Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Instrumen Internasional Tentang Kebebasan Berserikat dan Hak Berorganisasi Pekerja/Buruh di Indonesia Bambang Setiawan; Fadjrin Wira Perdana; Dahlia Dwi Apriani; Ferdinand Pusriansya; Santoso Santoso
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.852 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i02.371

Abstract

Secara yuridis, hak berserikat (union rights) yang di dalamnya memuat prinsip-prinsip kebebasan berserikat dan hak berorganisasi pekerja/buruh sebagai diakui sebagai hak dasar manusia dan diterima sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), diatur dalam instrumen internasional Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) Perserikatan Bangsa-Bangsa 1948 (DUHAM PBB 1948). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Konvensi ILO mengenai kebebasan berserikat dan hak berorganisasi pekerja/buruh ke dalam hukum nasional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan yuridis empiris. Istilah “pendekatan” adalah sesuatu yang dekat atau dekat (tindakan, usaha). Pendekatan yuridis yang ditempuh dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan peraturan perundang-undangan. Pendekatan empiris adalah pendekatan yang bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum dan masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan hukum dalam masyarakat. Sedangkan metode empiris adalah salah satu yang bertujuan untuk memahami hubungan antara hukum dan masyarakat. Hukum dan masyarakat berkaitan dengan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan hukum dalam masyarakat. Implementasi instrumen internasional prinsip-prinsip kebebasan berserikat dan hak berorganisasi pekerja/buruh yang diatur dalam Konvensi, Rekomendasi dan Resolusi ILO telah menjadi bagian sistem hukum nasional Indonesia, yang bentuk pengesahannya dilaksanakan melalui ratifikasi Konvensi tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan terhadap Hak untuk Berorganisasi (Konvensi No. 87) dan Konvensi tentang Hak untuk Berorganisasi dan Perundingan Bersama (Konvensi No. 98), dan/atau melalui transplantasi hukum terhadap Rekomendasi tentang Kesepakatan-Kesepakatan Bersama tahun 1951 (Rekomendasi No. 91), Rekomendasi tentang Konsiliasi dan Arbitrase secara Sukarela tahun 1951 (Rekomendasi No. 92), Rekomendasi (Rekomendasi No. 163), Resolusi tahun 1952 tentang Independensi dari Gerakan Serikat Buruh, Resolusi tahun 1970 tentang Hak-hak Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan hubungannya dengan Kebebasan Sipil.
Optimalisasi Pelaksanaan Fire Drill untuk Meningkatkan Keterampilan Pemadaman Kebakaran di Kapal SPOB. Kaisar Agung Prabowo Suleman; Albertha Lolo Tandung; Dahlia Dewi Apriani; Syamsu; Gassing
Hengkara Majaya Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v7i1.124

Abstract

This study aims to determine the implementation of fire drills in preventing fires on board ships and analyze the obstacles experienced by crew members in using fire drill equipment during emergencies on the SPOB. Kaisar Ship. This study uses a qualitative approach carried out on the SPOB. Kaisar Ship by collecting data through observation, interviews and documentation during the period of October 2024 to October 2025 during sailing practice activities. The results of the study indicate that fire drills are carried out routinely in accordance with SOLAS and STCW provisions, starting from briefings, fire simulations, use of APAR, fire hoses, hydrants, and fire pump inspections. The training is carried out by following a muster list so that each crew member understands their roles and responsibilities. Fire drills have been proven to improve crew skills in hazard identification, extinguisher operation, evacuation route selection, and taking rapid action in the early stages of an incident. However, the study also found several obstacles, including a lack of familiarity with some crew members' equipment, mental conditions such as panic during fire simulations, and equipment that is not always optimal or located in difficult-to-reach locations. Environmental factors such as cramped spaces, smoke, and minimal lighting also increase the challenges in utilizing safety equipment. Ineffective coordination and communication also hindered the emergency response process. Overall, the fire drills had a positive impact on improving fire preparedness and prevention on the SPOB Kaisar, but increased training, equipment maintenance, and strengthened coordination were needed to ensure maximum effectiveness in responding to emergencies. A shipboard fire drill is a systematic, periodic exercise to train the crew in handling fire situations.