Claim Missing Document
Check
Articles

Berita Mahasiswa Bunuh Diri: Kajian Kritis Theo Van Leeuwen Ayu Kirani, Dewi Nirwana; Astri Widyaruli Anggraeni; Mohamad Afrizal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ekslusi dan strategi inklusi dalam berita mahasiswa bunuh diri pada media online detik.com dan kompas.com. Fokus penelitian terletak pada dua aspek utama: 1) strategi ekslusi pada berita tema mahasiswa bunuh diri, dan 2) strategi inklusi pada berita tema mahasiswa bunuh diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis Theo Van Leeuwen. Data penelitian ini adalah frasa atau kalimat yang berhubungan dengan teori Theo Van Leeuwen. Sumber penelitian ini adalah media online detik.com dan kompas.com. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, baca simak, dan pencatatan. Tahapan teknik analisis terdiri dari 3 tahapan yaitu tahapan reduksi, penyajian, dan penyimpulan. Berdasarkan analisis data peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan. (1) Strategi ekslusi yang digunakan adalah pasivasi dan nominalisasi untuk mengeluarkan aktor dalam pemberitaan. Adapun strategi inklusi yang digunakan adalah obektivasi, kategorisasi, determinasi, dan asosiasi untuk menampilkan aktor dalam pemberitaan. (2) Media online detik.com dan kompas.com lebih cenderung menggunakan strategi inklusi dalam pemberitaan mahasiswa bunuh diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian kritis Theo Van Leeuwen
Berita tentang Pelecehan Seksual terhadap Perempuan Studi Analisis Wacana Kritis Mills Fatmawati, Fatmawati; Hasan Suaedi; Mohamad Afrizal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5347

