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh peserta didik untuk mendukung terlaksananya K3, dan kinerja belum sesuai implementasi biosafety dan biosecurity. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan kualitas laboratorium biologi SMA untuk memenuhi kriteria biosafety (level 1) dan biosecurity. High school biology laboratories (SMA) must be able to guarantee Occupational Health and Safety (K3) while students are in the laboratory so that learning competencies can be achieved. K3 can be implemented with biosafety and biosecurity. The focus of the study in this article was to determine the condition of the high school biology laboratory based on biosafety and biosecurity. This research used  quantitative and qualitative descriptive approach. The sample schools were randomly selected from state high schools and were accredited A in Sleman Regency area. Data collection used three methods: questionnaire instruments, observations, and interviews with the head of the biology laboratory and laboratory assistant. The results showed that the school has not met the facilities and infrastructure standards according to the biosafety level 1 and biosecurity criteria, students have not used Personal Protective Equipment (PPE) to support the implementation of K3, and performance has not met the implementation of biosafety and biosecurity. This show that it is necessary to improve the quality of high school biology laboratories to meet biosafety criteria (level 1) and biosecurity.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 GODEAN, SLEMAN Setiawan, Hafidh Ibnu; Haji, Nur Ubay Pangesda; Sulistyani, Ria Nanda; Edhita, Afiefa Meiliani; Ma'rifah, Destri Ratna; Saifuddin, Much Fuad
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i1.4208

Abstract

Persepsi siswa dalam menggunakan e-learning dalam kegiatan pembelajaran perlu untuk dikaji karena siswa merupakan pihak yang menggunakan e-learning dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan e-learning dalam pembelajaran biologi pada masa pandemic Covid-19 di SMA Negeri 1 Godean, Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data penelitian didapatkan dengan cara membagikan angket dalam bentuk Google form yang terdiri dari 11 pernyataan (indikator) yang mencakup tiga aspek, yaitu aspek kemudahan akses, aspek kebermanfaatan dalam pembelajaran dan aspek kemudahan penggunaan e-learning. Angket dibagikan ke seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Godean, Sleman. Data hasil respon siswa dianalisis dengan menghitung persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa SMA Negeri 1 Godean, Sleman memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan e-learning dalam kegiatan pembelajaran daring biologi, dengan capaian tertinggi siswa menganggap e-learning mudah untuk digunakan. Namun untuk kegiatan diskusi sebagai salah satu indikator dari aspek kebermanfaatan, siswa merasa bahwa e-learning kurang tepat sebagai sarana diskusi sehingga e-learning masih perlu dikembangkan lagi. Students' perception of using e-learning in learning activities need to be studied because students are who uses e-learning in the learning process. The purpose of this study was to determine students' perception of using e-learning in biology learning during the pandemic Covid-19 at SMA Negeri 1 Godean, Sleman. The method used in this study was descriptive. The research data was obtained by distributing a questionnaire in the form of a Google form consisting of 11 statements (indicators) covering three aspects, namely aspects of ease of access, aspects of usefulness in learning and aspects of ease of use of e-learning. The questionnaire was distributed to all students of class X SMA Negeri 1 Godean, Sleman. Students’ response data were analyzed by calculating the percentage. The results of this study indicated that students of SMA Negeri 1 Godean, Sleman had the positive perception of using e-learning in biology online learning activities, with the highest aspect was that students considered e-learning easy to use.However, for the discussion activities as one of indicators of the usefulness aspect, students felt that e-learning was not appropriate as a means of discussion so that e-learning still needs to be developed.
Problem-based blended learning: The student's critical thinking skills in the respiratory system Jannah, Na'imatul; Saifuddin, Much Fuad
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.36522

Abstract

Critical thinking skills should be integrated into high school biology education through problem-based blended learning.. This study aims to determine the effect of the Problem-Based blended learning model on students' critical thinking skills in the material on the respiratory system at SMA A. This quasi-experimental study used a nonrandomized control group, pretest-posttest design involving 2 XI classes, namely the control class, which consisted of 33 students and 32 students in the experimental class. Collecting data on critical thinking skills is using a test technique. The test instrument used is a question sheet (pretest and posttest). The data analysis consisted of analysis prerequisites in the form of a normality test and homogeneity test, as well as hypothesis testing in the form of the Mann-Whitney test. This study's results indicate a significant influence on students' critical thinking skills in the respiratory system material for class XI at SMA A after applying the Problem-Based blended learning model assisted by Google Classroom. This can be seen from the average test of critical thinking skills in the experimental class, which is higher than the control class.
Pemberdayaan MT Al-Muttaqien Husnul Khotimah Guna meningkatkan Manajemen Program Jamaah di Desa Pokak, Ceper, Klaten Susilo, Mohamad Joko; M. Husnaini; Makrifatul Madhani, Luluk; Fitria, Eny; Saifuddin, Much. Fuad
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.15886