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pemberitaan mengenai pelecehan seksual dipresentasikan dan dipersepsikan melalui media daring. Penelitian ini berfokus pada posisi subjek-objek dan penulis-pembaca menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah frasa maupun klausa yang berhubungan dengan teori Sara Mills pada teks berita. Sumber data pada penelitian ini berasal dari teks berita yang diterbitkan oleh media online yaitu Kompas.com. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Tahapan analisis data terdapat 4 tahapan, yaitu : membaca secara keseluruhan, mengindentifikasi subjek-objek dan penulis-pembaca, kategorisasi, dan mengungkapkan relasi kuasa.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya relasi kuasa yang timpang antara korban dan pihak penyelenggara. Berdasarkan hasil data, penulis menarik kesimpulan, yaitu: (1) Korban, seperti PJ, diposisikan sebagai objek yang kehilangan kontrol atas tubuh dan hak pribadinya, penyelenggara diposisikan sebagai subjek dominan yang memaksakan aturan tanpa mempertimbangkan kenyamanan korban. (2) Narasi media lebih fokus pada prosedur hukum, seperti Polda Metro dan Komnas Perempuan. sementara pengalaman emosional dan perspektif korban kurang terwakili. Hal ini menunjukkan bahwa narasi media cenderung memfokuskan pembaca pada sisi formalitas hukum dan institusional, bukan pada trauma kemanusiaan yang dialami korban.
Kajian Retorika “Prabowo Subianto Bicara Gagasan | Mata Najwa” di Kanal Youtube Najwa Shihab Lestari, Marselia Dwi; Suaedi, Hasan; Afrizal, Mohamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam analisis wacana terhadap retorika Prabowo Subianto selama sejumlah penampilan publiknya, khususnya pada acara Mata Najwa di YouTube. Retorika politik melalui pidato yang dilakukan oleh Prabowo adalah wacana yang dapat dianalisis secara sistematis menggunakan pendekatan analisis wacana kritis milik Teun A. Van Dijk, sehingga dapat memahami retorika politik yang dilakukan oleh Prabowo Subianto. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu video yang berjudul “Prabowo Subianto Bicara Gagasan | Mata Najwa” gagasan Prabowo Subianto yang terdapat pada laman channel YouTube Mata Najwa. Dengan analisis ini menunjukkan bahwa gagasan Prabowo mengandung struktur makro berupa tema atau topik, superstruktural, struktur mikro yang berupa semantik, sintaksis, stilistika, dan teknik retoris yang dipakai oleh Prabowo dilakukan dengan cara penekanan ketika menyampaikan gagasannya.
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Materi Analisis Teks Tanggapan Si Itam Widianata, Fogi Septian; Anggraeni, Astri Widyaruli; Afrizal, Mohamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam pembelajaran materi analisis teks tanggapan si Itam.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana penelitian ini memberikan gambaran serta memberikan penjelasan terkait dengan bentuk serta tindak Tutur dari ekspresif yang diperoleh berdasarkan pembelajaran dari analisis materi berdasarkan teks tanggapan si Itam. Analisis data yang ada pada penelitian ini adalah menggunakan metode padan ekstralinguan dan intralinguan sehingga penelitian ini menggunakan teknik yang digunakan secara istilah unsur tertentu dan di mana penelitian ini juga terdapat tutur ekspresif yang wujudnya berupa tindak tutur langsung secara literal maupun tutur langsung secara tidak riteral yang kemudian kegiatan tersebut disampaikan dalam bentuk kalimat yang sifatnya adalah deklaratif serta imperatif maupun kalimat yang bersifat interogatif serta ekslamatif. Selanjutnya adalah terkait dengan tuturan ekspresif yang ada dalam penelitian ini diperkuat dengan adanya raut wajah dan intonasi beserta gerak tubuh yang dilakukan dalam mengekspresikan diri serta diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat yang banyak bagi pembaca dalam kegiatan pembelajaran untuk mengkaji pragmatik terutama pada tindak tutur ekspresif.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Yess!! Akhirnya Indro Ketemu Boneng Setelah Warkop Kanal Youtube Deddy Corbuzier Putri, Fungsi dan Podcast; Afrizal, Mohamad; Citraningurm, Dina Merdeka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Podcast adalah file audio rekaman dalam format MP3 yang didistribusikan melalui internet. Tindak tutur dalam arti yang sempit sekarang adalah istilah minimal dari pemakaian situasi tutur/peristiwa tutur/tindak tutur. Ilokusi, atau yang dikenal sebagai tindakan ilokusioner, merupakan bentuk ujaran yang tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi atau informasi, tetapi juga digunakan untuk melakukan suatu tindakan. Ilokusi melibatkan melakukan suatu tindakan seiring dengan penyampaian kata-kata. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dengan pendekatan pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan atau dialog yang diucapkan oleh penutur dan mitra tutur yang mengandung bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa percakapakan narasumber dan bintang tamu yang ada didalam podcast Deddy Corbuzier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi Teknik Simak dan Teknik catat. Berdasarkan hasil dari analisis ditemukan Bentuk tindak tutur ilokusi dibagi menjadi 3 diantaranya: (1) Kalimat Deklratif melaporkan dan menyatakan, (2) Kalimat Imperatif permintaan dan larangan, (3) Kalimat Interogatif pertanyaan. Fungsi ilokusi, terdiri dari fungsi kompetitif, fungsi konvival, fungsi kolaboratif, fungsi konfliktif. Yang meliputi: (1) fungsi kolaboratif melaporkan dan menyatakan, (2) fungsi konvival menyapa, (3) fungsi konfliktif kemarahan.
Pilihan Kode dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Taman Kanak-Kanak Khoiriyah, Alfi; Afrizal, Mohamad; Mijanti, Yerry
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman bahasa menjelaskan bahwa kode adalah sistem ekspresi yang memiliki karakteristik sesuai dengan latar belakang hubungan antara penutur dan lawan bicara,serta situasi tertentu. Kode juga bisa diartikan sebagai lambang atau sistem ekspresi yang digunakan untuk menyampaikan makna khusus, seperti bahasa manusia yang merupakan salah satu jenis kode. Ini juga merujuk pada sistem bahasa dalam suatu komunitas serta variasi tertentu dalam bahasa. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian sosiolinguistik. Kode-kode tuturan yang tersedia pada kegiatan belajar megajar di TK Theobroma II Klatakan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, dan Bahasa Madura. Pola pilihan penggunaan kode-kode tuturan tersebut berupa pola percakapan di ruang kelas,menyanyi, berdoa, dan olahraga. Saat kegiatan percakapan kode yang digunakan yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Saat kegiatan menyanyi kode yang digunakan yaitu campur kode.
KRITIK TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER DALAM ADAT BATAK PADA NOVEL AZAB DAN SENGSARA: PENDEKATAN FEMINISME Satuwin, Dista Dwi Maharani; Ningsih, Trilia Warta; Afrizal, Mohamad
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.248

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketidakadilan gender dalam adat Batak melalui novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Novel ini menyoroti perjuangan Mariamin, seorang perempuan Batak yang terbelenggu oleh norma adat yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Dengan menggunakan pendekatan feminisme, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami perempuan dalam masyarakat Batak, khususnya dalam sistem pewarisan, pernikahan, dan pengambilan keputusan yang didominasi oleh laki-laki. Data diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini secara kritis mengungkap struktur sosial adat Batak yang membatasi kebebasan perempuan. Tiga isu utama yang disoroti adalah ketidakadilan dalam hak waris yang mengesampingkan perempuan, keterbatasan peran perempuan dalam pernikahan yang ditentukan oleh pihak laki-laki, serta dominasi laki-laki dalam proses pengambilan keputusan. Melalui tokoh Mariamin, Merari Siregar menggambarkan ketegangan antara ketaatan terhadap adat dan keinginan individu untuk memperoleh kebahagiaan serta kebebasan. Novel ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial perempuan Batak pada masanya tetapi juga berperan sebagai kritik terhadap sistem patriarki yang masih bertahan. Dengan demikian, Azab dan Sengsara menjadi bukti bagaimana sastra dapat berfungsi sebagai medium advokasi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan menggugah kesadaran terhadap ketidakadilan yang masih terjadi dalam masyarakat.
REPRESENTASI PEREMPUAN DAN ISU SOSIAL DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA: ANALISIS PERSPEKTIF WARGANET Istikomah, Anisa Maulidiya; Ardike, Happy Dwi; Aini, Nabila Nur; Afrizal, Mohamad
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.249

Abstract

This study aims to analyze the themes in the comments of netizens on the Youtube platform about the movie Ayat Ayat Cinta. Adapted by Habiburrahman El Shirazy. The main focus is love, religion, culture, and feminism, related to the movie Ayat-Ayat Cinta. Using a qualitative method, this study adopted a discourse analysis approach to examine user-generated comments from YouTube videos, including trailers and reviews. Data collection was done by systematically selecting comments based on popularity, relevance, and interaction metrics. The analysis used thematic coding to identify recurring patterns in public discourse. The theoretical framework used includes mass communication theory to understand digital public engagement, feminist theory to explore gender portrayals, and literary theory to contextualize the societal narratives in the film. The results showed diverse opinions, ranging from praise of the Islamic values and moral ideals portrayed in the film to criticism of the passive portrayal of certain female characters. The research highlights YouTube as an interactive public space, reflecting broader cultural dynamics such as religious tolerance and gender roles. YouTube proved to be an interactive public space that reflects cultural dynamics such as tolerance and gender roles. This study recommends the exploration of other platforms, such as TikTok or Instagram, to expand the understanding of audience engagement with literary adaptations.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Kearifan Lokal Pandhalungan Afrizal, Mohamad; Citraningrum, Dina Merdeka
Piwulang Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol. 12 No. 1 (2024): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vbq2xr64

Abstract

Pandhalungan Local Wisdom is one of the courses offered by Muhammadiyah Jember University's Indonesian Language and Literature Education Study Program. Learning in this course has various challenges due to its newness, one of which is the lack of textbooks. This study aims to conduct a needs assessment of the textbooks for the course. The goals are to describe the competency criteria, student characteristics, student evaluation against the course, and subject matter suggestions for the course textbook. The results show that the characteristics of students are: 1) the average age of 20–21 years, which is classified as young adults; 2) knowledge of Pandhalungan: high category 50.11%, medium 32.33%, and low 17.56%; 3) perception of the benefits of course learning: very important 32.44%, quite important 52.22%, less important 15.34%; and 4) learning motivation: high 69.13%, medium 21.85%, low 9.02%. It is also concluded that the recommended subject matter for this textbook is eight topics: 1). Pandhalungan Culture and Identity; 2). Pandhalungan Cultural History.) Pandhalungan Art and Cultural Expression; 4) Pandhalungan Traditions and Rituals 5) Pandhalungan Cultural Diversity 6) Changes and Dynamics of Pandhalungan Culture 7) Preservation of Pandhalungan Culture; and 8) Culture and Communication of Pandhalungan Society
THE REPRESENTATION OF WOMEN AS VICTIMS OF MASCULINE POWER IN CANTIK ITU LUKA BY EKA KURNIAWAN: AN EXISTENTIALIST FEMINIST STUDY Febriyanti, Weni; Suaedi, Hasan; Afrizal, Mohamad
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 9, No 2: December 2025 (In Progress)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v1i1.12227