Abstract

Background: Desa Pokak, Ceper, Klaten terdapat salah satu majelis taklim Al-Muttaqien Husnul Khotimah yang beranggotakan mayoritas para lansia. Oleh karena kurang dalam ilmu manajemen, maka selama ini majelis taklimnya hanya berjalan apa adanya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen program jamaah MT Al-Muttaqien Husnul Khotimah. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 8 bulan. Tahapan pengabdian meliputi: analisis kebutuhan dengan melakukan observasi dan interview pengurus MT, mengurus perizinan, penyusunan rencana program, pelaksanaan program, evaluasi program dan penyusunan laporan dan luaran. Hasil: Kegiatan-kegiatan yang berhasil dilaksanakan meliputi: sosialisasi, pembuatan ID card jamaah MT, pelatihan content creator dan pembentukan tim kreatif MT, pelatihan keorganisasian MT, penataan struktur organisasi MT, penyusunan program MT, pendaftaran izin operasional MT ke Kemenag Klaten, serta implementasi rencana program MT yakni pelatihan perawatan jenazah. Adapun terkait subsidi alat pendukung kegiatan MT berupa trolli/gerobak pengangkut alat hadroh dan pengadaan alat hadroh berupa 3 bass. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengedukasi masyarakat dalam mengelola organisasi yang baik, memberdayakan masyarakat untuk dapat mandiri dan berdayaguna baik di bidang religi maupun dalam keterampilan yang berguna bagi kehidupan di masyarakat, meningkatkan keterampilan berpikir dan meningkatkan keimanan masyarakat dalam memahami ilmu agama Islam, serta mempererat tali persaudaraan dalam satu majelis taklim melalui kegiatan-kegiatan sosial.
A Comparative Study of PID, FOPID, ISF, SMC, and FLC Controllers for DC Motor Speed Control with Particle Swarm Optimization Setiawan, Muhammad Haryo; Ma'arif, Alfian; Saifuddin, Much. Fuad; Salah, Wael A.
International Journal of Robotics and Control Systems Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Association for Scientific Computing Electronics and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijrcs.v5i1.1764