Abstract

This study analyzes the representation of women as victims of masculine power in Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan through the lens of Simone de Beauvoir’s existentialist feminism. The novel was chosen for its intricate portrayal of women’s suffering and social positioning within Indonesia’s patriarchal structure, marked by violence, sexuality, and moral oppression. While earlier research has explored themes of women and patriarchy in Kurniawan’s works, studies explicitly connecting Cantik Itu Luka to Beauvoir’s existentialist feminist theory remain scarce. This study therefore contributes to a deeper understanding of women’s freedom and existence in Indonesian literature. Employing a qualitative descriptive approach, the research draws on the text of Cantik Itu Luka as the primary data source. Analysis is conducted through close reading of narrative elements, symbols, and character actions, framed by Beauvoir’s concepts of freedom, oppression, and woman as the “Other.” The findings reveal that masculine power in the novel manifests through physical violence, sexual exploitation, and moral or social control over women’s bodies. The protagonist, Dewi Ayu, together with other female characters such as Alamanda and Maya Dewi, embodies the subjugation of women under patriarchy. Yet, amid this suffering emerges an existential awareness that urges women to assert freedom and autonomy as self-determining subjects. Through his use of magical realism, Kurniawan captures the tension between oppression and resistance, illuminating women’s search for meaning and agency. Ultimately, this study enriches feminist literary criticism in Indonesia by showing how literature reflects women’s existential struggles toward liberation and self-sovereignty.
Co-Authors A Rizki Wahyu Pradana Adilah Puja Rahmawati Agus Pranata, Yuda Aini, Nabila Nur Amir Ma'ruf Andaru, Dimas Anggraeni, Astri Widyaruli Anggraeni, Nia Anindya Oktaviona Ervinawati Aprilia, Cahyani Ardiansyah, Muhammad Hardika Ardike, Happy Dwi Arina , Ukhtul Iffah Daat Artamevia, Rayma Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Ayu Kirani, Dewi Nirwana Cantika Kunthi Prabandari Cicin Dwi Quraini Citraningrum, Dina Merdeka Citraningurm, Dina Merdeka Dea Gitta Darda Dewi Ayu Setianingsih Dewi Insyiroh Dewi Nirwana Ayu Kirani Doviani, Belva Yulia Faizatul Khoiriyah Fatima Azizah, Andini Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatwa, Yuniar Firjinia Fauziah, Putri Nur Febriyanti , Dela Febriyanti, Weni Fitri Sakinah Girinti , Hasyikana R Hadi, Syamsul Handika Saputra Hasan Suaedi Inayah Alfina Wulandari Indah Tri Susanti Indahwiya , Nuning Inez Khansa Monica Isnanda, Wheka Istikomah, Anisa Maulidiya Jasmin Fauzia Khoiriyah, Alfi Laila Nurmayanti Lathif, M. Toyyib Musthofa Laylatul Musoffa Lestari, Febrianti Dwi Lestari, Marselia Dwi Luki Alifvia Majidatun Nur Aini Mar’atus Sholihah Maulana Muhamad, Randi Miftahul Jennah Mijanti, Yerry Mijianti, Yerry Mochammad Ryan Syazaki Muhammad Faizin Mulyadi Bagas Wicaksono Najma Hanina Nanda Berlian Dwi Maulita Ningsih, Trilia Warta Novi Afriliya Nurul Lailatuz Zakiyah Premesti, Ellita Dwi Destiana Putri Nabila Sulfa Putri, Fungsi dan Podcast Rahmawati, Erdita Nur Reykasari, Yunita Ryanitha Prameswari Salfina, Afrilia Putri Satuwin, Dista Dwi Maharani Setiayadi, Salsabila Naura Shafa Aura Anindya Shinta Nur fadilah Sila Rahmatina Siti Nur Azizah Sofhan, Irfan Kholid Suhandono Suhandono Weni Febriyanti Widianata, Fogi Septian Wulandari, Yessy Putri Yerry Mijianti Yesha Tri Anita Utami Yunita Reykasari Zahra Al Muhdlar, Hanina