Abstract

Direct Current (DC) motors are extensively used in various applications due to their versatile and precise control capabilities. However, they face operational challenges such as speed instability and sensitivity to load variations and external disturbances. This study compares the performance of several advanced control methods—Proportional Integral Derivative (PID), Fractional Order PID (FOPID), Integral State Feedback (ISF), Sliding Mode Control (SMC), and Fuzzy Logic Controller (FLC) for DC motor control. Particle Swarm Optimization (PSO) is employed to optimize the tuning parameters of PID, FOPID, ISF, and SMC controllers, while FLC is implemented without optimization. The simulation results indicate that the PSO-FOPID controller exhibits the best overall performance, characterized by the fastest rise and settling times and the lowest ITSE, despite a minor overshoot. The PSO-PID controller also performs well, with fast response times, although it is less efficient in terms of settling time and ITSE compared to PSO-FOPID. The OBL/HGSO-PID controller, while stable and overshoot-free, has a slower response. The PSO-ISF controller shows the highest stability with the lowest SSE values, making it suitable for applications requiring high stability. The PSO-SMC controller demonstrates good stability but is slightly slower than PSO-ISF. The FLC controller, however, performs the worst, with significant overshoot and long recovery times, making it unsuitable for fast and precise control applications.  The robustness analysis under varying motor parameters further confirms the superiority of the PSO-FOPID controller, which outperforms OBL/HGSO and OBL-MRFO-SA optimizations across both PID and FOPID controllers, making it the most effective solution for applications requiring high precision and rapid response.
Co-Authors Aanisah Aulia Zulfaa Ade Jatra Alfariz Adelia Maharani Afni Nurvita Damayanti Sumarno Agustina Novitha Anggraini Alfariz, Ade Jatra Alfian Ma’arif Alfrista Novalia Putri Alfrista Novalia Putri Alifia Putri Ramadhani Amar Rifa’i Amimah, Siti Nurul Ana Ana Andini, Nur Aisyah Anita Rahmawati Anita Yuni Astuti Annisa Hanif Panjaitan Ariska Eka Saputri Arista Mukti Khasanah Arum Wilianti Suparno Arum, Sekar Ganda Ning Tyas Ary Indaryanti Prihatin Asti Dwi Pratiwi Ayu Fitria Azhar Fauzi Azkia Hasna Nuha Imana A’inayah, Ainun Basri, Frida Nora Ayu Bekti Isnaeni Destri Ratna Ma'rifah Devi Istiqomah Diah Ayu Lestari, Diah Ayu Dian Oktaviani Dinar Setiani Setiani Dwi Fita Rusilawati Dwi Purbowati Dwi Yuliyanti Edhita, Afiefa Meiliani Eka Lestari Elania Zoela Saputri Elania Zoela Saputri Elma Nur Azizah Etika Dyah Puspitasari Faisal, Muhammmad Fasaila Nadif Widyati Febrina Ayu Wulandari Febriyeni Febriyeni Fiodora, Alika Fitria, Eny Ghoida, Siti Najah Gunarno Gunarno Gusti Anggraini Haji, Nur Ubay Pangesda Hani Irawati Hilda Zulfi Maulidya Iin Syafani Ikhda Niami Fauziyatunnisa Ikrima, Zalfa Ilmiyah Nurul Istiqomah Indah Permatasari Insra, Atala Rania Intan Pratiwi Ira Kusmawati Isnayanti, Tri Rahayu Istiqomah, Dwi Meilinda Istiqomah, Ilmiyah Nurul Jannah, Na'imatul Jihad Wintolo Kamila Puri Amalia Karlina Karlina Kencana Hastin Prameswati Kusumasari, Sri Eka Laras Amalia Alwy Lenny Yunitasari Liati, April Loka, Fika Pita M. Husnaini Mafimudah, Rifatul Maharani, Adelia Makrifatul Madhani, Luluk Maya Pratiwi Melania Iko Permatasari Messy, Messy Mia Setia Haningsih Mila Mayada Poetri Moch Yusuf Firnandho ZA Moh. Irma Sukarelawan Mohd Effendi Ewan Mohd Matore Monica Milliani Rizky Mualifah, Siti Munawarah Fauziah Fazrianti Yulinda Munna Nur Istiqomah Na'imatul Jannah Nabilah Rahmawati Nani Aprilia Nani Aprilia Ni'mah, Ulfatun Nida Dwi Handayani Nisa, Rifda Khairun Novita Amalia Anggraini Nur Khafifah Dewi Nurul Annisa Nuryani Nuryani Nuur Hafzah Pangastuti, Syifa Pratiwi, Asti Dwi Pratiwi, Silfi Purwanti Pratiwi Purbosari Purwanti Purwanti Puspitasari, Etika Diah Puspitasari, Etika Dyah Putra, Lovandri Dwanda Qistiana Merdikawati Rahma, Dinda Iftiqa Rahmawati, Apri Rahmawati, Senja Amalia Rahmawati, Tuti Fatma Raja Angraini Ahza Sazwita Ratna Komala Retno Wulandari Rizhal Hendi Ristanto Rizqiyah, A'isyah Arroobi'atu Safitri, Novita Ramadhani Salah, Wael A. Salma Dwi Amanda Salsabilla, Farah Sari, Fatma Mutia Sari, Maulida Ivana Sari, Rosita Rahma Sausannuri, Isnairana Setiawan, Hafidh Ibnu Setiawan, Muhammad Haryo Shafira Hanum Febriana Shintia Oktaviana Siti Faridah Sulistyani, Ria Nanda Susilo, Mohamad Joko Syafani, Iin Tri Erna Romadhoni Tri Eva Rahmadani Utut Adiatmi Vera Yuli Erviana Verla Ardiani Verla Ardiani Via Puspa Ardani Wulandari, Dhea Aprilia Ayu Wulandari, Shely Dwi Yanita Nur Anggraheni Yoan Dea Irawati Yuli Suprihatin Yunita Agustiani Zulfa Nabila Putri